close

Kepada para pengunjung blog ini, kami selaku administrator sangat berkomitmen dalam berda'wah fisabilillah dengan "kantong pribadi" dalam mengupload artikel, video streaming dan perawatan blog ini. Kami sangat mengharapkan para dermawan ada yang ikhlas memberikan sedikit rezekinya demi kelangsungan tercapainya da'wah Tauhid dengan menjadi donatur "Baitur Ruqyah Asy-Syar'iyyah Online". Bantuan anda dapat disalurkan melalui norek. Bank Muamalat 601923 903 31443 99 a.n Perdana, norek. BCA 0230725845 a.n Perdana KCP Tanjung Karang. Jazakumullah khair katsiran!Semoga Allah Ta'ala menerima amal ibadah saudara-saudara sekalian.

myQuran.org - Komunitas Muslim Indonesia

Oleh : Perdana Akhmad S.Psi

Mengurangi lemak dengan tidak memakan daging hewan mungkin memang dibutuhkan untuk beberapa orang yang terkena penyakit kolesterol tinggi. Tapi bagaimana dengan orang-orang yang benar-benar mengaku sebagai vegetarian sehingga mereka menghilangkan menu daging hewan secara total dari pola makan mereka? Mereka berdalih karena rasa kasihan terhadap para hewan, tidak tega dengan perlakuan para penyembelih hewan dan yang semacamnya.

Yang lebih parah lagi, pada akhirnya mereka menolak berbagai bahan makanan yang berasal dari hewan, baik itu susu, telur, keju dan yang semacamnya. Sebabnya? Karena untuk pemerahan susu dikatakan hewan diperlakukan semena-mena, telur itu adalah cikal bakal anak hewan yang patut untuk hidup, atau kalimat-kalimat semacamnya. Dengan usaha keras mereka mempertahankan status vegetarian dengan menonton film yang memang dibuat untuk memperkuat ‘keimanan’ mereka akan apa yang mereka lakukan. Mudah-mudahan kita tidak ada yang ingin ikut-ikutan dengan apa yang mereka lakukan. Mengapa? Coba simak penjelasannya secara syari’at.

Dalam sebuah kaedah fikih, semua yang merupakan masalah adat, seperti makan, minum, pakaian, maka semuanya adalah boleh sampai ada dalil yang mengharamkannya. Berbeda dengan masalah ibadah yang pada dasarnya semua ibadah adalah haram sampai ada dalil yang memerintahkannya. Oleh karena itulah kita tidak bisa sembarangan dalam melakukan ibadah, karena kita harus mengetahui bahwa hal tersebut benar diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya.

Kembali ke masalah makanan, seperti dikatakan tadi, pada dasarnya, memakan suatu makanan seluruhnya adalah halal sampai ada dalil syar’i yang menjelaskan bahwa makanan itu haram. Misalnya, kita diharamkan untuk memakan tikus, kodok, binatang yang bertaring atau binatang yang bercakar yang cakarnya itu digunakan untuk memangsa.

Lalu, bagaimana dengan ayam, sapi, kambing dan yang lainnya yang tidak ada dalil yang menjelaskan bahwa itu adalah haram. Tentu saja jawabannya itu adalah boleh untuk dimakan. Dan tidaklah mereka diciptakan itu melainkan sebagai nikmat dari Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk hamba-Nya yang membutuhkan energi dalam melakukan aktifitas untuk ibadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

“Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezekikan kepadamu, dan bertaqwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya.” (QS. Al Maidah [5]: 88)

Jika hewan yang disembelih saja boleh untuk dimakan, maka terlebih lagi susu atau telur yang dihasilkan oleh hewan tersebut. Bahkan susu juga termasuk tanda-tanda kekuasaan Allah, sebagaimana dalam firman-Nya
“Dan sesungguhnya pada binatang ternak itu benar-benar terdapat pelajaran bagi kamu. Kami memberimu minum dari pada apa yang berada dalam perutnya (berupa) susu yang bersih antara tahi dan darah, yang mudah ditelan bagi orang-orang yang meminumnya.” (QS. An Nahl [16]: 66)

Sebab Lain Terlarangnya Menjadi Seorang Vegetarian

Walau telah jelas dalil-dalil tentang tidak haramnya binatang ternak, ada baiknya kita juga mengetahui alasan lain mengapa menjadi seorang vegetarian juga termasuk hal besar yang terlarang dalam agama.

1. Dapat menjadi Kufur sebab mengharamkan apa yang telah dihalalkan Allah

Hal ini dikarenakan seorang vegetarian telah mengharamkan sesuatu yang telah dihalalkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dengan demikian, seorang vegetarian telah membuat hukum baru yang bertentangan dengan syari’at. Allah Ta’ala berfirman,

Katakanlah: “Bawalah ke mari saksi-saksi kamu yang dapat mempersaksikan bahwasanya Allah telah mengharamkan (makanan yang kamu) haramkan ini.” Jika mereka mempersaksikan, maka janganlah kamu ikut (pula) menjadi saksi bersama mereka; dan janganlah kamu mengikuti hawa hafsu orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, dan orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, sedang mereka mempersekutukan Rabb mereka. (QS. Al-An’am 6:150)

Syaikh Abdurrahman As Sa’di menjelaskan tafsir ayat ini, bahwa ada dua kemungkinan ketika seseorang diminta untuk mendatangkan dalil/alasan ketika mereka mengharamkan apa yang Allah halalkan.

Kemungkinan pertama adalah mereka tidak dapat mendatangkan dalil. Hal ini menunjukkan batilnya apa yang mereka serukan.

Kemungkinan kedua bahwa mereka mendatangkan alasan yang merupakan kedustaan. Tentu saja persaksian mereka ini tidak diterima. Dan ini bukanlah termasuk perkara dimana sah seorang yang adil untuk bersaksi dengannya. Oleh karena itulah Allah memerintahkan kita untuk tidak mengikuti persaksian mereka. (Taisirul Karimirrohman)

2. Membuat perkara baru (bid’ah) dalam agama

Hal ini terutama jika pengkhususan memakan makanan hanya dari yang berupa sayuran tersebut disandarkan kepada agama. Atau juga demi mendapatkan kemampuan ghoib dengan melakukan prosesi puasa tertentu yang mensyaratkan tidak makan makanan yang bernyawa (puasa mutih) atau adanya keyakinan sebagian praktisi ilmu metafisika yang meyakini jika memakan makanan yang bernyawa maka akan mengotori tubuhnya dengan energi negatif yang membuat ilmunya berkurang dengan kata lain vegetarian menjadikannya sebagai sebuah ibadah kepada selain Allah Subhanahu wa Ta’ala.

