4/08/2009

Keajaiban waktu Mekkah dan Penjajahan Inggris

MEKKAH (SuaraMedia) – Sejak lama, perbincangan dan perdebatan timbul mengenai penggunaan patokan waktu bagi internasional, antara GMT (Greenwich Mean Time) dan waktu Mekkah.

Dalam kalangan ilmuwan di seluruh dunia, mengetahui Mekkah berada tepat diantara Kutub Selatan dan Kutub Utara bukanlah hal yang baru, namun nampaknya mereka lebih memilih menutup diri terhadap fakta tersebut, dan membiarkan “fakta” yang lain, bahwa GMT merupakan pusat bumi dan sekaligus sebagai patokan waktu internasional.

Seorang mantan ilmuwan Arab, Sheikh Youssef al-Qaradawy, mengatakan penelitian modern telah membuktikan bahwa Ka’bah merupakan pusat bumi dan satu-satunya yang merupakan “Zona-Zero”, tempat yang netral dari pengaruh magnetik. Dan menurut penelitian, hal tersebut membuat siapa saja yang tinggal di Mekkah memiliki kesehatan yang melebihi manusia normal.Konferensi Ulama internasional di Qatar menginginkan fakta bahwa Mekkah sebagai pusat bumi dan waktu segera diakui internasional. (SuaraMedia News)

Para Ulama dari seluruh dunia berkumpul dalam konferensi di Qatar berjudul “Mecca, the Centre of the Earth, Theory and Practice” (Mekkah: Pusat Bumi, Teori, dan Ibadah) guna membahas masalah dirubahnya patokan waktu bagi internasional, yaitu mengacu pada Mekkah.

Selama konferensi tersebut, sebuah jam penemuan Muslim Perancis yang dapat menyatukan arah kiblat dari seluruh dunia juga turut dipamerkan.

Jam tersebut dirasa mampu menjadi media pembenaran terhadap pengetahuan internasional mengenai kekeliruan pusat bumi yang diyakini selama ini.

Menurut sejarahnya, diberlakukannya GMT sebagai patokan waktu international dimulai pada saat zaman kerajaan Inggris memulai kehidupan mereka sebagai penjelajah samudra. Mereka menggunakan sistem pemetaan berdasarkan matahari, yang saat ini diketahui sebagai GMT. Sistem tersebutlah yang diikuti penjelajah lautan lainnya dari negara lain, hingga menjadi suatu “fakta” bahwa GMT merupakan pusat bumi yang juga sebagai penentu waktu internasional. (al/rby) dikutip oleh http://www.suaramedia.com





No comments:

Post a Comment

Setelah membaca artikel, diharapkan kepada para pembaca untuk menuliskan kesan/komentarnya. Terimakasih...