11/23/2008

MENYESATKAN MENGGUNAKAN HIZIB SYIRIK

Syaikhul Islam Ibnu taimiyah berkata; “Diantara orang yang sangat aib dan tercela, ialah orang yang menggunakan hizib atau wirid yang tidak ma’tsur (tidak ada contohnya) dari Nabi shalallahu ‘alaihi wasalam, sekalipun hizib/wirid tersebut berasal dari syaikh (tuan gurunya). Sementara ia justru meninggalkan/mengabaikan dzikir dan wirid yang diajarkan oleh pemimpin umat manusia dan Imam seluruh makhluk yaitu Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa salam, yang merupakan hujjah Allah atas hamba-hambaNya. (Majmu Fatawa -Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah 22/525)

Segala kebajikan adalah dengan ittiba’ (mengikuti) Nabi shalallahu ‘alaihi wa salam, berpedoman pada petunjuknya dan mengikutinya sunnahnya yang shahih. Beliau shalallahu ‘alaihi wa salam adalah sosok teladan yang selalu mendapat limpahan rahmat dan shalawat dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, malaikat dan seluruh makhluk. Beliau shalallahu ‘alaihi wa salam adalah manusia yang paling sempurna dalam berdo’a dan berdzikir kepada Allah Yang Mahasuci dan Mahatinggi.

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah (wafat thn 751 H) berkata: “Dzikir yang paling baik dan paling bermanfaat adalah do’a dan dzikir yang diyakini dengan hati diucapkan dengan lisan dilaksanakan dengan konsisten dari do’a dan dzikir yang dicontohkan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam serta orang yang melakukannya memahami makna-makna dan maksud yang terkandung di dalamnya.”

Banyak sekali kitab yang ditulis oleh para ulama sepanjang zaman tentang do’a dan dzikir, ada yang menulis kitab-kitab tebal dengan sanad yang lengkap, ada yang sedang, ada yang singkat, ada kitab-kitab yang memuat hadits-hadits pilihan. Ada pula yang memuat riwayat shahih, dhaif dan yang membawakan riwayat maudhu’ (palsu).

Bahkan ada buku do’a dan dzikir yang sangat berbahaya yaitu orang yang menulis do’a dan dzikir yang dikarang-karang sendiri, tidak ada asalnya dari Nabi shalallahu ‘alaihi wa salam, dibuat, dirangkai dan disusun menurut ra’yu (akal) dan hawa nafsunya, diberikan judul yang indah dan menarik, tapi isinya adalah jimat, waqaf, isim-isim, potongan huruf Arab yang tidak dapat dipahami yang sudah jelas bid’ah, kesesatan dan syirik, yang Allah tidak menurunkan sedikitpun ilmu kepada mereka.

Oleh karena itu umat Islam wajib berhati-hati jangan sampai memiliki, menghafal dan mengamalkan do’a, dzikir dan wirid yang tidak ada contohnya dari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalam.Karena hal itu akan membawa kepada bid’ah, kesesatan, syirik, penyimpangan, kekotoran hati, tertolaknya amal. Tidak membawa kepada kekhusyu’an dan menjauhkan dia dari Allah Subhanahu wa Ta’ala

(mukadimmah buku Do’a dan Wirid Mengobati Guna-guna dan Sihir Menurut Al-Qur’an dan As-Sunnah tulisan Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas. Terbitan Pustaka Imam Syafii, Juli 2003 )





No comments:

Post a Comment

Setelah membaca artikel, diharapkan kepada para pembaca untuk menuliskan kesan/komentarnya. Terimakasih...