Showing posts with label Edisi 2 : Rangkuman Konsultasi Ruqyah. Show all posts
Showing posts with label Edisi 2 : Rangkuman Konsultasi Ruqyah. Show all posts

4/13/2009

Arwah 40 Hari Setelah Orang Meninggal

Pak Ustad , bagaimana keadaan orang yang meninggal dunia sampai 40 hari? ada yang bilang arwahnya mash di sekitar rumah kita ada yang bilang tidak? atau keduanya salah? bagaimana yang benar?

Suwandi


Jawaban

Waalaikumussalam Wr Wb

Saudara Suwandi yang dirahmati Allah swt

Kematian yang merupakan perpisahan antara ruh dari jasadnya pasti akan menemui setiap makhluk-Nya yang berjiwa. Tidak seorang pun mampu menghindar atau lari darinya walau hanya sekedar meminta untuk ditunda sesaat saja.

Kematian merupakan perpindahan dari alam dunia menuju alam akherat, sebagaimana diriwayatkan bahwa Utsman bin Affan apabila berdiri dihadapan sebuah kuburan maka ia pun menangis hingga membasahi jenggotnya. Dia ditanya,”Apabila engkau diingatkan tentang surga dan neraka engkau tidak menangis akan tetapi engkau menangis karena (kuburan) ini.” Dia pun menjawab,’Sesungguhnya Rasulullah saw bersabda,’Sesungguhnya kuburan adalah tempat pertama dari tempat-tempat akherat. Apabila dia selamat darinya maka keadaan setelahnya akan lebih mudah baginya. Dan apabila dia tidak selamat darinya maka keadaan setelahnya akan lebih berat darinya.” (HR. Tirmidzi)

Didalam hadits lainyang diriwayatkan dari al Barro bin ‘Azib bahwasanya Rasulullah saw bersabda,”Berlindunglah kalian kepada Allah dari adzab kubur—beliau menyebutkan 2 atau 3 kali—kemudian berkata,’Sesungguhnya seorang hamba yang beriman apabila akan berakhir (hidupnya) di dunia dan akan mengawali akheratnya maka turunlah para malaikat dari langit dengan berwajah putih seperti matahari dengan membawa kain kafan dan wewangian dari surga dan mereka duduk disisinya sejauh mata memandang.

Kemudian datanglah malaikat maut dan duduk disebelah kepalanya dengan mengatakan,”Wahai jiwa yang tenang keluarlah menuju ampunan dari Allah dan keredhoan-Nya.’ Beliau saw bersabda,’Maka keluarlah ruhnya seperti tetesan air dari bibir orang yang sedang minum maka dia (malaikat maut) pun mengambilnya. Dan tatkala dia mengambilnya maka para malaikat (yang lain) tidaklah membiarkannya berada ditangannya walau hanya sesaat sehingga mereka mengambilnya dan menaruhnya diatas kafan yang terdapat wewangian hingga keluar darinya bau semerbak kesturi yang membuat wangi permukaan bumi.’ Beliau saw berkata,’Mereka kemudian naik (ke langit) dengan membawa (ruh) orang itu dan tidaklah mereka melewati para malaikat kecuali mereka bertanya,’Ruh yang baik siapa ini?’ Mereka menjawab,’Fulan bin Fulan, dengan menyebutkan nama terbaik yang dimilikinya di dunia’ sehingga mereka berhenti di langit dunia. Mereka pun meminta agar dibukakan (pintu) baginya maka dibukalah (pintu itu) bagi mereka dan mereka berpindahlah ke langit berikutnya sehingga sampai ke langit ketujuh dan Allah mengatakan,’Tulislah kitab hamba-Ku ini di ‘illiyyin dan kembalikanlah ke bumi, sesungghnya darinyalah Aku ciptakan mereka dan kepadanyalah Aku mengembalikan mereka dan darinya pula Aku mengeluarkan mereka sekali lagi.’

Beliau saw bersabda,’Dan ruh itu pun dikembalikan ke jasadnya. Kemudian datanglah dua malaikat yang mendudukannya dan bertanya kepadanya,’Siapa Tuhanmu?’ dia pun menjawab,’Tuhanku Allah.’ Keduanya bertanya lagi,’Apa agamamu?’ dia menjawab,’Agamaku Islam.’ Keduanya bertanya,’Siapa lelaki yang diutus kepada kalian ini?’ dia menjawab,’Dia adalah Rasulullah saw.’ Keduanya bertanya lagi,’Apa ilmumu?’ dia menjawab,’Aku membaca Al Qur’an, Kitab Allah, aku mengimaninya dan membenarkannya.’

Terdengarlah suara yang memanggil dari langit,’Karena kebenaran hamba-Ku maka hamparkanlah (suatu hamparan) dari surga, pakaikanlah dengan pakaian dari surga, bukakanlah baginya sebuah pintu menuju surga.’ Beliau saw bersabda,’maka terciumlah wanginya serta dilapangkan kuburnya sejauh mata memandang.’ Beliau bersabda,’Datanglah seorang laki-laki berwajah tampan, berbaju indah dengan baunya yang wangi mengatakan,’Bahagialah engkau di hari yang engkau telah dijanjikan.’ Orang (yang beriman) itu mengatakan,’Siapa angkau? Wajahmu penuh dengan kebaikan’ dia menjawab,’Aku adalah amal shalehmu.’ Orang itu mengatakan,’Wahai Allah, segerakanlah kiamat sehingga aku kembali kepada kularga dan hartaku.’

Beliau saw bersabda,’Sesungguhnya seorang hamba yang kafir apabila akan berakhir (hidupnya) di dunia akan akan mengawali akheratnya maka turunlah para malaikat dari langit yang berwajah hitam dengan membawa kain dan merekapun duduk disisinya sejauh mata memandang kemudian datang malaikat maut dan duduk disebelah kepalanya dengan mengatakan,’Wahai jiwa yang buruk, keluarlah menuju amarah dan murka Allah.’

Beliau saw bersabda,’maka dipisahkanlah ruh dari jasadnya seperti duri yang dicabut dari kain yang basah kemudian malaikat (maut) pun mengambilnya dan tatkala malaikat maut mengambilnya maka mereka (malaikat lain) tidaklah membiarkannya berada di tangannya walau sesaat sehingga meletakkannya dikain itu dan dibawanya dengan bau bangkai busuk yang meyebar di permukaan bumi. Mereka pun membawanya dan tidaklah mereka melintasi malaikat kecuali mereka bertanya,’Ruh buruk milik siapa ini?’ mereka menjawa,’Fulan bin Fulan dengan menyebutkan nama yang paling buruknya di dunia.’

Kemudian mereka sampai di langit dunia dan meminta untuk dibukakan (pintu) baginya maka tidaklah dibukakan baginya kemudian Rasulullah saw membaca firman-Nya,”Sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak (pula) mereka masuk surga hingga unta masuk ke lobang jarum.” Kemudian Allah berkata,’Tulislah kitabnya di sijjin di bumi yang paling rendah maka ruhnya dilemparkan dengan satu lemparan. Kemudian beliau saw membaca,”Dan barangsiapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka dia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar burung, atau diterbangkan ke tempat yang jauh.’

Ruhnya pun dikembalikan ke jasadnya dan datanglah dua malaikat mendudukannya seraya bertanya,”Siapa Tuhanmu?’ maka dia menjawab,’a..a… aku tidak tahu.’ Keduanya bertanya.’Apa agamamu?’ dia menjawab,’a…a…aku tidak tahu.’ Keduanya bertanya,’Siapa laki-laki yang diutus kepadamu ini?’ dia menjawab,’a…a…aku tidak tahu.’ Maka terdengar seruan dari langit.’ Karena pendustaan (nya) maka hamparkanlah (suatu hamparann) dari neraka dan bukakan baginya suatu pintu munuju neraka dan terasalah panas serta angin panasnya bagi orang itu dan dia pun dihimpit oleh kuburnya sehingga hancur tulang-tulangnya.

Datanglah seorang laki-laki yang berwajah buruk dengan pakaian yang bau busuk dan mengatakan,”Bergembiralah kamu dihari yang buruk bagimu yang telah dijanjikan ini.’ Orang itu berkata,’Siapa kamu dengan wajahmu yang penuh dengan kajahatan.’ Dia menjawab,’Aku adalah amal burukmu.’ Orang itu pun berkata,’Wahai Allah janganlah engkau adakan kiamat.” (HR. Ahmad)

Didalam hadits tersebut dijelaskan bahwa setiap manusia yang menemui kematian maka ruhnya akan diawa ke langit untuk kemudian dia mengetahui di mana tempat nya kelak apakah di surga atau di neraka dan setelah itu dirinya akan dikembalikan ke bumi untuk dipertemukan kembali dengan jasadnya di kuburnya. Untuk kemudian mereka akan mengalami fitnah kubur berupa pertanyaan yang berujung kepada nikmat atau adzab kubur di alam barzakh hingga hari kiamat.

Jadi tidak ada nash yang menjelaskan bahwa ruh (arwah) seorang yang meninggal masih berada di sekitar rumah hingga empat puluh hari akan tetapi ruh itu akan kembali berada dijasadnya di alam barzakh untuk mendapatkan nikmat atau siksa kubur hingga hari kiamat.

Wallahu A’lam




Misteri Harut dan Marut

Assalamualaikum

Saya ingin bertanya tentang sebuah ayat dlm Al-Qur'an yg menyebutkan kisah tentang dua orang malaikat di Negri Babil yg bernama Harut dan Marut. Sebenarnya siapakah dua malaikat yg bernama Harut dan Marut tersebut ?

Atas perhatian Ust. saya ucapkan terimakasih. Wassalam

Zae



Jawaban

Waalaikumussalam Wr Wb

Saudara Zae yang dimuliakan Allah swt

Allah swt berfirman :

وَاتَّبَعُواْ مَا تَتْلُواْ الشَّيَاطِينُ عَلَى مُلْكِ سُلَيْمَانَ وَمَا كَفَرَ سُلَيْمَانُ وَلَكِنَّ الشَّيْاطِينَ كَفَرُواْ يُعَلِّمُونَ النَّاسَ السِّحْرَ وَمَا أُنزِلَ عَلَى الْمَلَكَيْنِ بِبَابِلَ هَارُوتَ وَمَارُوتَ وَمَا يُعَلِّمَانِ مِنْ أَحَدٍ حَتَّى يَقُولاَ إِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ فَلاَ تَكْفُرْ فَيَتَعَلَّمُونَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُونَ بِهِ بَيْنَ الْمَرْءِ وَزَوْجِهِ وَمَا هُم بِضَآرِّينَ بِهِ مِنْ أَحَدٍ إِلاَّ بِإِذْنِ اللّهِ وَيَتَعَلَّمُونَ مَا يَضُرُّهُمْ وَلاَ يَنفَعُهُمْ وَلَقَدْ عَلِمُواْ لَمَنِ اشْتَرَاهُ مَا لَهُ فِي الآخِرَةِ مِنْ خَلاَقٍ وَلَبِئْسَ مَا شَرَوْاْ بِهِ أَنفُسَهُمْ لَوْ كَانُواْ يَعْلَمُونَ


Artinya : “Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syaitan-syaitan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), Padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya syaitan-syaitan lah yang kafir (mengerjakan sihir). mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil Yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum mengatakan: "Sesungguhnya Kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir". Maka mereka mempelajari dari kedua Malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan isterinya dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorangpun, kecuali dengan izin Allah. dan mereka mempelajari sesuatu yang tidak memberi mudharat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Demi, Sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa Barangsiapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, Tiadalah baginya Keuntungan di akhirat, dan Amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui.” (QS. Al Baqoroh : 102)

Syeikh Athiyah Saqar menyebutkan bahwa di beberapa buku tafsir disebutkan kedua malaikat itu telah diturunkan ke bumi sebagai fitnah sehingga Allah swt mengadzab mereka berdua dengan menggantung kedua kaki mereka, perkataan para mufassir ini bukanlah hujjah (dalil) dalam hal ini, hal itu berasal dari warisan masyarakat Babilonia dan penjelasan orang-orang Yahudi serta kitab-kitab Nasrani.

Dan perkataan mereka yang paling dekat tentang kedua malaikat tersebut adalah bahwa masyarakat saat itu mendapatkan fitnah dengan para tukang sihir sehingga mereka mengangkat para tukang sihir itu sampai ke derajat para nabi. Kemudian Allah swt menurunkan dua malaikat untuk mengajarkan kepada manusia sihir agar mereka bisa membedakan antara sihir dengan kenabian serta memperingatkan mereka tentang fitnah terhadapnya. Atau—ada juga yang mengatakan—bahwa mereka berdua adalah dua orang yang memiliki ilmu dan akhlak mulia sehingga menjadi fitnah di masyarakat dan mereka memberikan kepada kedua orang itu nama dua malaikat. Hal ini dari aspek penyerupaan dan gaya bahasa yang sudah difahami sejak dahulu sebagaimana saat ini nama Malaak digunakan untuk seorang yang istimewa.

Didalam cerita-cerita kuno masayarakat Babilonia terdapat dua orang yang memiliki nama mirip yaitu Harut dan Marut. Masyarakat saat itu begitu kagum dengan mereka berdua sehingga memberikan kepada keduanya nama dua malaikat. Bahkan kekaguman mereka terhadap keduanya pun bertambah sehingga meyakini bahwa mereka berdua adalah Tuhan.

