Showing posts with label Kesaksian : Cerita Terapi Ruqyah Para Blogger. Show all posts
Showing posts with label Kesaksian : Cerita Terapi Ruqyah Para Blogger. Show all posts

9/10/2009

Jamaah Surau Kesurupan

Seperti biasa, ba’da shalat shubuh setelah berdoa secara masing-masing, aku memberikan wejangan singkat tentang beberapa pemahaman ayat al Quran. Dilanjutkan dengan mengulang hapalan zikir pagi dan sore Rasulullah yang terhimpun dalam kitab Al Matsurat Hasan al Banna.

Semula aku tidak mengira, kalau ibu-ibu dan bapak-bapak yang terbilang sudah nenek-nenek dan kakek-kakek itu akan mampu menghapal zikir-zikir itu. Mulai dari menghapal ayat-ayat pendek yang dianjurkan sampai doa-doa zikir Rasulullah pagi dan petang itu. Allah SWT melihatkan kebesaran-Nya –meski sudah nenek-nenek dan kakek-kakek– dalam waktu 6 bulan dengan cara diulang setiap subuh akhirnya semua jamaah berhasil menghapalnya.

Suatu kali ketika ketika para jamaah mengulang ayat-ayat pendek dan Almatsurat itu, mendadak ada seorang jamaah perempuan yang kesurupan. Jamaah lain mendadak heboh, dan aku pun mendekatinya. Tubuhnya kejang dan dari mulutnya keluar sumpah serapah. Dengan mata merah dan suara yang berubah menjadi besar ia menunjuk padaku dan memintaku berhenti membimbing jamaah menghapal al Quran dan doa-doa itu.

Ku tak pedulikan apa ucapannya. Dengan memohon perlindungan Allah SWT aku memegang kepalanya dan membacakan kembali ayat-ayat al Quran yang tadi diulang jamaah secara bersama. Kepada jamaah yang lain aku juga meminta untuk ikut membacakan.



Dengan izin Allah SWT melalui mulut wanita yang kesurupan itu jinnya berbicara. Ia mengaku kepanasan dengan bacaan dan zikir yang dibaca berulang-ulang itu. Ia tidak suka dan benci dengan bacaan itu.

Dari dialog yang panjang, akhirnya ia mengaku disuruh oleh seorang dukun di kampung itu. Katanya Dukun itu tidak senang dengan kehadiranku di kampungku sendiri. Ia merasa terganggu, karena disetiap kesempatan yang diberikan oleh Allah SWT –selama aku di kampung– untuk memberikan khutbah jumat dan ceramah, aku selalu mengajak orang untuk meninggalkan praktik perdukunan dan tidak berobat ke dukun. Lebih baik berobat ke mantri di Puskesmas setempat. Nauzubillah!

Kehadiranku di kampung dianggap para dukun sebagai ancaman. Padahal aku tidak pernah bermusuhan dengan mereka. Secara sosial mereka adalah warga kampungku dan terkadang mereka masih dalam lingkup keluarga dan margaku. Akan tetapi memang secara akidah, aku tegas tidak setuju dengan cara mereka yang klenik itu. Karena Allah SWT tegas-tegas melarangnya dan tidak diampuni dosa orang-orang yang menjadi dukun dan berobat ke dukun (Al Quran Surah An Nisaa’ Ayat 116).

Jin adalah pembohong dan aku tidak percaya dengan segala ucapannya. Bisa jadi ia hanya mengadu domba dan memfitnah. Meski ketika itu ia bersumpah dengan nama Allah SWT. Dengan terus berlindung pada Allah SWT atas kejahatan mahkluk yang diciptakan-Nya, aku menyampaikan ajakan kepada jin itu untuk keluar dari tubuh wanita itu.

Karena ia membandel dan tetap bersikeras untuk tetap berada dalam tubuh wanita itu, aku dan jamaah terus membacakan Al Quran. Akhirnya ia pun menyerah. Dan aku mengajaknya untuk masuk Islam secara kaffah, meski sebelumnya ia mengaku sudah Islam tapi tidak pernah melakukan syariat Islam seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW.

Ia yang mengaku bernama Jin Nasir itu kepadanya akupun bertanya, apa ia kenal dengan ulama jin di sekitar tempat ia tinggal. Ia menjawab ia kenal Jin Daud dan Jin Hamid –masha Allah hanya Allah SWT yang tahu– yang tinggal di Surau itu. Keduanya adalah Jin Muslim yang katanya selalu hadir di majelis kami. Kemudian aku minta Jin Nasir memanggilkan Jin Daud untuk berbicara denganku.

Tidak lama Jin Daud datang dan mengucapkan salam dan kami jamaah Surau menjawab salam itu, ia pun memanggilnya dan dengan izin Allah SWT aku meminta jin Daud untuk menggajari Jin Nasir kembali ke jalan Islam yang benar dan meninggalkan membantu dukun atau tukang sihir di kampung itu.

Jin Daud berterimakasih sudah membantu menyadarkan saudara sebangsanya, dan ia juga meminta aku tidak berhenti menyampaikan dakwah di Surau itu. Ia dan kafilahnya telah mengajak kafilah lainnya untuk ikut bersama mendengarkan dakwah dan penghapalan zikir padi dan sore Rasulullah SAW di surau itu. Subhanallah.

Setelah mengucapkan salam, Jin Daud dan Jin Nasir kembali ke alamnya. Sungguh Maha Besar Allah SWT yang telah melihatkan tanda-tanda kebesarannya kepada kami. Setelah kepergiannya perempuan tadi sadar dan kaget melihat ia dikerumuni jamaah.

Setelah itu aku bertanya kepada perempuan itu, apa ia memakai jimat? Ia menjawab, “iya”. Ternyata di pinggangnya terlilit jimat dari kain hitam, yang katanya, dia minta ke dukun untuk penangkal kejahatan. Karena sudah berusia mendekati 40 tahun ia belum juga mendapatkan jodoh.

Setelah itu aku memohon petunjuk Allah SWT dan menjelaskan jimat tidak akan memberikan manfaat apapun kepada kita. Karena jimat bukanlah Tuhan tidak akan memberikan perlindungan maupun jodoh. Dibakar pun jimat itu tidak melawan. Rasulullah SAW pun tidak pernah mengajarkan hal yang seperti itu. Cukup Allah SWt saja jadi pelindung dan tempat meminta (Al Quran Surah Al Baqarah Ayat 255-256).

Kalau ingin sesuatu, kataku, mintalah langsung pada Allah SWT. Sebagai Illah yang kita sembah Allah SWT akan mengabulkan setiap permintaan kita yang kita lakukan dengan sungguh-sungguh diikuti dengan ikhtiar (Al Quran Surah Al Baqarah Ayat 186). Itu janji Allah SWT dan Allah SWT tidak pernah ingkar akan janjinya.

Atas petunjuk Allah SWT, akhirnya perempuan itu menyerahkan jimat itu kepadaku. Dan ternyata jamaah lain ada pula yang memakainya dan ada yang mengaku menyimpan di rumah. Di saat itu juga semuanya dengan ikhlas mengambil pulang dan semua jimat diserahkan kepadaku untuk dimusnahkan. Mereka takut memusnahkan sendiri. Akhirnya jimat-jimat (yang sudah jadi berhala mereka) kami musnahkan di halaman Surau dengan cara membakar dan abunya kami hanyutkan ke air yang mengalir di depan surau itu.

Alhamdulillah, Allah SWT telah memberi petunjuk kepada mereka. Bahwa tidak ada tempat berlindung dari kejahatan makhluk lain kecuali hanya Allah SWT. Bahwa Allah SWT-lah Raja dari keghaiban dan tempat meminta dari apa yang kita butuhkan, karena kita adalah makhluk ciptaan-Nya. Dan kalam Allah SWT tidak ada keraguan kebenarannya menjadi petunjuk bagi orang yang taat pada Allah SWT (Al Baqarah Ayat 2).

Karena matahari sudah mulai menanjak, kami pun pulang ke rumah masing-masing dengan perasaan lega. Semoga Allah SWT selalu menetapkan petunjuk itu di hati kami dan menambahkan perlindungan-Nya dan keimanan kami kepada-Nya. Amin! Wallahu’alam Bi Sawab.

dikutip dari sini



6/25/2009

Aku Adalah Allah, Tuhanmu! (pengakuan Jin sufi)

Marak sekali wirid-wirid bid’ah yang tidak ada dalil dari Hadits dan Al Qur’an sekarang beredar. Bahkan perguruan beladiri yang memakai tenaga dalam dengan merapal wirid-wirid tertentu. Kadang berbahasa Arab, bahkan tak pelak kata Allah sering disangkut pautkan kedalam wirid-wirid mereka. Ini sebuah kisah nyata, seorang anak muda yang "katanya" sudah memiliki ilmu paling tinggi dalam Thariqah.

Pada suatu kali datang di ruqyah massal, niatnya sih baik. Yaitu mau ikut membantu para peruqyah untuk menyembuhkan orang-orang yang sedang terganggu oleh para Jin Jahil. Saat sesi taujih (ceramah/nasehat) semuanya duduk diam mendengarkan seorang ustad yang memberikan taujih tentang dunia para jin. Dan tentang orang-orang yang diganggu jin. "Jangan menganggap orang yang tidak shalat saja yang terganggu oleh Jin. Bahkan orang-orang yang biasanya memakai wirid atau dzikir yang tidak ada tuntunannya dari Rasulullah apalagi niatnya juga salah, mereka malah yang lebih mudah diganggu oleh Jin". Tetapi pemuda tersebut kayaknya tidak ingin mendengarkan taujih yang di sampaikan ustad yang sedang mengisi taujih. Saya diajak berbincang-bincang terus oleh pemuda itu. Mulai dari macam-macam thariqah, ilmu laduni, dan banyak hal. Dia menjelaskan layaknya seorang ustad!

Ketika sudah memasuki sesi terapi ruqyah. Suara seorang ustad menggelegar di microphone "HAI KALIAN JIN-JIN JAHIL YANG SEDANG MENGANGGU MANUSIA, DEMI ALLAH. PERGILAH, SEBELUM KAMI BACAKAN AYAT-AYAT ALLAH YANG AKAN MEMBAKAR KALIAN" Beberapa orang langsung sedikit bereaksi. Macam-macam reaksinya, ada yang ngomel-ngomel, ada yang bernyanyi, dan yang paling "menggelikan" si Ustad thariqah disamping saya ini tangannya langsung gemetar, dan matanya melotot tajam kearah peruqyah. Saya yang ada disampingnya sudah merasa kalau pemuda ini sudah mulai bereaksi, tetapi saya diamkan saja. Menunggu sampai ustad yang meruqyah didepan untuk membacakan ayat-ayat Allah.

Tak pelak ketika sudah dibacakan ayat-ayat Allah, pemuda ini langsung berdiri sambil berteriak "SAMPEYAN NANTANG AKU (KAMU MENANTANG SAYA)". Saya sendiri kaget. Tidak seberapa lama, si Pemuda itu berteriak sambil merapal do’a-do’a Arab. Saya nggak tahu itu do’a apa karena belum pernah mendengarnya. Langsung saja saya dekap pemuda itu, beberapa teman-teman peruqyah juga mendekapnya. Setelah kami telentangkan, kami membacakan ayat ayat Allah. Dan dia juga merapalkan wirid-wiridnya. Tapi anehnya, kalau wirid itu benar dari Rasulullah kenapa dia harus merasakan kepanasan saat kami membacakan ayat-ayat Allah. Saya dan beberapa teman-teman peruqyah mengintensifkan kepada si pemuda itu, dan beberapa peruqyah yang lain memfokuskan kepada peserta yang lain.