3. Menyerupai Orang Kafir

banyak sekali hadits dari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam yang memerintahkan kita untuk menyelisihi orang kafir? Sampai-sampai ada seorang Yahudi yang mengatakan,

“Apa yang diinginkan laki-laki ini? Tidak ada satupun urusan kita kecuali ia pasti menyelisihi kita di dalamnya.” (HR. Muslim)

kita juga tentu telah mengetahui, bahwa para biksu Budha adalah orang yang sangat teguh untuk tidak memakan daging. Mereka hanya mau makan makanan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan. Maka yang benar, seharusnya sebagai muslimah kita tidak ikut-ikutan menjadi seorang vegetarian, bahkan berusaha menyelisihi para biksu (orang-orang kafir) tersebut.

4. Mengingkari nikmat Allah

Daging, susu, telur atau hasil makanan lain yang didapatkan merupakan kenikmatan yang Allah berikan pada hamba-Nya.

“Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezekikan kepadamu, dan bertaqwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya.” (QS. Al Maidah [5]: 88)

5. Mengingkari hukum yang Allah tetapkan

Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memberitahukan cara untuk dapat memakan daging dari binatang ternak dengan cara menyembelihnya. Dan tidaklah apa yang Allah perintahkan melainkan sebuah kebaikan. Maka adalah suatu kesalahan ketika seorang vegetarian tidak memakan daging karena rasa kasihan melihat binatang ternak ketika disembelih menggelepar-gelepar, mengejang dan meregangkan otot, bahkan menyatakan itu tidak berperikemanusiaan (atau tidak berperikebinatangan?). Sekali lagi perlu kita ingatkan, bahwa tidaklah apa yang Allah perintahkan dan tentukan merupakan kebaikan walaupun mungkin kita belum mengetahui hikmahnya.

Alhamdulillah, tentang menyembelih hewan terdapat terdapat hasil penelitian yang dilakukan oleh Prof. Schultz & Dr. Hazim yang keduanya adalah Animal Scientists dari Hanover University – Jerman, yang menunjukkan bahwa hewan yang disembelih tidak merasakan rasa sakit. Hal ini dikarenakan pisau tajam yang mengiris leher ‘tidaklah menyentuh’ saraf rasa sakit. Sehingga reaksi menggelepar, meregang otot dan lainnya hanyalah ekspresi ‘keterkejutan otot dan saraf’ saja (saat darah mengalir keluar dengan deras). Dan bukan ekspresi rasa sakit! (Nanung Danar Dono, S.Pt., M.P).[1]

Berbeda dengan apa yang orang-orang kafir lakukan dimana mereka mematikan hewan dengan cara dipukul terlebih dahulu dengan alat pemingsanan (Captive Bolt Pistols) baru kemudian disembelih. Alasan mereka adalah agar hewan tersebut tidak kesakitan ketika disembelih dan daging tetap bagus karena hewan jatuh dengan pelan. Apalah artinya logika manusia dibandingkan dengan Allah yang Maha Mengetahui. Ternyata dari hasil penelitian tersebut, hewan yang dimatikan dengan cara tersebut segera merasakan rasa sakit setelah dipingsankan bahkan hasil dagingnya tidak sehat untuk konsumen.

Demikianlah syari’at menjelaskan tentang makanan yang berasal dari binatang ternak. Janganlah tertipu dengan akal kita yang menilai sesuatu hanya berdasarkan penglihatan lahir dan perasaan semata. Sudah kehilangan kenikmatan dunia berupa makanan lezat, merugi pula di akhirat karena berbuat dosa. Na’udzu billah min dzalik.



[1] Fadhilah IPTEK – Islam: Trying to be The Real Moslem, Nanung Danar Dono, S.Pt, M.P



Read More..

Banyak kiblat pengobatan pada zaman sekarang ini, namun setidaknya ada lima kiblat pengobatan yang dikenal luas oleh umat manusia diantaranya :

1. Pengobatan Alopati. Harus diakui bahwa pengobatan konvensional yang berasal dari barat ini memiliki banyak kelebihan seperti penggunaan teknologi modern untuk mendeteksi penyakit (clinical diagnosis), melakukan operasi (pembedahan) pembuatan obat-obatan (farmakologi), penanganan mata (optalmologi), penghilang rasa atau bius (anestisologi). Selain itu pengobatan konvensional telah dilengkapi dengan berbagai temuan mutakhir dalam kasus-kasus tertentu. Seperti penanganan kecelakaan, cedera, pemindahan organ tubuh, cangkok dsb. Namun memiliki kelemahan yang tidak sedikit bahkan sangat membahayakan kehidupan manusia. Seperti yang disinyalir oleh Dr. Paapo Airola seorang dokter kebangsaan Amerika mengatakan bahwa semua obat ‘kimia sintetis’ (obat kimia yang digunakan dalam pengobatan konvensional) menyebabkan efek samping yang sangat berbahaya. Hal ini senada dengan Dr. Ivan Ilich dalam bukunya “limits to Medicine” (1926) setelah selama satu abad mengejar sebuah impian tentang pengobatan, kini ditemukan hikmah bahwa dunia pengobatan ternyata tidak banyak membuat perubahan yang berarti beberapa waktu yang lalu. Jadi secara sederhana obat-obatan kimia sintetis ialah obat yang bisa menyembuhkan satu penyakit dan menimbulkan penyakit lain yang lebih parah diesok hari, inilah side effect, efek samping dari pengobatan konvensional. Selain itu ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dari sifat obat-obatan kimia. Pertama, bersifat sementara, kalau kita cermati iklan obat-obatan, memakai istilah meredakan bukan menyembuhkan, karena memang demikian halnya, ketika seorang pasien sakit lalu memakai obat-obatan kimia maka gejala sakitnya menjadi hilang karena sifat dari pengobatan konvensional ini bersifat symptomiatic treatment, menghilangkan gejala sakit saja. Sederhananya dengan cara seperti ini urat sarap yang menuju tempat sakit ini ditekan agar tidak sakit (analgetik), penahan rasa sakit saja. Kelebihannya pasen lebih cepat sembuhnya, kelemahannya tidak menyembuhkan bahkan dalam kasus lain jadi kecanduan obat karena bila tidak makan obat itu rasa sakitnya datang kembali bahkan bertambah dosis juga ketergantungan obat. Kedua, bersifat menipu, ketika kita sakit kepala dan makan obat kimia maka dengan cepat sakitnya hilang. Ada beberapa obat yang fungsinya mengalihkan perhatian otak. Otak dirangsang untuk tidak tertuju akan rasa sakit, namun dialihkan akan hal-hal lainnya. Dari pemaparan kedua sifat ini terlihat bahwa meredakan dan mengalihkan bukanlah menyembuhkan semakin kita banyak mengkonsumsi obat berarti semakin banyak pula kita menimbun racun dalam usus kita, hal ini yang mengkombinasikan sakit yang tidak diobati dan penimbunan racun yang terus menerus menimbulkan efek komplikasi pada diri kita, yaitu rusaknya atau tidak berpungsinya organ-organ tubuh kita secara sempurna seperti jantung, lever, ginjal dll. Ketiga, bersifat keras, kita mengenal anti biotik, hampir setiap kali kita berobat diberi anti biotic, secara harfiah anti biotic bermakna anti=tidak,melawan biotic=hidup, jadi anti biotic ini ialah obat yang melawan kehidupan. Maksudnya ialah dalam tubuh kita ada dua bakteri, menguntungkan dan merugikan. Ketika kita sakit berarti bakteri merugikan lebih mendominasi dibanding bakteri menguntungkan. Dengan pemberian anti biotic bakteri merugikan ini dibunuh populasinya supaya berkurang hanya saja efek sampingnya bakteri menguntungkanpun ikut terbunuh, maka wajar kita sembuh dari satu penyakit tapi ketika bertemu dengan penyakit lain kita gampang sekali terserang karena imuniti tubuh kita menjadi lemah, dalam kasus yang lain ada jantung berdebar ataupun lemas dibagian kaki terutama lutut setelah mengkonsumsi anti biotic. Didalam Convention Of Medical Heretic, Robert S. Mendelsohn berkata hampir 100 % antibiotik yang diberikan tidak perlu. Dia yakin bahwa antibiotik hanya diperlukan 3 – 4 kali dalam hidup. Sebuah buku baru Bad Treatmen, Bad Doctor yang ditulis oleh seorang radiologis Universiti Keio Jepang, menjelaskan bahwa ada kecenderungan penggunaan anti biotik untuk demam selsema biasa secara berlebihan. Hal ini mengakibatkan tubuh menjadi lemah tetapi virus dan bakteria menjadi semakin kuat.