Kemudian orang-orang Yahudi mempelajari peninggalan dari kedua orang itu berupa hikmah dan sihir yang menjadikan mereka lebih disibukkan olehnya daripada Kitab Allah dan mereka pun membuang Kitab Allah itu dibelakang punggung mereka.

Tidak diperbolehkan bagi kita untuk merujuk kepada cerita-cerita yang dikatakan mereka itu tentang malaikat yang bertentangan dengan kemaksuman mereka. Para malaikat tidaklah maksiat kepada Allah terhadap apa yang diperintahkan kepada mereka dan mereka pun melakukan apa-apa yang diperintahkan-Nya, firman Allah swt :

Artinya : “Sebenarnya (malaikat-malaikat itu), adalah hamba-hamba yang dimuliakan, mereka itu tidak mendahului-Nya dengan perkataan dan mereka mengerjakan perintah-perintahNya.” (QS. Al Anbiya : 26 – 27)


Artinya : “Dan malaikat-malaikat yang di sisi-Nya, mereka tiada mempunyai rasa angkuh untuk menyembah-Nya dan tiada (pula) merasa letih.” (QS. Al Anbiya : 19 – 20) – (Fatawa Al Azhar juz VII hal 436)

Firman Allah swt :

Artinya : ”dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil Yaitu Harut dan Marut”
Sayyid Qutb mengatakan bahwa terdapat kisah tentang keduanya yang sudah diketahui dimana orang-orang Yahudi atau para setan telah menganggap bahwa mereka berdua (Harut dan Marut) mengetahui tentang sihir dan mengajarkannya kepada manusia dan kedua malaikat itu menganggap bahwa sihir itu diturunkan kepada mereka berdua! Kemudian Al Qur’an membantah kebohongan ini, kebohongan yang menyatakan bahwa sihir diturunkan kepada kedua malaikat itu.. Selanjutnya Allah swt menjelaskan hal yang sebenarnya, bahwa kedua malaikat itu hanyalah fitnah dan menjadi cobaan bagi manusia untuk sebuah hikmah yang ghaib. Kedua malaikat itu mengatakan kepada setiap orang yang mendatangi dan meminta mereka berdua untuk mengajarinya sihir,


Artinya : “Sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum mengatakan: "Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir".

Sekali lagi kita dapati Al Qur’an yang menyatakan bahwa mempelajari dan menggunakan sihir adalah suatu kekufuran. Hal ini disebutkan melalui lisan dua malaikat, yaitu Harut dan Marut.

Dan ada sebagian manusia yang memaksa untuk belajar sihir dari kedua malaikat itu walaupun telah diingatkan dan diberitahu. Maka pada saat itu terjadilah fitnah pada sebagian orang-orang yang yang terkena fitnah :


Artinya : “Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan isterinya”

Inilah suatu keburukan yang telah diingatkan oleh kedua malaikat itu.... Di sini Al Qur’an menyatakan sebuah kalimat wawasan islam yang mendasar yaitu tidaklah segala sesuatu terjadi di alam ini kecuali dengan izin Allah swt.

Artinya : “dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorangpun, kecuali dengan izin Allah”

Dengan izin Allah maka terjadilah sebab-sebab suatu perbuatan, memunculkan bekas-bekasnya dan terealisasi hasil-hasilnya.. Inilah kaidah suatu kalimat yang harus tampak jelas didalam hati seorang mukmin. Permisalahn yang paling dekat adalah apabila anda mengulurkan tangan anda ke api maka ia akan terbakar namun tidaklah terjadi kebakaran itu kecuali dengan izin Allah swt.

Allah lah yang menjadikan api itu membakar dan menjadikan tangan anda terbakar olehnya. Dia juga Maha Kuasa menghentikan kekhususan itu untuk tidak mengizinkan kekhususan itu terjadi, seperti apa yang terjadi terhadap Ibrahim as. Demikian pula sihir yang memisahkan antara seseorang dengan isterinya, dan terjadinya akibat itu dengan izin Allah swt dan Dia swt juga Maha Kuasa untuk menghentikan kekhususan ini untuk tidak terjadi.....

Kemudian Al Qur’an menyatakan hal sebenarnya yang mereka pelajari dan apa yang memisahkan antara mereka dari isterinya... sesungguhnya itu adalah kejahatan yang menimpa diri mereka sendiri dan bukanlah kebaikan :

Artinya : “dan mereka mempelajari sesuatu yang tidak memberi mudharat kepadanya dan tidak memberi manfaat.”

Dan cukuplah kejahatan ini adalah kekufuran yang menjadi mudharat sesungguhnya yang tidak ada manfaat didalamnya.


Artinya : “Demi, Sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barangsiapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di akhirat”

Sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa apa yang mereka beli (sihir itu) tidaklah ada bagian baginya di akherat, yaitu ketika mereka memilih untuk membelinya maka hilanglah seluruh persediaan miliknya di akherat dan juga setiap bagiannya...

Maka sungguh buruklah apa yang diri mereka beli seandainya mereka mengetahui kenyataan dari transaksi tersebut :

Artinya :”dan Amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui.” --(Fi Zhilalil Qur’an juz I hal 95 – 96)

Tentang pengajaran sihir yang diberikan Harut dan Marut ini, telah diriwayatkan dari Ali ra yang mengatakan bahwa kedua malaikat itu mengajarkan kepada manusia tentang peringatan terhadap sihir bukan mengajarkan untuk mengajak mereka melakukan sihir. Az Zajjaj mengatakan bahwa perkataan itu adalah juga pendapat kebanyakan ahli bahasa. Artinya bahwa pengajaran kedua malaikat itu kepada manusia adalah berupa larangan, keduanya mengatakan kepada mereka,”Janganlah kalian melakukan ini (sihir) dan janganlah kalian diperdaya dengannya sehingga kalian memisahkan seorang suami dari isterinya dan apa yang diturunkan kepada mereka berdua adalah berupa larangan.” (al Jami li Ahkamil Qur’an juz II hal 472)

Wallahu Alam



Silaturahim dengan Jin Muslim

Saya mau bertanya mengenai hubungan manusia dengan jin. Sering saya mendenga kalimat Haram bersekutu dengan jin. Tetapi yang saya tahu jin itu ada yang muslim, dan kita sebagai orang islam wajib menjaga silaturohmi dengan sesama muslim. Jadi apakah kita tetap tidak boleh BERTEMAN dengan jin muslim? Karena menurut saya apapun bantuan yang kita dapatkan dari jin apapun bentuknya tetep sama saja seperti ketika kita mendapatkan bantuan dari sesama manusia cuma berbeda bentuknya. Kecuali kalo kita menyembah jin maupun kekuatannya..Tolong berikan penjelasan mengenai hal ini agar pemahaman saya bertambah baik. Terima kasih

Agus setyawan


Jawaban

Waalaikumussalam Wr Wb

Saudara Agus yang dimuliakan Allah swt

Yang pertama bahwa berinteraksi atau bergaul dengan jin merupakan sesuatu yang mengandung bahaya besar, dan ia merupakan salah satu pintu keburukan dan kerusakan. Cukuplah dalam hal ini bahwa kemusyrikan tidaklah masuk kedalam diri manusia kecuali melalui jalan mereka (jin), sebagaimana diinformasikan oleh Rasulullah saw tentang pengajaran Allah kepada hamba-hamba-Nya,”Dan sesungguhnya Aku menciptakan hamba-hamba-Ku seluruhnya dalam keadaan lurus maka kemudian datanglah setan dan menyimpangkan mereka dari agama mereka. Dia mengharamkan bagi mereka apa yang Aku halalkan bagi mereka serta memerintahkan mereka agar menyekutukan-Ku dengan apa-apa yang tidak Aku turunkan kepadanya suatu penjelasan.” (HR. Muslim)

Walaupun diantara golongan jin ada yang beriman dan muslim sebagaimana diantara mereka juga ada yang kafir dan fasiq namun ketidaknampakan mereka dihadapan manusia menjadikan ketidaktentraman manusia terhadap siapa pun diantara mereka (jin) dan menjadikan manusia khawatir dengan tipu daya mereka, khususnya saat tersebar luasnya kebodohan, bid’ah yang mengantarkan kepada kemusyrikan, dan pada umumnya menjatuhkan kebanyakan manusia kedalam apa-apa yang diharamkan kemudian tidaklah banyak bermanfaat bagi mereka kecuali sedikit sekali, firman Allah swt :

وَأَنَّهُ كَانَ رِجَالٌ مِّنَ الْإِنسِ يَعُوذُونَ بِرِجَالٍ مِّنَ الْجِنِّ فَزَادُوهُمْ رَهَقًا


Artinya : “Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, Maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan.” (QS. Al Jin : 6)

Untuk itu fatwa ahli ilmu mengharamkan adanya saling memberikan dengan jin dan bergaul dengan mereka secara mutlak—baik terhadap jin yang mukmin maupun kafir diantara mereka—dan yang penting adalah tidak menggampangkan permasalahan ini serta sebagai tindakan preventif dari terbukanya pintu fitnah dan kecemasan, dan memelihara hati manusia untuk tetap terisi oleh fitrah imaniyah.

Didalam al Mausu’ah al Fiqhiyah (14/18) : “Adapun meminta pertolongan kepada selain Allah swt, baik kepada manusia atau jin, apabila meminta pertolongan kepada jin maka hal ini terlarang, karena bisa mengakibatkan kemusyrikan dan kekufuran, sebagaimana firman Allah ta’ala :

Artinya : “Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, Maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan.” (QS. Al Jin : 6)

Syeikh al Albani didalam kitabnya “As Silsilah ash Shahihah” (pada hadits no. 2760) mengatakan,”Dan sisi ini, sebagian orang secara demonstratif mengobati manusia, yang umumnya mereka disebut dengan “Dokter Rohani” baik dengan cara-cara kuno berupa berhubungan dengan kawannya dari golongan jin—sebagaimana pernah dilakukan pada masa jahiliyah—atau dengan cara yang saat ini dikenal dengan menghadirkan arwah, dan sejensinya, menurutku, “Hipnotis”, maka sesungguhnya itu semua merupakan sarana yang tidak disyariatkan karena hal itu kembali kepada permintaan tolong kepada jin yang merupakan sebab kesesatan orang-orang musyrik, sebagaimana disebutkan didalam Al Qur’an al Karim :

Artinya : “Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, Maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan.” (QS. Al Jin : 6)

Sebagian orang yang melakukan permintaan bantuan kepada golongan jin beranggapan bahwa mereka meminta pertolongan kepada jin-jin yang sholeh diantara mereka maka ini adalah anggapan yang tidak betul, karena mereka tidaklah mungkin—umumnya—bercampur dan berinteraksi dengan jin-jin itu sehingga dapat menyingkap kesalehan atau kerusakan mereka. Kita mengetahui melalui pengalaman bahwa kebanyakan diantara manusia yang memiliki pertemanan yang kuat dengan jin-jin ternyata pada akhirnya anda mendapatkan kejelasan bahwa jin-jin itu bukanlah termasuk dari yang shaleh, firman Allah swt :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ وَأَوْلَادِكُمْ عَدُوًّا لَّكُمْ فَاحْذَرُوهُمْ وَإِن تَعْفُوا وَتَصْفَحُوا وَتَغْفِرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ


Artinya : “Hai orang-orang mukmin, sesungguhnya di antara isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) Maka Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. At Taghabun : 14), ayat ini membicarakan tentang manusia yang nampak lantas bagaimana terhadap jin yang kata Allah swt :

إِنَّهُ يَرَاكُمْ هُوَ وَقَبِيلُهُ مِنْ حَيْثُ لاَ تَرَوْنَهُمْ


Artinya : “Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka.” (QS. Al A’raf : 27). (www.islam-qa.com)

Wallahu A’lam




11/23/2008

Bagaimana Membedakan Magis dan Ilmu Pengetahuan?

Assalamu ''alaikum

Pak Ustadz, melanjuti bahasan Pak Ustadz tentang energi, saya masih bingung cara membedakan antara satu kekuatan (energi, tenaga dalam, kekuatan metafisik, dll) yang datang dari jin/setan dan melalui ilmu pengetahuan. Mungkin saat Nabi masih hidup, jika beliau melakukan hal-hal diluar akal seperti dapat menghitung pintu masjid di madinah, menyembuhkan mata sahabatnya Ali bin Abi Talib dst itu pasti bukan dari jin atau setan. Karena Nabi terpelihara dari hal yang demikian. Tapi apakah ada jaminan Allah bahwa tidak ada orang yang mampu melakukan hal-hal diluar akal selain Nabi dengan sengaja? (bukan mukzijat yang diberikan oleh para wali Allahyangdatangnya hanya sewaktu-waktu).

Dari salah satu media cetak yang saya baca pernah diberitakan bahwa di India (CMIIW) pernah ada kompetisi yoga dengan parameter meringankan tubuh. Pemenangnya adalah orang yang mampu melayangkan tubuhnya sejauh 30 cm dari tanah dalam kondisi bersila. Dengan demikian apakah dapat kita katakan bahwa orang itu menggunakan kekuatan jin/setan?

Dalam acara "Reply''s" banyak orang-orang yang mampu tampil unik seperti mampu bertahan berjam-jam di bawah suhu minus sekian derajat, berjalan di antara tumpukan kotak yang hanya dijembatani sehelai kertas A4, memecahkan benda keras, menghidupkan alat-alat elektronik semacam lampu bohlam, bergelut/bercanda dengan binatang buas dst. Dan ketika diwawancarai apa kunci keberhasilan mereka, jawaban yang diberikan hampir sama semua: Memaksimalkan potensi diri. Salah satunya denganmemanfaatkan hawa panas dalam tubuh dan mengayakannya menjadi kekuatan yang mampu memecahkan benda keras, adaptasi suhu tubuh, meringankan massa tubuh, membentuk energi listrik, bahkan meningkatkan sel pada organ tubuh lain seperti sel otak utk peningkatan konsentrasi, mata shg bisa lihat benda jauh dst.