Setelah jin yang ada ditubuh si pemuda itu tenang, kami menanyakan siapa dia. Apa alasan dia masuk kedalam tubuh si pemuda itu "Aku Allah, aku yang menguasai langit dan bumi. Dan pemuda ini yang aku pilih karena dia terus memanggilku" ucapnya sambil menatap tajam. "Mana mungkin kamu Allah, lah wong dibacakan ayat-ayat Allah saja kamu kepanasan" ucap salah satu peruqyah. "Aku Allah, Tuhanmu" itu yang hanya terucap oleh si Jin. "Yo wes, terserah kamu. Pokoknya sekarang kamu keluar dari tubuh ini" perintah peruqyah. "Gak, aku nggak gelem metu teko awak’e arek iki (Tidak, aku tidak mau keluar dari tubuh anak ini)". "Kalau kamu nggak keluar, tak bacakan lagi ayat-ayat Allah biar tubuhmu kepanasan dan mati!" perintah si peruqyah lagi.

Akhirnya dibacakan lagi ayat-ayat Allah. Dan jin yang berada dipemuda itu terlihat menggelepar-gelepar. Berteriak-teriak tidak karuan, dan akhirnya si pemuda lemas, pingsan. Tidak seberapa lama si pemuda sadar, dan kami-pun bertanya tentang beberapa hal. Pemuda itu menjelaskan hikmah tentang amalan-amalannya, tentang wirid-wiridnya, bahwa itu semua dari kyai thariqahnya. Setelah kami menjelaskan tentang wirid-wirid yang tidak sesuai dengan Rasulullah, si pemuda ini tetap keukeuh kalau wirid-wiridnya itu bagus. Bahkan masih tetap menceramahi kami, tim peruqyah!

Yah manusia memang seperti itu, ketika dijelaskan tentang kesalahannya mereka tidak akan mau menerima kesalahannya. Kecuali orang-orang yang beriman yang selalu memperbaiki dirinya dengan meminta diingatkan atas kesalahan-kesalahannya.

Kita, Mau milih yang mana? Terserah deh mau milih yang mana, pokoknya siap-siap menerima segala apa yang kita pilih sajalah.

dikuti dari sini

6/29/2008

New Kesaksian : Praktisi REIKI TUMMO


Saya (webmaster) menemukan kesaksian seorang yang belajar Reiki di http://kaskus.us/showthread.php?t=918295 Berikut ini kesaksiannya, selamat menikmati dan mengambil pelajaran dari kisahnya :

Saya menulis thread ini semata-mata hanya untuk memberitahukan saudara-saudara saya muslim sekalian.

Saya menulis thread ini dengan niat karena Alloh dan tidak ada maksud menjelekkan agama/kepercayaan lain. Semata-mata hanya ingin memberikan kesaksian.

Bilamana nanti terjadi perselisihan atas thread saya ini, saya mohon maaf, saya hanyalah manusia biasa, sungguh niat saya semata-mata baik dan ingin berbagi pengalaman.


Saya adalah seorang yang suka tantangan. Banyak hal-hal yang ingin saya kejar selama hidup di dunia yang sebentar ini.

Kehidupan saya akhir-akhir ini berjalan kurang begitu baik, banyak masalah yang datang silih berganti menerpa saya. Saya disibukkan dengan berbagai macam hal, sementara masalah-masalah baru terus muncul.

Di sela-sela masalah saya, saya masih menyempatkan diri untuk mencari hal-hal yang berbau tantangan. Akhir-akhir ini saya merasa tertarik dengan dunia metafisik/supranatural.
Kadang-kadang, sangat banyak hal-hal yang tidak dapat dijelaskan dengan logika yang terjadi dalam hidup saya. Saya terkadang mempunyai firasat yang tajam, atau dapat menebak pikiran lain, ataupun mimpi-mimpi disaat tidur saya yang makin lama makin aneh.

Kadang-kadang seperti ada suara-suara/bisikan yang menyuruh saya untuk terus mendalami
dunia supranatural, entah itu lewat hal-hal tertentu, atau lewat browsing di internet.
Saya banyak bertanya kepada orang-orang yang menurut saya lebih paham. Akhirnya saya menyimpulkan satu hal. Bahwa, hal-hal seperti itu sangatlah tipis batasnya dengan syirik/musyrik.

Entah dengan ilmu saya yang dangkal ini, saya berani memilih-milih mana hal yang baik dan mana hal yang musyrik. Saya bertanya tentang TD perguruan ini, atau tentang hal-hal gaib lainnya.

Sampai suatu hari, saya mendapatkan informasi tentang Rei Ki dari salah satu forum di Internet, saya mendalaminya, mencari informasi. Penasaran, akhirnya sayapun mendatangi tempat klinik mereka. Dengan berbekal pengetahuan di Internet, saya mendebat salah satu praktisi disana. Saya bertanya semua hal tentang Rei Ki, Intinya, dia menjelaskan bahwa Rei Ki tidak menggunakan ilmu amalan jin dan lain sebagainya. Malah katanya reiki dapat mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

Okey saya beranikan diri untuk mencoba, saya di terapi disana (diberi energi).
Apa yang saya rasakan sangatlah fantastis, seluruh badan saya merasakan energi (atau apapun yang dijelasakan oleh dia) . Badan saya bergetar dan merasakan hangat yang menjalar, seperti ada sesuatu yang menjalar ditubuh saya. Bahkan sampai sesudah diterapi pun saya masih merasakan getaran-getaran yang aneh. Praktisinya menjelaskan, itu adalah energi Rei Ki, dan saya katanya termasuk orang yang peka.

Saya pulang dan saya sedikit yakin tentang Rei Ki. ( Karena sudah mengalami sendiri )
Tetapi saya masih tetap penasaran, dan akhirnya saya mencari artikel-artikel di Internet . (Saya sempat membaca artikel karya Perdana Akhmad - Membongkar kesesatan Rei Ki)
Saya juga membeli buku tentang Rei Ki di toko buku.

Saya sangat bingung saat itu, saya memohon petunjuk kepada Alloh dan saya terus menjalankan pencarian kebenaran saya. Saya membaca hadist-hadist tentang jin, musyrik, dan ruqyah. Sampai saat itu saya menetapkan bahwa Rei Ki bukanlah jalan hidup saya ( Rei Ki kurang berdasarkan pada Syariah )

Beberapa hari kemudian, saya sakit demam, badan saya panas. Saya pikir ini hanya sakit biasa dan minum obat saja pasti sembuh. Bukannya sembuh, malah penyakit saya tidak kunjung sembuh. Lima hari saya terbaring lemah ditempat tidur, demam, pusing, gatal-gatal, tidak enak badan. Bahkan saya sudah ke rumah sakit tetapi dokter di rumah sakit hanya memberikan saya obat biasa. Saya banyak berdoa kepada Alloh berharap ini adalah penyakit yang meleburkan dosa.

Hari kelima saya tidak kuat, penyakit saya semakin menjadi. Saya dijemput oleh supir saya dari Jakarta, pendek kata supir saya merasakan ada sesuatu yang aneh dan dia bilang dia mau mencoba mengobati saya. Saya iyakan saja, dan setelah pengobatan sekitar 2 jam, dia bilang ada sesuatu yang ada di pinggang saya yang menyebabkan penyakit tersebut. (Mungkin semacam gangguan jin)

Saya sudah berfirasat seperti itu sebelumnya, saya berpikir penyakit saya sedikit aneh. Saya termasuk orang yang suka berzikir dan meminta perlindungan kepada Alloh.
Saya terus berdoa dan meminta perlindungan sampai akhirnya supir saya menawarkan pengobatan seperti itu ( Yang akhirnya saya sadari itu cara yang salah )

Beberapa hari kemudian keadaan saya berangsur membaik, saya juga sempat di akupuntur sebentar, kata sinshe akupunturnya memang saya sedang ada penyakit.

Entah bagaimana, hari-hari berikutnya, seperti ada yang membisiki saya untuk mengikuti Rei Ki, Alasannya yang tiba-tiba muncul adalah, kalau memang untuk kebaikan, kenapa tidak mempelajarinya? Lagipula Rei Ki kan bisa mendekatkan diri kepada Sang Pencipta (Klaim dari para praktisi)

Saya pun tergerak untuk mencari tahu lagi, dan saya menanyakan kepada Alloh, Berilah saya petunjuk

Pendek kata sayapun mendaftar dan mengikuti sebuah aliran Rei Ki, Saya langsung daftar sampai level 2. Peserta lain berasal dari berbagai macam agama, Banyak juga yang dari Islam.
ari pelatihan Rei Ki pun tiba, pagi harinya saya banyak membaca doa dan zikir perlindungan ( dalam hati saya, toh kalau memang ada unsur jin, pasti mereka tidak berani masuk ke saya )

Pelatihan Rei Ki satu saya jalani, saya dijelaskan segala macam teori yang sebenarnya sudah saya dapatkan semua di Internet. Acara sampai pada proses Attunement. Apakah Attunement itu, mereka bilang ini adalah cara untuk menyelaraskan diri dengan energi alam semesta/energi ilahi ( Dalam hati saya, semua pasti berasal dari Alloh )

Mereka memberikan suatu meditasi khusus, saya ikuti saja sampai selesai. Sensasi yang saya rasakan adalah rasa panas, geli, gemetar yang bercampur jadi satu, mengiliri badan saya dari atas kebawah. Dan sayapun merasa bingung dengan sensasi ini. Mereka bilang saya sudah dapat memberikan energi Rei Ki meskipun dalam skala kecil. Kami melakukan praktek langsung untuk membuktikannya.

Ajaib, dengan melakukan apa yang mereka ajarkan, tangan saya dapat menyalurkan energi. Energi mengalir begitu saja dengan mudahnya. Saya sangat kaget dan semakin saya pasrah, energi mengalir lebih deras di tangan saya.

Mereka selalu mengajari untuk berdoa kepada Tuhan ( mereka bilang secara Universal ) . Setiap memulai dan mengakhiri. Saya pun selalu berdoa kepada Alloh,

Latihan demi latihan, saya dapat mengobati rekan peserta lain ( menyalurkan energi )
Saya merasa menjadi orang yang paling hebat, entah banyak pikiran saya untuk menunjukkan energi ini kepada orang lain, memabantu orang sakit dan lain-lain.
Saya sangat merasa energi ini adalah energi yang dapat membantu orang lain dan timbul dari alam semesta.

Mereka pun memberikan pelatihan bagaimana cara berdoa yang baik, sesuai keprcayaan masing-masing. Cukup baik, saya menghayati doa itu tentunya dengan meniatkan hanya kepada Alloh

Hari pertama berakhir dan saya pun langsung mempraktekannya dirumah. Energi yang begitu besar ada ditangan saya dan saya bisa menggunakannya untuk apapun .
Hal yang aneh adalah, kepala saya merasa berat dan pusing.

Hari kedua besoknya ditunjukkan untuk memberikan teknik khusus kepada saya.
Diawali dengan teori, diakhiri dengan Attunement kedua. Katanya untuk membangkitkan tenaga dalam secara Instant, jujur mungkin ini yang saya kejar selain pengobatan dari Rei Ki ini. Sensasi yang saya rasakan sama seperti sebelumnya, Badan saya merasa gemetar, ngilu, geli seperti ada yang menjalar nikmat di badan saya. Tentunya saya barengi dengan doa-doa penjagaan dan syahadat. Peserta lain bahkan merasakan panas yang dahsyat dan serasa kesemutan.

