Showing posts with label Akidah Muslim. Show all posts
Showing posts with label Akidah Muslim. Show all posts

1/30/2010

FAKTA DAN DATA CONTOH RUQYAH SYIRIK

PENGERTIAN RUQYAH SYIRKIYYAH

Ruqyah Syirkiyyah ialah bacaan mantra-mantra, pengagungan dan penyebutan setan, orang-orang shalih, penghormatan pada bintang-bintang, malaikat atau pun prilaku-prilaku pada saat ruqyah yang mengandung dosa syirik, bid’ah, atau khurafat. Ruqyah semacam ini dilarang dalam syari’ah. Sebagaimana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Sesungguhnya mantra-mantra, jimat, dan guna-guna adalah syirik.” (HR.Abu Dawud dan Ahmad).

Ibu at-Tiin berkata,”Itulah ruqyah yang dilarang yang dipergunakan ma’zim dan lainnya, yaitu orang yang mengakui adanya penundukan jin untuknya. Selain itu ia juga mampu mendatangkan hal-hal yang syubhat yang merupakan kombinasi hak dan bathil, kemudian digabungkan dengan dzikir pada Allah dengan sesuatu yang meragukan (berupa latihan tenaga dalam atau bertapa diiringi dzikir pada Allah, puasa dan wirid ribuan kali untuk mendapatkan kemampuan ghoib dan lain sebagainya).”

PENYIMPANGAN DALAM PRAKTEK RUQYAH SYIRIK DEWASA INI

Adapun bentuk-bentuk penyimpangan dalam praktek ruqyah dewasa ini yang harus kita waspadai agar tidak tertipu dan malah ikut-ikutan tersesat adalah sebagai berikut:

1. Peruqyah memegang tubuh seorang yang bukan muhrimnya secara langsung hingga saling bersentuhan kulit tanpa ada perantara sedikitpun (tanpa memakai media kayu, atau sarung tangan yang tebal pada saat darurat yang menyebabkan peruqyah terpaksa menyentuh atau tersentuh tubuh pasien yang bukan muhrimnya secara langsung)

2. Peruqyah hanya mata pasien, tanpa membaca bacaan ruqyah.

3. Peruqyah hanya memijit-mijit badan pasien tanpa mengucapkan bacaan ruqyah.

4. Peruqyah hanya mencaci jin, dan enggan untuk membaca do’a- do’a Isti’adzah.

5. Peruqyah membaca bacaan ruqyah, tapi dicampur dengan bacaan yang tidak jelas maknanya.

6. Peruqyah melafazhkan bacaan ruqyah tapi dicampur dengan mantra syirik.

7. Peruqyah membaca bacaan ruqyah, tapi juga menggunakan jimat sebagai alat pengobatan.

8. Peruqyah membaca bacaan ruqyah tapi dibolak-balik kalimatnya atau hanya komat-kamit.

9. Peruqyah membaca bacaan ruqyah tapi juga menggunakan media lain untuk memindahkan penyakit atau meminta syarat tertentu yang tidak sesuai syari’at.

10. Peruqyah membaca bacaan ruqyah, tapi juga melakukan penerawangan dan menebak-nebak perkara yang sifatnya ghaib atau langsung memvonis ada atau tidak adanya jin pada pasien.

11. Peruqyah membaca ruqyah tapi mengaku bisa mengobati pasien dari jarak jauh.

12. Peruqyah membaca bacaan ruqyah tapi mengaku bisa melihat jin dan menangkapnya.

13. Peruqyah membaca bacaan ruqyah seraya melakukan jurus-jurus pernapasan tenaga dalam tertentu.

14. Peruqyah membaca bacaan ruqyah tapi menggunakan mediator orang lain agar kesurupan kemudian melakukan proses pengobatan.

CIRI-CIRI PERDUKUNAN DALAM RUQYAH SYIRIK

Perdukunan telah merasuk dalam masyarakat Islam, sehingga batas antara kebenaran dan kebathilan menjadi samar. Karena banyak ilmu-ilmu perdukunan (kahanah) dikemas dengan kemasan agamis dan modernis, sehingga masyarakat Islam banyak yang tertipu oleh para dukun dan paranormal.

Sebagai contoh, banyak pasien yang menyampaikan keluhan-keluhan mereka pada tim ruqyah, setelah sekian lama menderita sakit terkena sihir dan telah berobat ke banyak orang, ada yang disebut sebagai orang pintar, paranormal, orang tua, kyai, grand master energi, ahli spiritualis. Baik yang menggunakan cara tradisonal seperti bunga kembang setaman, menyan, atau pun yang menggunakan sarana modern seperti transfer energi, kartu yang diisi energi ghoib, bahkan cara-cara yang terkesan agamis seperti membaca lafaz-lafaz berbahasa arab sesungguhnya bukanlah ikhtiyar yang dianjurkan syari’at. Karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa mendatangi tukang ramal atau dukun, kemudian menayakan kepadanya tentang sesuatu, maka tidak akan diterima shalatnya selama 40 hari.”

Ada sebuah fenomena dimana pada era kemajuan tekhnologi saat ini para dukun merubah jubah tradisionalnya menjadi jubah modern. Mereka kini menggunakan istilah-istilah modern dalam prilaku sesatnya. Seperti pada saat mereka meramalkan sesuatu yang akan terjadi pada masa lalu atau masa depan dengan mengistilahkannya sebagai ilmu clairvoyance. Padahal sesungguhnya tetaplah ia masuk dalam hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai tukang ramal atau dukun walau ia menggunakan istilah-istilah modern sekali pun. Dan orang yang percaya apa yang dikatakan dukun “modern”ini (walau ia mengatakan dari hasil meditasi pembukaan chakra ajna, dari ilmu metafisik dan cara-cara bid’ah lainnya) tetaplah ia ingkar terhadap apa yang diturankan kepada Rasulullah, sebab Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:”Barangsiapa mendatangi tukang ramal atau dukun, kemudian membenarkan apa yang dikatakannya, maka sungguh telah ingkar terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.”. Dan jika mereka dengan angkuhnya mengatakan kami bisa mengatahu hal-hal yang ghoib karena dari hasil latihan tenaga dalam atau berlatih ilmu metafisik, tetaplah mereka tertipu oleh syaithan dan seolah-olah mereka lebih baik dari Rasulullah. Sebab Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri tidak tahu hal-hal yang ghoib melainkan apa yang telah diwahyukan pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Allah berfirman tentang hal ini di dalam surat Al-A’raf ayat 188:

قُل لاَّ أَمْلِكُ لِنَفْسِي نَفْعًا وَلاَ ضَرًّا إِلاَّ مَا شَآءَ اللهُ وَلَوْ كُنْتُ أَعْلَمُ الْغَيْبَ َلاسْتَكْثَرْتُ مِنَ الْخَيْرِ وَمَا مَسَّنِيَ السُّوءُ إِنْ أَنَا إِلاَّ نَذِيرٌ وَبَشِيرٌ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ

Katakanlah:’Aku tidak berkuasa menarik kemanfaatan bagi diriku dan tidak (pula) menolak kemudharatan kecuali yang dikehendaki Allah. Dan sekiranya aku mengetahui hal-hal yang ghoib, tentulah aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan, dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman.’”

Harus kita ketahui bersama bahwa hakikat keghoiban hanya milik Allah semata dan hanya diberitakan sesuatau yang ghoib itu kepada Rasul yang diridoi-Nya.

Di dalam surat Allah menyatakan dalam firmannya:

عَالِمُ الْغَيْبِ فَلا يُظْهِرُ عَلَى غَيْبِهِ أَحَدًا(26)إِلاَّ مَنِ ارْتَضَى مِنْ رَسُولٍ فَإِنَّهُ يَسْلُكُ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ رَصَدًا(27)

”(Dia adalah Tuhan) Yang Mengetahui yang ghoib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang ghoib itu itu kecuali kepada Rasul yang diridoi-Nya, maka sesungguhnya Dia mengadakan penjagaan (malaikat) di hadapan dan dibelakangnya.”(Al-jin ayat 26-27)

Adapun ciri-ciri perdukunan (Kahanah) dan peramalan (‘Iraafah) yang banyak dilakukan oleh orang-orang yang melakukan terapi ruqyah syirik dan mengaku punya ilmu ghoib atau ilmu metafisika adalah sebagai berikut:

1. Mensakralkan mantra-mantra selain kalimat-kalimat Allah dengan bahasa Arab atau yang lainnya dengan syarat-syarat tertentu sebagai taqarrub kepada thaghut yang disembah dan dimintai pertolongan. Misalnya : sesaji, penyembelihan binatang, puasa mutih, puasa ngebleng, puasa pati geni dan sebagainya.

2. Menghinakan Al Qur’an atau kalimah thayyibah dengan membacanya dari belakang, menguranginya, menambahnya, mengubahnya atau membacanya di tempat najis dengan telanjang.