Dengan latihan meningkatkan kepekaan, teman saya mampu mengaktifkan sel pituitary di otak sehingga dia bisa melihat "sesuatu" yang tidak bisa dilihat dengan kasat mata.

Sebagian dari semua keanehan itu ada yang sudah terbukti dengan ilmu pengetahuan seperti adanya kamera yang dapat melihat aura dst dan sebagiannya masih jadi Pekerjaan Rumah para ilmuwan.

Berkaca dari hal ini, dapatkan kita mengatakan bahwa semua keanehan yang bersifat diluar akal itu berasal dari jin/setan?

Wassalamu ''alaikum Wr Wb.

A. Fadholi

jawaban

Assalamu ''alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Allah SWT memberikan anugerah kepada manusia dan jin. Manusia diberi tubuh yang sempurna, termasuk otak yang bisa digunakan untuk berpikir dan menganalisa. Otak ini nantinya bisa diasah untuk bisa menangkap ilham, berupa ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan yang menjadi ciri khas manusia semakin hari semakin berkembang, bahkan sampai melewati apa yang dahulu belum pernah ditemukan. Seperti ditemukannya listrik, mesin uap, kapal terbang, komputer dan seterusnya.

Sedangkan jin atau syetan tidak diberi pisik yang baik, juga tanpa kemampuan inteligensia seperti manusia dalam berteknologi. Mereka tidak pernah mengembangkan teknologi. Namun di sisi lain, Allah memberi mereka kemampuan ghaib, kalau dilihat dari sudut pandang manusia. Sehingga mereka bisa menghilang, tidak terkena hukum gravitasi, bisa menembus tembok, bahkan bisa masuk ke tubuh dan otak manusia. Mereka juga bisa melakukan sihir yang sebenarnya diharamkan Allah SWT.

Selain jin dan manusia, sebenarnya ada malaikat. Namun tidak kita bicarakan, karena malaikat tidak diberi kebebasan dalam bertindak. Sehingga tidak harus mempertanggung-jawabkan semua tindakannya. ''Kekuatan'' malaikat tidak bisa dipakai oleh manusia dan jin. Sebab malaikat adalah pelaksana semua perintah Allah SWT.

Hal ini berbeda dengan jin dan manusia, di mana mereka diberi kebebasan tapi harus mempertanggung-jawabkannya. Sekaligus diberi ''kekuatan'' masing-masing. Manusia dengan kekuatan ilmu pengetahuan dan teknologinya, sedangkan jin atau syetan dengan kekuatan ghaibnya.

Iptek dan ilmu ghaibjin syetan adalah dua hal yang sangat berbeda. Iptek itu berangkat dari ilham yang Allah SWT berikat kepada manusia, sehingga manusia bisa menciptakan banyak teknologi. Sedangkan sihir syetan, meski pada dasarnya dari Allah SWT juga, namun dalam kerangka yang dimurkai-Nya. Maksudnya Allah SWT hanya mengulur waktu saja, padahal Dia murka bila sihir itu digunakan.

Ilmu pengetahuan adalah sesuatu yang terukur dan bisa dijelaskan secara ilmiyah. Mengacu kepada prinsip dasar yang ada dalam ilmu fisika, kimia, biologi, elektrotika dan sejenisnya. Begitu ditemukan formulanya, bisa diproduksi secara massal. Misalnya, energi listrik yang katanya ditemukan oleh Edison. Atau pesawat terbang yang konon ditemukan oleh Wright bersaudara.

Diperbatasan antara iptek dan ilmu ghaib, memang ada wilayah yang oleh sebagian orang dianggap abu-abu. Sebab dari satu sisi kelihatanya seperti iptek, tetapi begitu dibedah lebih dalam, ternyata hanya ilmu ghaib belaka. Dan hal yang sama bisa juga terjadi sebaliknya, kelihatannya seperti ilmu ghaib namun ternyata hanya iptek saja.

Kita bisa ambil contoh teknik olah pisik para pendekar kungfu (wushu) misalnya. Dengan latihan pisik tertentu, tubuh mereka bisa kuat sehinggadigebuk pakai besi seolah tidak mempan. Kadang latihan keras itu bisa membuat mereka mampu melakukan push-up ribuan kali, atau bisa menahan nafas bermenit-menit.

Semua itu kelihatannya ilmu ghaib, tetapi kalau kita telusuri, ternyata memang masih masuk akal dan bisa dilatih.

Namun ada lagi yang lainnya. Meski kelihatannya iptek, tetapi tidak bisa dibuktikan. Misalnya ada jenis ilmu bela diri tertentu sehingga seseorang tidak mempan dibakar, tidak mempan dibacok, atau bisa meringankan tubuh sehingga bisa terbang di udara, atau bisa makan beling dan pecahan kaca tanpa luka.

Kalau sudah sampai titik ini, kita kesulitan untuk menjelaskan secara fisika, kimia atau biologi. Sampai hari ini belum ada teknologi yang bisa menjelaskan alasan ilmiyah semua kemampuan ala debus itu.

Berarti kita patut mencurigainya sebagai sesuatu yang tidak bisa diterangkan secara iptek dan sains modern. Dan dalam batas itu, pilihan kita tidak ada lagi selain semua itu bagian dari ilmu ghaib.

Wali dan Karamahnya

Sebenarnya masih ada satu celah lagi yang masih mungkin dijadikan alternatif alasan. Yaitu karamah para wali yang terkadang memang termasuk hal yang ghaib.

Adanya karamah dari wali memang tidak bisa dipungkiri sebagai bagian dari kejadian ghaib namun hukumnya dibenarkan secara aqidah. Maksudnya, karamah dari seorang wali itu memang ada.

Namun karamah ini sangat berbeda dengan sihir dan kekuatan ghaib dari jin. Yang paling mendasar adalah bahwa sang wali tidak pernah merasa dirinya wali, kecuali dia adalah orang yang menjalankan seluruh syariah Islam 100% dalam diri dan keluarganya. Dan kejadian aneh yang dialaminya sama sekali di luar kemampuan dan kesengajaan dirinya.

Misalnya, ketika para shahabat nabi SAW bisa berjalan di atas air sungai Dajlah yang luas membentang dan deras arusnya, tidak ada satu pun yang sebelumnya punya kemampuan itu. Dan tidak ada satu pun yang mampu mengulanginya lagi. Tidak ada tombol yang bisa dipencet untuk mengaktifkan kekuatan ghaibnya. Semua itu terjadi begitu saja, sebagai pertolongan Allah SWT kepada si wali yang memang hamba yang shalih.

Sedangkan kekuatan ghaib versi jin, syetan dan dukun merupakan menu dan fasiltas yang bisa digunakan kapan saja, untuk keperluan apa saja. Terutama untuk hal yang jahat dan maksiat di hadapan Allah. Dan bisa dimiliki oleh siapa pun termasuk para penjahat, ahli maksiat, budak syetan dan juga para dukun.

Mendapatkannya cukup dengan membelinya saja. Uangnya bukan dollar atau rupiah, tetapi iman di dada. Jin dan syetan akan meminta hal yang paling berharga, yaitu seseorang menjadi syirik, kafir, maksiat atau bahkan durhaka. Tujuannya akhirnya hanya satu, yaitu bagaimana caranya agar klien mereka bisa menemani mereka di neraka.

Tentu saja semua itu harus dikemas sedemikian rupa sehingga menarik, tidak mencurigakan dan nampak aman. Padahal di balik semua itu, ada masalah syirik, kufur dan durhaka kepada Allah SWT. Semua berlangsung begitu saja tanpa disadari oleh sang klien.

Kesimpulan:

Memang tidak mudah untuk membuat alat ukur yang bisa membedakan keduanya, karena jin dan syetan memang telah mengemasnya dengan rapi dan serius. Ditanggung pasti sulit untuk dibedakan.

Namun bukan berarti mustahil sama sekali. Misalnya, kita bisa lakukan test dengan logika sains modern. Bila sebuah ''keajaiban'' bisa dijelaskan secara sains, lalu bisa diterapkan dan di produksi massal, maka hal itu benar-benar ilmiyah dan bukan kekuatan ghaib.

Maksudnya, kalau yoga meringankan tubuh itu diklaim sebagai bukan hal ghaib tetapi fenomena teknologi, bisakah dikembangkan agar tidak ada lagi pesawat terbang yang jatuh? Dengan asumsibahwa semua pilot dan kru pesawat itu mampu meringankan diri dan menahan beban pesawat. Bisakah dimanfaatkan untuk para pekerja baguan pencakar langit, atau pengganti katrol dan seterusnya?

Kalau jawabnya tidak bisa, maka karakternya sebagai fenomena teknologi tidak terpenuhi. Sebab mesin uap primitif versi Jamet Watt itu kemudian bisa dikembangkan menjadi lokomotif, mobil danpembangkit listrik.

Wallahu a''lam bishshawab, wassalamu ''alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc





2/24/2008

Memagari Rumah Dengan Ilmu Ghoib

Assalamu'alaikum. Wr. Wb.

Pak Ustadz, ane pernah dengar kalo ada rumah yang 'dipageri', jika ada orang yang mencuri di rumah tersebut, pencuri akan jalan keliling rumah tersebut, sampai yang punya rumah tahu lalu membebaskannya dan memberikan ongkos untuk mereka pulang. Apakah ini kerja jin juga, dan bolehkan kita 'mempagari' rumah kita seperti itu?

Atas penjelasannya ane ucapkan terima kasih.

Wass,Gathmir



Jawaban

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Cerita memagari rumah itu memang banyak kita dengar. Bukan dipagari dengan tembok atau pagar besi, melainkan dipagari dengan sesuatu yang bersifat ghaib.

Dan kalau sudah bicara tentang hal-hal yang ghaib, kita mengenal dan mengakui keberadaan dua jenis kekuatan ghaib. Pertama, kekuatan ghaib yang dibenarkan syariah. Dan kedua, kekuatan ghaib yang diharamkan syariah.

1. Kekuatan Ghaib yang Benar

Kekuatan ghaib yang dibenarkan syariah punya ciri khas untuk mengenalinya. Yaitu dengan tidak pernah dimiliki sepenuhnya oleh seorang manusia, kecuali para nabi, khususnya nabi Sulaiman alaihissalam. Sebab hanya beliau saja yang diberikan kelebihan untuk menguasai para jin dan jenis makhluq ghaib lainnya.

Dan untuk Sulaiman angin yang sangat kencang tiupannya yang berhembus dengan perintahnya ke negeri yang kami telah memberkatinya. Dan adalah Kami Maha Mengetahui segala sesuatu. Dan Kami telah tundukkan segolongan syaitan-syaitan yang menyelam untuknya dan mengerjakan pekerjaan selain daripada itu, dan adalah Kami memelihara mereka itu. (QS. Al-Anbiya: 81-82)

Adapun para nabi lainnya, meski mereka diberikan fasilitas mukjizat dari Allah SWT, tetapi sifatnya bukan sebuah keterampilan yang dimiliki. Melainkan merupakan bentuk pertolongan Allah SWT yang hanya terjadi bila Allah SWT menghendakinya.

Maksudnya, para nabi alaihimussalam itu tidak punya remote control yang kapan pun diinginkan, bisa mendatangkan mukjizat. Tidak ada tongkat ajaib yang bisa dipakai kapan saja.

Ketika tongkat nabi Musa as. itu berubah jadi ular besar, tidak ada tombol yang bisa dipencet untuk menampilkan mukjizat itu. Yang terjadi hanyalah Allah SWT menurunkan wahyu dan memerintahkan kepada Nabi Musa as. untuk melemparkan tongkat itu, lalu atas perintah dan izin Allah SWT, tongkat itu tiba-tiba menjadi ular.

Maka Musa menjatuhkan tongkat-nya, lalu seketika itu juga tongkat itu menjadi ular yang sebenarnya. (QS Al-A'rah: 107)

Seandainya suatu ketika Nabi Musa as. iseng-iseng melemparkan tongkatnya, sekedar untuk melakukan demo atas mukjizat yang dimilikinya, pastilah tongkat itu tetap tidak berubah. Ini yang kami maksud bahwa ciri mukjizat itu bukanlah sesuatu yang dikuasai atau dimiliki, juga tdak dipelajari secara khusus.

Dan hal yang sama juga berlaku buat orang-orang beriman yang terkadang Allah SWT membantunya dengan karamah khusus. Kita mengakui adanya karamah yang Allah SWT berikan kepada hamba-hamba-Nya yang dicintai-Nya. Namun hamba-hamba itu tidak pernah merasa memiliki keajaiban dan sesuatu yang melanggar hukum fisika.

2. Kekuatan Ghaib yang Haram

Sedangkan kekuatan ghaib yang haram, dimiliki oleh syetan atau jin. Dan dalam rangka memperbanyak jumlah pengikutnya untuk masuk neraka, terkadang kekuatan ghaib itu 'dipinjamkan' kepada para penyihir dari kalangan manusia.

Tentu saja bentuk penyihir itu tidak selalu seperti yang ada di film-film, yang pakai jubah hitam, pegang tongkat dan selalu menyebut simsalabim atau alakazam atau abrakadabra.