Saya diberitahu bahwa kini tenaga saya sudah sedemikian besarnya, saya pun merasakan tenaga saya menjadi besar. Energi yang mengalir ditangan saya sangat besar. Mereka meceritakana bahwa energi ini sangatlah baik. Energi ini dapat digunakan untuk mengusir energi negatif/buruk. Bahkan mereka bilang mereka sudah beberapa kali mengusir jin-jin dari tubu peserta sebelumnya. Bahkan mereka bilang saking hebatnya, 300 jin pernah ikut pelatihan Rei Ki ( ??? )

Mereka pun mengajarkan saya simbol-simbol khusus. Simbol-simbol yang mereka bilang adalah simbol yang turun dari langit. Okey, kecurigaan saya timbul.
Simbol-simbol itu harus kita gunakan untuk mendapatkan energi yang sangat besar. Saya mencobanya, benar saja. Saya dapat merasakan energi yang sangat besar ( Seperti bola energi ) turun dari langit. Dan saya dapat menggunakan energi ini untuk apapun. Mengobati pasien dll.

Salah satu simbol bahkan dapat memberikan kita kemapuan untuk mentransfer energi, diprogram sesuai jarak, tempat, dan waktu ( Bisa diprogram ).

Saya mencoba, dan benar saja, dengan mudahnya saya bisa mentransfer energi. Hebat sekali, pikir saya.

Energi yang ditransfer pun kadang tidak masuk akal. Contoh. Kita dapat Mentransfer energi jam 3 sore untuk energi diterima pasien pada jam 9 pagi sebelumnya pada hari yang sama. (??? aneh sekali bukan)
Jadi energinya sampai duluan sebelum saya mentransfer.

Dari pagi saya sudah merasakan sakit kepala/kepala saya berat.
Sayapun mencoba mengobati sakit kepala saya, tetapi tidak hilang. Saya pikir, nanti saja di rumah. Sekarang konsen saja dulu ikut pelatihan.

Simbol-simbol tadi membuat saya curiga, simbol-simbol ini tidak ada di AlQuran/tidak dikenal di Islam, tetapi mengapa dapat memberikan kekuatan yang sangat besar?
Saya mulai merasa tidak yakin dengan Rei Ki ini.
Pelatihan-pelatihan selanjutnya berfungsi untuk membesarkan tenaga, saya mulai merasa badan saya tidak enak, pegal-pegal. Tetapi rekan peserta yang lain tampak mendapatkan energi dengan mudahnya dan tubuh merasa panas. Di akhir latihan mereka mewajibkan untukmelakukan latihan-latihan tersebut selam 21 hari berturut-turut, tanpa terlewat.

Di akhir hari kedua, saya diberikan pelajaran tentang berdoa kepada Tuhan, kali ini lebih dalam, Semua berhubungan dengan Tuhan, semua memuji Tuhan atas karunianya energi Rei Ki ini. Cukup meyakinkan, pikir saya. Semua pasti berasal dari Tuhan dan diberikan atas kehendakNya

Sampai rumah saya memberikan energi untuk semuanya, kucing dirumah, tanaman, bahkan saya megirim energi ke teman saya yang jauh rumahnya, saya program dia menerimanya saat tidur. Saya tanyakan, dia bersaksi bahwa dia merasa panas pada saat tidur. ??? apakah benar energi sampai?

Sakit kepala saya semakin berat, saya mulai merasa tidak enak dengan badan saya. Saya merasa ada yang salah dengan badan saya. Saya sangat bingung, sampai akhirnya keyakinan saya goyah, saya banyak mencari tahu lagi di Internet, saya mendapatkan website ini.

http://ruqyah-online.blogspot.com/20...hir-reiki.html

Saya membacanya dan akhirnya saya sadar, saya telah melakukan kesesatan yang sangat jauh, saat itu juga saya berniat membuang Rei Ki saya. Saya sangat sedih dan merasa berdosa. Saya ingin Taubat,

Akhirnya saya beranikan diri untuk menelpon orang yang bisa meruqyah. Saya tahu Islam mengajarkan tentang ruqyah, bahkan dengan hadist-hadist yang shahih. Saya ceritakan jujur kepada peruqyahnya, dan diapun memberikan janji akan meruqyah saya. Dia bercerita cukup banyak mantan praktisi Rei Ki yang diruqyah dan ternyata memang ada sesuatu pada kekuatan Rei Ki mereka.

Pada saat tulisan ini dibuat, kepala saya masih terasa sangat berat dan pusing. Saya belum diruqyah. Saya dijanjikan diruqyah besok. Saya ingin taubat.

Mudah-mudahan saya diberikan jalan yang benar oleh Alloh dan saya Alloh menerima taubat saya.

Mudah-mudahan Alloh selalu menyayangi dan merahmati kita semua. Amien

Mohon maaf kalau tulisan ini menyinggung beberapa pihak, niat saya murni hanya memberikan pengalaman dan berbagi kepada saudara saya seiman.


Lalu dalam diskusi di "kaskus" tersebut beliau menceritakan :

Saya barusan baru di ruqyah. Saya masih rada linglung, tadi saya ngamuk teriak teriak di tempat ruqyah ( Yang pasti Jin yang kesakitan dan keluar )

Insya Alloh saya ceritakan pengalaman saya nanti, =)

"Saya masih lemes nih, ngebayangin tadi saya muntah-muntah, mual, dan teriak-teriak. (Latar belakang saya dari kedokteran, jadi saya sedikit-sedikit tahu penyebab mual dan muntah). Menurut saya, ini berbeda dengan gejala klinisnya.

mohon maaf kalo saya sedikit lancang dalam membuat Thread ini, saya hanya pingin sharing saja. eace:"



3/24/2008

Ipeh Kesurupan Lagi

Berhenti kalian.... berhenti....!!!”. Tiba-tiba suara teriakan seorang gadis kembali terdengar. Suaranya berat.

”Berhenti atau kucekik lehernya...”, dia kembali berteriak sambil memegang lehernya sendiri. Mencekiknya semakin kuat.

Takut keselamatannya terancam, akhirnya kami pun terpaksa menghentikan bacaan kami. Al Quran diletakkan, dengan susah payah, akhirnya kami pun berhasil melepaskan tangan dari lehernya, memegangnya kuat-kuat. Pelan-pelan akhirnya dia pun kehilangan tenaga. Tubuhnya melemah.... Diam, tidak meronta lagi. Hati kami sedikit tenang.

Sebut saja namanya Ipeh (nama sengaja disamarkan)... Sudah hampir tiga tahun kami tinggal satu atap, bersama dengan teman-teman lain. Seorang gadis yang ceria dan supel dalam bergaul, jarang bersedih. Hingga tiba sore itu, kost kami tiba-tiba dihebohkan oleh peristiwa aneh.

Setengah lima sore aku tiba di kost. Pulang kerja, belum sempat istirahat, bahkan belum sempat masuk kamar. Seorang teman kost langsung membawaku ke kamar Ipeh. Di dalam kamar hampir semua sudah berkumpul. Tanpa ditanya seorang teman menjelaskan padaku perihal yang terjadi.

”Tadi kami lagi ngumpul-ngumpul di ruang tengah, Mbak. Ipeh waktu itu lagi dikamar, dengerin musik dari MP3, disambungin ke speaker. RnBan jedug-jedug disetel keras-keras. Trus lagunya ganti, tiba-tiba aja jadi murotal-an gitu. Nah tiba-tiba aja anaknya langsung teriak-teriak. Waktu itu kami pikir ya lagi becandaan gitu. Tapi kok lama-lama tambah histeris, ditambah lagi dia teriak-teriak minta tolong.”

“Trus ???” Rasa ingin tahuku memuncak.

”Trus kami langsung ke kamarnya. Kaget, ternyata dia sedang tidak becanda. Ipeh kesurupan.”

Dua kali berarti Ipeh kesurupan. Sebelumnya dia juga pernah mengalami hal serupa tapi ditempat lain. Dia juga sering mengalami hal-hal aneh lain, seperti dilihatin makhluk-makhluk ghaib.

Panik, akhirnya kami memutuskan untuk menyetel kaset ruqyah, tapi semakin bertambah parah. Kamipun berkumpul dikamarnya bersama-sama membaca Al Quran. Hingga yang barusan terjadi ini tadi. Dia mengancam mencekik leher sendiri. Semua kegiatan terpaksa harus kami hentikan. Kondisinya semakin melemah, dia sedikit sadar, sudah bisa diajak komunikasi. Kami menuntunnya ke kamar mandi untuk berwudlu, karena dia belum sempat sholat asyar.

Dengan sisa-sisa tenaga yang dia punya, Ipeh berdiri menghadap kiblat, hendak bertakbir waktu itu. Tiba-tiba saja, dia jatuh pingsan. Iya.... Ipeh kesurupan lagi. Dia menangis berteriak-teriak. Setengah sadar setengah kesurupan, dia meminta kami menghubungi Mas Paijo (nama disamarkan juga). Ipeh bilang, katanya mas itu bisa menolong. Tanpa berpikir panjang salah seorang diantara kami menghubunginya. Selang waktu sekitar setengah jam-an, Mas Paijo datang. Kami tidak curiga sama sekali awalnya. Mas Paijo diantar masuk kamar Ipeh. Begitu masuk, dia langsung memegang kepala Ipeh, tidak tahu dengan ritual apa yang dia lakukan, tiba-tiba Ipeh berteriak histeris, sangat keras, sangat cukup keras untuk membuat para tetangga berdatangan. Teriakannya seperti kesakitan yang teramat sangat, seperti tanaman tumbuh diatas batu dicabut paksa hingga akarnya membuat batu itu terbelah, tanah rusak. Sangat mengerikan.

Melihat gelagat Mas Paijo, timbul curiga di hati kami, Melihat caranya ... aku dan teman-teman kost tidak rela. Tidak ikhlas hati kami melihat Ipeh dipegang-pegang. Bukannya jadi lebih baik, tapi malah semakin menjadi kesurupannya. Meski mungkin niatnya baik, kami tidak rela melihat Ipeh diperlakukan seperti itu. Bagaimana pun Mas Paijo bukan muhrimnya. Ada yang ga bener dengan cara yang dia pakai. Beberapa diantara kami tidak kuat melihatnya, keluar kamar Ipeh, menangis karena tidak rela. Aku pun keluar.

”Ini ga bener, Kita menghubungi orang yang salah, aku ga suka, ga rela....” kataku.

”Iya, ini sudah jelas, cara dia salah...”, temenku pun menyetujui pendapatku.


Berdasarkan musyawarah kilat, akhirnya kami memutuskan untuk mencari bantuan lain. Aku dan salah seorang temanku mencari bantuan ke teman-teman lain yang sekiranya bisa menolong. Kami ke asrama putri, trus ke Mujahidin, alhamdulillah ada beberapa akhwat dan ikhwan yang bisa datang.

Mbak-mbak akhwat mujahidin berusaha membujuk Mas Paijo untuk keluar. Meminta supaya diberi kesempatan mencoba membantu Ruqyah. Diminta dengan cara halus, Mas Paijo tetap tidak mau melepaskan Ipeh, dia sendiri seperti setengah kesurupan. Menjawab Mbak-mbak akhwat sambil tertawa-tawa, seperti anak kecil lagi dapet mainan baru. Susahnya dia dibujuk keluar, membuat Mas-mas ikhwan harus beraksi, dengan nada keras dan sedikit paksaan akhirnya Mas Paijo berhasi dikeluarkan. Meski diluar kamar dia malah beraksi aneh-aneh, bak seorang pemulung mendapatkan harta karun. Kamar-kamar kosong di belakang dimasukinya, dibawah kawat jemuran dia berbicara sendiri, tertawa sendiri, beraksi seakan sedang menaklukan sesuatu, memasukkannya ke dalam sesuatu yang tak bisa kami lihat. Tidak tahu kemudian apalagi yang dia lakukan, setahu kami dia akhirnya keluar, menunggu di depan kost kami.