3. Ada lafal-lafal yang tidak jelas maknanya, atau tidak hubungannya satu sama lainnya.

4. Ada nama-nama thaghut yang diagungkan, atau nama-nama syaithan yang dijadikan wasilah kepada Allah.

5. Dengan membayangkan simbol-simbol tertentu atau dibarengi dengan gerakan tertentu.

6. Dengan membayangkan seolah-olah melakukan sesuatu sesuai dengan keinginannya. Misalnya : membaca satu ayat dari surat Yusuf dengan hitungan tertentu untuk melakukan sihir mahabbah kepada seorang gadis cantik, agar bisa jadi pacarnya. Maka ia saat membaca Lii saajidiin, ia membayangkan gadis itu tunduk kepadanya.

7. Ada permohonan kepada selain Allah untuk menyelesaikan hajatnya, atau untuk membentengi dirinya, atau untuk menolak serangan sihir.

8. Mengirimkan Al Fatihah kepada orang mati dengan keyakinan arwahnya akan datang kepadanya, kemudian arwah itu dimintai tolong untuk membantu urusannya.

9. Ada juga dengan cara menulis mantra-mantra di kertas kemudian itu dibakar, abunya dimasukkan ke dalam segelas air untuk diminum.

10. Ada juga dengan menulis mantra-mantra syirik kemudian dijadikan azimat yang diyakini untuk penangkal bala’ atau untuk mendatangkan manfaat.

11. Bertanya namanya, nama ayahnya dan nama ibunya untuk dimanterai.

12. Meminta salah satu benda penderita (foto, kain, saputangan, peci, baju, dan sebagainya) sebagai syarat ritual atau deteksi.

13. Terkadang minta binatang dengan sifat tertentu (ayam cemani, burung pelatuk bawang dan lain sebagainya), atau media lain seperti bunga kantil, minyak ponibalsawa atau zakfaron, daun sirih ketemu ruas, buah apel jin, tanah dari rumah penderita, tanah kuburan, air sumur kramat, slametan dan sebagainya.

14. Menulis jimat-jimat tertentu (rajah), menggambar segi empat yang didalamnya ditulisi huruf dan angka, dan sebagainya.

15. Membaca mantera-mantera yang tidak difahami, potongan ayat Al-Qur'an yang dipisah-pisah dan sebagainya.

16. Kadang-kadang menyuruh penderita menyepi tidak terkena sinar matahari.

17. Kadang-kadang tidak boleh menyentuh air pada masa-masa tertentu, atau mandi tengah malam.

18. Memberi benda-benda yang harus ditanam di tanah, ditempel di atas pintu, sikep, susuk, keris, akik, cincin besi,'air sakti', telur, 'sabuk perlindungan', benang untuk ditalikan di tubuh dan sebagainya atau memberikan batu kristal yang dikatakan sebagai media penarikan dan penyaluran energi.

19. Menyuruh penderita beribadah dan berwirid bid'ah (contoh: puasa mutih, bertapa atau meditasi, konsentrasi pada foto seseorang, istighosah , tahlilan, wirid sampai ribuan kali, ziarah kubur wali dengan meminta syafaat didalamnya dan lain sebagainya).

20. Terkadang sudah tahu duluan masalahnya, nama dan tempat asalnya. Dia juga bisa melihat ada jin di dalam diri seseorang.

21. Terkadang punya kamar khusus di rumahnya yang tidak boleh dimasuki orang lain.

22. Ada pantangan terhadap dirinya dan penderita terhadap hari atau tanggal tertentu (tahayyur).

23. Menulis ayat Al-Qur'an dengan sungsang, dari kiri atau dengan darah (haid) atau sesuatu yang najis.

24. Kebanyakan suram wajahnya, kebanyakan merokok, membakar kemenyan, sulit untuk tawadhu.

25. Suka mendeteksi penyakit dengan mengistilahkan dengan kepekaan tangan, memakai pendulum, transfer energi dan lain sebagainya.

26. Menggunakan ritual sihirnya dengan istilah “pembukaan”, shaktivat, inisiasi, attunement, pengisian, pembersihan dan pembukaan aura, pembuangan energi negatif, pembersihan karma negatif dan lain sebagainya.

27. Melakukan ritual atau prilaku aneh dalam pelaksanaan hajadnya seperti menggerakkan tangan seolah-olah menulis, menangkap atau menolak sesuatu, menyedot atau mengeluarkan napas dengan keras dengan mengejangkan salah satu anggota tubuhnya (biasa dilakukan oleh mereka yang belajar senam pernapasan tenaga dalam).

28. Memegang bagian-bagian tubuh pasien yang bukan muhrimnya secara langsung (bersentuhan kulit) dalam prosesi pengobatan.

29. Memberikan wejangan-wejangan yang bertentangan dengan ajaran Islam

CONTOH GAMBAR IKLAN RUQYAH SYIRIK

1. RUQYAH SYIRIK PADEPOKAN BHAKTI NUSANTARA

Lihatlah iklan Ruqyah Padepokan Bhakti Nusantara, Sang Guru mencampur adukkan ruqyah dengan ilmu metafisika seperti reiki, meditasi, pembukaan indra ke enam/mata ke tiga, pengasihan dan lain-lain.

(klik gambar untuk memperbesar)

2. RUQYAH SYIRIK PADEPOKAN WALISONGO

(klik gambar untuk memperbesar)

Terapi ruqyah fersi padepokan Walisongo ini sangat aneh, pembaca bisa melihat iklannya yang membagi ruqyah kedalam banyak fersi dan tingkatan seperti :

1. Terapi Ruqyah I (tilawah.membaca Al_Qur’an)

2. Terapi Ruqyah II (tirta husada)

3. Terapi ruqyah III (pemijatan).

4. Terapi Ruqyah IV (telur Rebus).

5. Terapi Ruqyah V (Gembolo Banyu)

6. Terapi ruqyah VI (telehusada “pengobatan jarak jauh)

7. Terapi Ruqyah VII (Swahusada/dri sendiri)

8. Terapi Ruqyah VIII (Menetralisir rumah/pekarangan/ tempat usaha dari gangguan sihir). Ruqyah ala padepokan walisongo ini sangat menyimpang sebab mencampur adukkan ruqyah yang murni menggunakan bacaan ayat suci Al-Qur’an dengan ilmu klenik/perdukunan dan apa hubunganya ruqyah dengan telor rebus ??????

3. RUQYAH SYIRIK PEDEPOKAN KUMBANG MALAM.

(klik gambar untuk memperbesar)

Ruqyah padepokan Kumbang malam ini benar-benar sesat sebab jika terapi ruqyah syar’iyyah mengeluarkan jin dalam tubuh tetapi ruqyah mereka malah memasukkan jin kedalam tubuh seseorang. Coba lihat tulisan KELEBIHAN RUQYAH PADEPOKAN KUMBANG MALAM, tertulis disana jin bisa dimasukkan kedalam tubuh salah satu anggota keluarga/anak yang siap. Tujuan memasukkan jin dari terapi ruqyah syirik ala Pedepokan ini tidak lain khodam jin dari penerapi masuk untuk mengusir jin yang ada dalam tubuh pasiennya. Praktek semacam inilah yang sering memfitnah klinik ruqyah syar’iyyah dengan mengatakan ruqyah syar’iyyah memasukkan jin padahal praktek tersebut adalah praktek ruqyah syirik.

Selain itu ciri khas yang PASTI ditemui dari ruqyah syirik, mereka selalu mencampur adukkan ruqyah dengan ilmu kesaktian/metafisika. Seperti bisa dilihat pada iklan diatas, Padepokan Kumbang malam mengajarkan juga reiki, tenaga dalam, ruwatan dan ruqyah satu paket dalam keilmuan mereka.

3. RUQYAH SYIRIK MA’HAD QOLBUN SALIM

Tidak semua pesantren bersih dari ilmu sihir dan praktek kesyirikan, contohnya iklan Ma’had Qolbun Salim. Selain membuka praktek ruqyah ma’had ini juga membuka praktek pengobatan dengan ilmu metafisika seperti reiki, prana dan semacamnya. Sungguh ironis, banyak masyarakat yang ketika mendapatkan efek negatif dari praktek ruqyah menyimpang yang dilakukan oknum kyai mengakibatkan praktek ruqyah syar’i terkena getahnya, padahal ciri khas praktek ruqyah syar’i TIDAK pernah menggabungkan pengobatan ruqyah dengan ilmu ghoib/supranatural/metafisika dan TIDAK memakai bantuan jin dalam pengobatan ruqyah.

Dari beberapa contoh ruqyah syirik diatas, saya harap umat muslim hati-hati dengan pengobatan ruqyah, sebab sekarang ini sangat menjamur pengobatan ruqyah yang jika kita tidak hati-hati dapat salah memilih klinik ruqyah. Alih-alih sembuh dari penyakit malah akan malah menambah jin dalam tubuh dan penyakitnya tambah parah.WASPADALAH.....WASPADALAH

KLINIK RUQYAH YANG SYAR’I

Insya Allah saya akan meneliti, mengkaji dan akan mengumpulkan klinik ruqyah yang benar-benar syari’i dari seluruh Indonesia, hingga jika ada dari masyarakat yang akan ikhtiar berobat dengan pengobatan islami tidak akan salah memilih tempat, dan saya juga akan memberikan alamat dimana saja tempat kursus keilmuan ruqyah yang benar-benar kradibel mengajarkan ruqyah syang syar’i. Semoga Allah memberikan kekuatan pada diri saya untuk meneliti, mengkaji dan menginfentarisirnya.