Penyiihir itu bisa saja berkostum seorang pak haji, dengan sarung, kopiah, tasbih dan komat-kamit seolah membaca doa dalam bahasa arab. Padahal yang terjadi justru dia sedang meminta pertolongan kepada jin atau syetan. Orang seperti ini pada hakikatnya penyihir, meski kostumnya seperti kiyai. Sebab dia telah meminta bantuan jin dan makhluq ghaib, yang sejak wafatnya Nabi Sulaiman as telah diharamkan.

Inilah yang telah terjadi, bila penyihir itu berkostum umumnya penyihir, maka banyak orang-orang muslim yang antipati sebelumnya. Akan tetapi iblis itu bukan makhluq bodoh, dia punya 1001 akal busuk untuk melakukan tipu daya.

Maka dirancanglah sebuah rekayasa licik, di mana pelaku sihir itu adalah orang yang dianggap tokoh agama dengan segala atributnya. Sehingga banyak umat Islam yang terpedaya dan menganggap praktek memagari rumah seperti itu seolah dibenarkan dalam agama. Padahal hakikatnya adalah memagari rumah dengan penjagaan jin. Dan praktek ini sesungguhnya bagian dari syirik yang dilarang dalam syariah.

Wallahu a'lam bishshawab wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh Ahmad Sarwat, Lc.




Susah Meninggalnya Orang "berilmu"

Assalammu'alaikum wr. wb.

Ustadz, dari beberapa informasi serta peristiwa yang saya alami, orang-orang yang memiliki "ilmu" (mempelajari ilmu sesat atauilmu kebatinan, dll) katanya ketika menjelang ajal susah untuk meninggal.

Bahkan, banyak orang yang percaya untuk membuat orang itu meninggal harus melaksanakan ritual-ritual tertentu. Pertanyaan saya,

1. Apakah hal seperti itu benar?

2. Apakah kita tergolong orang yang musyrik jika percaya hal seperti itu?

Poh
Jawaban
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Dari segi penggunaan istilahnya saja sudah salah, masak orang yang menggunakan kekuatan sihir dan menjadi budak syetan dibilang sebagai 'orang berilmu'? Ini sebuah penghinaan kepada ilmu.

Seharusnya kita sebagai muslim tidak lagi menggunakan istilah salah kaprah itu. Kita pun harus menghindari pemakaian isitlah lainnya yang menyesatkan dan terkesan dihaluskan, seperti istilah paranormal, orang tua, orang pinter, spritualis, rohaniawan dan seterusnya.

Kita sebut saja mereka adalah penyihir, dukun, budak setan, dan sebutan lain yang lebih pantas. Karena pada hakikatnya memang mereka budak setan, bekerja dengan kekuatan setan, dan yang pasti mereka telah disumpah untuk masuk neraka. Imbalannya, setan beri mereka kekuatan untuk bisa jalan di atas air, bisa terbang, bisa menghilang, menembus tembok dan akrobat-akrobat lainnya.

Terus kenapa orang berkuatan ghaib seperti itu katanya pada susah mati?

Jawabnya karena setan ingin memastikan bahwa mereka mati dalam keadaan su'ul khatimah. Syetan tidak pernah rela kalau para kadernya yang telah digarap selama ini punya kesempatan taubat, lalu matinya husnul khatimah.

Setan tidak pernah merasa sudi, tidak ikhlas, tidak rela dan apa pun akan dilakukannya untuk memastikan korbannya itu masuk neraka jahannam selama-lamanya. Bukan setan namanya kalau tidak nekat seperti itu.

Maka dibuatkanlah sebuah tipuan, menjelang ajalnya si kader itu, setan akan datang mengganggu dengan berbagai penyakit aneh. Ada-ada saja ulah setan untuk membuatnya menderita terakhir kalinya. Kita menyebutnya 'susah mati'. Padahal itu adalah trik licik dan jahat dari setan, menyiksa orang yang sudah dekat ajalnya.

Lalu lewat para dukun yang bekerja sebagai agen pemasaran jamaah setan, disyaratkanlah harus ada 'ritual' pelepasan kekuatan ghaib. Kalau tidak, maka yang bersangkutan akan menderita. Padahal memang sudah menderita, dan sebenarnya akan dibuat lebih menderita selama-lamanya.

Jadi semua itu hanya tipuan mentah ulah setan. Seolah-olah harus ada upacara 'ritual' untuk pelepasan ilmu sakti. Tentunya ritual itu, lagi-lagi, sebuah bentuk amal yang menyekutukan Allah serta mendatangkan murka-Nya.

Misalnya lewat persembahan (baca: berkurban) kepada setan, atau dengan ritual darah yang najis, atau setidaknya dengan beragam bentuk kemaksiatan yang ujung-ujungnya hanya membuat semakin jauh dari ridha Allah SWT.

Sayangnya, banyak orang tidak mengerti apa maksud ritual pelepasan ilmu ghaib itu. Sehingga alih-alih menyelamatkan calon jezanah, yang terjadi malah jenazah itu langsung masuk neraka dengan terjun bebas, tanpa lewat proses lagi. Naudzubillah tsumma naudzubillah.

Upaya Apa Yang Boleh Dilakukan?

Lalu kalau tidak boleh melakukan ritual pelepasan kekuatan ghaib, apa yang bisa dilakukan?

Yang bisa dilakukan adalah bertaubat kepada Allah SWT, memperbaiki iman dan memperkuat syahadat tauhid. Itu saja dan selesai. Karena orang yang bertaubat kepada Allah SWT akan diampuni dosanya.

Tapi yang seringkali terjadi, bukannya bertaubat tapi malah melakukan ritual dusta yang diberi judul "pelepasan kekuatan ghaib." Akibatnya malah akan celaka.

Bagaimana dengan gangguan dari setan itu?

Lakukanlah seperti yang umumnya kita lakukan, yaitu dengan meruqyah orang yang diganggu setan. Namun orangtersebut harus juga bertaubat, mengucapkan lagi syahadat, membaca lafadz ayat Quran yang diajarkan oleh Rasulullah SAW untuk ruqyah syar'iyah. Dibantu oleh keluarganya dan orang-orang terdekatnya.

Tentu kalau masih ada pihak-pihak yang pernah disakiti, orang itu atau keluarganya harus minta maaf. Sebab itu pun salah satu kesempatan yang Allah SWT berikan untuk minta maaf di dunia ini, agar jangan sampai dosa kepada orang lain itu terbawa mati, bisa tambah berabe nanti.

Terutama dosa kepada orang tua, wabil khusus kepada ibunya. Siapa tahu ibunya masih tidak rela.

Tapi terus terang memang, akan menjadi sulit bila yang bersangkutan masih belum beres aqidahnya, masih punya jiwa menghamba kepada setan dan masih saja mengakui kebesaran setan.

Seandainya yang bersangkutan sudah dibenahi cara pandangnya terhadap setan dan kekuatan ghaibnya, bertawakkal sepenuhnya hanya kepada Allah dan ada penolakan tegas dari dirinya atas segala pengaruh setan, maka ruqyah yang dilakukan akan lebih mudah.

Sebab pada hakikatnya setan itu lebih mudah menghinggapi orang yang jiwanya labil, ragu-ragu, gampang takut, mudah cemas, rendah diri dan perah menghamba kepada setan.

Setan Takut Pada Karisma Seorang Mukmin

Ingatlah sosok Khalifah Umar bin Al-Khattab radhiyallahu 'anhu, beliau adalah sosok tegar dan sekaligus tegas dalam aqidah. Sosok pribadi beliau yang punya karakter itu menciutkan nyali para jin dan setan.

Bahkan tanpa harus membaca ayat ruqyah sepotong pun, setan pun sudah kabur begitu mendengar langkah kakinya. Urusan aqidah, beliau memang amat tegas.

Sebagai contoh, pernah ada sebatang pohon yang semakin sering didatangi orang karena punya nilai historis Baiat Ridwan, lalu tanpa ba bu, langsung ditebangnya. Secuilpun Umar tidak pernah menyisakan lahan buat setan mempermainkan perasaan orang. Sebelum pohon itu dijadikan tempat pemujaan, tebang saja duluan, habis perkara. Tentu saja setan-setan gondok setengah mati. Pupuslah harapan mereka bisa menyesatkan manusia, selama masih ada Umar.

Contoh lainnya adalah perkara mencium Hajar Asswad.Kalau para shahabat nabi yang lain, mencium Hajar Aswad tidak pakai sambutan. Beda dengan Umar, sebelum mencium batu dari surga itu, Umar pakai acara sambutan segala. Diantarnya beliau bilang, "Wahai batu, kalau bukan karena Aku melihat Rasulullah SAW menciummu, maka pasti Aku tidak akan melakukan." Sebab Umar tidak mau sebuah batu dijadikan tuhan seperti di masa lalu.

Diriwayatkan bahwa jin penunggu sungai Nildi Mesirtakut kepada sosok Umar. Konon tiap tahun sungai Nil itu minta persembahan gadis untuk dijadikan korban. Kalau tidak diberikan, maka sungai itu akan meluap banjir, atau ada saja musibah yang terjadi. Begitu Umar mendengar kisah itu, beliau menulis surat kepada jin penunggu sungai Nil. Maka sejak hari itu sampai sekarang, tidak pernah ada lagi korban.

Jadi setan itu akan takut kalau kita tegas, tegar dan kuat, di atas jalan hak. Tapi setan akan makin berani kalau kita ciut, minder, takut, gentar dan plin-plan. Dan seorang yang pernah minta bantuan kepada setan lewat 'ilmu ghaib', sudah pasti tidak akan dilepas begitu saja.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc




12/11/2007

Apakah Makhluk Halus Dapat Membantu Menjaga Rumah atau Gudang?


Assalammu'alaikum wr. wb.

Pak Ustadz, saya mau tanya apakah ada mahluk ghaib yang dapat membatu kita menjaga rumah atau gudang? Perlu Pak Ustadz ketahui, gudang milik keluarga saya yang sedang dibangun sering kecurian, dalam 1 bulan sudah 4 kali kecurian.

Dan ada saran dari kenalan dekat yang mengatakan, agar meminta bantuan pada orang yang dapat menyimpan mahluk ghaib untuk menjaganya, dengan cara menanamkan sesuatu di setiap sudut gudang (jika ada orang yang berniat jahat mahluk ghaib tersebut akan menampakan dirinya).

Yang ingin saya tanyakan, apakah hal tersebut diperbolehkan dalam agama Islam? Kalau tidak boleh, apakah ada cara lain yang lebih baik selain itu? Demikian Pak Ustadz pertanyaan dari saya, terima kasih.

Wassalammu'alaikum wr. wb.
Sulistiono

Jawaban
Wa'alaikumsalaam wr wb

Saudara Sulis, dalam Islam untuk menjaga gudang atau rumah ada dua jenis yaitu penjagaan yang sifatnya manusiawi, atau yang bisa terlihat seperti adanya Satpam sehingga tidak ada pencurian yang dapat dilakukan oleh manusia.

Adapun untuk menjaga gudang atau rumah dari pencurian yang dilakukan oleh manusia, yaitu dijaga dengan menggunakn makhluk halus, maka itu termasuk dalam tema kerjasama antara manusia dan jin. Kerjasama antara manusia dan jin sangat dilarang oleh Allah SWT, karena hanya akan menambah dosa dan kesesatan.

Seperti yang disebutkan dalam surat Al-Jinn ayat 6: Dan bahwasannya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan.

Jadi, untuk menjaga kehilangan yang disebabkan oleh manusia harus dilakukan usaha penjagaan oleh manusia juga. Tidak boleh dilakukan dengan menggunakan jin, karena selain tidak diizinkan, juga akan berefek pada diri kita di kemudian hari. Seperti yang pernah terjadi pada zaman Abu Hurairah, Setan itulah yang justru mencuri harta di gudang yang digunakan untuk menyimpan harta zakat.

Jika kita menggunakan jin untuk menjaga gudang atau rumah, maka setan atau jin tersebut biasanya akan meminta sesuatu pada kita, dan itu harus dipenuhi, agar mereka mau menjaga harta kita. Dan biasanya akan mengarahkan kita pada perbuatan yang syirik.

Penjagaan yang sifatnya ghaib dalam Islam juga ada ajarannya, biasanya ajaran ini untuk menghalangi setan atau jin yang ingin mencuri. Kalau pencurinya makhluk halus, maka Satpam yang menjaga tidak dapat menghalangi. Kecuali jin itu menampakan diri seperti di zaman Abu Hurairah, dan jin itu bisa ditangkap olehnya. Oleh karena itu, ada penjagaan-penjagaan yang sifatnya ghaib, untuk menangkal hal-hal seperti itu.

Karena sifatnya ghaib, seperti yang disebutkan oleh Rasulallah saw adalah menutup pintu atau menutup apa saja dengan Basmallah. Nabi saw pernah bersabda bahwa tempat yang ditutup dengan Bismillah, maka tidak akan bisa dibuka oleh setan. Untuk itu, tutuplah gudang atau rumah anda dengan Bismillah, maka dapat menjaga dari usaha pencurian yang dilakukan oleh jin atau setan.

Saya sarankan juga, bahwa sesungguhnya yang dapat membersihkan harta kita adalah zakat. Artinya, hal ini bisa dijadikan pelajaran, siapa tahu kita lupa untuk menzakatkan harta kita, sebab sesungguhnya ada hak orang lain pada harta kita, Jadi, lakukanlah zakat. Semoga Allah SWT melindungi keluarga anda.