Kembali ke Ipeh.....
Di dalam kamar, dua orang mbak-mbak dari Mujahidin meruqyahnya. Sedangkan kami duduk di lantai, memenuhi ruangan bersama-sama membaca Al Quran. Surat Al Baqarah dan Al-Jin berulang kali kami baca. Tanpa kompromi Mbak-mbak yang meruqyah terus memaksa jin-jin yang merasuki tubuh Ipeh untuk keluar, bahkan sampai menggunakan sapu lidi yang biasa dipakai untuk membersihkan kasur. Beberapa kali Ipeh muntah, begitu cara paling aman bagi mereka para jin untuk keluar katanya. Ipeh terus mengigau tidak karuan, suaranya kadang berubah menjadi suara perempuan sangat centil. Bahasa gaulnya minta ampun. Padahal kami tahu bukan begitu gaya bicara Ipeh. Tapi kadang tiba-tiba dia berteriak ketakutan.

”Aku tidak mau keluar, di atap ada banyak, aku takut sama mereka. Lagipula sudah lama aku disini, kenapa disuruh keluar. Aku disini jauh lebih lama dari kalian. Aku tidak mau keluar....”

”Zrrraaattt.....” Suara sabetan sapu kembali terdengar. Ipeh kembali mengerang kesakitan. Si Mbak menjelaskan, jin tidak boleh diajak kompromi, kalau dituruti mereka akan semakin menjadi. Bukan tempat mereka ditubuh manusia, jadi mau ga mau mereka harus dipaksa keluar. Hal yang sangat berlawanan dengan yang dilakukan Mas Paijo yang waktu menangani Ipeh malah mengajak ngobrol, merayu, menggoda mbak-mbak jin.Beberapa kali Ipeh muntah kembali.

Saking banyaknya jin yang masuk, akhirnya Ruqyah dihentikan, karena Ipeh sangat lemah waktu itu. Dia lebih tenang sekarang, hanya bisa menangis, dituntun berdzikir. Kami tahu dia berusaha keras mengikuti, tapi sepertinya sangat berat lidahnya digerakkan. Dia kembali menangis....

Waktu itu sudah masuk waktu magrib, kami bergantian sholat. Mas-mas Ikhwan sholat di masjid, Mas Paijo tetap di depan kost. Beberapa kali kami menyuruhnya untuk sholat magrib dulu, tapi dia menolak. Bahkan waktu Ipeh lepas dari penjagaan kami, tiba-tiba saja Mas Paijo kembali masuk. Langsung saja seketika itu Ipeh histeris lagi...


Lemes.... Terasa sia-sia usaha yang telah kami lakukan....


Mengusir manusia yang satu itu teramat susah, jauh lebih susah daripada mengusir sebagian jin yang merasuki Ipeh. Akhirnya musyawarah kilat kedua pun dilakukan. Bukan main-main, ibu kost dan tetangga sebelah ikut membantu. Kami menghubungi seorang ustadz yang ahli di bidang ruqyah. Saking banyaknya orang yang kesurupan malam itu, akhirnya kami harus menghubungi ustadz lain yang direkomendasikan.Alhamdulillah ustadz pengganti bisa datang, itu juga kami harus antri, giliran ke sekian karena ada kasus juga ditempat lain. Belum lagi waktu itu Pak Ustadz pake acara kesasar.... wah benar-benar perjuangan....

Satu setengah jam lebih kami menunggu... Masih sibuk rebutan Ipeh, pihak kami dan pihak Mas Paijo, sangat merepotkan karena dia tidak mau mengalah. Baru kami sadar, Mas Paijo bertahan disitu mungkin karena apa yang masuk ke dalam tubuh Ipeh adalah aset besar bagi dia yang suka mengumpulkan makhluk-makhluk seperti itu. Dugaan kami bukanlah tidak beralasan sama sekali, melihat gerak-gerik yang dia lakukan, melihat dia yang tidak mau sholat, mendengar komunikasi yang dilakukannya dengan makhluk-makhluk tersebut dengan perantara Ipeh, juga mendengar kabar dari teman-teman Ipeh yang lain. Semakin kuat dugaan kami tentangnya. Dia mengusir jin dengan jin lain yang lebih kuat. Merasa bisa menguasai jin padahal sebenarnya dirinya sendiri lah yang dikuasai. Astaghfirullah hal’adziim. Ampuni kami... Jika benar begitu, salah besar kami menghubungi dan menyuruhnya datang...... Tapi jika salah.. ampuni prasangka kami Ya Allah.....


Alhamdulillah... Pak Ustadz pun datang... Begitu beliau masuk, kami menceritakan permasalahan kami. Sekali gertak Mas Paijo ketakutan, akhirnya dia mau mendengarkan juga. Panjang lebar ceramah & nasehat diberikan Ustadz padanya, pada kami semua. Bahkan Ipeh pun yang masih belum sepenuhnya sembuh terlihat jauh lebih tenang. Mas Paijo berhasil dikeluarkan.... meski akhirnya diluar pun dia masih berulah... Alhamdulillah dengan bantuan Bapak Kost sebelah kost kami, berhasil diusir....lega.... meski agak ga enak juga ada keributan.

Lagi-lagi kembali ke Ipeh.....

Untuk ke sekian kali Ipeh di Ruqyah, kali ini ditangani oleh orang yang ahli. Pak Ustadz memakai sarung tangan kulit tebal, Ipeh kembali dipakaikan mukena. Alunan ayat-ayat suci dan doa-doa terdengar sangat menenangkan saat itu. Memang ada beberapa kali pukulan kecil, tapi memang begitu cara menyembuhkannya. Saat dipukul, Ipeh selalu berteriak ”Ini Ipeh, Pak.... bukan yang lain.”

”Bener? Saya tahu kamu berbohong..... siapapun yang bukan Ipeh... Ayo sekarang keluar !!! Bugg......” Kembali Pak Ustadz memukulkan tangannya.... sampai beberapa kali.

”Bener.... ini Ipeh... demi Allah... ini Ipeh”.

Akhirnya Ruqyah dihentikan, Ipeh tidak lagi berteriak-teriak, sudah bisa mengendalikan diri.Tidak lagi mengigau ga karuan, alhamdulillah juga sedikit-sedikit dia bisa berdzikir. Ustadz menyarankan Ipeh supaya melakukan Ruqyah mandiri, banyak berdzikir, dzikir Al Ma’tsurat, menjaga pergaulan dan ibadahnya. Mengajak kami untuk berani, tidak boleh menjadi seorang penakut. Karena sebenarnya tipu daya setan itu lemah. Nasehat yang bermanfaat bagi kami semua tentunya....

Alhamdulillah sekitar jam 21.00 semua akhirnya kembali tenang....
Ustadz, mbak-mbak dari Mujahidin,ibu kost dan para tetangga akhirnya pamit pulang ke rumah masing-masing. Lega.....

Seusai sholat isya, tiba giliran kami mendengar cerita versi Ipeh.... Ternyata saat itu dia sedang ada masalah berat, stress tapi pikiran kosong. Dia cerita sebenernya dia sadar waktu memaki, waktu berteriak-teriak, waktu mengigau ga karuan, dia sadar.... tapi dia benar-benar tidak bisa mengendalikan. Semua diluar kendalinya.... Ada kalanya dia yang muncul, adakalanya orang lain yang menguasai. Perang di dalam dirinya, tapi dia kalah... untung ada banyak bantuan dari luar.
Alhamdulillah semua bisa diatasi...

Satu pelajaran yang sangat berharga bagi kami semua.... Sampai kapan pun.. semoga tidak akan terulang lagi... tidak pada Ipeh.. tidak pada semua.... amiin...
Satu pengalaman sudah cukup untuk diambil hikmahnya bagi semua.....
Semoga kita selalu menjadi hamba-hamba-Nya yang terjaga dan selalu dilindungi-Nya... amiin....


Dikutip dari :
http://rinimaru.multiply.com/journal/item/47/Ipeh_Kesurupan_Lagi


3/10/2008

Anak Indigo Diruqyah

Sebagaimana saya duga, ternyata asumsi saya memang benar adanya, bahwa tema INDIGO yang diangkat dalam Kick Andy! itu adalah Indigo Children.

Yang buat saya cukup surprise adalah hadirnya juga terapis DR Herwin (cmiiw) dari klinik Profi di bilangan Cempaka Putih yang pernah menangani anak saya sekitar 3 th lalu ketika anak saya didiagnosa indigo oleh terapis/psikolog di sekolah yang lama. Memang sejak kecil anak saya ini menunjukkan gejala yang sangat mirip dengan bintang tamu Kick Andy!, Jati, yaitu mendengar dan melihat hal-hal yang manusia biasa tidak bisa. Hal ini berlangsung beberapa lama sejak sebelum masuk sd hingga akhirnya terdeteksi di sekolah yang terdahulu itu.


Singkat kata memang yang kami tahu, anak kami ini mengaku bahwa ia sempat beberapa lama menjalin persahabatan dengan dua entitas gaib, saya lupa nama mereka, tapi yang satu menunggan kuda, dan keduanya mengenakan pakaian khas muslim zaman dulu. Menurut anak saya ini mereka tidak mengganggu dan sering mengingatkan untuk shalat tepat waktu dan tidak malas belajar. Nah yang membuat pihak sekolah prihatin adalah 'hubungan' anak saya dan sosok2 ghaib ini juga terjadi di sekolah sehingga membuat beberapa teman sekolahnya tidak nyaman.

Entah bagaimana dengan sendirinya 'teman-teman' anak saya ini tidak lagi berhubungan. Dan kami tidak lagi terlalu khawatir dengan itu. Dari pengalaman itu, lalu juga dari pertemanan saya dengan beberapa orang ustad yang sering meruqyah dan membantu menghilangkan gangguan jin, dan juga dari berbagai sumber, saya melihat hubungan antara fenomena INDIGO ini dan fenomena JIN yang lebih kita kenal ini.

Sebagai muslim, jin bukanlah hal yang asing karena memang itu bagian dari keimanan kita, yaitu mengimani yang ghaib, baik itu makhluk ataupun hal-hal abstrak seperti ruh, hari akhir, surga dan neraka. Hanya saja untuk perkara jin ini tidak semua orang Islam memiliki pemahaman yang sama karena informasi yang terdistorsi yang mereka terima. Coba saja tanyakan apa yang mereka pahami tentang jin, pasti alternatif jawabannya, jin itu [1] setan, [2] makhluk halus, atau [3] sejenis makhluk yang menyeramkan yang berbahaya yang menghuni rumah kosong, atau kuburan atau seperti terlihat dari beberapa film layar lebar yang belakangan mendominasi bioskop di tanah air (tahu kan?).

Jika kita buka Al-Qur'an di sana jelas bahwa Allah hanya menciptakan makhluk selain binatang dan tumbuhan yaitu manusia, jin dan malaikat. Malaikat sudah jelas, hanya bisa dilihat oleh para Nabi dan Rasul ketika dalam wujud aslinya, atau oleh manusia ketika wujud mereka berbentuk manusia, dan malaikat itu selalu taat pada sang pencipta. Sedangkan jin sudah lebih dahulu ada sebelum manusia tapi lebih mirip manusia daripada malaikat dari segi bahwa mereka bisa menolak untuk taat kepada sang Pencipta, dan pelopor dari kalanga jin bernama Iblis. Maka serta merta Iblis di laknat Allah dan akan menghuni neraka. Tapi Allah mengabulkan permintaan Iblis dan kawan-kawannya untuk bisa mencari pengikut buat menemani mereka di neraka dari kalangan anak cucu adam.