1/12/2010

Ulama Malaysia Usulkan Undang-Undang Melarang Sihir

Para ulama Muslim di Malaysia meminta agar Negeri Jiran itu memberlakukan undang-undang yang melarang ilmu sihir.

Dalam Islam, Ilmu sihir dinyatakan terlarang tapi sampai saat ini di Malaysia belum ada undang-undang sipil maupun hukum syariah yang secara tegas dan tertlulis melarang hal-hal yang berhubungan dengan sihir.

Surat kabar New Straits Times menyebutkan, para ulama meminta agar diberlakukan undang-undang yang melarang sihir karena belakangan banyak laporan kasus-kasus perampokan dengan menggunakan ilmu hitam.

Para pelaku perampokan menggunakan mantra-mantra untuk menggasak harta korban.

"Para penjahat biasanya menepuk bahu korban atau menghembuskan asap rokok ke muka korban dengan membaca mantra-mantra yang membuat korbannya jadi kehilangan kesadaran bahwa mereka sebenarnya sedang dirampok," kata Haron Din, salah seorang ulama Malaysia dalam seminar bertajuk "Love Magic and Diagnosis Methodology."

Haron mengatakan salah satu cara untuk menangkap para pengguna ilmu hitam adalah menemukan bukti berupa tengkorak binatang, rosario, dupa dan belati tua yang sering digunakan dalam mempraktekkan ilmu sihir.


Ulama lainnya, Mohamed Tamyes Abdul Wahid menyatakan, undang-undang tentang ilmu sihir harus diberlakukan bagi Muslim dan penganut agama lainnya di Malaysia.

Selain Islam, di Negeri Jiran terdapat penganut agama Budha, Kristen dan Hindu. Berdasarkan hukum Islam, mereka yang terbukti mempratekkan ilmu sihir hukumannya adalah hukum cambuk dan diasingkan dari lingkungan tempat tinggalnya alias diusir dari kampungnya.




11/18/2009

KIBLAT PENGOBATAN UMAT MANUSIA (KIMIAWI, METAFISIS DAN ATHIBUN-NABAWI)

Banyak kiblat pengobatan pada zaman sekarang ini, namun setidaknya ada lima kiblat pengobatan yang dikenal luas oleh umat manusia diantaranya :

1. Pengobatan Alopati. Harus diakui bahwa pengobatan konvensional yang berasal dari barat ini memiliki banyak kelebihan seperti penggunaan teknologi modern untuk mendeteksi penyakit (clinical diagnosis), melakukan operasi (pembedahan) pembuatan obat-obatan (farmakologi), penanganan mata (optalmologi), penghilang rasa atau bius (anestisologi). Selain itu pengobatan konvensional telah dilengkapi dengan berbagai temuan mutakhir dalam kasus-kasus tertentu. Seperti penanganan kecelakaan, cedera, pemindahan organ tubuh, cangkok dsb. Namun memiliki kelemahan yang tidak sedikit bahkan sangat membahayakan kehidupan manusia. Seperti yang disinyalir oleh Dr. Paapo Airola seorang dokter kebangsaan Amerika mengatakan bahwa semua obat ‘kimia sintetis’ (obat kimia yang digunakan dalam pengobatan konvensional) menyebabkan efek samping yang sangat berbahaya. Hal ini senada dengan Dr. Ivan Ilich dalam bukunya “limits to Medicine” (1926) setelah selama satu abad mengejar sebuah impian tentang pengobatan, kini ditemukan hikmah bahwa dunia pengobatan ternyata tidak banyak membuat perubahan yang berarti beberapa waktu yang lalu. Jadi secara sederhana obat-obatan kimia sintetis ialah obat yang bisa menyembuhkan satu penyakit dan menimbulkan penyakit lain yang lebih parah diesok hari, inilah side effect, efek samping dari pengobatan konvensional. Selain itu ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dari sifat obat-obatan kimia. Pertama, bersifat sementara, kalau kita cermati iklan obat-obatan, memakai istilah meredakan bukan menyembuhkan, karena memang demikian halnya, ketika seorang pasien sakit lalu memakai obat-obatan kimia maka gejala sakitnya menjadi hilang karena sifat dari pengobatan konvensional ini bersifat symptomiatic treatment, menghilangkan gejala sakit saja. Sederhananya dengan cara seperti ini urat sarap yang menuju tempat sakit ini ditekan agar tidak sakit (analgetik), penahan rasa sakit saja. Kelebihannya pasen lebih cepat sembuhnya, kelemahannya tidak menyembuhkan bahkan dalam kasus lain jadi kecanduan obat karena bila tidak makan obat itu rasa sakitnya datang kembali bahkan bertambah dosis juga ketergantungan obat. Kedua, bersifat menipu, ketika kita sakit kepala dan makan obat kimia maka dengan cepat sakitnya hilang. Ada beberapa obat yang fungsinya mengalihkan perhatian otak. Otak dirangsang untuk tidak tertuju akan rasa sakit, namun dialihkan akan hal-hal lainnya. Dari pemaparan kedua sifat ini terlihat bahwa meredakan dan mengalihkan bukanlah menyembuhkan semakin kita banyak mengkonsumsi obat berarti semakin banyak pula kita menimbun racun dalam usus kita, hal ini yang mengkombinasikan sakit yang tidak diobati dan penimbunan racun yang terus menerus menimbulkan efek komplikasi pada diri kita, yaitu rusaknya atau tidak berpungsinya organ-organ tubuh kita secara sempurna seperti jantung, lever, ginjal dll. Ketiga, bersifat keras, kita mengenal anti biotik, hampir setiap kali kita berobat diberi anti biotic, secara harfiah anti biotic bermakna anti=tidak,melawan biotic=hidup, jadi anti biotic ini ialah obat yang melawan kehidupan. Maksudnya ialah dalam tubuh kita ada dua bakteri, menguntungkan dan merugikan. Ketika kita sakit berarti bakteri merugikan lebih mendominasi dibanding bakteri menguntungkan. Dengan pemberian anti biotic bakteri merugikan ini dibunuh populasinya supaya berkurang hanya saja efek sampingnya bakteri menguntungkanpun ikut terbunuh, maka wajar kita sembuh dari satu penyakit tapi ketika bertemu dengan penyakit lain kita gampang sekali terserang karena imuniti tubuh kita menjadi lemah, dalam kasus yang lain ada jantung berdebar ataupun lemas dibagian kaki terutama lutut setelah mengkonsumsi anti biotic. Didalam Convention Of Medical Heretic, Robert S. Mendelsohn berkata hampir 100 % antibiotik yang diberikan tidak perlu. Dia yakin bahwa antibiotik hanya diperlukan 3 – 4 kali dalam hidup. Sebuah buku baru Bad Treatmen, Bad Doctor yang ditulis oleh seorang radiologis Universiti Keio Jepang, menjelaskan bahwa ada kecenderungan penggunaan anti biotik untuk demam selsema biasa secara berlebihan. Hal ini mengakibatkan tubuh menjadi lemah tetapi virus dan bakteria menjadi semakin kuat.

2. Pengobatan Ilmu Metafisis / Mistis, diakui ataupun tidak sejak zaman purba hingga zaman sekarang praktik pengobatan seperti ini sangatlah disukai oleh masyarakat banyak minimal terkelabui dengan iming-iming penyebutan nama Allah dan Al Qur’an atau istilah-istilah yang dimodrenkan (attunement, inisiasi, install software metafisis dll) Kita mesti mewaspadainya, mengandalkan kekuatan mistis, terkadang pengobatannya non logis, tidak masuk diakal, bahkan melanggar sunnatullah.Pengobatan dengan ilmu metafisis ini terbagi dua yang pertama dengan cara tradisional seperti dengan menggunakan kembang tujuh rupa disertai kemenyan untuk mengobati penyakit. Kedua dengan cara yang terkesan modern seperti dengan menggunakan energi Ilahi/alam semesta (reiki, prana, chi kung dll), atau juga dengan cara mengalirkan energi tertentu yang dipercaya sebagai energi tenaga dalam atau energi metafisis. Bisa jadi setelah kita berobat jadi sembuh, tapi tetap kesembuhan itu dari Allah swt. Bahkan bisa jadi kesembuhan yang kita dapatkan dari mereka hanya merupakan Istidroj dari Allah.

3. Ayurveda, salah satunya ialah theraphy urine yang diistilahkan dengan TAS (Therapy Air Seni). TAS ini pertama kali dicetuskan 100 tahun yang lalu oleh orang-orang Majusi, yang mustahil dilakukan oleh para ilmuwan/ ahli medis Islam karena dalam hadits-hadits dijelaskan bahwa itu merupakan najis. Namun dalam sejarah di India, ditemukan sebuah dokumen berusia 5000 tahun telah menerangkan praktek TAS yang didalamnya memuat referensi tentang tumbuh-tumbuhan dan obat-obatan yang masih digunakan oleh Ayurvedic masa kini. Dokumen ini berisi 107 ayat (seloha) dinamakan Shivambu Kalpa Vidhi (metode meminum air seni supaya tetap awer muda), dan bagian dari sebuah dokumen yang disebut Damar Tantra. Air seni dalam bahasa mereka disitilahkan Shivambu yang secara harfiah berarti air Shiva, Dewa teringgi dalam kepercayaan India. Sekurang-kurangnya ada 35 buku berbahasa Inggris dan 2 buku berbahasa Indonesia yang dapat dijadikan nara sumber TAS tetapi tak satupun yang dapat meyakinkan kita tentang keilmiahannya apalagi keilahiahannya atau islaminya, sebab dari 37 buku yang diterbitkan tahun 1918 yang ditulis oleh Dr. Charles H. Duncan, jelas-jelas merupakan buku yang ditulis oleh orang-orang Nasoro asli.