Wassalamu'alaikum wr. wb.

Dapatkah Manusia Bepergian Secara Rohaniah ke Seluruh Penjuru Dunia?

Assalaamu'alaikum wr. wb.

Saya punya abang yang ikut pengajian,di pengajian mereka di didik dan dibimbing hingga mampu sampai tahap dapat bepergian secara rohaniah baik ke berbagai penjuru dunia, bahkan dia mengatakan telah sholat di Baitul Makmur di langit ke 7. Hal ini sangat mengganggu keimanan saya. Apakah Rasulullah pernah mengajarkan hal-hal seperti itu ke pada para sahabat? Walaupun memang di beberapa kondisi dia benar, yaitu ketika abang saya disuruh memantau keadaan mertuanya yang berada di Banyuwangi, semuanya benar, tetapi apakah hal ini ada dalam Islam?

Wassalaam,
Ahmad

Jawaban

Wa'alaikumsalaam

Saudara Ahmad, anda harus memberikan nasihat dan masukan melalui diskusi yang baik kepada kakak anda. Karena orang-orang yang seperti kakak anda ini, dia sedang tenggelam dalam satu lingkungan yang menyihir dirinya, artinya ia seperti orang yang tidak sadarkan diri, maka anda harus menjelaskan dengan baik. Sehingga pelan-pelan dan do'a anda juga, mudah-mudahan Allah bisa menarik kembali apa yang dia yakini ke anda selama ini.

Masalah belajar ilmu tertentu dan kemudian bisa bepergian ke seluruh penjuru dunia secara rohaniah, tidak pernah diajarkan oleh Rasulallah saw dan tidak terdapat dalam Al-Qur'an, ilmu ini tidak juga dimiliki oleh para sahabat. Padahal mereka orang yang sangat memerlukan ilmu ini, kalau memang ilmu ini benar. Hari ini kita diberikan oleh Allah SWT kemudahan dengan transportasi yaitu pesawat yang sangat cepat. Sedangkan dahulu, para sahabat untuk berdakwah hanya menggunakan onta, naik kuda, bahkan Rasulallah jalan kaki, padahal dalam misi yang sangat mulia yaitu mencari pendukung Islam dan menyebarkan Islam.

Bepergian secara rohaniah bila diteliti lebih jauh hanya diajarkan oleh para dukun, walaupun sebagian orang tertipu dengan ritual-ritual yang dilakukan untuk mencapai ilmu tersebut, karena untuk mencapai ilmu tersebut ada dzikir dan wiridnya, atau ada rajah-rajah bertuliskan bahasa Arab dan lain-lain. Saya mempunyai pengalaman, seperti ketika saya menjumpai salah satu Kyai yang sudah bertaubat, di mana ia pernah mengalamalkan ilmu tersebut, dan ternyata ia mendapatkan pengalaman pahit, ketika ia ingin pergi ke Mekah dalam waktu yang singkat. Ternyata, bukannya pergi ke Mekah tapi ia disesatkan di salah satu tempat yang sepi dan gelap di malam hari.

Salah seorang Ustadz di Majalah Ghaib bercerita, ada seseorang yang datang kepadanya dan mengatakan bahwa ia biasa sholat di Masjidil Haram, kemudian Ustadz itu menjawab, hal itu tidak mungkin terjadi. Kalaupun itu terjadi, hanya merupakan permainan setan. Sehingga Ustadz tersebut menyarankan satu hal kepada orang itu, yaitu bila nanti sampai ke Masjidil Haram dalam waktu singkat tolong kumandangkan azan, begitu azan ternyata orang tersebut mendapatkan dirinya di atas pohon. Karena dalam hadis Rasulallah saw bahwa setan itu lari terbirit-birit ketika mendengarkan azan. Artinya, ini adalah permainan setan yang mengelabui mata kita, seakan-akan kita sedang berada di Mekah atau di tempat lainnya, padahal sesungguhnya kita tidak pergi ke mana-mana.

Adapun kebenaran kakak anda dalam menebak kondisi mertuanya yang berada di Banyuwangi, itu adalah kerjaan jin. Jadi, itu bukan bukti bahwa ia benar, dan juga bukan bukti bahwa ilmu yang dia punya adalah ilmu yang diridhoi Allah. Karena sesungguhnya sangat mudah bagi jin untuk mendapatkan informasi tentang keadaan orang yang berada Banyuwangi, kemudian disampaikan ke kakak anda untuk membuat fitnah, dan ternyata setan berhasil yaitu kakak anda semakin yakin bahwa ilmu yang ia pelajari adalah benar dan bermanfaat untuk orang lain dari jarak jauh. Dari sini dapat dilihat bahwa ilmu itu tidak benar, karena sesungguhnya ilmu terawang atau ilmu mengetahui jarak jauh merupakan ilmu bantuan setan.

Ini merupakan kesesatan yang nyata, namun sekali lagi berikanlah nasihat-nasihat yang baik pada kakak anda dengan mengungkapkan bukti-bukti tersebut. Mudah-mudahan kakak anda dapat terbuka pikiran dan hatinya. Belajarlah ilmu yang benar, yaitu ilmua yang diajarkan Rasulallah yang akan membawa kedamaian. Ajaklah kakak anda untuk berpikir pada dunia yang lebih nyata, karena orang-orang seperti itu sedang sakit jiwa dan hatinya, maka obatilah dengan cara yang baik, mudah-mudahan saudara Ahmad mendapat bantuan dari Allah untuk membawa kakak anda ke jalan yang benar.

Wassalaam,
Ustad Budi Ashari

Apakah Makhluk Halus Dapat Membantu Menjaga Rumah atau Gudang?


Assalammu'alaikum wr. wb.

Pak Ustadz, saya mau tanya apakah ada mahluk ghaib yang dapat membatu kita menjaga rumah atau gudang? Perlu Pak Ustadz ketahui, gudang milik keluarga saya yang sedang dibangun sering kecurian, dalam 1 bulan sudah 4 kali kecurian.

Dan ada saran dari kenalan dekat yang mengatakan, agar meminta bantuan pada orang yang dapat menyimpan mahluk ghaib untuk menjaganya, dengan cara menanamkan sesuatu di setiap sudut gudang (jika ada orang yang berniat jahat mahluk ghaib tersebut akan menampakan dirinya).

Yang ingin saya tanyakan, apakah hal tersebut diperbolehkan dalam agama Islam? Kalau tidak boleh, apakah ada cara lain yang lebih baik selain itu? Demikian Pak Ustadz pertanyaan dari saya, terima kasih.

Wassalammu'alaikum wr. wb.
Sulistiono

Jawaban
Wa'alaikumsalaam wr wb

Saudara Sulis, dalam Islam untuk menjaga gudang atau rumah ada dua jenis yaitu penjagaan yang sifatnya manusiawi, atau yang bisa terlihat seperti adanya Satpam sehingga tidak ada pencurian yang dapat dilakukan oleh manusia.

Adapun untuk menjaga gudang atau rumah dari pencurian yang dilakukan oleh manusia, yaitu dijaga dengan menggunakn makhluk halus, maka itu termasuk dalam tema kerjasama antara manusia dan jin. Kerjasama antara manusia dan jin sangat dilarang oleh Allah SWT, karena hanya akan menambah dosa dan kesesatan.

Seperti yang disebutkan dalam surat Al-Jinn ayat 6: Dan bahwasannya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan.

Jadi, untuk menjaga kehilangan yang disebabkan oleh manusia harus dilakukan usaha penjagaan oleh manusia juga. Tidak boleh dilakukan dengan menggunakan jin, karena selain tidak diizinkan, juga akan berefek pada diri kita di kemudian hari. Seperti yang pernah terjadi pada zaman Abu Hurairah, Setan itulah yang justru mencuri harta di gudang yang digunakan untuk menyimpan harta zakat.

Jika kita menggunakan jin untuk menjaga gudang atau rumah, maka setan atau jin tersebut biasanya akan meminta sesuatu pada kita, dan itu harus dipenuhi, agar mereka mau menjaga harta kita. Dan biasanya akan mengarahkan kita pada perbuatan yang syirik.

Penjagaan yang sifatnya ghaib dalam Islam juga ada ajarannya, biasanya ajaran ini untuk menghalangi setan atau jin yang ingin mencuri. Kalau pencurinya makhluk halus, maka Satpam yang menjaga tidak dapat menghalangi. Kecuali jin itu menampakan diri seperti di zaman Abu Hurairah, dan jin itu bisa ditangkap olehnya. Oleh karena itu, ada penjagaan-penjagaan yang sifatnya ghaib, untuk menangkal hal-hal seperti itu.

Karena sifatnya ghaib, seperti yang disebutkan oleh Rasulallah saw adalah menutup pintu atau menutup apa saja dengan Basmallah. Nabi saw pernah bersabda bahwa tempat yang ditutup dengan Bismillah, maka tidak akan bisa dibuka oleh setan. Untuk itu, tutuplah gudang atau rumah anda dengan Bismillah, maka dapat menjaga dari usaha pencurian yang dilakukan oleh jin atau setan.

Saya sarankan juga, bahwa sesungguhnya yang dapat membersihkan harta kita adalah zakat. Artinya, hal ini bisa dijadikan pelajaran, siapa tahu kita lupa untuk menzakatkan harta kita, sebab sesungguhnya ada hak orang lain pada harta kita, Jadi, lakukanlah zakat. Semoga Allah SWT melindungi keluarga anda.

Wassalamu'alaikum wr. wb.

Anak Saya Sering Menangis dan Menjerit Tengah Malam


Assalaamu'alaikum Wr. Wb.

Pak Ustadz, anak saya sekarang berusia 20 bulan. Satu minggu ini saya dibuat prihatin, karena hampir setiap tengah malam anak saya tiba-tiba terbangun dari tidur dan menangis serta menjerit-jerit tanpa sebab yang jelas, sampai tetangga ikut bangun.

Menurut pengamatan kami, anak saya memang dari kecil (sebelum bisa bicara) dia sering menunjuk-nunjuk tembok seakan dia bicara pada seseorang. Bahkan ketika malam kami sedang nyenyak tidur, kami kaget karena anak saya tiba-tiba sudah berada di tepi ranjang tempat tidur kami yang lumayan tinggi, seakan sedang bicara pada seseorang.

Keanehan itu sudah kami sadari sejak lama, tapi karena belum menimbulkan efek yang berarti dan kami berikhtiar sendiri sekuat tenaga kami dengan do'a-do'a, kami merasa hal itu masih wajar. Tapi untuk seminggu terakhir ini,kami betul-betul sudah tidak mampu menghadapinya sendiri.

Yang saya tanyakan, betulkah anak saya melihat/diganggu jin? Langkah apa/minimalnya amalan apa yang harus kami lakukan untuk mengusir jin tersebut kalau memang jin tersebut ada dalam rumah kami? Kebetulan samping kanan-kiri rumah kami memang masih kosong, tapi mengapa yang diganggu hanya anak saya, padahal anak seusia anak saya banyak di tempat saya tinggal? Anak saya juga sering panas, malah bulan Juli kemarin sampai kejang-kejang dan harus dirawat di rumah sakit. Atas jawaban yang Bapak sampaikan kami ucapkan terima kasih.

Wassalaamu'alaikum Wr. Wb.
Tiwi

Jawaban

Wa'alaikumsalaam wr. wb.

Ibu Tiwi, saya ikut prihatin atas yang menimpa anak ibu. Mudah-mudahan menjadi penambah pahala bagi anda sekeluarga, tapi anda tetap mengupayakan kesembuhan untuk anak anda, karena anak adalah amanah dari Allah SWT sekaligus aset masa depan.

Mengenai anak anda yang sering menjerit-jerit tengah malam, bisa disimpulkan bahwa ada kejanggalan yang terjadi pada anak anda, sebab seperti yang anda katakan sebelum bisa bicarapun, anak anda suka menunjuk-nunjuk kearah tembok dan berbicara sendiri, seperti berbicara dengan seseorang. Jadi ini sangat mungkin merupakan gangguan jin. Hanya masalahnya, jin itu mungkin saja ada di dalam tubuh anak anda atau ada di rumah anda, bahkan bisa jadi ada pada keduanya.

Sebagai penguat, bahwa ternyata di kiri dan kanan rumah anda masih banyak tanah atau rumah kosong, dan sering kita sebutkan bahwa jin menyukai tempat-tempat yang kosong, jadi sangat mungkin anak anda mendapatkan gangguan jin. Selain itu, bisa jadi sumbernya dari anak anda sendiri, biasanya kalau jin itu masuk ke dalam tubuh anak yang masih kecil, selain jin itu masuk ke dalam tubuh anak anda, mungkin juga ada ilmu yang diturunkan dari kakek atau neneknya. Oleh karena itu, anda harus melakukan ruqyah terhadap anak dan rumah anda, bacakan doa-doa perlindungan. Sedangkan untuk rumah anda bacakan surat Al-Baqaraah untuk penjagaan, mudah-mudahan setelah dilakukan ruqyah pada anak dan rumah anda, gangguan-gangguan itu akan tidak ada lagi.

Kenapa hanya anak anda yang diganggu? Mungkin ini kebaikan dari Allah SWT, dengan menguji kesabaran anda, untuk mendapatkan pahala yang lebih dari Allah SWT. Karena sesungguhnya Rasulallah bersabda, sesungguhnya Allah SWT jika mencintai satu kaum maka Allah akan mengujinya.