Lalu bagaimana dengan setan? Setan bukanlah makhluk ciptaan Allah sebagaimana manusia, jin dan malaikat. Setan adalah sifat buruk yang bisa ada pada manusia dan juga jin. Dengan demikian, sifat buruk yang disebut SETAN ini bisa muncul dan mempengaruhi manusia (sehingga Adam as dan istrinya melanggar perintah Allah) dan juga jin (sehingga Iblis [jadi sombong] berani membangkang dan tidak mau tunduk untuk menyembah Adam as sesuai perintah Allah).

Masih menurut Allah dalam al-Qur'an, jin dan manusia mendiami alam yang berbeda (atau istilah lainnya adalah dimensi) sehingga masing-masing tidak saling berhubungan secara fisik. Tapi ada catatan bahwa kalangan jin memiliki kemampuan untuk bisa 'melihat' dan 'mempengaruhi' manusia, tapi tidak sebaliknya. Mempengaruhi di sini ya tidak lain tidak bukan dalam bentuk kerasukan atau jimat. Dalam bentuk 'penampakan' (karena batas 'dimensional' mencegah terlihatnya wujud asli makhluk ghaib Allah -- jin dan malaikat -- kecuali atas izin Allah seperti bagi para Nabi dan Rasul, itu pun hanya sebagian dari mereka) jin tidak akan pernah bisa secara fisik mencelakai manusia kecuali melalui tubuh manusia juga, ketika kerasukan itu, dan ini jarang terjadi.

Perilaku jin ini hanya terjadi pada jin yang kafir atau munafik, tidak pada jin yang beriman kepada Allah. Jin sebagaimana manusia juga hingga saat ini ada yang kafir dan muslim karena wahyu Allah kepada para Nabi hingga ke Muhammad saw juga ditujukan kepada kalangan jin. Itulah mengapa Nabi Sulaiman juga bisa interaksi dengan kalangan jin, atas izin Allah. Ini yang harus digaris bawahi, 'atas izin Allah'.

Dengan demikian, hubungan antara jin dan manusia itu sifatnya 'satu arah' karena kemampuan jin untuk bisa 'melihat' dan 'mempengaruhi' kita tapi tidak sebaliknya. Hal yang sama juga dengan para malaikat. Mereka bisa 'melihat' dan 'menghubungi' kita tapi tidak sebaliknya, para Nabi dan Rasul sekalipun.

Sampai di sini sebenarnya sudah bisa kita mulai lihat bahwa segala fenomena yang tidak bisa kita jelaskan, selain yang bisa secara ilmiah dijelaskan setaka ini, terutama bila masuk kategori 'menakjubkan' ... seperti sejumlah hal yang diatributkan pada anak-anak Indigo tidak lain adalah 'kerjaan' jin dengan tipu daya mereka. Yang masuk kategori 'korban' jin adalah [1] cenayang/psychic, [2] paranormal/supranatural, [3] hipnotis hingga yang jelas-jelas [4] klenik dan juga [5] peramal. Apa yang mereka lakukan atau tunjukkan adalah khas kerjaan atau tipu daya jin, dan itu memang juga disebutkan Allah dalam al-Qur'an. Untuk lebih jauh lagi insyaallaah akan saya coba kupas di jurnal ke depan.

Jadi singkat kata, begitu 'bodoh' dan 'lugu' manusia kebanyakan itu, termasuk mereka yang bertitel dan 'pandai' dalam beragam ilmu empiris, sehingga segala hal 'ghaib' harus mereka bisa jelaskan dengan rasio dan logika, sehingga tidak heran jika begitu rupa upaya mereka untuk bisa tampil 'nalar' hingga muncullah istilah dan fenomena INDIGO. Luar biasa upaya kalangan jin kafir, anak-buah Iblis, untuk bisa mengacaukan keyakinan dan iman manusia kepada Allah! Semoga Allah selalu membimbing kita dan kita senantiasa mau dibimbing Allah.

Amin.

bisa dilihat di http://peaceman.multiply.com/journal/item/208



3/07/2008

Ruqyah

Istilah Ruqyah, masih jarang terdengar dan sedikit yang mengerti, terutama dalam kalangan umat muslim sendiri. Istilah ini mirip dengan kata Ru'yah, yaitu melihat datangnya rembulan untuk menandai awal atau akhir bulan tersebut.

Pelaksanaan ruqyah sudah sering diadakan pada masa Rasulullah SAW, yang digunakan untuk 'menyembuhkan' berbagai macam penyakit, khususnya penyakit ruh (jiwa), dari gangguan berbagai macam jenis jin.

Seperti diketahui, setan (laknatullah) akan terus dan terus melakukan berbagai upaya, agar manusia terjerumus dalam jalan lain, yaitu jalan selain menuju Allah SWT dan Rasulullah SAW.

Berbagai upaya setan antara lain adalah, manusia dibuat tidak sadar, bahwa dirinya telah meninggalkan jalan yang benar. Bahkan manusia dibuat agar yakin jalan yang diambilnya itu sudah benar. Kalau anda belajar agama Islam, tentu banyak ayat dan dalil yang menyebutkan hal tersebut.

Contoh kasus saja. Sekarang ini, banyak sekali bermunculan pengobatan alternatif, yang menawarkan kesembuhan absolut, tanpa operasi dan dengan harga terjangkau. Lalu banyak yang membuktikan kemanjurannya.

Di sini tidak menyamaratakan seluruh jenis pengobatan alternatif, tapi ada satu kasus, di mana pasien yang sakit ginjal dapat disembuhkan total oleh pengobatan alternatif, lalu ketika pasien tersebut diruqyah, kesembuhan itu memang dari Allah, tapi melalui bantuan jin, yang dengan kemampuannya (dan keinginan pasien) sehingga penyakitnya dapat ditutupi, dan tidak terlihat oleh peralatan medis.

Selain itu, setan juga bisa melalui seorang ahli agama/kyai/dukun sebagai kyai, seakan mengajak ke jalan yang benar, dengan memberikan ilmu-ilmu wirid, amalan-amalan tambahan (bid'ah), dengan tujuan tertentu (kesembuhan, kekebalan atau kehebatan lain), tapi semua itu tidak memohon pada Allah, melainkan pada setan. Tanpa disadari oleh si pasien.

Karena itu waspadai bid'ah, yaitu pelaksanaan ibadah, tanpa ada ajaran dari Rasullullah. Berikut ini salah satu triknya:
Jika anda akan melakukan suatu Ibadah (amalan terhadap Sang Pencipta), perhatikan apakah ada syariah untuk itu, jika tidak ada, berarti bid'ah. Jangan lakukan.
Dan jika akan melakukan suatu Amaliah (amalan dalam kehidupan/kemanusiaan), lakukan saja, sepanjang tidak adalah syariah yang melarang untuk itu.

Selain trik di atas, berikut ini adalah beberapa ciri-ciri amalan yang bid'ah, yang patut diwaspadai, karena bisa jadi jalan masuk setan:

Pembatasan waktu amalan, misalnya khusus hari senin, malam rabu, malam jum'at, dan lain-lain.Islam memang memberikan waktu-waktu muktajab, tapi sifatnya tidak mengikat. Kecuali adanya syariah yang mengaturnya.

Pembatasan tempat, misalnya harus di kuburan, harus di makamnya seseorang, harus di pinggir laut, dan lain sebagainya.Dalam Islam juga ada tempat-tempat istimewa, misalnya di Masjidil Haram, tapi sifatnya juga tidak mengikat.

Pembatasan jumlah, misalnya harus wirid 999 kali, 100 kali, dsb. Karena dalam Islam, ibadah adalah keikhlasan, selain adanya syariah yang mengatur jumlah tersebut.Pembatasan tata-cara, misal harus menghadap ke timur, ke tenggara, dan lain-lain. Dalam Islam memang ada aturannya, namun jelas tertulis dalam syariahnya.

Amalan bid'ah biasanya ditujukan untuk memenuhi keinginan si jin, sehingga si jin mau membantu orang yang memintanya. Hal itu sudah mengarah ke syirik, dosa tak terampuni.

Lalu, misalnya anda sakit parah, lalu ditawari penyembuhan dengan memanfaatkan media ini, apakah anda bersedia? lalu ilmu kekebalan, ilmu bisa terbang, tarung tak terkalahkan?
Untuk aliran kanuragan tertentu, pengobatan tertentu, jelas-jelas memanfaatkan ini, sehingga bisa dipastikan, para pengikutnya jika diruqyah, akan ditemukan jenis jin dalam ruhnya.

Kadangkala, tanpa sadar ruh kita juga bisa dihinggapi oleh jin, yang memang bisa masuk ke ruh kita jika kita mengalami hal sebagai berikut: marah yang teramat sangat, sedih yang teramat sangat, dan lupa pada Allah.

Karena itu, sering-seringlah meruqyah diri sendiri, dengan perbanyak baca Al-Qur'an, dan jama'ah di Masjid. Jika anda mengalami gangguan dalam melakukan hal tersebut, waspadalah. Yang paling terasa, jika anda merasa ada yang aneh dalam diri anda ketika melakukan ibadah, misalnya sakit di tangan setiap sholat jama'ah, rasa panas di bagian tertentu, atau rasa kantuk yang tiba-tiba, segeralah lakukan ruqyah.

Minggu, 26 Juni 2005, diadakan pelaksanaan Ruqyah Syar'iyah di Masjid At-taqwa Pakis. Saya bersama Darmadi, Bian, Ida dan Nia, berangkat pagi menuju Pakis dengan bersepeda.
Dalam pelaksanaan tersebut, sebelumnya semua jama'ah diberikan pengertian tentang aqidah yang lurus, sehingga yakin bahwa gangguan dalam dirinya harus disingkirkan, meski hal itu berarti apa yang menjadi tujuannya harus punah. Misalnya jika kesembuhan yang didapatnya dari pengobatan alternatif adalah karena bantuan jin, maka harus rela sakit lagi, karena itulah pemberian Allah, yang harus kita sembuhkan dengan cara yang benar, melalui jalan Allah, dan meminta hanya padaNya.

Bagi yang memiliki jimat-jimat, baik berupa rajah, kain, susuk, atau apapun, harus diserahkan untuk dimusnahkan, meski konsekuensinya, harus hilang kehebatannya dan keberaniannya. Memang, selama kita berada di kolong langit milik Allah SWT, kenapa kita lebih takut pada yang lain dan menyisihkanNya? Saya sendiri menyerahkan 2 buah jimat yang saya dapat dari petualangan selama ini. Ketika jimat itu dibuka, berisi rajah dan logo-logo non muslim. Naudzubillah, jadi selama ini saya membawa hal seperti itu. Sedangkan jimat satunya berisi kemenyan. Hah?

Sayangnya (atau untung?) dalam proses ruqyah itu tidak terdeteksi adanya penghuni lain dalam diri saya. Saya malah ikut memegangi rekan saya yang ternyata dipenuhi oleh berbagai macam jenis jin, berdasarkan pengakuan jin yang terdeteksi, di situ terdapat 10 jin, wauw. Dari awal acara sampai akhir acara, cuma bisa dikeluarkan 2, yang delapan masih anteng.

Karena memang terbatasnya waktu, ruqyah diakhir, dan bagi yang ingin ruqyah lebih lanjut, dapat menghubungi Tim Ruqyah mereka. Insya Allah kita juga akan ke sana dalam waktu dekat ini. Amin, semoga bermanfaat bagi kita.