4. Yin & Yang, pengobatan ini lahir dari negeri Cina. Ilmu pengobatan cina memang telah maju sejak 2500 tahun SM, sebelum berkuasa kaisar Yao. Disebut Yin & Yang karena pengobatan ini erat hubungannya dengan kepercayaan terhadap dua dewa yang menjadi unsure penting, yaitu Yin (dewa bumi) dan Yang (dewa langit). Keduanya mempengaruhi alam dan isinya, dalam diri manusia juga terdapat unsure Yang dan Yin itu, jika keduanya seimbang manusia menjadi sehat dan jika tidak seimbang, manusiapun menjadi sakit. Banyak terapi yang digunakan dalam pengobatan ini diantaranya Akupuntur, Akupresur, pijatan dengan tangan, togkat, biji-bijian, batu kasar, batu halus, dan batu giok, ada juga dengan jamu-jamuan, sihir, dengan magent tubuh dan lain-lain yang mempergunakan istilah atau ajaran Yin dan Yang. Memang pengaruh ajaran taoisme / Budha / Hindu cukup kuat hingga mempengaruhi pembendaharaan pengobatan mereka yang sekarangpun banyak kita kenal yaitu senam-senam yang berpangkal pada Yoga, yaitu pengobatan dengan pengaturan nafas yang sebenarnya berasal dari ajaran Dahtayana. Pengobatan yang awalnya terbatas ditingkat biara-biara Budha maka wajar bila didalamnya mengandung unsure mistik. Pengobatannya dilakukan dengan cara rabaan renggang dan pemusatan tenaga lalu dihubungkan dengan kepercayaan-kepercayaan terhadap gangguan ruh-ruh dan makhluk halus, yang ia usir dengan pancaran “Sinar Putih” dan “Tangan Sakti”. Mereka menyebut kekuatan itu dengan “Chi/ki”. Sesungguhnya Yoga itu termasuk cara peribadatan Budha dan Hindu. Menurut penganut ajaran Budha, dengan Yoga meditasi, konon kabarnya jiwanya dapat bersatu dengan “Budha atau bersatu dengan Brahman atau Mahatman” menurut agama Hindu.

5. Thibbun Nabawi, ialah pengobatan cara Nabi. Pengobatan yang mulai dilupakan orang hari ini. Maka wajar bila eksistensinya timbul tenggelam. Kalah oleh pengobatan konvensional yang jelas-jelas mengandung banyak efek samping. Nabi kita memang tidak diturunkan sebagai seorang tabib, namun kita yakin bahwa yang disabdakan Rasul ialah merupakan wahyu. Ciri khas dari pengobatan ini bersifat ilahiah dan alamiah. Sesuai dengan konsep Islam yang bersifat fitrah, dari mulai aqidah, ibadah, muamalah demikian juga dalam pengobatannya. Seperti yang disebutkan oleh DR. Ja’far Khadem Yamani, Syari’ah Islam yang dibawa Nabi SAW terkandung nilai-nilai ath thib (kedokteran) yang murni dan tinggi. Karena prinsip dari syaria’ah Islam ialah membawa maslahat umat manusia pada masa sekarang dan yang akan datang. Bila kita perhatikan ternyata ulama-ulama pendahulu seperti As Suyuthi, Ibn Qayyim selain faqih mereka juga dikenal sebagai tabib yang professional. Bahkan Imam Bukhari, Imamul Muhadditsin dikenal sebagai ahli hadits yang pertama kali menyusun kitab Ath Thibun Nabiy, didalamnya terdapat lebih dari 80 hadits yang bekaitan dengan kedokteran. Jauh sebelum Islam datang bahkan 5000 th sebelum masehipun praktik pengobatan sudah ada. Dan pada zaman Rasulullahpun sudah tersebar banyak cara pengobatan, termasuk didalamnya terapi Ruqyah, herba dan bekam.





11/06/2009

DERETAN PARA ULAMA YANG MEMFATWAKAN RUQYAH SYAR’IYYAH

Dibawah ini adalah deretan para ulama terkenal yang pendapatnya diikuti hingga sekarang, jika masih ada yang menganggap ruqyah itu tidak ada tuntunannya dari islam, tidak pernah dicontohkan dari nabi dan para sahabat maka orang yang mengatakan itu tentu bukanlah umat Islam.

Para pengingkar sunnah itu punya agama baru yang melarang segala bentuk ruqyah, punya ulama khusus (yang ahli tenaga dalam/ilmu metafisik) yang melarang ruqyah, punya nabi dan para sahabat sendiri yang tidak pernah mencontohkan ruqyah.

Silahkan membentuk aliran kepercayaan baru namun jangan mengatas namakan Islam sebab islam mensunnahkan ruqyah yang telah dijelaskan oleh para ulama kami, ulama umat islam.

berikut ini fatwa para ulama :

¨ Dalam Al Qamusul Muhith Imam Majduddin Muhammad bin Ya’qub Al Fairuz Abady halaman 1161 menyebutkan :

لضَّمِّ العُوْذَةُ الرُّ قْيَةُ ، بِا Ar Ruqyatu dengan Ra’ didhammah artinya memohon perlindungan. Ruqyah berasal dari kata : رَ قَى يَرْ قِيْ رَقْيًاوَرُقِيًّاوَرُ قْيَةً بَفَثَ فِيْ عُوْ ذَ تِهِ yang artinya meniup dalam memohon perlindungan.

¨ Muhammad binAhmad Al Azhari dalam Tahdzibul Lughah 9/293 :

رَقَىالرَّاقِيْ رُقْيَةً وَرَقْيًاإِذَاعَوَّذَوَنَفَثَ Raqi (seorang peruqyah) melakukan ruqyah apabila ia membaca doa perlindungan dan meniup.

¨ Ibnul Atsir dalam An Nihayah fi Gharibil Hadits 3/254 : الرُّقْيَةُ ،بِالضَّمِّ العُوْذَةُاَّلِتيْ يُرْ قَى بِهَا صَاحِبُ الآ فَةِوَالْحُمَّىوَ غَيْرِ هِمَا Ar Ruqyatu dengan Ra’ didhammah artinya memohon perlindungan apabila ia diruqyahkan bagi orang yang terkena bala’ atau bencana, demam, dan yang lainnya.

¨ Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam Majmu’ul Fatawa 10/195 : “Ruqyah artinya memohon perlindungan. Al Istirqa’ adalah memohon dirinya agar diruqyah. Ruqyah termasuk bagian dari doa.”

¨ Ibnu Taimiyyah berkata, “Adapun pengobatan orang yang kesurupan dengan ruqyah, maka bacaan yang dibaca itu ada dua macam. Apabila bacaan ruqyah tersebut terdiri dari kalimat yang bisa dipahami maknanya dan dibolehkan oleh agama Islam, maka bacaan seperti itu dibolehkan. Karena telah ditegaskan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengizinkan penggunaan ruqyah selama tidak mengandung kesyirikan. (Lihat HR.Muslim No.2200, red). Tapi bila di dalamnya mengandung kalimat yang diharamkan, seperti ada kesyirikan atau maknanya tidak bisa dipahami atau mengandung kekufuran, maka tidak seorang pun diperkenankan untuk memakainya. Walaupun terkadang dengan kalimat tersebut jin mau keluar dari tubuh orang yang kesurupan. Karena bahaya kekufuran lebih besar adanya daripada manfaat kesembuhan yang diperoleh.” (Majmu’ul Fatawa : 23/277).

¨ Sa’ad Muhammad Shadiq dalam Shira’Bainal Haq wal Bathil halaman 147 berkata : Ruqyah pada hakekatnya adalah berdoa dan tawassul untuk memohon kepada Allah kesembuhan bagi orang yang sakit dan hilangnya gangguan dari badannya.”

¨ Syekh Nashiruddin al-Albani berkata,Ruqyah adalah do’a yang dibaca untuk mencari kesembuhan yang terdiri dari al-Qur’an dan hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang shahih. Sedangkan apa yang bisa dibaca oleh seseorang yang terdiri dari kata-kata yang bersajak atau kalimat-kalimat yang tidak jadi ada unsur kekufuran dan kesyirikannya, maka hal itu termasuk ruqyah yang dilarang.” (Kitab Dhaif Sunan Tirmidzi : 231).