2. Pengobatan Ilmu Metafisis / Mistis, diakui ataupun tidak sejak zaman purba hingga zaman sekarang praktik pengobatan seperti ini sangatlah disukai oleh masyarakat banyak minimal terkelabui dengan iming-iming penyebutan nama Allah dan Al Qur’an atau istilah-istilah yang dimodrenkan (attunement, inisiasi, install software metafisis dll) Kita mesti mewaspadainya, mengandalkan kekuatan mistis, terkadang pengobatannya non logis, tidak masuk diakal, bahkan melanggar sunnatullah.Pengobatan dengan ilmu metafisis ini terbagi dua yang pertama dengan cara tradisional seperti dengan menggunakan kembang tujuh rupa disertai kemenyan untuk mengobati penyakit. Kedua dengan cara yang terkesan modern seperti dengan menggunakan energi Ilahi/alam semesta (reiki, prana, chi kung dll), atau juga dengan cara mengalirkan energi tertentu yang dipercaya sebagai energi tenaga dalam atau energi metafisis. Bisa jadi setelah kita berobat jadi sembuh, tapi tetap kesembuhan itu dari Allah swt. Bahkan bisa jadi kesembuhan yang kita dapatkan dari mereka hanya merupakan Istidroj dari Allah.

3. Ayurveda, salah satunya ialah theraphy urine yang diistilahkan dengan TAS (Therapy Air Seni). TAS ini pertama kali dicetuskan 100 tahun yang lalu oleh orang-orang Majusi, yang mustahil dilakukan oleh para ilmuwan/ ahli medis Islam karena dalam hadits-hadits dijelaskan bahwa itu merupakan najis. Namun dalam sejarah di India, ditemukan sebuah dokumen berusia 5000 tahun telah menerangkan praktek TAS yang didalamnya memuat referensi tentang tumbuh-tumbuhan dan obat-obatan yang masih digunakan oleh Ayurvedic masa kini. Dokumen ini berisi 107 ayat (seloha) dinamakan Shivambu Kalpa Vidhi (metode meminum air seni supaya tetap awer muda), dan bagian dari sebuah dokumen yang disebut Damar Tantra. Air seni dalam bahasa mereka disitilahkan Shivambu yang secara harfiah berarti air Shiva, Dewa teringgi dalam kepercayaan India. Sekurang-kurangnya ada 35 buku berbahasa Inggris dan 2 buku berbahasa Indonesia yang dapat dijadikan nara sumber TAS tetapi tak satupun yang dapat meyakinkan kita tentang keilmiahannya apalagi keilahiahannya atau islaminya, sebab dari 37 buku yang diterbitkan tahun 1918 yang ditulis oleh Dr. Charles H. Duncan, jelas-jelas merupakan buku yang ditulis oleh orang-orang Nasoro asli.

4. Yin & Yang, pengobatan ini lahir dari negeri Cina. Ilmu pengobatan cina memang telah maju sejak 2500 tahun SM, sebelum berkuasa kaisar Yao. Disebut Yin & Yang karena pengobatan ini erat hubungannya dengan kepercayaan terhadap dua dewa yang menjadi unsure penting, yaitu Yin (dewa bumi) dan Yang (dewa langit). Keduanya mempengaruhi alam dan isinya, dalam diri manusia juga terdapat unsure Yang dan Yin itu, jika keduanya seimbang manusia menjadi sehat dan jika tidak seimbang, manusiapun menjadi sakit. Banyak terapi yang digunakan dalam pengobatan ini diantaranya Akupuntur, Akupresur, pijatan dengan tangan, togkat, biji-bijian, batu kasar, batu halus, dan batu giok, ada juga dengan jamu-jamuan, sihir, dengan magent tubuh dan lain-lain yang mempergunakan istilah atau ajaran Yin dan Yang. Memang pengaruh ajaran taoisme / Budha / Hindu cukup kuat hingga mempengaruhi pembendaharaan pengobatan mereka yang sekarangpun banyak kita kenal yaitu senam-senam yang berpangkal pada Yoga, yaitu pengobatan dengan pengaturan nafas yang sebenarnya berasal dari ajaran Dahtayana. Pengobatan yang awalnya terbatas ditingkat biara-biara Budha maka wajar bila didalamnya mengandung unsure mistik. Pengobatannya dilakukan dengan cara rabaan renggang dan pemusatan tenaga lalu dihubungkan dengan kepercayaan-kepercayaan terhadap gangguan ruh-ruh dan makhluk halus, yang ia usir dengan pancaran “Sinar Putih” dan “Tangan Sakti”. Mereka menyebut kekuatan itu dengan “Chi/ki”. Sesungguhnya Yoga itu termasuk cara peribadatan Budha dan Hindu. Menurut penganut ajaran Budha, dengan Yoga meditasi, konon kabarnya jiwanya dapat bersatu dengan “Budha atau bersatu dengan Brahman atau Mahatman” menurut agama Hindu.

5. Thibbun Nabawi, ialah pengobatan cara Nabi. Pengobatan yang mulai dilupakan orang hari ini. Maka wajar bila eksistensinya timbul tenggelam. Kalah oleh pengobatan konvensional yang jelas-jelas mengandung banyak efek samping. Nabi kita memang tidak diturunkan sebagai seorang tabib, namun kita yakin bahwa yang disabdakan Rasul ialah merupakan wahyu. Ciri khas dari pengobatan ini bersifat ilahiah dan alamiah. Sesuai dengan konsep Islam yang bersifat fitrah, dari mulai aqidah, ibadah, muamalah demikian juga dalam pengobatannya. Seperti yang disebutkan oleh DR. Ja’far Khadem Yamani, Syari’ah Islam yang dibawa Nabi SAW terkandung nilai-nilai ath thib (kedokteran) yang murni dan tinggi. Karena prinsip dari syaria’ah Islam ialah membawa maslahat umat manusia pada masa sekarang dan yang akan datang. Bila kita perhatikan ternyata ulama-ulama pendahulu seperti As Suyuthi, Ibn Qayyim selain faqih mereka juga dikenal sebagai tabib yang professional. Bahkan Imam Bukhari, Imamul Muhadditsin dikenal sebagai ahli hadits yang pertama kali menyusun kitab Ath Thibun Nabiy, didalamnya terdapat lebih dari 80 hadits yang bekaitan dengan kedokteran. Jauh sebelum Islam datang bahkan 5000 th sebelum masehipun praktik pengobatan sudah ada. Dan pada zaman Rasulullahpun sudah tersebar banyak cara pengobatan, termasuk didalamnya terapi Ruqyah, herba dan bekam.





Read More..

Dibawah ini adalah deretan para ulama terkenal yang pendapatnya diikuti hingga sekarang, jika masih ada yang menganggap ruqyah itu tidak ada tuntunannya dari islam, tidak pernah dicontohkan dari nabi dan para sahabat maka orang yang mengatakan itu tentu bukanlah umat Islam.

Para pengingkar sunnah itu punya agama baru yang melarang segala bentuk ruqyah, punya ulama khusus (yang ahli tenaga dalam/ilmu metafisik) yang melarang ruqyah, punya nabi dan para sahabat sendiri yang tidak pernah mencontohkan ruqyah.

Silahkan membentuk aliran kepercayaan baru namun jangan mengatas namakan Islam sebab islam mensunnahkan ruqyah yang telah dijelaskan oleh para ulama kami, ulama umat islam.

berikut ini fatwa para ulama :

¨ Dalam Al Qamusul Muhith Imam Majduddin Muhammad bin Ya’qub Al Fairuz Abady halaman 1161 menyebutkan :

لضَّمِّ العُوْذَةُ الرُّ قْيَةُ ، بِا Ar Ruqyatu dengan Ra’ didhammah artinya memohon perlindungan. Ruqyah berasal dari kata : رَ قَى يَرْ قِيْ رَقْيًاوَرُقِيًّاوَرُ قْيَةً بَفَثَ فِيْ عُوْ ذَ تِهِ yang artinya meniup dalam memohon perlindungan.

¨ Muhammad binAhmad Al Azhari dalam Tahdzibul Lughah 9/293 :

رَقَىالرَّاقِيْ رُقْيَةً وَرَقْيًاإِذَاعَوَّذَوَنَفَثَ Raqi (seorang peruqyah) melakukan ruqyah apabila ia membaca doa perlindungan dan meniup.

¨ Ibnul Atsir dalam An Nihayah fi Gharibil Hadits 3/254 : الرُّقْيَةُ ،بِالضَّمِّ العُوْذَةُاَّلِتيْ يُرْ قَى بِهَا صَاحِبُ الآ فَةِوَالْحُمَّىوَ غَيْرِ هِمَا Ar Ruqyatu dengan Ra’ didhammah artinya memohon perlindungan apabila ia diruqyahkan bagi orang yang terkena bala’ atau bencana, demam, dan yang lainnya.

¨ Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam Majmu’ul Fatawa 10/195 : “Ruqyah artinya memohon perlindungan. Al Istirqa’ adalah memohon dirinya agar diruqyah. Ruqyah termasuk bagian dari doa.”

¨ Ibnu Taimiyyah berkata, “Adapun pengobatan orang yang kesurupan dengan ruqyah, maka bacaan yang dibaca itu ada dua macam. Apabila bacaan ruqyah tersebut terdiri dari kalimat yang bisa dipahami maknanya dan dibolehkan oleh agama Islam, maka bacaan seperti itu dibolehkan. Karena telah ditegaskan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengizinkan penggunaan ruqyah selama tidak mengandung kesyirikan. (Lihat HR.Muslim No.2200, red). Tapi bila di dalamnya mengandung kalimat yang diharamkan, seperti ada kesyirikan atau maknanya tidak bisa dipahami atau mengandung kekufuran, maka tidak seorang pun diperkenankan untuk memakainya. Walaupun terkadang dengan kalimat tersebut jin mau keluar dari tubuh orang yang kesurupan. Karena bahaya kekufuran lebih besar adanya daripada manfaat kesembuhan yang diperoleh.” (Majmu’ul Fatawa : 23/277).

¨ Sa’ad Muhammad Shadiq dalam Shira’Bainal Haq wal Bathil halaman 147 berkata : Ruqyah pada hakekatnya adalah berdoa dan tawassul untuk memohon kepada Allah kesembuhan bagi orang yang sakit dan hilangnya gangguan dari badannya.”

¨ Syekh Nashiruddin al-Albani berkata,Ruqyah adalah do’a yang dibaca untuk mencari kesembuhan yang terdiri dari al-Qur’an dan hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang shahih. Sedangkan apa yang bisa dibaca oleh seseorang yang terdiri dari kata-kata yang bersajak atau kalimat-kalimat yang tidak jadi ada unsur kekufuran dan kesyirikannya, maka hal itu termasuk ruqyah yang dilarang.” (Kitab Dhaif Sunan Tirmidzi : 231).

¨ Imam Nawawi juga telah berkata, Ruqyah dengan ayat-ayat al-Qur’an dan dengan do’a-do’a yang telah diajarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah suatu hal yang tidak terlarang. Bahkan itu adalah perbuatan yang disunnahkan. Telah dikabarkan para ulama’ bahwa mereka telah bersepakat (ijma’) bahwa ruqyah dibolehkan apabila bacaannya terdiri dari ayat-ayat al-Qur’an atau do’a-do’a yang diajarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (Shahih Muslim bi Syarhin Nawawi : 14/341).