(Aryo Sanjaya)

DIKUTIP DARI :http://www.bengkelprogram.com/data-berita-134.1.bps

Oleh-oleh Dari Ruqyah

Ruqyah ? mungkin anda sering mendengarnya, tak terkecuali saya. TPI pernah menayangkannya secara live. Sinetron Astaghfirullah di SCTV juga mengangkat kasus-kasus yang ditangani majalah Ghaib dengan metode ruqyah. Orang dibacakan ayat-ayat Al Quran, dan beberapa orang yang diindikasikan terkena gangguan jin, menjerit kesakitan.

Sudah lama saya mendengar metode ruqyah ini, namun sebatas informasi dari teman, majalah, televisi, atau buku. Menghadiri acara ruqyah secara langsung barulah kemarin Minggu (18/12).

Berawal dari SMS mas Apri, yang mengatakan bahwa ada acara ruqyah di masjid Al Qithar PJKA hari Minggu. Beruntung sekali, istri saya juga ada acara di tempat lain, sehingga saya yang sudah penasaran sejak lama akhirnya bisa menghadiri acara ini.

Acara dimulai pukul 8.3O dengan ceramah. Mengetengahkan materi tentang apakah ruqyah dan bagaimana ruqyah yang dibenarkan ajaran Islam.

Ruqyah artinya adalah mantra atau jampi. Ruqyah termasuk ibadah ghairu maghdah, ibadah yang tidak ada aturan bakunya, kecuali beberapa batasan. Diceritakan bahwa Auf Bin Malik pernah meruqyah, lalu menunjukkan cara meruqyahnya kepada Nabi SAW, dan kata Nabi, tidak mengapa ruqyah asal tidak mengandung kemusrikan.

Batasan-batasan itu antara lain :
1. Bacaan rukyah berupa ayat-ayat Alqur�an dan Hadits dari Rasulullah saw.
2. Do�a yang dibacakan jelas dan diketahui maknanya.
3. Berkeyakinan bahwa ruqyah tidak berpengaruh dengan sendirinya, tetapi dengan takdir Allah SWT.
4. Tidak isti�anah dengan jin ( atau yang lainnya selain Allah).
5. Tidak menggunakan benda-benda yang menimbulkan syubhat dan syirik.
6. Cara pengobatan harus sesuai dengan nilai-nilai Syari�ah.
7. Orang yang melakukan terapi harus memiliki kebersihan aqidah, akhlak yang terpuji dan istiqomah dalam ibadah.

Masyarakat kita memang rentan dengan persoalan keyakinan. Faktanya, perdukunan dengan metode yang tidak jelas sangat marak. Bahkan majalah dan tabloid yang nyata-nyata menyuburkan tata laku syirik juga masih hidup sampai sekarang. Sedikit ada masalah, pergi ke dukun untuk minta pertimbangan dan mencari solusi, juga fenomena mencari kesaktian dan perlindungan dengan berbagai jimat dengan berbagai tujuan. Pertanyaannya adalah apa dibalik semua itu ?

Semua peserta diminta mengumpulkan semua jimat yang dimilikinya. Dan sangat mengejutkan, ternyata banyak sekali peserta yang membawanya, entah berupa potongan ayat-ayat AlQuran atau yang lain. Jimat-jimat itu lantas dimusnahkan. Tidak ada orang sukses dan terlindungi karena jimat.

Setelah itu lantas dibacakan ayat-ayat Al Quran. Beberapa peserta muntah-muntah dan ada yang kesurupan. Orang yang terindikasi seperti itu lantas dibawa ke belakang dan diterapi secara khusus. Sedangkan saya sendiri, Alhamdulillah menikmati bacaan Al Quran yang dibaca dengan tartil itu. Tidak ada gejala yang mengindikasikan saya terkena gangguan jin.

Sebenarnya kita bisa menghindari gangguan jin dan sihir dengan tidak berhubungan dengan dukun jimat dan kesaktian. Serta melakukan amalan-amalan dan ibadah-ibadah yang dituntunkan Nabi SAW. Yakinlah bahwa tipu daya jin adalah sangat lemah.

Namun demikian manusia terkadang punya salah dan lupa sehingga bisa menjadi pintu bagi makhluq ghaib untuk mengganggu manusia. Jika demikian tidak ada salahnya mencoba untuk di ruqyah saja. E, barangkali. Toh kalaupun tidak ada gangguan juga tidak rugi bukan ?


DIKUTP DARIhttp://achedy.penamedia.com/2005/12/28/oleh-oleh-dari-ruqyah/

3/06/2008

Ada 6 Jin Dalam Tubuh Wanita yang Kerasukan

Cerita kesaksian blogger ini didapat dari klik disini

Berikut ini kisahnya :

Jumat malam lalu, kawan saya punya kawan yang adiknya kemasukan jin sampai 6 jin. Nggak tangung-tanggung emang, langsung 6 jin. Nah kebetulan kawan saya itu melakukan ruqyah sendiri dari bada isya jam 20.30 wib sampe jam 00.15 wib lebih.

Karena yang masuknya cukup banyak, kawanku ini kewalahan juga nanganin jin yang ada di dalam tubuh si wanita ini. dari yang suara nenek-2 sampe anak-anak. Sampe ada juga yang jago silat serta serta karate...

Alhamdulillah semuai itu bisa di atasi.....





2/12/2008

Kristianisasi dikalangan akhawat Indonesia

Dengan mengenakan busana Muslimah, kaum pemurtad yang diduga kuat sebagai aktivis Salibis mendatangi masjid-masjid dan tempat kumpul aktivis dakwah yang banyak dikunjungi Muslimah.

Mereka mengincar akhwat untuk dimurtadkan.

Jumat (24/6/2005), tengah hari. Jarum jam menunjukkan angka 10.30 WIB. Di luar, Sang surya memancarkan cahayanya, menjalankan perintah Sang Khalik: menyinari bumi, ciptaan Allah Yang Maha Agung. Manusia pun terlihat lalu-lalang, mengejar rezeki dunia. Padahal waktu shalat Jumat segera tiba.

Tiba-tiba suara telepon redaksi SABILI, berdering. Setelah mengangkat gagang telepon, terdengar suara perempuan menjerit dan ketakutan. “Tolong saya pak. Saat ini saya berada di luar Jakarta. Mereka menculik saya dengan mobil,” telepon Endah (nama samaran), singkat, dengan rasa takut, kepada salah seorang kru SABILI.

Endah adalah seorang akhwat, aktivis dakwah. Bersama teman-teman sebayanya, selama ini gadis berusia 23 tahun itu aktif mengikuti program tahfidzul Qur’an di Pesantren Yapith, Pondok Gede, Bekasi. Selain itu, ia juga rutin mengikuti kajian pekanan (liqo’) gerakan Tarbiyah.

Nasib Endah sungguh ironis. Gadis yang awalnya sangat periang ini sedang diincar gerakan kristenisasi. Endah sedang menjadi target operasi (TO) gerakan pemurtadan yang terselubung. Dengan cara-cara tak terpuji, mereka berusaha keras memurtadkan aktivis masjid ini. “Penculikan” Endah ini sudah yang kesekian kalinya. Hal itu dibenarkan Yan, kakak Endah. Menurut Yan, tahun 2003 lalu, Endah pernah mengalami nasib serupa. Mereka pernah membawa Endah ke sebuah rumah yang berada di daerah Tanggerang. Di sana, mereka berusaha mencuci otak Endah dengan memberikan doktrin-doktrin Kristen.

Namun usaha mereka ternyata tak terlalu berhasil. Mantan siswi Ma’had Al- Hikmah, Bangka, Jakarta Selatan ini akhirnya berhasil meloloskan diri dari sekapan mereka. Dengan alasan mau kuliah ke Ma’had Al-Hikmah, Endah pun bisa kembali lagi ke rumah. Setelah berhasil lolos, kondisi Endah ternyata agak berubah. Ia sering merasa sakit kepala dan kerap tak sadarkan diri. Dalam keadaan tak sadar itu pula ia sering menyebut-nyebut Yesus, sementara lidahnya terasa berat untuk membaca Qur’an.

Untuk mengatasinya, Endah akhirnya melakukan terapi ruqyah (dibacakan ayat-ayat Qur’an dan doa, sebagaimana dicontohkan Nabi saat mengusir jin dari dalam tubuh manusia). Setelah tim ruqyah berhasil mengeluarkan pengaruh sihir dan jin dari tubuh Endah, kondisi akhwat yang sering mengajar ngaji anak-anak ini lebih mendingan dan bisa kembali beraktivitas seperti sediakala. “Beberapa bulan lalu kondisinya sudah bagus, tapi belakangan ini kambuh lagi,” kata Budi.

Kasus Endah bermula dari sebuah acara di Masjid Istiqlal, beberapa tahun lalu. Waktu itu, Endah didekati seorang perempuan berjilbab, seperti pakaian seorang akhwat (pakaian jubah dengan jilbab panjang). Entah mengapa setelah berkenalan, tiba-tiba Endah terhanyut dan mau saja mendengar omongan perempuan itu. Apalagi dalam obrolan itu, ia sering kali menyinggung tentang gerakan Islam, mulai dari Tarbiyah, Salafi, Jamaah Tabligh hingga Hizbut Tahrir.

Pertemuan Endah dengan perempuan berjilbab itu ternyata berlanjut sampai Endah kuliah di Ma’had Al Hikmah, Bangka, Jakarta Selatan. Perempuan ini acap kali menyatroni Endah ke Ma’had tersebut. Seperti juga pertemuan-pertemuan sebelumnya, seperti dihipnotis, Endah tak kuasa menolak ajakan perempuan berjilbab itu untuk berjalan-jalan. Mereka juga sering kumpul dengan beberapa orang, bak sebuah halaqah, mengkaji Islam.

Mulanya, materi-materi yang disampaikan dalam “halaqah” itu, tidak ada yang bermasalah. Namun lama-kelamaan dirasakan materinya agak menyimpang. Tidak lagi berpandangan positif terhadap Islam, malah menjelek-jelekkan harakah (gerakan) satu dengan harakah lainnya. Bahkan sering kali memfitnah Allah, Islam dan Rasul-Nya.

Kasus ini pun mencapai klimaksnya saat mereka “menculik” dan menyekap Endah di sebuah rumah di luar Jakarta. Semalaman, seorang perempuan yang mengenakan jilbab dan mengenakan kalung salib mendoktrin Endah dengan doktrin-doktrin Kristen. Sejak itu, Endah, yang awalnya gadis periang ini, kini selalu dibayangi rasa takut mendalam karena menjadi incaran gerakan kristenisasi.

Di Bekasi, beberapa waktu lalu juga terjadi kasus serupa. Linda, seorang akhwat berteman akrab dengan seorang perempuan Kristen yang menyebut dirinya dengan “umi”. Saat akhwat ini lengah, perempuan itu mengambil dompetnya. Dompet akhwat ini kemudian diberikan kepada suami si perempuan itu yang juga menyebut dirinya dengan “abi”. “Abi” ini kemudian memanggil akhwat tersebut. Namun setelah pertemuan dengan “abi”, akhwat ini jadi tidak karu-karuan. Kepalanya sering terasa sakit. Saat diperintah suaminya, akhwat ini jadi tak menurut. Ia juga tak lagi senang membaca al-Qur’an. Selain sering menyebut-nyebut nama “umi” dan “abi”, akhwat ini juga sering kebayang-bayang Yesus, Tuhan Kristiani.

Kondisi akhwat itu saat ini sudah pulih kembali. Namun perjuangan memulihkannya cukup berat. Untuk menghilangkan pengaruh jin di tubuh akhwat itu, memakan waktu sekitar tujuh bulan. Selama itu pula keluarga Adi Ambargono ini mendapat tekanan batin karena sering mendapat komentar tidak sedap dari masyarakat sekitar.