¨ Imam Nawawi juga telah berkata, Ruqyah dengan ayat-ayat al-Qur’an dan dengan do’a-do’a yang telah diajarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah suatu hal yang tidak terlarang. Bahkan itu adalah perbuatan yang disunnahkan. Telah dikabarkan para ulama’ bahwa mereka telah bersepakat (ijma’) bahwa ruqyah dibolehkan apabila bacaannya terdiri dari ayat-ayat al-Qur’an atau do’a-do’a yang diajarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (Shahih Muslim bi Syarhin Nawawi : 14/341).

¨ Imam Nawawi menukil perkataan Syekh al-Maziri, “Semua ruqyah itu boleh apabila bacaannya terdiri dari kalam Allah atau Sunnah Rasul. Dan ruqyah itu terlarang apabila terdiri dari bahasa non Arab atau dengan bahasa yang tidak dipahami maknanya, karena dikhawatirkan ada kekufuran di dalamnya.” (Shahih Muslim bi Syarhin Nawawi : 13/341).

¨ Imam An Nawawi Rahimahullah menjelaskan:“Adapun ruqyah (jampi/mantera) dengan ayat-ayat Al Quran, dan dzikir-dzikir yang ma’ruf (dikenal), maka hal itu tidak dilarang, bahkan sunah. DI antara mereka ada yang mengatakan dalam mengkompromikan dua hadits (yang nampak bertentangan), sesungguhnya pujian untuk meninggalkan ruqyah menunjukkan afdhaliyah (hal yang lebih utama), dan kejelasan tawakkal. Dan, orang yang melakukan ruqyah dan diizinkannya hal itu menunjukkan kebolehannya tetapi itu meninggalkan hal yang lebih utama. Inilah yang dikatakan Ibnu Abdil Bar, dia menceritakan dari orang yang menceritakannya. Sikap yang dipilih adalah yang pertama. Mereka telah menukil tentang ijma bolehnya ruqyah dengan ayat-ayat dan kalimat dzikrullah Ta’ala.” (Syarh Shahih Muslim, 7/325)

¨ Syekh Ibnu Hajar al-‘Asqalani dengan mengutip perkataan Imam Qurthubi, “Termasuk ruqyah yang dibolehkan adalah terdiri dari kalam Allah (al-Qur’an) atau asma’-Nya, atau yang do’a yang telah diajarkan Rasulullah.” (Kitab Fathul Bari : 10/196).

¨ Syekh Hafizh bin Ahmad Hakami berkata, Ruqyah yang terlarang adalah ruqyah yang tidak terdiri dari al-Qur’an atau as-Sunnah dan tidak berbahasa Arab. Ruqyah seperti itu termasuk bacaan untuk mendekatkan diri kepada syetan. Sebagaimana yang dilakukan oleh pata dukun dan tukang sihir. Bacaan seperti itu juga banyak dijumpai dalam kitab-kitab mantra dan rajah seperti Kitab Syamsul Ma’arif dan Syumusul Anwar dan lainnya. Hal itu merupakan upaya musuh Islam untuk merusak Islam, padahal sesungguhnya Islam bersih dari hal semacam itu.” (Kitab A’lamus Sunnah al-Mansyurah : 155).

¨ Seorang ahli Fiqh dan Ushul Fiqh yang bernama Imam al-Qarafi berkata, Ruqyah adalah kalimat-kalimat khusus yang dengannya akan diperoleh kesembuhan dari penyakit dan terhindar hal-hal yang merusak dengan izin Allah. Tidak bisa dikategorikan sebagai ruqyah bila menimbulkan bahaya, tapi justru itulah yang disebut dengan sihir. Dan kalimat-kalimat (bacaan ruqyah) ada yang dianjurkan, seperti surat al-Fatihah dan al-Mu’awwidzatain. Dan ada juga yang dilarang, seperti ruqyah orang-orang jahiliyyah, atau orang-orang India dan lainnya. Karena dikhawatirkan mengandung kekufuran. Maka dari itu Imam Malik dan yang lainnya melarang ruqyah yang berbahasa selain Arab, karena dikhawatirkan di dalamnya mengandung suatu yang haram.” (Kitab al-Furuq : 4/147).

¨ DR.Abdullah bin Ahmad at-Thayyar berkata, Ruqyah syirkiyyah (yang mengandung syirik) adalah bacaan yang di dalamnya memohon pertolongan kepada selain Allah SWT. Dan termasuk memohon pertolongan dan perlindungan kepada selain Allah, seperti meruqyah dengan nama-nama jin, malaikat, nabi dan orang-orang shahih.” (Kitab Fathul Haqqil Mubin : 106).

¨ Imam Al Maziri Rahimahullah mengatakan:Semua ruqyah adalah boleh jika berasal dari kitabullah atau dzikir.” (Ibid)

¨ Imam Abul Abbas Al Anhari Al Qurthubi Rahimahullah dalam kitab syarahnya terhadap Shahih Muslim, menjelaskan –setelah memaparkan hadits-hadits tentang keringanan untuk melakukan ruqyah: “(Hadits ini) merupakan dalil bahwa pada dasarnya ruqyah itu terlarang, sebagaiana yang telah dijelaskan sebelumnya, sebagaimana riwayat: “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam melarang ruqyah.” Ini adalah larangan secara mutlak, karena dahulu mereka melakukan ruqyah ketika jahiliyah dengan berisi kesyirikan dan kata-kata yang tidak dimengerti, dan mereka meyakini bahwa ruqyah inilah yang memberikan pengaruh. Kemudian, ketika mereka masuk Islam yang seperti itu telah dihilangkan dari mereka, karena Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam melarang itu secara umum, agar larangan tersebut lebih kuat dan upaya pencegahan. Kemudian, ketika mereka menanyakannya dan mengabarkannya, bahwa mereka mendapatkan manfaat dari itu, maka mereka mendapat keringanan pada sebagian hal itu. Nabi bersabda: “Tunjukkan kepadaku ruqyah kalian, tidak apa-apa jika tidak terdapat syirik di dalamnya.” Maka beliau membolehkan ruqyah untuk setiap bentuk malapetaka seperti sakit, luka, bisul, demam, penyakit mata jahat, dan lainnya, jika ruqyah tersebut dengan kalimat yang bisa difahami dan tidak terdapat kesyirikan di dalamnya, dan tidak sesuatu yang terlarang. Yang paling utama dan bermanfaat adalah: ruqyah yang berasal dari asma Allah dan firmanNya, firman Allah dan ucapan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.” (Al Mufhim Lima Asykala ‘ Ala Talkhishi Kitabi Muslim, 18/65. Maktabah Misykah)

¨ Imam Badruddin Al ‘Aini Rahimahullah menjelaskan:“Bolehnya ruqyah dengan sesuatu dari Kitabullah, dan juga dengan doa-doa yang ma’tsur atau yang serupa dengan itu. Tidak boleh dengan lafaz-lafaz yang tidak diketahui maknanya, berupa lafaz yang bukan bahasa Arab. DI dalamnya terdapat perbedaan pendapat. Asy Sya’bi, Qatadah, Said bin Jubeir, dan segolongan lainnya mengatakan ruqyah adalah hal yang dibenci. Wajib bagi seorang mukmin untuk meninggalkannya sebagai upaya memegang teguh kepada Allah Ta’ala dan bertawakkal atasNya, percaya denganNya, dan memutuskan hubungan dengan ruqyah.” (‘Umdatul Qari, 18/303. Maktabah Misykah)

¨ Fatwa Lajnah Daimah Lil Buhuts Al ‘Ilmiah wal Ifta: Fatwa ini ditanda tangani oleh Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz, Syaikh Abdullah bin Sulaiman bin Mani’, Syaikh Abdurrazzaq ‘Afifi, dan Syaikh Abdullah bin Abdirrahman Ghudyan.
Pertanyaan kedua, fatwa No. 143:“Jika seorang laki-laki yang meminta diruqyah sakitnya, dia dituliskan untuknya sebagian ayat-ayat Al Quran, dan si peruqyah berkata: “letakkan ini di air dan minumlah airnya,” bolehkah atau tidak?”

Jawab:

Dahulu pernah dijawab oleh Darul Ifta pertanyaan semisal , sebagai berikut: Tulisan sebagian ayat Al Quran pada wadah, atau lembaran, lalu dibasuhkannya air tersebut atau meminumnya, adalah boleh. Sesuai keumuman ayat: “dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Isra (17): 82). Al Quran adalah obat bagi hati dan badan, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Al Hakim dalam Al Mustadrak dan Ibnu Majah dalam Sunannya, dari Ibnu Mas’ud Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Hendaklah kalian berobat dengan madu dan Al Quran.” Dan juga yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dari Ali Radhiallahu ‘Anhu, dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam: “Sebaik-baiknya obat adalah Al Quran.” Juga diriwayatkan oleh Ibnu As Sunni dari Ibnu Abbas Radhiallahu ‘Anhuma: “Jika seorang wanita kesulitan melahirkan, ambil-lah wadah bersih dan tulis di atasnya: Ka’annahum yauma yaraunaha maa yu’adun. (Pada hari mereka melihat azab yang diancamkan kepada mereka. QS. Al Ahqaf (46): 35), juga ayat: Ka’annahum yauma yaraunaha lam yalbatsu (pada hari mereka melihat hari berbangkit itu, mereka merasa seakan-akan tidak tinggal (di dunia). QS. An Nazi’at (79): 46), juga ayat: Laqad kaana fi qashashihim ‘ibratul li ulil albab (Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. QS. Yusuf (12): 111). Lalu dimandikan dan dikucurkan kewanita itu, dan dipercikkan ke perutnya dan wajahnya. (Fatawa Lajnah Daimah Lil Buhuts Al ‘Ilmiah wal Ifta, 1/245. Tahqiq: Ahmad bin Abdurraziq Ad Duwaisy)

¨ Ulama lain yang menyatakan kebolehannya adalah- Imam Abdul Hamid Asy Syarwani dan Imam Ibnul Qasim Al ‘Ibadi, Al Hawasyi, 7/34. Mawqi’ Ya’sub

- Imam Ibnu Hajar Al Haitami A Makki, Tuhfatul Muhtaj fi Syarhil Minhaj 27/456. Mawqi’ Islam.