Gangguan jin bisa terjadi pada anak-anak, karena penjagaan orangtua yang kurang terhadap anaknya. Sesungguhnya anak kecil itu tergantung orangtuanya, karena anak-anak belum mempunyai tanggungjawab sendiri. Seperti yang dicontohkan Rasullah saw ketika mendoakan kedua orang cucunya Hasan dan Husain, ini menunjukan orangtualah yang bertanggungjawab menjaga anak-anaknya. Bisa jadi penjagaan itu kurang, maka dengan mudah anak kecil diganggu jin. Demikian jawaban saya, semoga anak anda cepat sembuh.

Anak Saya Punya Teman Ghaib


Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Pak Ustadz, anak saya menurut beberapa orang yang punya kelebihan untuk melihat mahluk ghaib, mempunyai teman main berupa mahluk halus. Bahkan ada yang bilang kalau temannya itu menempel di kepalanya, dan menyebabkan transfer perintah dari otak yang merupakan pusat syaraf terganggu. Perlu ustadz ketahui sampai saat ini, anak saya belum lancar berbicara dan sulit sekali untuk diberitahu, bahkan cenderung hiperaktif. Apakah temannya itu yang menyebabkan hal tersebut? Bisakah hal tersebut terjadi dan jika benar apakah yang harus saya lakukan? Terima kasih atas jawabannya.
Wassalam
Meita

Jawaban

Wa'alaikumsalaam wr. wb.

Saudari Meita, mudah-mudahan masalah yang menimpa anak anda, bukan merupakan gangguan ghaib, tapi merupakan ciri anak yang cerdas atau merupakan kenakalan yang biasa. Sekarang tinggal bagaimana kita mengarahkan dan mendidiknya.

Saran saya, jangan terpengaruh dengan ucapan-ucapan orang yang tidak mempunyai landasan syariat. Kalau hanya berdasarkan pengamat saja, sebaiknya jangan dimasukan ke dalam hati. Tapi, anda perlu waspada dan hati-hati, amati saja. Kalau memang ada yang janggal pada diri anak anda, misalnya suka bicara sendiri, tertawa sendiri dan asik bermain dengan sesuatu yang tidak terlihat.

Seorang anak kecil mungkin saja diganggu atau memiliki teman main dari dunia ghaib, seperti yang sering kami jumpai di lapangan. Itu akan berdampak negatif pada anak tersebut. Dampaknya bermacam-macam, seperti yang dialami oleh anak anda yaitu susah bicara, cenderung menyendiri atau ketakutan bermain dengan teman-temannya, memiliki kemampuan meramal dan melihat, bahkan hiperaktif. Mudah-mudahan ini bukan merupakan faktor dari jin.
Tidak ada salahnya anda mencoba melakukan ruqyah pada anak anda, kalau penyebabnya karena gangguan jin, mudah-mudahan dengan ruqyah dapat segera hilang dan anak anda dapat kembali normal, bisa bicara dengan lancar dan menjadi anak yang sholeh.

Demikian jawaban dari saya, semoga anak anda selalu dilindungi oleh Allah SWT.
Wassalaam,
Budi Ashari, Lc.

Apakah Benar Ada Jin Muslim dan Jin Kafir?


Assalamualaikum wr wb.

Ada beberapa pertanyaan yang ingin saya ajukan.
Apakah benar ada jin muslim dan jin kafir? Apakah orang Islam dibolehkan berteman atau memiliki jin Islam?

Pak Ustadz, paman saya dulu pernah menuntut ilmu kebatinan atau ilmu kejawen, sekarang katanya sudah dibuang. Tapi sampai saat ini beliau masih sering mengalami mimpi ghaib dan mengalami kejadian aneh, apakah ini merupakan pekerjaan jin?

Ada yang mengatakan kejadian ghaib dan mimpi ghaib yang dialami oleh orang-orang yang mengaku dukun adalah merupakan mimpi dari syetan, sedangkan bila kejadian itu dialami oleh orang yang rajin beribadah seperti sholat, membaca al-Quraan dan sebagainya itu merupakan rahmat dari Allah? Apakah hukumnya jika memakai jimat untuk dijadikan sebagai obat?
Demikianlah pertanyaan dari saya.

Wassalam,
Herwin

Jawaban
Wa'alaikumsalaam wr wb

Saudara Herwin, menjawab pernyataan-pernyataan yang berhubungan dengan hal-hal yang ghaib itu harus berdasarkan dalil yang benar. Oleh karena itu, seperti pertanyaan yang anda ajukan tentang masalah jin harus dijawab dengan dalil, jadi tidak bisa berdasarkan informasi dari dunia jin sendiri. Sebab sesungguhnya tidak ada yang bisa menjamin kalau mereka (jin ) tidak berdusta.

Apakah jin ada yang muslim atau kafir? Di dalam Al-qur'an surat al-Jiin ayat 11 disebutkan, "Dan sesungguhnya di antara kami ada orang-orang yang saleh dan di antara kami ada (pula) yang tidak demikian halnya. Adalah kami menempuh jalan yang berbeda-beda."

Sedangkan pada ayat 14,15 dan 16 disebutkan, "Dan sesungguhnya di antara kami ada yang taat dan ada (pula) yang menyimpang dari kebenaran, Barang siapa yang taat, maka mereka itu benar-benar telah memilih jalan yang lurus. Adapun yang menyimpang dari kebenaran, maka mereka menjadi kayu api bagi neraka jahanam. Dan bahwasannya jikalau mereka tetap berada dijaln yang lurus (agama Islam), benar-benar kami akan memberi minum kepada mereka air yang segar (rezeki yang banyak )."

Sesungguhnya mereka sama dengan manusia, yaitu sama-sama makhluk dan tugasnya sama yakni beribadah. Dan di antara mereka ada yang mau beribadah serta ada yang tidak, ada yang mempunyai aliran yang sesat dan ada yang tidak dan sebagainya. Jadi sama dengan manusia.

Mengenai berteman dengan jin, Allah SWT telah menyatakan dalam surat Al-Jinn ayat 6 disebutkan, "Dan bahwasannya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan." Di ayat ini, disebutkan kalimat jin secara umum, artinya jin muslim atau tidak muslim, jin baik atau tidak baik. Maka kita dilarang untuk bekerjasama, tidak boleh berteman,karena dunia manusia dengan jin berbeda. Dunia jin tidak bisa kita ketahui, Rasulallah saw menyebut bahwa syetan adalah pendusta besar.

Adapun masalah ilmu kebatin yang pernah dipelajari, yang pertama harus dilakukan adalah bertaubat dengan setulus hati, dan meninggalkan ilmu-ilmu yang tidak dibenarkan dalam Islam. Kalau paman anda masih merasakan gangguan atau mimpi yang buruk, bisa jadi merupakan sisa-sisa dari ilmu yang pernah beliau pelajari atau jin-jin yang pernah diajak kerjasama.

Patokan mimpi dalam Islam, kalau mimpi itu baik datangnya dari Allah SWT, sedangkan mimpi yang buruk datangnya dari syetan. Sinyal-sinyal yang diberi oleh jin biasanya diberikan melalui mimpi-mimpi para dukun, sehingga mereka menjadikan mimpi sebagai landasan untuk mengobati atau mengatasi permasalahan pasiennya. Mimpi baik sekalipun di dalam Islam tidak dapat dijadikan landasan syariat, karena sesungguhnya mimpi kita yang baik harus diukur secara kajian dalil al-Qur'an dan as-Sunah, walaupun mimpi itu dialami oleh orang yang ahli ibadah, tapi mimpi itu mengajarkan satu amalan syirik, maka tetap saja hal tersebut tidak diizinkan untuk dilakukan.

Demikian jawaban saya, semoga anda sekeluarga dilindungi oleh Allah SWT.
Wassalaamu'alaikum wr. wb.
Ustadz Budi Ashari

Anak Saya Diikuti Jin?


Assalaamu'alaikum wr. wb.

Saya pernah membawa anak kami berobat ke akupuntur cina untuk mengobati kakinya. Namun, beliau mengatakan kaki anak saya itu tidak apa-apa, kemudian beliau berpesan agar anak ini dijaga dengan baik, karena dia mempunyai kelebihan dan ada yang mengikutinya. Beliau bertanya kepada saya, apakah saya keturunan bangsawan? Hal ini terkait dengan jin yang mengikutinya. Apakah benar anak saya ada jin (leluhur) yang mengikutinya, sebab anak saya bisa tahu sebelum diajarkan.

Wassalaamu'alaikum,

Ridwan
Jawaban

Wa'alaikumsalaam wr. wb.

Bapak Ridwan, pengobatan akupuntur sudah diakui oleh medis artinya sudah bisa diterjemahkan secara ilmiah. Dengan demikian, kalau hal tersebut sudah bisa dikaji secara ilmiah, maka ini masuk dalam katagori pengobatan medis yang diizinkan dalam syariat Islam.
Tetapi, berobatlah akupuntur yang murni akupuntur, tidak disertai dengan ramal meramal, mendeteksi, bisa menerawang seperti yang dilakukan oleh si akupuntur yang anda datangi. Karena bila akupuntur disertai dengan ilmu terawang atau mantra, hal itu biasanya dapat dilakukan oleh para dukun. Anak anda diikuti oleh suatu makhluk atau tidak, hal itu tidak penting. Sebab yang terpenting melakukan penjagaan oleh diri kita sendiri melalui sholat, dzikir dan berdoa, seperti yang diajarkan oleh Rasulallah saw yaitu penjagaan yang pasti kuat adalah penjagaan yang langsung dari Allah SWT.

Di Indonesia, kalimat bangsawan sering disalahartikan dengan pasti mempunyai ilmu-ilmu yang aneh. Dan hal seperti itu biasanya dimanfatkan oleh jin untuk menimbulkan fitnah, di mana jin tersebut mengirim kekuatan yang aneh kepada orang-orang yang masih keturunan bangsawan. Ini akan membuat fitnah bagi si bangsawan dan keluarganya atau masyarakat di sekelilingnya, serta menganggap itu adalah yang benar, padahal itu ilmu dari jin dan harus dihilangkan.

Kalau anak anda masih mengalami sakit di kaki, anda bisa menggunakan pengobatan ala medis yang lain seperti pergi ke dokter, pengobatan herba atau anda bisa melakukan pengobatan ruqyah, sebab siapa tahu memang ada jin yang mengikuti anaknya. Jika memang ada gangguan jin, Isyaallah bisa hilang dengan ruqyah. Demikian jawaban dari saya, semoga anak anda dapat segera sembuh.

Wassalaamu'alaikum wr. wb.
Ustadz Budi Ashari

Ada Jin di dalam Tubuh yang Mirip dengan Saya

Assalamu'alikum wr. wb.

Ustadz, beberapa waktu yang lalu saya ingin melihat ruqyah secara langsung, karena siapa tahu di dalam diri saya terdapat gangguan jin. Saya penasaran terhadap diri saya yang terkadang suka berubah-ubah, kadang-kadang saya bersikap dewasa dan tidak dewasa, terkadang saya merasa dekat dengan Allah dan terkadang jauh dari Allah, terkadang saya bersikap penyabar dan terkadang saya sangat egois, saya seperti mempuyai dua kepribadian yang bertolak belakang.



Saat di ruqiyah ternyata di dalam diri saya terdapat gangguan jin, apalagi namanya sama degan saya dan dia menjadi sisi yang bertolak belakang, entah dia yang senasib atau dia yang mengalami apa yang saya alami seperti ketika saya mempunyai masalah di keluarga dan di sekolah.

Mula-mula dia tidak mau keluar karena tidak ingin pisah dengan saya, tapi setelah sholat zuhur dan berzikir, seakan-akan saya dapat berbicara denganya dan dia keluar dengan sendirinya. Saya masih tidak mengerti apa yang saya alami, pak Ustadz tolong jelaskan masalah saya ini.
Wassalamu'alaikum,wr. wb.

Citra
Jawaban

Wa'alaikumsalaam wr. wb.

Saudari Citra, dalam beribadah kepada Allah harus dalam keadaan bersih, termasuk di dalam tubuh kita pun harus bersih, artinya tidak ada gangguan setan dalam diri kita. Kalau ada jin di dalam tubuh kita, maka jin itu harus keluar. Karena keberadaan jin di dalam tubuh merupakan kezaliman untuk si jin, dan menzolimi diri kita, yang akan berdampak pada rasa sakit atau timbul masalah dalam diri kita. seperti yang anda alami. Misalnya mempunyai kepribadian ganda yang bertolak, ini menjadikan siksaan bagi diri anda, karena terkadang anda menjadi baik dan terkadang menjadi buruk.

Untuk itu, jin tersebut harus dikeluarkan, apapun alasan jin itu. Sebab jin bisa jadi memiliki berbagai macam alasan. Kalau ada kasus jin yang mengaku sebagai diri anda atau mempunyai nama yang sama dengan anda, biasanya mempunyai beberapa kemungkinan. Pertama, bisa jadi jin itu hanya pura-pura saja, untuk mengelabui manusia bahkan pengruqyah sendiri juga bisa dikelabui. Padahal, sesungguhnya jin masuk dan dia tahu bahwa itu adalah dirinya sendiri, karena jin mempunyai kepribadian sendiri, jadi tidak mungkin ia adalah Citra.

Kedua, memang ada jenis jin bodoh. Ia mungkin sudah masuk ke dalam tubuh manusia sejak kecil, yang salah satu penyebabnya karena faktor keturunan atau mungkin waktu kecil anda berada di satu rumah yang banyak gangguannya, sehingga ada jin yang masuk dan dibiarkan sampai anda dewasa. Akhirnya jin yang bodoh ini merasa dia sudah bersatu dengan anda, maka ketika anda diruqyah jin itu mengaku bernama Citra.

Tapi apapun alasannya, jin tersebut harus dikeluarkan dari tubuh anda, karena akan mengganggu diri anda. Kalau jin itu sudah keluar, saya sarankan anda perlu mengecek kembali apakah benar jin tersebut sudah keluar melalui ruqyah, yang tidak hanya dilakukan sekali. Ini untuk memastikan sudah tidak ada lagi reaksi, sebab jangan-jangan dia membohongi anda dengan pura-pura keluar.

Nenek Sering Kesurupan Jin Qarin?

tanya :

Ustadz, nenek saya sering kesurupan. Setelah ibu saya meninggal, jin yang merasuki nenek mengaku sebagai jin qarin ibu. Gaya bicaranya seperti ibu, dan ia seakan tahu persis tentang diri saya. Kabar terakhir, nenek sudah tidak suka kesurupan lagi. Apakah jin yang suka merasuki nenek termasuk jin pengganggu? Apa yang harus kita lakukan saat beerdialog dengan orang yang kesurupan jin? Bolehkah kita mempercayai jin qarin? Terima kasih atas jawabannya.
Muh. Umar, Tangerang Banten.

Jawab :

Bismillah wal Hamdulillah, kami ikut prihatin atas kondisi yang telah menimpa nenek anda. Dan kami juga bersyukur bila nenek anda sekarang tidak sering kesurupan lagi, semoga saja kondisi itu berlangsungterus sampai nanti. Begitu juga kita semua, semoga Allah SWT senantiasa melindungi kita semua dari gangguan syetan yang terkutuk.

Dengan ilmu dan kemampuan yang terbatas, kita tidak bisa memastikan bahwa jin yang merasuki seseorang, adalh jin qarin seseorang atau bukan, jin muslim atau kafir, jin baghdad atau jakarta. Karena kita tidak bisa melihat jati diri dan hakikat wujud asli mereka seperti yang difirmankan Allah SWT dalam surat Al-A’raf 27.

Bisa saja jin yang merasuki seseorang itu mengaku bahwa dia qarin dari si Fulan atau Fulanah. Ia diutus oleh seseorang atau masuk atas inisiatif senditi, atau karena kezhalimannya terhadap manusia yang kerasukan. Bisa saja mereka mengatakan sesuatu dan berbohong, dia ingin menyebar fitnah antar sesama manusia, agar terjadi saling curiga-mencurigai antar sesama mereka. Atau dia mau mengadu domba antar sesama kita, waspadalah.

Termasuk kasus kesurupan yang menimpa nenek anda. Melalui mulut nenek, jin tersebut mengaku bahjwa dia adalah qarin dari ibu anda yang sudah meninggal, atau mengaku sebagai roh seseorang yang sudah meninggal. Padahal sebenarnya dia bukan jin qarin ibu anda tetapi jin lain yang mengaku sebagai qarin ibu dimasa hidupnya.

Kami juga beberapa kali pernah mengalami hal itu sewaktu melakukan terapi ruqyah. Ada jin yang mengaku sebagai qarin seseorang, dan ada juga roh dari nenek moyang yang kesurupan tersebut. Tapi setelah beradu argumentasi dan terus menerus dibacakan ayat-ayat ruqyah akhirnya ia mengaku bahwa ia adalah jin yang zhalim yang merasuki si pasien. Ada yang mengaku masuk sendiri saat pasien lengah, ada juga yang mengaku dikirim seseorang, dalam hal ini jangan gampang pecaya.

Saat menghadapi oranbg yang kesurupan, oleh qarin atau jin yang lain, kita harus tetap memohon kesembuhan kepada Allah SWT. Seperti dengan berdoa memohon memohon perlindungan dan penjagaan Allah SWT. Termasuk dengan melakukan terapi ruqyah, baik secara mandiri (meruqyah diri sendiri), atau dengan meminta bantuan orang lain yang kita percaya bahwa sosoknya adalah pribadi yang shalih dan mengerti akan terapi ruqyah secara syar’iyyah.

Allah SWT telah mewanti-wanti kita dengan firman-Nya, “Dan jika syetan mengganggumu dengan suatu gangguan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar Lagi Maha Mengetahui.” (QS. Fushshilat: 36). Di ayat yang lain, “Dan katakanlah, “Ya Tuhanku aku berlindung kepada engkau dari bisikan-bisikan syetan. Dan aku berlindung (pula) kepada Engkau ya Tuhanku, dari kedatangan mereka kepadaku." (QS. AIMukminun: 97-98).

Sedangkan Rasulullah SAW berpesan kepada kita saat menghadapi gangguan syetan, termasuk kesurupan. Adapun isi pesan beliau adalah, "Janganlah kalian mencaci maki syetan, tapi berlindunglah kalian kepada Allah dari kejahatannya." (HR. ad-Dailami dan dishahihkan al-Albani).

Kalau jin tersebut mengaku sebagai qarin Ibu Anda, janganlah mudah percaya atau terkecoh. Walaupun ia suka menasehati Anda dengan hal-hal yang baik, sebagaimana saat Ibu masih hidup, suaranya mirip dengan suara Ibu. Semua itu bisa saja dilakukan syetan untuk mengelabuni kita. Agar mereka tidak diusir dari tubuh orang tersebut, karena dengan pengakuan seperti itu memberikan kesan bahwa ia adalah bagian dari kita. Tidak usah diusir, bahkan kalau bisa dipelihara saja.

Apapun jenis jin itu, ia mengaku sebagai seorang muslim atau bukan, sebagai qarin seseorang atau bukan. Ketika ia hadir dan merasuki tubuh seseorang, berarti ia telah melakukan kezhaliman atau gangguan. Dan kezhaliman harus dimusnahkan atau dilawan. Jin itu harus segera diusir dengan memohon perlindungan dan kesembuhan kepada Allah SWT , seperti dengan melakukan terapi ruqyah syar'iyyah.

Dan berhati-hatilah, bila suatu saat Anda melakukan terapi ruqyah, lalu jin yang merasuk mau berbicara atau mengeluarkan pernyataan-pernyataan. Atau ia mengajak dialog dengan Anda melalui mulut orang yang kesurupan. Waspadalah,

jangan sampai menjadi obyek fitnah jin tersebut. Tidak semua yang dikatakan jin itu benar. Selidikilah terlebih dahulu, atau acuhkan saja, jika Anda khawatir akan kebohongan dari apa yang diucapkannya. Timbanglah dengan timbangan syari'at Islam, sebagaimana yang telah dilakukan oleh para shahabat saat Rasulullah SAW masih hidup.

Lihatlah apa yang dilakukan oleh Abu Hurairah, ketika ia diberitahu oleh jin yang telah mencuri harta zakat yang berada dalam pengawasannya, bahwa ayat Kursi kalau dibaca bisa melindungi pembacanya dari gangguan syetan. Di pagi harinya Abu Hurairah bercerita ke Rasulullah SAW. Lalu Rasulullah SAW bersabda, "Kali ini ia benar, padahal ia adalah pendusta." (HR. Bukhari).

Begitu juga, apabila jin tersebut memberikan nasihat-nasihat kebaikan. Jangan mudah kepincut (jatuh hati), lalu timbul keyakinan bahwa jin itu adalah jin baik. Kalau memang ia adalah jin yang baik, ia tidak akan merasuki seseorang. Karena ia takut dosa atas kezhaliman yang dilakukannya.

Seandainya isi nasihatnya itu benar, kita tidak boleh melaksanakan kebenaran itu karena itu perintah jin. Sebab tidak ada kebenaran dan kebaikan dalam agama, kecuali telah disampaikan dan diajarkan oleh Rasulullah SAW. Cukuplah bagi kita, apa yang telah disampaikan Allah SWT, melalui al-Qur'an, atau yang diajarkan Rasulullah SAW melalui sunnahnya.

Misalnya, ia berpesan agar kita rajin puasa Senin-Kamis dan shalat malam. Kalau kemudian kita melaksanakannya karena itu perintah jin, atau bila tidak kita laksanakan, lalu muncul kekhawatiran bahwa jin itu akan marah dan menyerang kita, berarti ibadah kita bukan karena Allah SWT, tapi karena jin. Dengan demikian kita telah menyekutukan Allah SWT, na'udzubillahi min dzalik.

Jadi kalau jin yang merasuk itu mau diajak dialog, gunakanlah kesempatan itu untuk mendakwahinya, ajaklah ia masuk Islam kalau ia masih kafir. Atau ajaklah ia bertaubat kalau ia mengaku muslim. Dan jangan mudah percaya akan pernyataan atau statement yang dikatakannya. Wallahu A'lam.

Mungkinkah Penyakit Dipindah ke Binatang?

Tanya :
Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Saya seorang muslimah yang menderita suatu penyakit yang ± 4 tahun saya rasakan dan belum kunjung sembuh. Saya sudah berobat ke dokter, tapi belum terlihat hasilnya, pernah juga berobat ke pengobatan lain dengan cara yang tidak syar'i, dengan menggunakan keris dan sebagainya, karena kasihan dengan orang tua. Yang terakhir kalinya orang tua mengajak berobat ke pengobatan dengan bantuan dzikir dan diberikan sebotol air putih yang di dalamnya ada selembar kain putih bertuliskan ayat al-Qur'an untuk diminum dan minyak yang berisi sama dengan di air, untuk dioleskan ke yang sakit. Jika penyakitnya berat bisa di pindahkan ke kambing sedang biaya untuk beli kambing sebesar 6 jutaan.

Pengobatan ini tidak dihijab/dipisah antara laki-laki dengan perempuan, jadi campur, bahkan berdesak-desakan. Pertanyaan saya adalah :

1. Apakah pengobatan alternatif pertama termasuk pengobatan yang menyebabkan saya syirik?
2. Apakah pengobatan alternatif kedua yang telah saya uraikan ada atau dibenarkan secara syar'i? Bagaimana dengan media kambing itu?
3. Lalu efek bagi diri saya setelah menjalani kedua pengobatan alternatif itu bagaimana? Apakah ada jin yang masuk pada tubuh saya?
Mohon jawaban ustadz karena saya sangat bimbang, mohon do'a dan penjelasannya serta solusi dari ustadz.
Anik, Lampung

Jawab :

Wa'alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh

Saudari Anik dan seluruh pembaca Majalah Ghoib yang setia, marilah kita saling mendoakan di antara kita semua, yang pasti setiap kita memiliki problem yang berbeda-beda. Ada yang diuji dengan sakit, kemiskinan, usaha gagal, belum punya anak, belum punya pasangan hidup, pengangguran dan sebagainya. Kami dari kantor redaksi turut mendoakan untuk semua pembaca yang setia, semoga Allah segera mengangkat semua problem yang kita hadapi, amien.
Sebelum menjawab pertanyaan, kiranya saudari Anik sudi memaafkan karena tidak semua isi suratnya dicantumkan di sini karena terlalu panjang. Tetapi, walaupun diringkas saya kira tidak mengganggu maksud yang telah disampaikan. Mengenai pertanyaan pertama, tidak diragukan lagi bahwa pengobatan dengan menggunakan keris/jimat adalah bertentangan dengan aqidah Islam yang benar dan itu termasuk pebuatan syirik karena jelas-jelas meminta bantuan kepada selain Allah. Sedang bagi yang mendatanginya memiliki tingkatan hukum berbeda:

Pertama: Apabila ia datang ke dukun kemudian bertanya atau meminta bantuannya maka termasuk dosa besar karena tidak diterima sholatnya selama 40 malam. Sebagaimana terdapat dalam hadits Rasulullah yang artinya, "Barang siapa mendatangi dukun/peramal (dan yang sejenisnya) dan menanyakan kepadanya tentang sesuatu maka tidak diterima sholatnya selama empat puluh malam." (HR. Muslim).

Kedua: Jika ia mendatangi dukun lalu bertanya atau meminta bantuannya dan membenarkannya maka sangsinya lebih berat lagi, hukumnya sama dengan hukum orang yang mengingkari al-Qur'an. Rasulullah bersabda, "Barang siapa mendatangi dukun/peramal (dan yang sejenisnya) dan membenarkan apa yang ia katakan maka dia telah kufur (ingkar) kepada apa yang diturunkan kepada Muhammad." (HR. Ahmad clan Hakim)

Alhamdulillah saudari telah menyadari dan bertaubat. Ketahuilah bahwa Allah Maha Pengampun dan Penerima taubat. Sebesar apapun dosa manusia bila sebelum meninggalnya telah bertaubat dengan benar insya Allah telah bersih dari dosa-dosanya itu.

Mengenai pengalihan penyakit ke hewan seperti kambing atau yang lainnya, tentu hal ini sangatlah aneh karena dalam kedokteran modern belum kita dengar istilah memindahkan penyakit ke hewan atau ke benda lainnya. Yang kita dengar dalam kedokteran modern adalah pencangkokan organ tubuh. Selanjutnya bahwa jika benar penyakit itu dipindah ke kambing berarti telah melakukan kezholiman terhadap hewan, apa dosanya kambing? Rosulullah telah melarang kita menyiksa binatang atau menjadikannya sebagai sasaran lomba panahan. Diriwayatkan dari Ibnu Umar ia berkata, "Bahwasanya ia melewati beberapa pemuda Quraisy yang mengikat burung hidup-hidup kemudian mereka memanahinya dengan anak panah, mereka memberikan anak panah yang tidak kena burung ke pemilik burung. Ketika mereka melihat Ibnu Umar mereka berhamburan, maka Ibnu Umar berkata: Siapa yang berbuat ini? Allah melaknat orang yang melakukan ini, sesungguhnya Rasulullah melaknat siapa saja yang menjadikan sesuatu yang ada ruhnya menjadi sasaran." (Muttafaqun `alaihi).

Dari hadits tersebut, bisa disimpulkan bahwa menjadikan kambing sebagai sasaran penyakit jelas dilarang bahkan dilaknat, Na'udzubillah.

Pengalaman kami ketika meruqyah, pernah mendapatkan pasien seorang mahasiswa yang terkena gangguan sehingga ia banyak bengong dan aneh, lalu dibawalah ia oleh bapaknya ketempat yang sama seperti yang saudari ceritakan. Ketika pulang ia melakukan pesannya yaitu meminum airnya dan mengoleskan minyaknya ke dahinya. Yang terjadi adalah semakin menjadi-jadi sakitnya sampai-sampai ia buka baju dan celananya sambil berlarian keluar rumah. Ketika diruqyah, terbukti kerasukan bahkan yang mengherankan malah ketambahan dari tempat ia berobat, ini menurut pengakuan jin-jin yang berhasil diajak dialog melalui pasien. Alhamdulillah setelah jinnya keluar semua, ia kembali normal.

Keberhasilan pengobatan dengan cara-cara supranatural janganlah menjadikan kita terkecoh. Jangan juga terkecoh oleh penampilan luar sang ‘ustadz’. Karena sebenarnya disamping ada yang berhasil, banyak sekali yang gagal. Tetapi yang gagal tidak pernah dipublikasikan. Dalam hal ini pernah ada pasien rumah sakit yang terkena kanker di lidahnya dan penyakitnya benar-benar medis kemudian mengikuti pengobatan pengalihan seperti diatas sampai habis belasan juta. Tetapi tetap saja harus dioperasi oleh dokter.

Dari beberapa peristiwa dan pengalaman lapangan ketika meruqyah ada pengakuan dari jin tentang pengalihan penyakit tersebut. Yakni ada dua kelompok jin yang berbagi tugas, satu kelompok masuk ke tubuh binatang yang bertugas menyakiti organ tubuh binatang itu sesuai organ yang diduga sakit pada pasien sehingga ketika disembelih akan ada tanda-tanda penyakitnya. Lalu satu kelompok yang lain masuk ke tubuh pasien yang bertugas untuk menahan syaraf-syaraf rasa sakit yang ada di organ yang sakit sehingga si pasien merasa sakitnya telah sembuh.

Jadi, pengobatan dengan pengalihan ke binatang bukan saja menyakiti binatang tetapi juga menyesatkan. Semoga kita selalu dalam penjagaan Allah. Wallahu A'lam.

Menyibak Rahasia Dzikir Lahir, Adakah?

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Semoga Allah swt senantiasa curahkan rahmat, taufiq dan hidayah-Nya bagi kita semua, terkhusus segenap redaksi Majalah Ghoib ini. Amien.

To the point, sedikit saya ingin bertanya (karena benar-benar belum tahu) perihal kejadian di alam janin pada hari ke 120 tatkala Allah tiupkan ruh-Nya dan mengutus malaikat-Nya dan seterusnya. Yang masih menjadi tanya saya, saya pernah mendapat ijazahan dari seorang guru, bahwa setiap manusia memiliki dzikir lahir.

Artinya kata beliau ini, saat hari ke 120 masa janin itulah jiwa kita telah melafalkan dzikir. Maka barang siapa telah menemukan kembali dan istiqomah melanggengkan dzikir itu, akan cepat memperoleh kemajuan evolusi jiwa, sukses dunia akhirat, katanya. Kalimat dzikir lahir itu berbeda setiap manusia dan rata-rata terdiri dari asmaul husna karena pada hakekatnya jiwa-jiwa itu mengagungkan asma Allah swt. Ratusan murid yang telah dibuka wirid lahirnya memang tak sama bacaannya. Makna bacaan itu ternyata punya kesamaan dengan ciri dan karakter pribadinya, ini kebetulan atau itukah sebagian dari 'ayat-ayat-Nya'?

Pertanyaan penting lainnya, benarkah dzikir lahir itu ada? benarkah ada methode 'menyibak rahasia dzikir lahir' dengan membuka cahaya jiwa melalui urat nadi pergelangan tangan tiap manusia. Adakah ulama', kyai, salafussholeh yang menggunakan metode pembukaan seperti ini? yang katanya cahaya itu berasal dari inti cahaya jiwa sebagaimana temuan yang kami saksikan tersebut diatas. Mohon berita rujukan sejenis soal ini.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.
Syamsul Hadi, SH, Pontianak Kalbar.
Wa’alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh
jawab :

Terima kasih yang sebesar-besarnya kami sampaikan atas doanya yang tulus untuk kita semua disini, semoga anda dan semua saudara/i pembaca setia Majalah Ghoib juga sama-sama tetap dilindungi oleh Allah dari segala macam bentuk kesyirikan yang kita tahu dan yang tidak.

Saudara Syamsul, sebelum kami membeikan tanggapan atas pertanyaan saudara, untuk lebih menguatkan keyakinan kita semua, mari kita kaji hadits Rasulullah saw yang menjelaskan tentang fase-fase kejadian manusia di rahim ibunya. Telah diriwayatkan oleh Abdullah bin Mas'ud bahwa Rasulullah bersabda, "Sesungguhnya kalian dihimpunkan penciptaannya di dalam rahim ibunya empat puluh hari berupa nuthfah (sperma), kemudian menjadi ‘alaqah (gumpalan darah) selama itu juga, kemudian menjadi mudhghoh (gumpalan daging) selama itu juga, kemudian Allah mengutus seorang Malaikat yang meniupkan ruh kepadanya, dan diperintahkan untuk menuliskan empat kata (taqdir): amalnya, rizkinya, ajalnya, sengsara atau bahagia. Demi Allah yang tidak ada tuhan selain Dia, sesungguhnya seseorang diantara kalian beramal dengan amalan ahli surga hingga antara dia dengan surga tinggal sehasta, namun (karena) telah didahului oleh catatannya (taqdir) maka ia melakukan perbuatan ahli neraka, maka dia masuk ke neraka. Dan sesungguhnya seseorang diantara kalian beramal dengan perbuatan ahli neraka hingga antara dia dengan neraka tinggal sehasta, namun (karena) telah didahului catatannya (taqdir) lalu melakukan perbuatan ahli surga, maka dia masuk ke surga." (HR. Bukhori clan Muslim).

Tidak ada diantara umat Islam yang meragukan keshahihan hadits ini sejak zaman dahulu sampai sekarang. Maka kita pun wajib percaya apa yang terkandung dalam hadits ini. Banyak sekali pelajaran yang dapat kita ambil dari hadits diatas, baik yang terkait dengan ilmu aqidah, fiqih dan akhlaq. Oleh karena terbatasnya ruang kami tidak mungkin membahasnya satu persatu, namun kami -akan mebahas yang berkaitan dengan pertanyaan saja.

Pembaca Majalah Ghoib yang dimuliakan Allah, diantara sifat wajib bagi para Rasul adalah tabligh dan amanah. Maksudnya adalah para Rasul itu tidak menyembunyikan apa saja yang telah diterima mereka dari Allah ta'ala, begitu juga Rasulullah Muhammad telah menyampaikan semuanya kepada ummatnya baik wahyu itu berupa ayat-ayat Al-Qur'an atau yang berupa hadits-hadits. Karenanya Allah berfirman tentang telah sempurnanya agama ini, sebagaimana terdapat dalam surat al-Maidah: 3, "Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni'mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu."
Karena kita telah memilih Islam menjadi agama kita, maka kita juga harus menjaga kemurnian syariatnya, artinya tidak ada agama yang benar selain Islam, tidak ada ibadah atau amalan kecuali yang telah diperintahkan di dalam al-Quran dan hadits.

Dengan memiliki landasan yang demikian, berarti menjadi jelas bagi kita bahwa tidak ada ‘dzikir jiwa’ atau ‘dzikir lahir’ yang khusus dimiliki oleh setiap orang dan pemberiannya pada waktu janin berusia 120 hari. Karena dzikir ini masalah syariat (ibadah) dan kita mengenal dalam qoidah ushuliyah bahwa al ashlu fil ‘ibadati at-tahrim (asal dari pada ibadah itu haram kecuali ada dalilnya). Dzikir jenis yang saudara sebutkan tidak pernah ada dalilnya dalam syariat Islam.

Jadi kesimpulannya adalah kita tidak boleh percaya tentang janin yang telah melafalkan dzikir pada waktu ditiupkan ruh kepadanya, karena ini juga bagian kepercayaan kita kepada yang ghoib, maka harus ada dasarnya yang kuat. Jika ada yang mendasarkannya dengan hadits diatas tentu dia telah berdusta kepada Rasulullah karena Rasulullah tidak mengatakan demikian. Jika dalilnya katanya maka hal itu tidak bisa diterima sebagai hujjah (alasan) dalam agama. Apalagi dzikir tersebut dikatakan sebagai kunci rahasia kesuksesan dunia akhirat. Pernyataan seperti ini juga tidak pernah kita dapatkan dari para ulama' salaf atau khalaf sekalipun dan tidak akan kita jumpai dalam kitab-kitab umat Islam yang terpercaya.

Seharusnya kita berhati-hati dan teliti setiap mendapatkan ilmu, karena pegangan kita untuk menentukan ilmu hal itu syar'i atau tidak adalah kitabullah (al-Qur'an) dan sunnah-sunnah Rasulullah. Walaupun dalam pandangan kita yang berbicara adalah orang yang kita hormati sekalipun dan kita memandang baik atas ajaran yang dibawanya, seperti lafazh asmaul husna yang disebutkan saudara Syamsul, akan tetapi tidak ada dalilnya yang jelas, maka harus ditolak.
Yang patut kita cermati juga bahwa dalam melaksanakan agama Islam ini tidak ada istilah membuka cahaya jiwa, baik itu untuk masuk Islam atau pelaksanaan ibadah-ibadah yang ada termasuk berdzikir. Jika ada istilah pembukaan atau yang sejenisnya berarti itu ada unsur lain yang akan dimasukkan kedalam jiwa tersebut setelah di buka, unsur lain itu tidak lain dan tidak bukan adalah jin, sebab jin itu bisa dimasukkan ke dalam jiwa manusia dan bisa memberikan rasa dan perasaan atau bisikan kepada manusia. Dan ini adalah bentuk tipu daya syetan yang sering kita dapati pada orang yang di ruqyah., dimana orang tersebut dahulunya pernah diisi atau di buka dengan tujuan ilmu, hikmah, amalan yang tidak ada tuntunannya dalam syariat Islam. Lebih jelasnya, anda bisa membuka kembali Majalah Ghoib edisi 12. Wallahu'alam.

Wirid Hasbunallah Tiap Hari

Tanya :
Apakah boleh berdzikir setiap hari dengan membaca “hasbunallah wa Ni’ma Wakil?“. Masalahnya saya takut salah wirid. Bagaimana menurut Ustadz?

Jawab :

Bismillah wal Hamdulillah, Allah berfirfan, “Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang.“ (QS.Al-Ahzab : 41-42).
Di ayat lain ,“ laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut nama Allah, maka Allah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.“ (QS.Al-Ahzab: 35). Rasulullah juga bersabda,“Orang-orang yang mufarridun berada di barisan depan. Para sahabat bertanya:’Wahai Rasulullah, siapakah orang yang mufaridun itu? Rasulullah menjawab,’Mereka adalah orang-orang yang banyak berdzikir (mengingat) Allah, baik laki atau perempuan’.(HR.Muslim).

Dalam ayat dan hadist tersebut, kita diperintahkan Allah untuk banyak berdzikir serta Allah akan memberikan keutamaan kepada orang-orang yang banyak berdzikir. Dan kalau kita merujuk kepada sunnah Rasulullah, maka kita akan mendapatkan kalimat-kalimat dzikir yang beliau baca sepanjang hari, dari bangun tidur sampai tidur kembali, dzikir diwaktu pagi atau petang, di waktu siang atau malam.
Termasuk membaca kalimat dzikir ’Hasbunallah wa Ni’mal Wakil’. Kalau anda membaca kalimat itu tiap hari, Islam tidak melarangnya. Hanya saja yang perlu diketahui, bahwa kalimat itu dzikir itu banyak. Kalau kita mengkhususkan kalimat tersebut tiap hari dan meninggalkan lainnya, itu adalah perbuatan yang terlarang. Atau kalimat itu kita jadikan wirid harian dengan bilangan tertentu untuk maksud tertentu yang tidak sejalan dengan syari’at Islam.

Rasulullah di momen-momen tertentu juga membaca kalimat tersebut. Dalam suatu hadist dijelaskan, “kalimat ’Hasbunallah wa Ni’mal Wakil’ dibaca oleh Nabi Ibrahim ketika ia dilemparkan ke bara api yang menyala-nyala. Dan dibaca pula oleh Nabi Muhammad saat orang-orang memberitahunya:“sesungguhnya manusia (orang Quraisy) telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka“. Maka pemberitahuan itu menambah keimanan mereka dan mereka berakata: Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baiknya Pelindung.“ (HR.Bukhari). Wallahu A’lam.