Kasus pemurtadan para akhwat ternyata tak hanya terjadi di Jakarta dan Bekasi, tapi juga terjadi di luar Jakarta. Beberapa waktu lalu, kasus yang mirip terjadi di Medan, Sumatera Utara (Sumut). Seorang akhwat, keponakan aktivis gerakan Tarbiyah Medan diculik kelompok Kristen sampai dua kali.

Awalnya, seorang perempuan berjilbab mendekati seorang akhwat. Merasa targetnya sudah percaya, kemudian ia mengajak akhwat ini minta izin tidak masuk sekolah untuk makan-makan dan jalan-jalan. Hal ini terus berlangsung selama kurang lebih tiga bulan. Bak disambar geledek di siang bolong. Ayahnya kaget setelah mendapat kabar bahwa anaknya sudah tiga bulan tidak masuk sekolah dengan alasan izin ke rumah sakit. Padahal setiap hari ia merasa tidak ada masalah karena anaknya selalu berpamitan untuk berangkat sekolah.

Puncaknya, Akhwat ini diculik dan dibawa kabur ke Jambi. Selama dalam perjalanan, mereka memasukkan dan membaptis aktivis Islam ini di gereja. Bahkan, karena berontak, mereka pernah memukul kepala akhwat ini sampai pingsan. Beruntung ia bisa kabur. Namun setelah berhasil pulang, kondisinya sudah tak normal. Akhwat ini sering merasa sakit kepala dan kerap tak mampu mengendalikan diri. Akhirnya, setelah diruqyah, kondisinya mulai pulih kembali. Tapi kaburnya “buruan” tidak membuat para pemurtad itu patah semangat. Beberapa waktu kemudian, saat seisi rumah tengah tertidur lelap, mereka menaiki loteng dan menculik kembali akhwat tersebut. Orang tua akhwat ini baru tersadar setelah menerima SMS dari penculik yang bunyinya: “Selamat mengambil anakmu yang ada di neraka.”

Langkah cepat segera dijalankan Ustadz Nuh, mantan Ketua PKS Sumut yang kini menjadi anggota DPRD provinsi tersebut. Ia langsung mengontak seluruh kader PKS Sumut. Tak beberapa lama, ada kabar akhwat itu berada di Polres Siantar, setelah sebelumnya ditemukan di sebuah pohon dalam kondisi terikat. Kini, di Sumut, kasus pemurtadan akhwat tersebut menjadi persoalan serius. Meski kasus kristenisasi ini sudah masuk ke kepolisian, namun sejumlah ormas Islam, seperti DDII, IKADI, PKS dan organisasi Islam lainnya terus mendesak agar Kapolda Sumut segera serius mengusut tuntas kasus ini.

Di Bandung, Jawa Barat upaya-upaya pemurtadan para akhwat, aktivis dakwah, juga marak. SABILI mendapat cerita langsung dari Siti Nurjanah, SS, seorang murrobi (guru) dan aktivis Tarbiyah. Menurutnya, untuk mengincar mangsanya, khususnya para akhwat di Bandung, para misionaris dan kaum pemurtad sering mengenakan simbol-simbol Islam, seperti jilbab panjang dan jubah.

Sasaran mereka adalah akhwat yang baru mengikuti kegiatan Tarbiyah. Karena pemahaman para akhwat ini, baru sebatas belajar dan belum utuh benar pemahaman keislamannya, sehingga besar kemungkinan masih bisa mereka pengaruhi. Untuk memangsa sasaran, biasanya mereka mendatangi tempat-tempat yang menjadi ajang berkumpulnya orang Islam di Bandung, seperti Masjid Salman, Masjid Istiqomah, juga Pusat Dakwah Islam (Pusdai) Jawa Barat. Setelah menyusup ke tempat ramai tersebut, mereka mendekati para akhwat dan berusaha memengaruhi akidah mereka.

Sebut misalnya, cerita yang terjadi di Pusdai (Bandung) beberapa waktu lalu. Saat itu ditemukan seorang perempuan yang mengenakan busana mirip akhwat pada umumnya: berjilbab panjang dan memakai jubah. Secara tak sengaja, saat di toilet seorang akhwat melihat perempuan berjilbab itu memakai kalung Salib. Bahkan saat diperiksa, di dalam tas perempuan tersebut ditemukan Alkitab. Kecurigaan itu makin terasa saat para akhwat melaksanakan ibadah shalat.

Di saat semua orang melakukan rukun Islam kedua itu, perempuan berjilbab tadi tidak melakukannya. “Saya mendapat informasi ini dari aktivis dakwah kampus yang mengikuti kegiatan Tarbiyah,” tegas Siti Nurjanah. Masih di sekitar Bandung, kasus pemurtadan kali ini terjadi di Universitas Winayamukti (Unwim) Jatinangor, Jabar. Korbannya, lagi-lagi akhwat, mahasiswi Universitas Padjajaran (Unpad). Beberapa waktu lalu, ia didekati seorang pria yang mengaku diri sebagai perwira polisi. Sejak pertama kali berkenalan, pria ini terus saja menempel akhwat itu.

Namun belakangan diketahui pria yang mengaku dari kesatuan polisi itu adalah seorang Nasrani. Merasa sudah saatnya, ia pun mengajak akhwat ini menikah dan pindah agama. Setelah menikah, akhwat ini tak pernah mengikuti kegiatan Tarbiyah lagi. Tim Forum Antisipasi Kristenisasi dan Pendangkalan Akidah (FITRAH) juga menceritakan kasus pemurtadan yang nyaris menimpa seorang akhwat, mahasiswi UPI Bandung. Kasusnya terjadi pada akhir tahun 2004 lalu. Mulanya, seorang akhwat diminta memberikan les privat bahasa kepada orang asing beragama Nasrani.

Lama-kelamaan keluarga itu melakukan pendekatan personal. Mereka melakukan pendekatan persuasif, seperti mengajak jalan-jalan bareng. Saat akhwat ini mengalami masalah ekonomi, mereka membantunya. Namun ujung-ujungnya, mereka meminta akhwat ini pindah agama. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, akhirnya ia pergi dari keluarga Nasrani itu. Kasus pemurtadan akhwat di Sumatera Barat tak kalah hebohnya. Kasus ini terjadi di kampus Politani Universitas Andalas, Payakumbuh beberapa waktu lalu. Sedikitnya 23 akhwat, mahasiswi Politani, kesurupan dan menyebut-nyebut nama Bunda Maria, Yesus dan Salib.

September 2003 lalu kasus serupa juga menghantam Madrasah Aliyah Negeri (MAN) II Payakumbuh. Sebanyak sebelas siswi kesurupan dan menunjukkan perilaku aneh, menyebut-nyebut nama Yesus, Bunda Maria, Salib dan menyatakan suka dengan Injil. Kasus demi kasus pemurtadan yang mengincar akhwat terus menguak ke permukaan.

Ibarat fenomena gunung es, yang nampak dan muncul hanyalah sebagian kecil saja. Sementara yang belum muncul ke permukaan, disinyalir masih banyak. Karenanya, sudah seharusnya aparat kepolisian serius menindaklanjuti laporan yang masuk, seperti terjadi di Sumatera Utara. Sambil menunggu tindakan aparat, yang penting dilakukan Muslim dan Muslimah, khususnya para dai dan daiyah, adalah agar memberikan tarbiyah (pendidikan Islam) secara utuh, sehingga mereka yang kerap jadi sasaran, terhindar dari jerat-jerat pemurtadan yang sedang mengincar.

Tak kalah pentingnya adalah, selalu waspada. Beragam info di atas, jadikan pelajaran dan pengalaman, agar terhindar dari upaya-upaya busuk mereka. Jika tidak, gawat!

Rivai Hutapea (Sabili)


Diambil dari http://perangiriddah.blogspot.com/2005/09/kristianisasi-dikalangan-akhawat.html

Ruqyah Majalah Al-Iman Bil Ghoib

hari-hari terakhir masa cutiku pekan lalu, aku "disibukkan" dengan isu ruqyah. ruqyah adalah terapi Islam yang dianjurkan Rasulullah untuk menyembuhkan dari gangguan jin. ruqyah menjadi terkenal lewat sinetron Astagfirullah (TPI?).pusat ruqyah di jakarta -- yang digunakan dasar syuting Astagfirullah kebetulan dekat dengan rumahku, yaitu di Percetakan Negara VII, sekaligus kantor redaksi majalah Ghoib.pertama adalah kakak sulungku yang diruqyah setelah berhari-hari dirayu. dia diruqyah karena ada satu masalah. tapi ternyata dia sehat-sehat saja. ketika dia mendatangi kantor ruqyah itu, pengantre yang 'berobat' cukup banyak sehingga kakakku baru bisa dilayani menjelang pukul 21.00 WIB. selama menunggu, dia mendengar banyak orang yang menjerit-jerit, tertawa, menangis.


Itu adalah jin-jin yang tersiksa mendengar ayat-ayat ruqyah.salah satu yang terdengar oleh kakakku adalah jin yang juga 'nantang' sang ustad. "Saya benci kamu. Kamu jelek, item, gendut. Aku suka (ustad) satunya."Terus dia melanjutkan,"Ayo pak ustad...tak geol geol geolll..."cerita ini kukabarkan pada seorang temanku.dia tertawa mendengar cerita kakakku. tapi besoknya, dia meneleponku, meminta alamat tempat ruqyah itu. malam harinya, orangtuanya mengantar paman bibinya untuk diruqyah. paman bibinya adalah pasangan dokter yang merasakan sakit yang dideritanya bukan sakit biasa. setelah diruqyah, pasangan itu merasakan lebih plong, dadanya tidak sesak seperti biasanya. hal ini, kata mereka, tidak lazim dalam dunia kedokteran ilmiah.sepulang dari situ, temanku banyak cerita dan itu membuatku takut. aku berpikir, jangan-jangan ada juga jin (jahat) yang menempel pada diriku? Asal tau saja, jin (jahat) membuat kita malas2an, sakit2an,dll. Seorang perempuan jadi korban jin. Foto: ilustrasi.

diambil dari webblog http://kucingku.blogdrive.com/archive/278.html





RUQYAH

" Saya teringat seseorang yang dikehendaki-NYA memberi petunjuk pada saya lewat ucapan yang terlontar begitu saja dari mulutnya,yang membuat saya semakin tersadar. Ucapan yang meyakinkan saya bahwa telah terjadi hal aneh pada diri saya. memang saya merasakan hal2 yang tidak wajar menimpa saya semenjak sekitar 8 bulan yang lalu. Karena itu saya berkonsultasi pada bibi saya, dan kemudian bibi saya berinisiatif untuk menanyakan pada temannya yang memang mempunyai bakat di bidang itu, dan ternyata temannya tersebut mengiyakan kalau saya terkena sihir oleh seseorang yang berniat buruk.

Saya masih tidak mempercayainya dan baru mulai mempercayainya ketika pernyataan itu tak keluar hanya dari 1 orang saja.

Saya benar2 takut tidak bisa menunaikan kewajiban saya sebagai seorang anak, saya benar2 sedih sewaktu saya menatap wajah orangtua saya satu persatu dengan kebisuan.

Akhirnya dengan pasrah saya bersimpuh memohon ampunan-NYA dan meminta petunjuk dari-NYA.tiba2 terbesit dalam pikiran saya untuk meruqyah diri saya sendiri dan saya pun bertekad melakukan hal tersebut.

Dengan ditemani bibi saya, sayapun pergi ke tempat ruqyah tersebut. Dengan hati sedikit was-was,juga sedikit nervous saya memasuki ruangan yang cukup besar itu dan melihat ada beberapa orang yang ingin melakukan ruqyah seperti saya. Kamipun memakai mukena dan ruqyah pun segera dimulai dengan terlebih dahulu membaca surat Al-fatihah sembari memejamkan mata.