- Imam Muhammad Al Khathib Asy Syarbini, Mughni Muhtaj Ila MA’rifatil Alfazh Al Minhaj, 11/132. Mawqi’ Al Islam.

- Imam Sulaiman bin ‘Umar bin Muhammad Al Bujairami, Hasyiyah ‘Alal Minhaj, 11/180.



7/03/2009

MEMBONGKAR TRIK PENIPUAN BERKEDOK SPIRITUAL/ ILMU GHOIB

Beritamaya.wordpress.com - Inilah jenis penipuan yang sering terjadi dalam kehidupan masyarakat kita. Sebenarnya, trik yang digunakan hampir sama, hanya, mereka pandai memodifikasi atau memolesnya dengan dalih-dalih lain yang beragam

Orang kebal dari senjata tajam
Paling-paling, senjata yang digunakan itu sudah direkayasa sedemikian rupa sehingga ketajamannya hilang. Bentuk/warna senjata tajam yang putih mengkilat bukan jaminan senjata itu tajam.Dalam uji coba kekebalan, seorang penipu bisa membuat senjata khusus, diantaranya ada bagian yang ditajamkan, ada yang ditumpulkan atau membuat dua senjata yang sama. Yang satu tumpul, yang lain benar-benar tajam.

Gagang pompa (besi) dragon mudah dipatahkan
Penipuan ini sering dimanfaatkan orang yang mengaku mampu mentransfer tenaga secara kilat. Jangan percaya, pasti besi dragon itu sudah dipesan secara khusus, yaitu dari jenis rapuh, kadar besinya sedikit dan dominan unsur bajanya.

Telor pecah, di dalamnya ada jarumnya
Kulit telor itu apabila direndam pada cuka menjadi lembek. Ketika lembek, mudah dimasuki benda kecil. Penipuan ini sering dimanfaatkan dukun palsu untuk menyembuhkan orang yang (katanya) terkena santet.

Ada orang kebal, rambutnya tidak mempan digores dengan siletJangan heran. Silet itu sudah ditumpulkan dengan cara digosok-gosokkan pada besi/batu. Setelah itu dimasukkan bungkusnya lagi dan dilem. Ini agar memberikan kesan bahwa silet itu benar-benar silet baru. Penipuan ini sering dimanfaatkan para penjual azimat/ilmu kebal.Waspadai juga. Terkadang satu silet bisa diatur, satu sisi dibiarkan tajam dan sisi lain sengaja ditumpulkan.

Pusaka bisa terbang atau meloncat dari dalam tanah
Rahasianya, ada sejenis alat (semacam remot yang apabila dipencet, pusaka yang sudah ditanam dalam tanah itu bisa bergerak secara otomatis).

Pusaka mengeluarkan getaran listrik ketika disentuh
Rahasianya, ada alat teknologi yang apabila dipencet mengeluarkan getaran listrik. Alat itu kecil bentuknya sehingga mudah diletakkan pada tempat yang rahasia.

Pusaka terbang di udara mengeluarkan cahaya biru

Terbangnya pusaka karena tenaga lempar (dilempar orang) dan cahaya biru berasal dari zat kimia yang dioleskannya. Ketika pusaka itu dikeluarkan dari bungkus kedap udara akan keluar cahaya yang disebabkan zat kimia itu. Penipuan ini biasanya dilakukan pada malam hari dan dalam keadaan sangat gelap.

Seseorang mengaku mengetahui letak-letak pusaka

Jangan mudah percaya. Paling pusaka itu sudah ditanam jauh-jauh hari dan setelah bekas galian tanahnya hilang, dia ingin beraksi menipu.

Seseorang mampu mengeluarkan benda (santet) melalui mulut/sedotan
Rahasianya, sebelumnya benda itu sudah dimasukkan dalam mulut. Karena itu, bendanya biasanya kecil (paku, besi kecil, dll). Jenis penipuan ini sering dilakukan para dukun palsu.

Orang mampu menebak hal-hal pribadi
Rahasianya, ada orang yang sebelumnya sudah melaporkan data pribadi anda. Orang ini disebut anak buah (sabet). Mereka itu bisa jadi orang yang mengajak anda datang ke orang itu, atau bisa jadi orang itu memang menguasai “bahasa umum” yang terjadi pada manusia sesuai profesi dan usianya.

Orang mengaku bisa/pernah menolong orang dengan judi dengan jimat atau ilmu gaibnya.
Jangan mudah percaya. Paling jika anda tertarik dengan bujukannya, dia akan minta uang modal yang harus disetorkan terlebih dahulu. Dalihnya, uang itu akan diasmak (dimantrai). Setelah itu hanya sebagian kecil dari jumlah uang yang digunakan judi. Jika judinya kalah, dia akan berdalih bahwa ini adalah kekalahan pertamanya setelah sekian kali menang.

Orang mengaku sebagai juru kunci harta karun (bank jin/dana revolusi) dll.
Buntut dari penipuan jenis ini mudah ditebak. Paling peminat harta karun dimintai sejumlah uang untuk memberi syarat ini itu. Dan sepanjang pengamatan saya, orang yang memburu harta karun 100 persen habis-habisan harta bendanya dan selalu kena tipu oleh orang yang mengaku sebagai tokoh spiritualnya.

Orang mengaku mengetahui informasi tentang adanya jimat yang diburu orang yang siap membeli dengan harga jutaan atau milyaran rupiah.
Jangan percaya. Paling orang itu hanya butuh uang anda. Ini yang disebut proyek transport. Orang itu berdalih hendak menemui orang yang punya barang berharga dengan tiket pesawat dan sebagainya.

Orang mengaku keturunan dari orang terkenal
Banyak orang mengaku keturunan tokoh terkenal, semisal ada yang mengaku keturunan Bung Karno – dari istri yang tidak dikenal publik – bahkan mengaku sebagai pemegang mandat harta Bung Karno/dana revolusi di luar negeri. Waspadai penipu jenis ini, dia tampil amat profesional. Penipu itu dimana saja sama. Suka menyatut nama orang besar orang lain untuk meninggikan gengsinya.

Orang mengaku kesurupan roh wali atau tokoh sakti
Jangan mudah percaya. Paling dia hanya pura-pura kesurupan. Atau jika kesurupan pun dia kesurupan jin atau setan yang mengaku sebagai wali atau tokoh sakti. Untuk membuktikan kebohongannya, cobalah datangi dia dan bawalah pertanyaan yang semestinya tidak ada. Semisal anda tidak kehilangan tetapi mengaku kehilangan.

Orang akan memberi suatu ilmu atau mengobati suatu penyakit tetapi minta minyak jenis tertentu yang harganya amat mahal.
Apa yang dimaksud dengan harga minyak wangi itu hanyalah cara untuk meminta upah dengan halus. Modus penipuan berkedok syarat ilmu ini yang paling dijadikan dalih adalah biaya membeli minyak wangi dari jenis tertentu.

Orang mengaku mampu memberikan berkah pada suatu lokasi atau mudah rezeki tetapi minta syarat logam emas murni yang akan dimantrai.
Hati-hati! Banyak penipuan jenis ini. Emas yang murni itu setelah di tangan “guru” spiritual akan diganti menjadi emas yang palsu yang bentuknya menyerupai yang anda bawa.Penipuan ini sering dilakukan jika ada orang yang hendak menjual tanah/rumah. Guru palsu itu minta syarat logam emas yang akan ditanam di lokasi itu agar menyebabkan tanah atau rumah itu “bercahaya” penuh daya tarik. Ingat! Yang ditanam itu yang palsu. Emas yang asli ada di kamar sang guru.

Orang mengaku bisa mempertemukan dengan jin dalam kamar gelapnya
Hati-hati! Ada kamar yang dirancang khusus sehingga ada pintu rahasia yang dimanfaatkan para anak buah yang keluar masuk. Pasti, yang nampak itu adalah manusia yang mengaku sebagai jin.Cara lain, orang yang ingin ketemu jin itu dibuat tidak sadar karena pengaruh makanan tertentu yang mengandung racun yang memabukkan.

Foto orang ditusuk hingga tembus dan darahnya mengucurJangan percaya!
Itu hanya trik fotografi. Caranya, senjata dirancang secara khusus dengan plat lentur. Ingin tahu rahasianya? Silakan baca buku berjudul DEBUS karya Masruri.

