1/31/2008

13 Sialkah ?

“Eeh ..ente dapat nomor urut berapa?“ tanya Fulan kepada Si Akhi, “13“ jawab Si Akhi singkat. “Waah..angka sial tuh, mendingan diganti dech, daripada ente yang kena sial!“ sambung Fulan menimpali jawaban dari Si Akhi.


Benarkah angka tiga belas itu sial? benarkah angka tiga belas itu dapat membawa kemudharatan dan bisa mendatangkan kemashalatan bagi manusia? mungkin seabreg pertanyaan bakalan muncul dibenak kita ketika melihat kejadian seperti diatas. Wajar dong ya? hal-hal seperti itu akan menggelitik khazanah berpikir kita, yang katanya (katanya loh..!!!) generasi pembaharuan yang selalu ingin tahu akan segala sesuatu. Apalagi bagi kita yang aktif mempelajari islam secara baik. Hal kecil seperti ini harus menjadi perhatian dan wajib dicari jawabannya, sehingga kita ngga’ bakalan terjebak didalam informasi yang sesat dan bisa menyesatkan kita. Salah-salah mencari jawaban malah dapat merusak aqidah kita, nah loh! Coba deh kita liatin yuk, apa pandangan Islam terhadap masalah kayak ginian.

Iman Kepada Ketentuan Alloh Subhanahuwata'ala

Di dalam agama Islam, mempercayai segala sesuatu yang dapat membawa kemudharatan dan kesialan bagi manusia dengan menampik ketentuan dari Alloh Subhanahu wa Ta'ala, disebut dengan Tathayyur. Apaan tuh Tathayyur…? Mudahnya, mempercayai angka tiga belas itu bisa membawa sial, percaya bahwa suara burung sebagai pertanda akan datangnya nasib baik ataupun buruk ataupun juga menyandarkan segala sesuatu yang terjadi di alam ini karena peredaran bintang merupakan beberapa contoh dari sekian banyak contoh dari sikap Tathayyur yang dapat kita temui dalam masyarakat kita. Nahh…faham kan.

Islam sebagai agama yang luhur melalui lisan Nabinya yang mulia tidak mengajarkan kepercayaan akan Tathayyur ini, malahan… Islam berupaya mengikis habis kepercayaan Tathayyur untuk digantikan dengan ketauhidan yang benar kepada Alloh Subhanahu wa Ta'ala. Alloh-pun menegaskan hal ini melalui firmanNya, yang artinya: “Ketahuilah, sesungguhnya kesialan mereka itu adalah ketetapan dari Alloh, akan tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui” (QS: Al A’raaf: 13) ataupun di Surah yang lain Alloh Subhanahu wa Ta'ala bertanya kepada manusia akan perbuatan Tathayyur, yang artinya: “Kemalangan kamu itu adalah karena kamu sendiri. Apakah jika kamu diberi peringatan ( kamu mengancam Kami..?). Sebenarnya kamu adalah kaum yang melampaui batas“ (QS: Yasin: 19).

Jelaslah sudah bahwa Tathayyur tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan ke-Esaan Alloh Subhanahu wa Ta'ala yang paling berhak menentukan kebaikan atau kemalangan bagi ummat manusia.

Yang Penting…! Jangan Takut Sial

Hal pertama yang mesti disingkirkan dalam hati kita adalah rasa takut akan sial, biasanya kebanyakan dari kita-kita terjebak di dalam Tathayyur diawali dengan rasa takut akan nasib sial, akibat nya…bisa ditebak dong ? hal yang akan kita lakukan. Anggapan bahwa “dari pada gue yang kena sial mendingan diturutin aja (Tathayyurnya)!” akan segera muncul dibenak kita, terjadilah Tathayyur yang sesat dan menyesatkan itu. Nabi Muhammad Shalallahu'alahi was allam telah mengingatkan kita semua melalui lisannya yang mulia kalo yang namanya perbuatan Tathayyur itu dapat membawa orangnya ke pintu kemusyrikan, beliau bersabda, yang artinya: “ Barangsiapa yang menunaikan hajatnya dengan tathayyur, maka ia benar-benar telah berbuat kemusyrikan. Mereka (para shahabat) berkata, “lalu apa yang dapat menghapus itu ?” Ia (Nabi) berkata, ” hendaknya orang itu berkata: “Ya Alloh ya Tuhan kami, tidak ada kebaikan kecuali kebaikan-Mu dan tidak ada kesialan kecuali kesialan dari Engkau dan tidak ada tuhan selain Engkau “. (HR: Ahmad dari Hadist Ibnu Amr Radiyallahu'anhu).

Makanya, percaya deh…! Hanya Alloh Subhanahu wa Ta'ala Zat yang mampu mendatangkan kesialan dan kebaikan. Ngapain juga takut pada kesialan, kesialan ngga’ akan menghampiri kita kalo kita mau berusaha dan mengembalikan hasil dari usaha yang telah kita lakukan hanya kepada kekuasaan Alloh Subhanahu wa Ta'ala, lagian kesialan dalam melakukaan sesuatu menurut kita itu, bisa jadi merupakan keberhasilan tertunda yang ditangguhkan oleh Alloh Subhanahu wa Ta'ala bagi hambaNya, karena Alloh Subhanahu wa Ta'ala menginginkan hambaNya berusaha dan berdo’a dengan sungguh-sungguh dan tidak mudah cepat putus asa serta sabar menanti rahmat dari Alloh Subhanahu wa Ta'ala, yang artinya: “Sesungguhnya Alloh bersama orang-orang yang sabar.“ (QS: Al Baqarah: 153) bukankah kasih sayang dan janji Alloh Subhanahu wa Ta'ala itu pasti saudara wahai hati ini dan wahai saudara/i ku?

Jalani Hidup Sesuai Tuntunan Syariat

Mari kita Renungkan…..! berapa banyak sikap Tathayyur itu menghiasi perbuatan kita sehari-hari? membawa kita secara perlahan-lahan menuju ke jurang kemusyrikan. Jalani hidup sesuai syariat yang telah diturunkan Alloh Subhanahu wa Ta'ala melalui Rasululloh Muhammad Shallallaahu'alaihi wa salam. Jadikan diri sebagai insan yang memiliki tauhid yang benar dan lurus seperti tauhidnya para Nabi dan para salafush saleh (umat Islam terdahulu yang sholeh) yang mereka selalu menjaga diri mereka dari perbuatan menyekutukan Alloh Subhanahu wa Ta'ala dan istiqamah dalam mengabdikan diri hanya kepada Alloh Subhanahu wa Ta'ala. Dan percayalah akan ampunan Alloh Subhanahu wa Ta'ala kepada kita yang selalu istiqamah memegang teguh keimanan dan tauhid kita dengan benar walaupun kita telah banyak melakukan dosa. Rasululloh Shallallaahu'alaihi wa salam bersabda, yang artinya: “Alloh Subhanahu wa Ta'ala berfirman: “ Hai anak Adam, seandainya kamu datang kepada-Ku dengan dosa sepenuh jagad, sedangkan kamu ketika mati berada dalam keadaan tidak berbuat sirik sedikitpun kepada-Ku, niscaya akan Aku berikan kepadamu ampunan sepenuh jagad pula “ ( HR: At Tirmidzi ).
(http://akhmukhtar.blogspot.com)




No comments:

Post a Comment

Setelah membaca artikel, diharapkan kepada para pembaca untuk menuliskan kesan/komentarnya. Terimakasih...