Tahapan ruqyah pun mulai dilakukan, saya mendengar jeritan dan suara muntah dari beberapa orang yang mengikuti ruqyah, ada juga yang meronta-ronta dan menjerit histeris, dan yang saya rasakan beberapa bagian tubuh saya terasa sangat sakit sekali. Saya berusaha menahan sakitnya dengan terus-menerus menyebut asma ALLAH. Tahapan ruqyah pun selesai, dan pak ustadz yang meruqyah memberi ceramah singkat dan petunjuk terapi mandiri. Ustadz menerangkan agar tidak hanya sekali mengikuti ruqyah tersebut untuk memastikan kesembuhan yang kami dapat.

Karena kesembuhan adalah semata-mata mutlak milik ALLAH SWT. Dan kita sebagai manusia hanya bisa berusaha dan tetap istiqomah di jalan-NYA.

Saya sangat bersyukur karena ALLAH SWT, telah menegur saya dengan cara yang tepat. Selama ini saya selalu meremehkan perintah-NYA, lalai dalam melaksanakan ibadah-NYA dan seringkali melakukan larangan-NYA.

untuk itu saya sangat percaya bahwa ALLAH SWT tau benar apa yang terbaik buat hamba-Nya, dan saya sangat meyakininya.."
Keterangan : diambil dari webblog http://ock-tha.blogspot.com




Ruqyah Datang Jin Hengkang

Malam itu saya sedang menghadiri undangan selamatan 7 bulanan hamilnya istri Komandan Kompi. Waktu saya datang, acara sudah dimulai. Ustadz Salam sedang berceramah. Masih ingat kan dengan sosok Ustadz Salam? Itu lho, yang kabarnya bisa meruqyah alias terapi gangguan jin dengan ayat suci Alquran dan doa.

Setelah selesai acara, kami sempat ngobrol-ngobrol. Ternyata beliau memang sering meruqyah di wilayah Sorawolio.

“Dok, Sorawolio tuh basisnya klenik di Bau-Bau. Waktu saya meruqyah salah seorang warga Sorawolio, jin yang merasuki sampai mengancam saya. Katanya jangan main-main di Sorawolio. Tapi saya sih tidak takut,” jelasnya. Bahkan saya yakin, paling tidak 70% dari pasien yang sakit di Sorawolio, biasanya ada keterlibatan klenik,” tambahnya. “Dokter harus hati-hati, karena biasanya orang baru selalu jadi percobaan. Jangan lupa sholat, berdoa, dan baca Quran,“ pesannya.


Setelah ngobrol-ngobrol, barulah saya tahu bahwa Ustadz Salam ini masih temannya Pakdheku. Lho kok bisa? Iya, kebetulan Ustadz Salam ini pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Hidayatullah Bau-Bau. Nah, Pakdheku itu perintis sekaligus pengasuh Ponpes Hidayatullah Balikpapan. Ponpes Hidayatullah memang merupakan suatu jaringan ponpes berskala nasional. Jadi ada di seluruh Indonesia. Dulu waktu saya mau berangkat PTT, saya sebenarnya sudah dipesan sama Pakdhe untuk menghubungi Ponpes Hidayatullah di Bau-Bau. Namun saya belum sempat.


Nah, setelah ngobrol panjang lebar, kami sepakat untuk terus menjalin komunikasi dan kerja sama. Tak lama kemudian, ada kabar bahwa ibu di Kompi yang belum lama diruqyah kemarin ternyata kesurupan lagi. Maka jadilah malam itu kami mengunjungi si ibu. Ustadz Salam mengajakku ikut meruqyah. “Mari kita terapi luar-dalam Dok. Ruqyah iya, medis juga. Supaya lebih bagus lagi hasilnya,” tukas Ustadz Salam.


Tak lama setelah masuk rumah, Ustadz Salam memulai proses ruqyah. Ia duduk di samping si ibu yang terbaring lemah.


“Ibu, ibu siapa ini?” tanya Ustadz Salam.

Si ibu bergeming tak menjawab.

“Oh, kalau begitu ini pasti bukan Ibu ya. Siapa ini?”

si ibu tetap bergeming.

“Oh, baiklah kalau tidak mau mengsaya. Mau disiksa saja ya?”

Mendengar kata-kata itu, seketika si ibu memberontak.

Maka sejurus kemudian, Ustadz Salam pun mengaktifkan suara Adzan di HP-nya. Si ibu makin memberontak dan berteriak-teriak. “Itu jinnya yang kepanasan,” jelas Ustadz Salam kepadsaya.

Makin diperdengarkan Adzan, makin memberontak tubuh si ibu, sambil berteriak-teriak. Ustadz Salam pun tak mau ketinggalan. Ia terus mengingatkan jin yang merasuk di tubuh si ibu untuk segera bertaubat.

“Ayo, bertaubatlah. Jin tidak boleh masuk di tubuh manusia. Jin dan manusia tidak boleh saling mengganggu. Kita punya alam masing-masing. Jin dan manusia diciptakan hanya untuk beribadah dan mengabdi kepada Allah,” kata Ustadz Salam mengingatkan.


Makin lama, tubuh si ibu makin memberontak.


Mau terus disiksa ya?”

“Tidak mau! Tidak mau! Ampun, ampun!!” kemudian meluncurlah suara itu dari mulut si ibu.

“Kalau begitu, keluarlah dari tubuh si ibu!” hardik Ustadz Salam.

Tidak mau!” sahut si jin.

“Oh, jadi mau terus disiksa ya? Mau terus dibakar sampai mati ya?” ancam Ustadz. Maka bacaan Adzan pun makin diintensifkan. Kemudian lengan si ibu ditepuk-tepuk dengan telapak tangan. Walau hanya ditepuk-tepuk, tapi reaksi yang keluar sungguh mengejutkan. Tubuh si ibu makin memberontak, berteriak-teriak kesakitan seiring dengan tepukan telapak tangan. Saya dan beberapa orang keluarganya membantu menepuk-nepuk lengan dan tungkainya. Si jin makin meronta-ronta kesakitan. Malah sekarang pakai acara garuk-garuk tubuh segala.

Hingga akhirnya jin yang bersarang menyatakan menyerah dan mengatakan mau keluar. Ia mulai menangis tersedu-sedu. Tapi yang mengherankan, tidak keluar air mata dari mata si ibu. “Begitulah menangisnya jin yang merasuk di tubuh manusia,” jelas Ustadz. Hanya saja, kata si jin, dia tidak bisa keluar karena ada psaya-psaya gaib yang menancap.

Oh, jadi kau siksa ibu ini pakai psaya ya? Dimana psaya-psayanya kau tancapkan heh?” tanya Ustadz Salam. “Pantas habis mi psaya di toko-toko itu. Rupanya habis kau pakai semua,” tukas Ustadz sambil mesam-mesem setengah bercanda. Di tengah keadaan begini, masih bisa juga ya bercanda. Iya lah, supaya nggak terlalu tegang.

Maka kemudian tangan si ibu pun menunjuk beberapa bagian di perut dan di kepala.

Psaya apa yang kamu pakai? Berapa panjangnya?” hardik Ustadz.

Menggunakan jari-jari si ibu, jin menunjukkan bahwa psaya-psaya yang digunakan sepanjang jari telunjuk tangan.

Kalau begitu, kamu cabut sendiri psaya yang kamu pasang itu!” perintah Ustadz.

Si ibu menggeleng. “Tidak bisa!” katanya.

Pasti bisa! Masak kamu pasang sendiri, tidak bisa kamu cabut sendiri! Atau kalau tidak mau, saya yang cabut!” hardik Ustadz sambil menekankan jari telunjuknya pada salah satu bagian perut yang tadi ditunjuk si jin. Sontak si ibu meraung kesakitan. “Sakiiitt!!” teriaknya. “Tidak mau kalau kamu yang cabut, lebih sakit!!!” bentaknya.

Ya sudah, kalau begitu, cabut sendiri!” perintah Ustadz.

Maka kemudian menggunakan tangan si ibu, jin melakukan gerakan seolah-olah sedang mencabut psaya di perut si ibu. Dibantu Ustadz, satu psaya kemudian tercabut. Seiring tercabutnya psaya, sontak si jin berteriak histeris. Sejurus kemudian si ibu pingsan.

Tak lama kemudian, si ibu siuman. Namun masih dalam pengaruh si jin.

Ada berapa lagi psaya di perut?!” tanya Ustadz.

Dengan jarinya, si jin menunjukkan kalau ada 4 psaya di perut.

Untuk apa psaya-psaya itu kamu tanam di perut ibu?” tanya Ustadz.

Supaya dia tidak bisa hamil,” jawab si jin.

Ayo, cabut lagi psaya-psaya itu!” perintah Ustadz.

Maka berturut-turut, dicabutlah psaya-psaya di perut. Setiap kali psaya tercabut, si jin selalu berteriak histeris kesakitan dan kemudian si ibu pingsan, namun tak lama kemudian siuman lagi.

Proses pencabutan psaya pun berlanjut dengan yang di kepala. Menurut jin, ada 5 psaya juga di kepala. Maka prosesnya pun sama. Si ibu harus berkali-kali pingsan setelah psaya tercabut.

Setelah semua psaya tercabut, “Apa lagi yang kamu gunakan pada si ibu?” tanya Ustadz.

Serbuk gatal,” jawab si jin.

Kalau begitu, kau bersihkan serbuk-serbuknya,” perintah Ustadz.

Maka kemudian si jin (menggunakan tangan si ibu) melakukan gerakan-gerakan mengibas-ngibaskan rambut kepala, menyapu-nyapu kepala, muka, badan, lengan, dan tungkai.

Sudah bersih?” tanya Ustadz.

“Sudah,” jawab si jin.

Kamu jin laki-laki atau perempuan?” tanya Ustadz.

Perempuan,” jawab si jin.

“Siapa yang mengirim kamu?” tanya Ustadz.

“Orang,” jawab si jin.

“Di mana dia?”

Di kota”

Berapa kamu dibayar?”

“Tiga ratus ribu,”

Sudah lama kau ikut orang itu?”

Belum,” jawab si jin.

Maka kemudian Ustadz pun menasihati si jin supaya taat kepada Allah, tidak mengganggu manusia, dan agar tidak diperdaya oleh dukun-dukun. Si jin berjanji untuk bertaubat.

“Baiklah, kalau begitu, sekarang kamu keluarlah. Dari mana tadi kamu masuk tubuh ibu?”

Kaki kanan,” jawabnya.

Ya sudah, sekarang kamu keluar lewat kaki kanan juga,” perintah Ustadz.

Maka tubuh si ibu terlihat gelisah, tapi kemudian langsung terkulai lemas.

Ibu, ibu siapa ini?” tanya Ustadz.

Kristin, Pak Ustadz,” jawab si ibu.

Di mana ini Bu?”

Di rumah, Pak Ustadz,”

Alhamdulillah. Kalau begitu jinnya sudah keluar,” jelas Ustadz.

Kemudian Ustadz pun memberikan saran-saran kepada si ibu dan keluarganya, di antaranya agar si ibu terus berdoa kepada Tuhan agar tidak suka bengong atau melamun.

Sekitar satu jam kami meruqyah. Sejak saat itu, saya dan Ustadz Salam bersahabat baik. Saya bahkan mendapat kaset dan buku pedoman ruqyah darinya.

Ini adalah pengalaman yang tak terlupakan bagiku, ikut meruqyah orang yang kemasukan jin.

KEterangan :

Kesaksian ini saya ambil dari web blog Dotoro