Syarat ilmu yang rumit-rumit
Jika anda mendatangi paranormal (dukun) dan ketika anda meminta sesuatu lalu ditunjukkan syarat yang rumit-rumit dan setelah itu anda diminta untuk terima bersih (membayar sejumlah uang) maka ini adalah tipuan.Semisal, disebutkan syarat itu ada burung platuk bawang, ayam cemani, candu atau minyak wangi yang secara khusus didatangkand ari luar negeri maka itu adalah bohong. Orang itu pasti sudah mempersiapkan syarat-syarat yang diminta. Burung platuk bawang, ayam cemani akan disuguhkan dalam kondisi masak, sehingga keasliannya tidak terdeteksi.

Artikel ini diambil dari buku:Penipuan Berkedok SpiritualPenulis: Teguh Prana JayaPenerbit: CV. ANEKA SOLO

Jika anda ingin mengetahui trik-trik praktik penipuan yang lebih lengkap, silahkan baca buku tersebut




6/29/2009

Pengobatan Zikir Syirik HM Haryono Palsu (kebohongan dan Penipuan)

Pengobatan alternatif dimpimpin Ustadz HM Haryono asal Pasuruan diprotes umat Islam Sumbar. Dianggap sebagai kebohongan dan penipuan

Hidayatullah.com--Pengobatan alternatif melalui zikir yang dicanangkan Ustadz HM Haryono di Hotel Bumiminang Padang, sejak dua hari lalu diprotes sejumlah anggota Forum Umat Islam (Formis) Sumbar sebagai kebohongan dan penipuan kepada masyarakat.

"Masyarakat jangan dibodoh-bodohi, pulang dari berobat habis uang Rp 6 juta lebih, pengobatan dalam Islam itu ada, tidak seperti ini," tegas perwakilan Formis, Hafis di Hotel tersebut, Selasa.

Perwakilan Formis lainnya, Buya Amri Mansyur menegaskan, tidak ada zikir yang namanya alternatif sesuai keputusan MUI Sumbar pada tanggal 21 hingga 23 November di Lubuk Sikaping.

"Keputusan itu jelas, tidak ada zikir alternatif dalam Islam, yang ada ruqyah," tegasnya dan menambahkan, menurutnya pihak hotel pun tidak setuju diadakan kegiatan tersebut.

Setelah mereka berorasi, kegiatan zikir ketiga kalinya diadakan di Padang itu pun bubar.

Sementara itu, melalui humas Ustadz Haryono, Edi, mengatakan bahwa orasi yang dilakukan MUI tersebut hal yang biasa. Sebab setiap orang memiliki pandangan yang berbeda tentang pengobatan. Permasalahan ini dapat diselesaikan melalui dialog antara Ustadz Haryono dengan MUI. [dn/ PE/www.hidayatullah.com]





5/14/2009

MENGGUNAKAN JAMPI-JAMPI Adakah Ajarannya di Dalam Islam ?‎

Penulis : Al Ustadz Asasuddin

Memakai jampi-jampi seakan menjadi satu kebiasaan yang tak terpisahkan dengan kehidupan bermasyarakat. Hampir di setiap tempat atau daerah kita dapati praktek perjampian. Kita selalu mendapatkan keterangan dan alasan, bahwa orang-orang tua mereka dahulu melakukannya, kemudian mereka wariskan kepada anak keturunannya.

Dan yang demikian itu sudah menjadi tradisi orang-orang dahulu kala. Biasanya, pada acara tertentu yang bermakna sacral, mereka mengundang kepala adat atau orang terpandang untuk membacakan doa-doa perlindungan dengan harapan mendapatkan berkah setelah itu. Atau ketika ada yang sakit, mereka mendatangkan orang-orang yang punya kedudukan di mata masyarakat untuk melakukan upacara semacam itu. Demikian juga orang-orang jahiliyah pada masa Nabi kita -Muhammad Shalallahu ‘alaihi wasallam- juga melakukan hal serupa, sebagaimana perkataan Auf bin Malik,

Wahai Rasulullah. Dahulu, di masa jahiliyyah, kami pernah melakukan jampi-jampi. Bagaimana menurut engkau?” Beliau menjawab,”Tidak mengapa engkau melakukan jampi-jampi, asalkan tidak ada unsur kesyirikan.”

Islam adalah agama yang sempurna. Tidak ada satupun perkara yang mendatangkan manfaat atau mendatangkan mafsadah, kecuali telah ada penjelasannya. Seperti halnya melakukan jampi-jampi -yang sedang kita bicarakan- di dalam ajaran Islam juga ada ajarannya, bahkan tentunya lebih baik dan sempurna. Sebab lafadz do'a-doanya datang dari Yang Maha Mengetahui.

Menggunakan jampi-jampi di dalam Islam diistilahkan dengan nama Ruqyah atau 'Azimah. Ada kisah yang cukup menarik -yang dialami sahabat Rasulullah j, sebagaimana yang dikeluarkan Al imam Al Bukhari di dalam kitabnya:

Pada suatu hari ada beberapa orang dari sahabat Rasululllah yang sedang menempuh suatu perjalanan. Maka tibalah mereka di suatu perkampungan dalam keadaan kehabisan bekalnya. Lalu mereka mencoba meminta kepada penduduk kampung tersebut untuk menerima mereka sebagai tamu. Namun penduduk kampung tersebut enggan menerima mereka sebagai tamunya. Tiba-tiba kepala suku mereka tersengat binatang melata. Mereka berupaya dengan segala cara untuk mnyembuhkan kepala sukunya, namun dengan semua itu kepala sukunya tidak kunjung sembuh. Mereka berpikir, barangkali para pendatang tadi memiliki obat penawar sakit yang sedang diderita kepala sukunya itu. Akhirnya, mereka mengutarakan maksudnya untuk meminta bantuan, “Hai para pendatang, kepala suku kami tersengat binatang melata. Apakah kalian punya penawarnya?” “Ya, kami memiliki jampi-jampinya. Sesungguhnya kami telah meminta kepada kalian agar menjadi tamu kalian, namun kalian menolaknya. Dan kami tidak akan menggunakan jampi-jampi tersebut kecuali jika kalian memberi kami satu imbalan ”, jawab para sahabat. Meraka (penduduk kampung) sepakat akan memberikan imbalannya dengan daging kambing. Kemudian para sahabat pergi menemui pasien dan dibacakanlah Surat Al Fatihah seraya meniupkannya kepada tempat yang sakit. Dan -dengan izin ALLAH- seketika itu pula hilang penyakitnya, seperti terlepas dari satu ikatan yang melilitnya.

Al Imam Ibnul Qoyyim berkisah,

Saat aku di Makkah, aku menderita sakit. Aku tidak mendapati orang yang ahli mengobati penyakit, begitu juga obatnya. Aku mencoba mengobati diriku sendiri dengan bacaan Al Fatihah. Seketika itu aku menemukan keajaiban yang luar biasa. Aku ambil secangkir zamzam sambil membaca Al Fatihah, lalu kutiupkan ke dalamnya. Begitulah yang aku lakukan setiap kali ada orang yang mengeluhkan penyakit. Dan - dengan izin ALLAH- diberi kesembuhan yang prima.”

Pembaca yang budiman, akhir-akhir ini istilah tersebut (ruqyah) menjadi populer dan mulai semarak dengan banyaknya kaum muslimin yang melakukannya, disertai tumbuhnya kesadaran untuk kembali kepada cara pengobatan yang diwariskan Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wasallam, yaitu cara penyembuhan yang diturunkan dari Dzat Yang menurunkan penyakit dan Yang mampu memberikan kesembuhan. Tiada satu penyakit pun kecuali pasti ALLAH turunkan obatnya. Namun keterbatasan ilmu manusia lah yang menghambat diketemukan obat dari penyakit-penyakit tertentu. Al Qur'an sendiri telah mengabarkan kepada kita semua. bahwa ia adalah obat segala penyakit.

(Artinya: Dan Kami turunkan dari Al Qur'an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman. Dan Al Qur'an itu tidaklah menambah kepada orang- orang yang zalim selain kerugian.) (Al Isra’:82)

Kesadaran untuk kembali merujuk ke dunia pengobatan ala Nabi -lewat terapi ruqyah- patut kita syukuri, sehingga secara tidak langsung kaum muslimin akan cenderung lebih mendekatkan diri kepada ALLAH subahanahu wa ta’ala. Bagaimana tidak, ruqyah akan memberikan manfaat yang besar bagi hamba-ALLAH yang bertaqwa. Semakin dekat seorang hamba kepada ALLAH, maka ruqyah -dalam peranannya sebagai obat- akan mudah dicerna oleh jasad -yang bersih dari noda-noda hitam (dosa) yang menghalangi kerja penawar-.

Begitu juga yang me-ruqyah, hendaknya adalah hamba yang bertaqwa. Karena, sudah barang tentu senjata itu bergantung kepada penggunanya. Tidak dipungkiri ruqyah adalah obat yang sangat mujarrab. Namun kadang khasiatnya berkurang, disebabkan di dalam tubuh pasien terdapat endapan-endapan penyakit (dosa) yang menghalangi obat masuk ke dalam tubuh. Atau barangkali sang tabib kurang tepat sasarannya. Namun yang lebih penting lagi untuk kita ketahui bersama tentang ruqyah ini adalah, apakah praktek ruqyah tersebut sudah sesuai dengan ajaran Islam? Sehingga selamat dari penyimpangan akidah dan dengan itu ruqyah betul-betul memberikan manfaat yang nyata.