¨ Imam Nawawi menukil perkataan Syekh al-Maziri, “Semua ruqyah itu boleh apabila bacaannya terdiri dari kalam Allah atau Sunnah Rasul. Dan ruqyah itu terlarang apabila terdiri dari bahasa non Arab atau dengan bahasa yang tidak dipahami maknanya, karena dikhawatirkan ada kekufuran di dalamnya.” (Shahih Muslim bi Syarhin Nawawi : 13/341).

¨ Imam An Nawawi Rahimahullah menjelaskan:“Adapun ruqyah (jampi/mantera) dengan ayat-ayat Al Quran, dan dzikir-dzikir yang ma’ruf (dikenal), maka hal itu tidak dilarang, bahkan sunah. DI antara mereka ada yang mengatakan dalam mengkompromikan dua hadits (yang nampak bertentangan), sesungguhnya pujian untuk meninggalkan ruqyah menunjukkan afdhaliyah (hal yang lebih utama), dan kejelasan tawakkal. Dan, orang yang melakukan ruqyah dan diizinkannya hal itu menunjukkan kebolehannya tetapi itu meninggalkan hal yang lebih utama. Inilah yang dikatakan Ibnu Abdil Bar, dia menceritakan dari orang yang menceritakannya. Sikap yang dipilih adalah yang pertama. Mereka telah menukil tentang ijma bolehnya ruqyah dengan ayat-ayat dan kalimat dzikrullah Ta’ala.” (Syarh Shahih Muslim, 7/325)

¨ Syekh Ibnu Hajar al-‘Asqalani dengan mengutip perkataan Imam Qurthubi, “Termasuk ruqyah yang dibolehkan adalah terdiri dari kalam Allah (al-Qur’an) atau asma’-Nya, atau yang do’a yang telah diajarkan Rasulullah.” (Kitab Fathul Bari : 10/196).

¨ Syekh Hafizh bin Ahmad Hakami berkata, Ruqyah yang terlarang adalah ruqyah yang tidak terdiri dari al-Qur’an atau as-Sunnah dan tidak berbahasa Arab. Ruqyah seperti itu termasuk bacaan untuk mendekatkan diri kepada syetan. Sebagaimana yang dilakukan oleh pata dukun dan tukang sihir. Bacaan seperti itu juga banyak dijumpai dalam kitab-kitab mantra dan rajah seperti Kitab Syamsul Ma’arif dan Syumusul Anwar dan lainnya. Hal itu merupakan upaya musuh Islam untuk merusak Islam, padahal sesungguhnya Islam bersih dari hal semacam itu.” (Kitab A’lamus Sunnah al-Mansyurah : 155).

¨ Seorang ahli Fiqh dan Ushul Fiqh yang bernama Imam al-Qarafi berkata, Ruqyah adalah kalimat-kalimat khusus yang dengannya akan diperoleh kesembuhan dari penyakit dan terhindar hal-hal yang merusak dengan izin Allah. Tidak bisa dikategorikan sebagai ruqyah bila menimbulkan bahaya, tapi justru itulah yang disebut dengan sihir. Dan kalimat-kalimat (bacaan ruqyah) ada yang dianjurkan, seperti surat al-Fatihah dan al-Mu’awwidzatain. Dan ada juga yang dilarang, seperti ruqyah orang-orang jahiliyyah, atau orang-orang India dan lainnya. Karena dikhawatirkan mengandung kekufuran. Maka dari itu Imam Malik dan yang lainnya melarang ruqyah yang berbahasa selain Arab, karena dikhawatirkan di dalamnya mengandung suatu yang haram.” (Kitab al-Furuq : 4/147).

¨ DR.Abdullah bin Ahmad at-Thayyar berkata, Ruqyah syirkiyyah (yang mengandung syirik) adalah bacaan yang di dalamnya memohon pertolongan kepada selain Allah SWT. Dan termasuk memohon pertolongan dan perlindungan kepada selain Allah, seperti meruqyah dengan nama-nama jin, malaikat, nabi dan orang-orang shahih.” (Kitab Fathul Haqqil Mubin : 106).

¨ Imam Al Maziri Rahimahullah mengatakan:Semua ruqyah adalah boleh jika berasal dari kitabullah atau dzikir.” (Ibid)

¨ Imam Abul Abbas Al Anhari Al Qurthubi Rahimahullah dalam kitab syarahnya terhadap Shahih Muslim, menjelaskan –setelah memaparkan hadits-hadits tentang keringanan untuk melakukan ruqyah: “(Hadits ini) merupakan dalil bahwa pada dasarnya ruqyah itu terlarang, sebagaiana yang telah dijelaskan sebelumnya, sebagaimana riwayat: “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam melarang ruqyah.” Ini adalah larangan secara mutlak, karena dahulu mereka melakukan ruqyah ketika jahiliyah dengan berisi kesyirikan dan kata-kata yang tidak dimengerti, dan mereka meyakini bahwa ruqyah inilah yang memberikan pengaruh. Kemudian, ketika mereka masuk Islam yang seperti itu telah dihilangkan dari mereka, karena Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam melarang itu secara umum, agar larangan tersebut lebih kuat dan upaya pencegahan. Kemudian, ketika mereka menanyakannya dan mengabarkannya, bahwa mereka mendapatkan manfaat dari itu, maka mereka mendapat keringanan pada sebagian hal itu. Nabi bersabda: “Tunjukkan kepadaku ruqyah kalian, tidak apa-apa jika tidak terdapat syirik di dalamnya.” Maka beliau membolehkan ruqyah untuk setiap bentuk malapetaka seperti sakit, luka, bisul, demam, penyakit mata jahat, dan lainnya, jika ruqyah tersebut dengan kalimat yang bisa difahami dan tidak terdapat kesyirikan di dalamnya, dan tidak sesuatu yang terlarang. Yang paling utama dan bermanfaat adalah: ruqyah yang berasal dari asma Allah dan firmanNya, firman Allah dan ucapan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.” (Al Mufhim Lima Asykala ‘ Ala Talkhishi Kitabi Muslim, 18/65. Maktabah Misykah)

¨ Imam Badruddin Al ‘Aini Rahimahullah menjelaskan:“Bolehnya ruqyah dengan sesuatu dari Kitabullah, dan juga dengan doa-doa yang ma’tsur atau yang serupa dengan itu. Tidak boleh dengan lafaz-lafaz yang tidak diketahui maknanya, berupa lafaz yang bukan bahasa Arab. DI dalamnya terdapat perbedaan pendapat. Asy Sya’bi, Qatadah, Said bin Jubeir, dan segolongan lainnya mengatakan ruqyah adalah hal yang dibenci. Wajib bagi seorang mukmin untuk meninggalkannya sebagai upaya memegang teguh kepada Allah Ta’ala dan bertawakkal atasNya, percaya denganNya, dan memutuskan hubungan dengan ruqyah.” (‘Umdatul Qari, 18/303. Maktabah Misykah)

¨ Fatwa Lajnah Daimah Lil Buhuts Al ‘Ilmiah wal Ifta: Fatwa ini ditanda tangani oleh Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz, Syaikh Abdullah bin Sulaiman bin Mani’, Syaikh Abdurrazzaq ‘Afifi, dan Syaikh Abdullah bin Abdirrahman Ghudyan.
Pertanyaan kedua, fatwa No. 143:“Jika seorang laki-laki yang meminta diruqyah sakitnya, dia dituliskan untuknya sebagian ayat-ayat Al Quran, dan si peruqyah berkata: “letakkan ini di air dan minumlah airnya,” bolehkah atau tidak?”

Jawab:

Dahulu pernah dijawab oleh Darul Ifta pertanyaan semisal , sebagai berikut: Tulisan sebagian ayat Al Quran pada wadah, atau lembaran, lalu dibasuhkannya air tersebut atau meminumnya, adalah boleh. Sesuai keumuman ayat: “dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Isra (17): 82). Al Quran adalah obat bagi hati dan badan, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Al Hakim dalam Al Mustadrak dan Ibnu Majah dalam Sunannya, dari Ibnu Mas’ud Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Hendaklah kalian berobat dengan madu dan Al Quran.” Dan juga yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dari Ali Radhiallahu ‘Anhu, dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam: “Sebaik-baiknya obat adalah Al Quran.” Juga diriwayatkan oleh Ibnu As Sunni dari Ibnu Abbas Radhiallahu ‘Anhuma: “Jika seorang wanita kesulitan melahirkan, ambil-lah wadah bersih dan tulis di atasnya: Ka’annahum yauma yaraunaha maa yu’adun. (Pada hari mereka melihat azab yang diancamkan kepada mereka. QS. Al Ahqaf (46): 35), juga ayat: Ka’annahum yauma yaraunaha lam yalbatsu (pada hari mereka melihat hari berbangkit itu, mereka merasa seakan-akan tidak tinggal (di dunia). QS. An Nazi’at (79): 46), juga ayat: Laqad kaana fi qashashihim ‘ibratul li ulil albab (Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. QS. Yusuf (12): 111). Lalu dimandikan dan dikucurkan kewanita itu, dan dipercikkan ke perutnya dan wajahnya. (Fatawa Lajnah Daimah Lil Buhuts Al ‘Ilmiah wal Ifta, 1/245. Tahqiq: Ahmad bin Abdurraziq Ad Duwaisy)

¨ Ulama lain yang menyatakan kebolehannya adalah- Imam Abdul Hamid Asy Syarwani dan Imam Ibnul Qasim Al ‘Ibadi, Al Hawasyi, 7/34. Mawqi’ Ya’sub

- Imam Ibnu Hajar Al Haitami A Makki, Tuhfatul Muhtaj fi Syarhil Minhaj 27/456. Mawqi’ Islam.

- Imam Muhammad Al Khathib Asy Syarbini, Mughni Muhtaj Ila MA’rifatil Alfazh Al Minhaj, 11/132. Mawqi’ Al Islam.

- Imam Sulaiman bin ‘Umar bin Muhammad Al Bujairami, Hasyiyah ‘Alal Minhaj, 11/180.



Read More..

Dikaji Oleh Perdana Akhmad S.Psi

Assalamu'alaikum Wr.Wb

Alhamdulillah, saya bisa menyelesaikan artikel yang mengkritisi sebuah rekaman video yang dibuat anggota hikmatul Iman. Kajian kritis ini saya buat kecuali untuk nasehat dan menasehati dan amar ma'ruf nahi munkar sebagaimana Firman Allah :" "Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran". [Al-Ashr : 1-3].

Mari kita tonton dulu video kesaksiannya :



Berikut ini kami akan mengkritisi video yang direkam para murid HIkmatul Iman :


Rekaman ini diawali dari adanya acara kajian "SEPUTAR JIN DAN RUQYAH MASSAL" yang diadakan oleh Tim Ruqyah Majalah Ghoib pada hari ahad 5 Juli tahun 2005, pukul 08.30 sampai 12.00 WIB Di Masjid Baitur Rahman Depok .

Terlihat pada gambar diatas seorang Ustadz sedang memberikan ceramahnya dan didengarkan dengan khusyuk oleh para pengunjung yang datang (gambar dibawah).


Namun coba rekan-rekan sekalian lihat kelakuan para murid Hikmatul Iman ini (gambar dibawah). Sangat tidak terlihat orang yang haus akan ilmu agama, dia terlihat sangat santainya melambaikan tangan seolah-olah majelis ilmu yang didatanginya sebagai sarana rekreasi saja dengan santainya tertawa-tawa dan melambaikan tangannya.


Bahkan orang ini dengan sombongnya memegang baju kebesarannya dan berulangkali digoyang-goyang dan ditunjukkan didepan kamera.

Ada banyak bukti yang menunjukkan para murid HI ini tidaklah mendengarkan dengan khusyuk penjelasan dan tauziyah para ustadz melainkan hanya tertawa-tawa dan berulangkali memegang-megang baju HInya. Wahai kalian para murid HI, terlihat dari prilaku kalian, kalian datang bukanlah dengan niat yang ikhlas mengharap ridho Allah, melainkan hanya sekedar untuk gagah-gagahan dan dipenuhi kesombongan. Padahal Allah tidak memandang dari tubuh kalian yang besar dan gendut atau wajah kalian yang ganteng atau jelek, atau juga pada kebesaran perguruan atau kebanggaan baju kalian yang keren. Melainkan keikhlasan hati kalian ketika mendatangi majelis ilmu.
“Sesungguhnya ALLAH SWT tidak memandang kepada bentuk tubuhmu dan tidak juga pada rupa wajahmu, tetapi IA memandang kepada keikhlasan hatimu.” (HR Muslim)



Lalu tibalah saatnya terapi ruqyah missal, pada gambar berikut ini terlihat gambar seorang ustadz membacakan ayat-ayat ruqyah dengan khusyuk.





Namun sangat disayangkan, terlihat lagi para murid Hi ini sama sekali tidak mengikuti prosesi ruqyah dengan baik, terlihat dengan, prilaku murid Hi yang sangat tidak pantas dengan lagi-lagi tertawa cengengesan lalu menggoyangkan baju Hinya. Padahal sikap seorang muslim yang baik ketika mendengar orang yang membaca Al-Qur'an adalah kalian mendengarkan mereka dan kalian harus merasa takut kepada Allah. Sebagaimana dalam hadits dinyatakan :“Sungguh sebaik-baiknya suara manusia yang membaca al-Qur’an ialah yang jika engkau mendengar suara bacaannya maka engkau merasa bahwa ia seorang yang sangat takut kepada Allah.” (HR Abu Daud)




Pada gambar dibawah terlihat orang yang memakai baju biru (sangat mirip dengan baju HI) mengalami reaksi keras karna jin dalam tubuhnya terbakar dengan bacaan ruqyah (Namun ini diingkari oleh Kang Dicky dengan mengatakan Murid Hi tersebut hanya berpura-pura bereaksi keras ketika mendengarkan bacaan ruqyah untuk menipu para peruqyah dan prilaku menipu ini atas suruhan Kang Dicky sendiri dengan alasan untuk melihat apakah para peruqyah mengetahui hal ghoib yaitu bisa tahu orang yang ada jin atau tidak ada jinnya ketika diruqyah)



Ketika diruqyah terlihat lagi peristiwa yang sangat miris, ketika orang-orang yang hadir mendengarkan bacaan ruqyah dengan khusyuk terlihat lagi prilaku murid HI yang nyeleneh. Tertawa-tawa ketika bacaan ruqyah dibacakan lalu mondar-mandir sama sekali tidak mendengarkan secara khusyuk bacaan ayat suci Al-Qur'an dan Doa rasulullah. Padalah sikap seorang muslim adalah ketika dibacakan dihadapan kalian ayat-ayat Allah dengarkan dengan dengan khusyuk, Sebagaimana firman Allah : Dan apabila dibacakan dihadapan mereka ayat-ayat ALLAH, maka mereka segera bersujud sambil menangis dan mereka bertambah khusyu’. (QS Al-Israa’, 17:109). Lihat gambar dibawah.



Dan sekali lagi dengan sombongnya mendongakkan kepala lalu tertawa pada saat bacaan ayat suci Al-Qur'an diperdengarkan. dan berulangkali menggoyangkan baju hikmatul iman seolah hendak menyombongkan diri bahwa kalian murid hikmatul iman tidak mempan ketika diperdengarkan bacaan ruqyah? dalam sebuah hadist nabi mengatakan: “Tidak akan masuk surga seseorang yang dalam hatinya masih terdapat perasaan sombong, meskipun hanya satu zarah (atom)”. Sikap kalian sama sekali tidak pantas sebab sikap kalian menyiratkan kesombongan dan keangkuhan yang akan mengakibatkan kalian tidak akan masuk surga-Nya Allah.



Lalu sekoyong-koyong, ada seseorang murid Hi yang bernama Adi sembari berdiri lalu menggoyang-goyangkan tangannya kedepan kebelakang dan tersenyum mengatakan "Aman hikmatul iman aman" (lihat cuplikan gambar dibawah).




Coba rekan-rekan sekalian tonton video rekamannya pada menit 05.18 pada saat itu bacaan ayat suci Al-Qur'an masih berlangsung dan orang-orang masih banyak yang duduk khusuk mendengarkan, akan tetapi berbeda sekali dengan sikap murid-murid hikmatul iman, mereka mondar-mandir, menggoyang-goyangkan tubuh sembari tertawa mengucapkan aman-aman ?????

Saya bertanya kepada kalian, apakah dibenarkan sikap seorang seorang muslim ketika mendengarkan bacaan ayat suci Al-Qur'an kalian mondar-mandir, senyum dan tertawa-tawa lalu menggoyangkan tubuh seenaknya Allah Ta’ala telah berfirman:”Dan apabila dibacakan Al-Qur’an,maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat”(Al-A’raaf:204).

Seharusnya sikap kalian haruslah duduk dengan rapi lalu mendengarkan bacaan Al-Qur'an dengan khusyuk dan tenang agar kalian mendapatkan rahmat dan perunjuk dari Allah.
Sangat wajar kalian TIDAK akan mendapatkan rahmat dan petunjuk Allah dari acara ruqyah tersebut sebab maaf sikap, prilaku dan tindak-tanduk kalian tidak mencerminkan adab seorang muslim.

Lihat beda prilaku kalian dengan prilaku orang lain yang khusyuk mendengarkan bacaan ruqyah (pada gambar dibawah ini), ketika yang lain mendengarkan dengan khusyuk tetapi salah satu anggota HI malah mengacungkan jempol.
lalu membuat bentuk victory (kemenangan) pada tangan kalian, apa kalian merasa menang melawan ayat-ayat Allah ???



KEIRONISAN MURID HIKMATUL IMAN YANG AMAT SANGAT





Cuplikan gambar diatas adalah serombongan murid-murid hikmatul iman yang sedang beristirahat sehabis merayakan kemenangannya karena merasa kebal dengan bacaan Al-Qur'an. Dan diakhiri dengan peristiwa yang MEMBUKTIKAN MASUKNYA KEMBALI SYETAN KEDALAM TUBUH MURID HIKMATUL IMAN DAN SETAN ITU TERTAWA MELALUI MULUT MURID HIKMATUL IMAN TERSEBUT.

Lihat gambar dibawah ini.



Seorang murid Hikmatul iman yang menguap dengan sangat lebarnya tanpa sama sekali menutup mulutnya.Dari peristiwa inilah saya menjamin 100% syetan telah kembali memasuki tubuh murid HI tersebut Dalilnya adalah diriwayatkan dari Abu Sa'id al-Khudri dia berkata, Rasulullah bersabda:"Apabila seseorang diantara kalian menguap, hendaknya dia menahan dengan tangannya diatas mulutnya, karena sesungguhnya syetan akan masuk (HR.Muslim).
Dan syetan tersebut tertawa melalui tubuh murid HI.
dalilnya Rasulullah bersabda: menguap itu dari setan. Apabila salah seorang dari kalian menguap, maka hendaknya dia menahannya sebisa mungkin. Karena apabila kalian mengucapkan "Aaaaaah" maka setan akan tertawa (HR.Bukhari)

Tidak ada dalilnya sama sekali ketika seseorang sudah berlatih tenaga dalam atau ilmu metafisika lalu tubuhnya diselubungi aura yang kuat hingga jin/setan tidak dapat mendekat. Sebab jika prilaku kita jauh dari sunnah rasulullah maka prilaku kita adalah prilaku setan, kita bisa menjadi setan dan kita akan tetap dirasuki dan dipengaruhi setan.

Jika ada Murid Hikmatul Iman yang berkomentar "coba buktikan pada kami dengan anda menghadirkan jin ke hadapan kami untuk membuktikan adanya setan dalam tubuh kami" maka saya jawab " Saya 100% tidak bisa menghadirkan khadam jin HI muncul dan bisa dilihat siapa saja di alam manusia, namun saya tetap mengimani Hadits masuk dan tertawanya setan ketika seseorang menguap tanpa menutup mulutnya. Jika ada murid Hi yang tetap mengelak bahwa diri mereka dirasuki jin maka ingkarilah hadits yang menyatakan setan akan masuk dan tertawa jika ada seseorang menguap tanpa menahan dan menutup mulutnya." Dan pada akibatnya anda semua termasuk golongan ingkar sunnah....

Read More..

Rekayasa foto Jin dari gua Arab

Baru-baru ini beredar kembali sebuah foto yang sering disebut foto setan dari Mekkah. Pemotretnya mengaku sedang berziarah bersama istrinya di Arab Saudi. Ketika sedang mengunjungi sebuah gua, mereka mulai memotret sekeliling gua. Ketika hasil jepretannya diproses, mereka mendapatkan foto setan yang sedang bergantung di dinding gua.
Kadang-kadang, foto ini juga sering disebut foto jin gua hira. Inilah foto tersebut :


Saya yakin, banyak dari anda yang percaya bahwa foto diatas adalah hoax. Ya, anda tidak salah ! Foto ini pertama kali beredar pada tahun 1990 dan sempat menjadi headline di Inggris. Beginilah kisah awal foto ini :

Pemilik foto ini hanya menyebut namanya sebagai John dan berumur 33 tahun. John sedang mengunjungi Saudi Arabia dan ia kemudian mendengar cerita tentang sebuah foto yang diambil seseorang di sebuah gua disitu. Pemotretnya mengaku mendengar suara aneh, lalu mengambil kamera dan memotret arah suara itu. Dan hasilnya adalah foto diatas. John mendapat kopi foto tersebut dan membawanya ke Inggris.


Namun ternyata, foto itu bukan Jin atau setan, melainkan sebuah patung. Foto itu diambil di sebuah tempat wisata di Sommerset Inggris yang bernama Cheddar Caves. Ini adalah foto patung tersebut.

Bahkan ada foto patung sejenis dengan posisi berbeda di gua tersebut.


Majalah Inggris bernama Fortean Times sudah mengklarifikasi foto ini tahun 1995. Namun kemudian masih beredar dengan versi berbeda. Kali ini fotonya diberi efek khusus dan disebut sebagai foto Chupacabra yang tidak sengaja tertangkap kamera sekelompok anak muda dari Eropa.


Hmm...saya rasa kita semua memang suka dengan misteri, sehingga ketika kita tidak menemukannya, kita menciptakannya.




Read More..

BERIKUT INI AKAN SAYA TAMPILKAN KLARIFIKASI USTADZ FADLAN TERHADAP FITNAH YANG DILAKUKAN HIKMATUL IMAN TERHADAP BELIAU DI KOLOM KOMENTAR http://energythropus.wordpress.com/2008/03/10/kang-dicky-dan-hikmatul-iman/ . USTADZ FADLAN JUGA DALAM KLARIFIKASI INI MENJELASKAN DIMANA LETAK KESESATAN HIKMATUL IMAN DAN JUGA DISERTAI TANTANGAN BELIAU AGAR HIKMATUL IMAN MENAMPILKAN VIDEO TAUZIYAH USTADZ FADLAN TERHADAP PARA MURID HIKMATUL IMAN DI DURI RIAU.





Read More..

Terhalang Jodoh Karena Sihir

Saudaraku muslimah ataupun muslim, memang menggelisahkan kalau umur sudah lanjut tapi jodoh tak kunjung datang. Mungkin ada kendala yang diluar kuasa kita tapi diizinkan oleh Allah SWT. Berikut adalah cerita dari Ulama Salaf Syeihk Wahid bin Abdussalam Baali dalam bukunya “Ash Shaarimul Battaar fit Tashaddi lis Saharatil Asyraar”.

Ada seorang yang dengki lagi penuh tibu daya pergi ke dukun yang sangat jahat dan meminta supaya dibuatkan sihir untuk anak perempuan si fulan. Kemudian tukang sihir itu meminta nama wanita itu dan nama ibunya, serta meminta barang atau benda yang sudah pernah dipakai wanita itu.

Selanjutnya tukang sihir pun melancarkan sihirnya. Dia beri tugas kepada satu jin atau lebih untuk menjalankan sihir. Kemudian jin itu pergi menyertai wanita itu, sehingga dia bisa masuk ke dalam tubuhnya pada 4 keadaan :

  1. Rasa takut yang mencekam
  2. Marah yang memuncak
  3. Lengah yang cukup parah
  4. Diliputi nafsu syahwat

Sedangkan jin sendiri mengalami dua keadaan:

  1. Dia masuk ke wanita itu, ia membuat wanita itu merasa tidak cinta kepada laki-laki yang melamarnya dan kemudian menolaknya.
  2. Jin itu tidak bisa masuk sehingga melancarkan sihir yang mengelabui pandangan dari luar tubuhnya, sehingga ia membuat bayangan bagi laki-laki yang melamar wanita itu Nampak seperti wanita jelek dan tak menarik. Dan hal itu juga ia lakukan kepada pihak wanita juga memandang laki-laki itu tak layak.

Oleh karena itu, Anda akan menyaksikan setiap laki-laki yang maju melamar wanita ini pasti menolaknya, meskipun secara prinsip dia menerima wanita tersebut.

Pada sihir yang dahsyat, Anda akan mendapatkan bahwa laki-laki yang datang melamar wanita ini, sejak akan masuk rumah sudah merasakan sesak yang cukup parah dan kehidupan ini terasa gelap baginya. Dia merasakan rumah itu seakan-akan penjara olehnya, sehingga dia tak mau kembali ke rumah itu.

Dalam menjalankan hal ini jin itu menyebabkan wanita itu merasa pusing dari waktu ke waktu.

Gejala-gejala Sihir Penghalang pernikahan:

  1. Merasa pusing dari waktu ke waktu, yang tidak hilang dengan meminum obat ke dokter.
  2. Rasa sesak di dada, khusus setelah waktu ‘Ashar sampai pertengahan malam
  3. Laki-laki pelamar nampak buruk sekali.
  4. Banyak berpikir (pikiran kacau)
  5. Terjadi kegoncanyan yang banyak di waktu tidur.
  6. Juga terasa sakit di tulang punggung bagian bawah

Kalau diantaranya saudarku muslimah yang belum dapat jodoh dan merasakan tanda-tanda seperti ini, hendaknya bersegera berlindung pada Allah SWT dan meminta orang-orang shaleh untuk meruqyiah secara syariyyah.





Read More..

Informasi Sponsor Negeri "Jiran"