Ruqyah adalah kumpulan doa-doa perlindungan yang dibacakan untuk orang-orang sakit, kesurupan atau yang lainnya. Ruqyah juga dikenal dengan nama azimah. Bilamana ia bersumber dari Al Quran dan As-Sunnah ataupun perkataan yang baik, maka yang demikian itu sangat dianjurkan dan boleh-boleh saja. Hal itu merupakan bentuk kebaikan dari orang yang me-ruqyah, karena mengandung manfaat bagi orang lain.

Namun sebaiknya seseorang itu tidak meminta di-ruqyah. Sebab kesempurnaan tawakkal seorang kepada ALLAH serta keyakinannya yang teguh adalah bilamana ia tidak meminta hajat kecuali hanya kepada ALLAH, sekalipun itu masalah ruqyah,. Namun apabila di dalam ruqyah ( doa-doa perlindungan ) itu terdapat permintaan kepada selain ALLAH, maka yang demikian itu adalah perbuatan syirik besar yang mengeluarkan pelakunya dari Islam. Oleh sebab itu ruqyah haruslah sesuai dengan bimbingan Al Kitab dan As-Sunnah. Terdapat dalam riwayat yang shohih, dari Jabir bin Abdillah:

Ada seseorang dari bani 'Amr yang tersengat kalajengking di saat sedang duduk- duduk bersama Rasulullah. Lalu di antara mereka ada yang berkata, “Wahai Rasulullah, bolehkah aku meruqyahnya?” Beliau menjawab, ”Siapa saja yang berkenan memberikan manfaat bagi saudaranya, maka lakukanlah.”(Silsilah Ash- Shohihah)

Riwayat di atas menunjukkan bahwa Rasulullah j tidak mengijinkan kecuali setelah Beliau melihat sifat dan jenis ruqyah-nya

Berkata Al Imam Al Khaththabi -di dalam Ma'alimus Sunan 4/226- :

“Rasulullah j pernah me-ruryah dan di-ruqyah. Beliau juga menganjurkan dan membolehkannya. Apabila ia berupa ayat-ayat Al Qur'an atau dengan menyebut nama- nama ALLAH, maka hal itu diperbolehkan bahkan dianjurkan. Dan sesungguhnya yang dilarang ataupun dimakruhkan adalah apabila tidak memakai bahasa Arab, karena dikhawatirkan ada unsur kekufuran atau ucapan yang berbau syirik.”

Demikian juga pernyataan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah -di dalam Fatawa-nya:

Setiap nama yang majhul/ asing dan tidak di kenal, maka tidak boleh seseorang untuk me-ruqyah dengannya (nama-nama tersebut), atau bahkan dijadikan sebagai do' a perlindungan, meskipun seandainya dimengerti maknanya. Karena berdo'a dengan tidak menggunakan bahasa Arab makruh hukumnya. Hanya saja yang tidak mampu berbahasa Arab diberikan keringanan. Karena menggunakan lafadz /bahasa asing sebagai syi'ar bukanlah anjuran dari agama Islam. “ (Majmu' Fatawa 1/362)

Kesimpulannya -seperti yang dikatakan oleh Al Imam As-Suyuthi- adalah, bahwa para ulama sepakat tentang diperbolehkannya ruqyah apabila terpenuhinya tiga syarat:

1. Hendaklah ruqyah tersebut berupa ayat-ayat Al Qur'an, dengan menggunakan nama dan sifat-sifat ALLAH, atau dengan ucapan yang diajarkan Rasulullah j.

2. Menggunakan bahasa Arab dan yang dipahami artinya.

3. Meyakini bahwa ruqyah itu hanya sebatas sebab belaka, tidak memberikan manfaat dengan sendirinya akan tetapi atas taqdir dan izin ALLAH subahanahu wa ta’ala. Dan cara yang dicontohkan oleh Rasulullah yaitu, seseorang membaca ayat atau doa lalu meniupkannya kepada sisakit ,atau ia tiupkan pada air dan diminumkan kepada sisakit. Sebagaimana di dalam riwayat Abu Dawud bahwa nabi mengambil debu lalu dibacakan ayat ruqyah serta ditiupkan padanya kemudian dituangkan kepada penderita.

Juga dapat kita ambil kesimpulan bahwa ruqyah terbagi menjadi dua:

Pertama, yang boleh dan dianjurkan, apabila memenuhi tiga syarat di atas tadi.

Kedua, yang terlarang. Yaitu semua jenis ruqyah yang tidak memenuhi syarat di atas.

Maka jelaslah bagi kita akan maksud hadits yang diriwayatkan Ibnu Mas'ud, bahwa Rasulullah j bersabda, “Sesungguhnya ruqyah, tamimah dan tiwalah adalah perbuatan syirik.” Maksud dari hadist ini adalah tidak semua ruqyah itu terlarang dan termasuk perbuatan syirik. Yang dimaksud adalah ruqyah yang tidak memenuhi tiga syarat tadi. Terlebih lagi jika ruqyah tersebut dengan meminta kepada selain ALLAH. Demikian juga di dalam riwayat dari Auf bin Malik, Ya Rasulullah, dahulu kami mengadakan jampi-jampi (ruqyah), bagaimana menurut pendapat engkau?” Kata Nabi,“Kemarilah, aku lihat ruqyah yang kamu gunakan.” Kemudian beliau mengatakan, “Tidak mengapa engkau melakukannya, selama tidak ada syirik di dalamnya.”

Sesungguhnya ruqyah adalah penawar segala macam gangguan. Baik karena sihir, penderita penyakit 'Ain, kesurupan, cedera/ luka , penyakit jiwa ,mengobati kegundahan dan kesedihan, tersengat, luka-luka, serta masih banyak lagi.

Sebagai penawar luka, ada di dalam riwayat Al Bukhari:

ان رسول الله - صلى الله عليه وسلم - إذا اشتكى الإنسان أو كانت به قرحة أو جرح قال بأصبعه هكذا

ووضع سفيان سبابته بالأرض ثم رفعها وقال " بسم الله تربة أرضنا بريقة بعضنا يشفى سقيمنا بإذن ربنا "

(Ketika ada orang mengeluh kepada Rasulullah atau mendapati luka, Beliau mengatakan dengan isyarat tangannya; “Demikian dan demikian.” Lalu Sufyan meletakan jari telunjuk ke tanah kemudian mengangkatnya kembali sambil mengucapkan doa: بسم الله تربة أرضنا بريقة بعضنا يشفى سقيمنا بإذن ربنا )

Maksud hadits ini, bahwa seseorang meletakkkan jari telunjuknya lalu dibasahi dengan ludah, setelah itu ia letakkan ke tanah hingga sebagian tanah melekat pada jari tersebut, kemudian diletakkan pada tempat yang sakit -sambil membaca doa tadi-, insya ALLAH keluahan penyakitnya hilang -dengan izin ALLAH subahanahu wa ta’ala-.

Dalam kasus terkena sihir, ada beberapa hal yang perlu ditempuh, baik sebelum terjadinya -sebagai bentuk penangulangan-, maupun setelah terjadi -sebagai bentuk terapi/pengobatan-.

Sebelum terkena sihir, hendaknya setiap orang membentengi dirinya dengan:

1. Menunaikan kewajiban-kewajiban dan menjauihi larangan-larangan serta senantiasa bertaubat kepada ALLAH.

2. Memperbanyak membaca Al Qur'an.

3. Membentengi diri dengan membaca do'a, ta’awudz, serta dzikir dengan dzikir yang disyari’atkan, seperti membaca tiga kali pagi dan petang:

بسم الله الذي لا يضر مع اسمه شيء في الأرض ولا في السماء وهو السميع العليم

membaca ayat Kursi pagi dan petang, ketika hendak tidur, atau setiap kali selesai sholat, serta membaca pula surat Al Ikhlas, An-Naas, dan Al Falaq -masing masing tiga kali- dipagi hari, petang dan ketika tidur hendak tidur.

4. Memakan tujuh butir kurma di pagi hari, berdasarkan hadits: “Barang siapa di pagi hari makan tujuh kurmah "ajwah, niscaya racun berbisa dan sihir tidak akan memudlorotkannya.” ( Al Bukhari dengan Fathulbari)

Dan ketika telah terkena sihir, hendaknya:

1. Berupaya melenyapkan buhul/ikatan sihir tersebut -apabila diketahui tempatnya- dengan cara-cara yang tidak menyelisihi syari’at. Inilah cara yang paling manjur.

2. Di-ruqyah dengan cara yang disyari’atkan, seperti dimandikan dengan daun bidara yang telah dibacakan padanya ayat Kursi, Al A'raf 117-122, Yunus 79-82, Thaha 65-70.

3. Dibacakan surat Al Fatihah, ayat Kursi, dua ayat terakhir surat Al Baqarah -ditiupkan serta dipegang pada tempat yang sakit-. (-dan masih banyak yang lainnya yang telah diajarkan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam)