Showing posts with label Kupas Tuntas Atraksi Debus. Show all posts
Showing posts with label Kupas Tuntas Atraksi Debus. Show all posts

1/22/2008

Rahasia Atraksi Tubuh Ditembus atau dipotong Benda Tajam


Atraksi menusuk leher dengan golok khusus.
Kalau melihat gambar di atas ini, bagaimana menurut Anda ? Apakah Anda percaya dengan yang Anda lihat ? Sama sekali jangan dipercaya !!

Ini hanya trik semata, yang Anda perlukan adalah sebuah golok yang dipotong bagian tengahnya sesuai dengan ukuran leher Anda, kemudian dilaskan pengait dari plat besi melingkar kebelakang. (Lihat gambar).

Bentuk golok yang di rangkai khusus untuk atraksi menusuk leher atau paha.


Yang harus diperhatikan adalah ujung-ujung yang menempel pada kulit Anda harus dibuat tumpul sekali agar tidak melukai kulit Anda. Biasanya atraksi debus ini dilakukan dengan cara pemain debus masuk ke dalam sebuah kotak besar[1] dan langsung mempersiapkan golok khusus yang langsung dipasang di leher atau paha, lalu ketika keluar pemain debus seolah-olah kesakitan dan didramatisir dengan ceceran darah palsu (misal darah ayam atau kambing). Plat besi yang melingkar biasanya disamarkan dengan melilitkan selembar kain untuk menutupinya.
Dan yang terjadi di lapangan, dalam atraksi itu ada seorang pemain debus yang memandunya dengan membaca sholawat, Al-Ikhlash serta meminta kepada para penonton untuk ikut berdzikir untuk membuat penonton menjadi percaya. [2]


a. Atraksi Potong lidah

Mungkin Anda pernah melihat demonstrasi orang dipotong lidahnya. Demonstrasi ini murni menggunakan trik semata. Dan akan menjadi tontonan yang menarik apabila si peraga mampu melakukan dengan bumbu-bumbu yang mendramatisir atraksi potong lidah itu.

Cara melakukannya harus menggunakan alat bantu, berupa lidah kambing atau lidah binatang yang menyerupai lidah manusia. Lidah tersebut lalu disimpan di antara gigi bawah dan gigi atas. Tidak lupa juga disimpan di sela-sela gigi ada kapsul yang menyimpan darah buatan. Pemain debus yang menyimpan lidah binatang itu kemudian mengeluarkan lidah tersebut dengan digigit dengan kuatnya untuk mencegah lidah binatang itu terlepas, lalu kapsul “darah” itu dirobek dengan gigi. Kemudian pemain debus lain melakukan pemotongan lidah dengan menggunakan sebilah golok yang tajam hingga terlihat berdarah-darah.

Pada saat atraksi ini biasanya pemain debus mendramatisir adegan tersebut sehingga terlihat sangat mengerikan. Biasanya setelah dipotong lalu potongan lidah tersebut ditaruh pada piring dan diperlihatkan pada penonton.

Adegan selanjutnya pemain debus tersebut akan memasang kembali lidah tersebut kedalam mulut pemain lainnya. Begitu potongan lidah sudah masuk dalam mulut langsung dia telan hingga yang terlihat nantinya lidah aslinya[3]. (dalam atraksi ini terkadang pemain debus sampai terbatuk-batuk sebab agak susah menelan lidah tersebut, namun bagi penonton tentu tidaklah curiga, sebab dikira mereka pemain debus yang terbatuk-batuk itu berusaha dengan ilmunya menyambung kembali lidahnya yang putus hehehe....)

b. Lidah kebal
Setelah atraksi memotong lidah, sekarang kita bahas tentang demonstrasi memotong lidah, namun lidah tersebut tidak putus.

Prinsip yang dipakai sudah tentu sebagaimana prinsip tehnik kekebalan seperti yang telah kita bahas di depan. Yaitu : Jangan menggunakan senjata yang memiliki ketajaman dan umumnya hal ini menggunakan senjata dari bahan stainlis.

Cara memperagakan bisa dengan menggores dengan posisi senjata berdiri (vertikal) atau dengan posisi horizontal. Maka apabila seorang pemain debus menggunakan senjata dari bahan stainlis atau dari bahan lain namun sengaja ditumpulkan, tidak akan ada resikonya. Karena lidah yang terbasah oleh ludah secara alami kemudian menjadi licin, sehingga tidak terjadi penekanan yang berarti.

Demonstrasi kekebalan terhadap lidah modal utamanya hanyalah ketabahan semata. Siapapun bisa melakukannya asalkan sebelumnya sudah sering melatih dan mengenal betul kadar ketajaman senjata yang harus dimanfaatkannya. Dan itu berarti, bagi seorang pemain debus tidak disarankan untuk melakukan demonstrasi kekebalan lidah dengan senjata yang belum pernah mereka gunakan, karena akibatnya bisa fatal[4].











Memotong lidah
FOOTNOTE
[1] Biasanya pemimpin debus mengatakan “Mohon maaf untuk atraksi menusukkan golok ke leher tidak akan kami perlihatkan secara langsung sebab jika diperlihatkan maka akan sangat mengerikan dan bagi yang punya sakit jantung akan membahayakan jiwa mereka. Maka kami akan masuk ke dalam kotak besar dan salah satu dari anggota kami akan mulai menusukkan golok tersebut di dalam kotak besar itu ”
[2] Astaghfirullah tidak seyogyanya umat Islam menipu seseorang dengan menggunakan ayat-suci Al-Qur’an
[3] Dikutip dengan perbaikan dan penyempurnaan dari buku karya Masruri yang berjudul “ Buku Pedoman Atraksi Tenaga Dalam” Jilid 2. Penerbit CV. GUNUNG MAS Pekalongan. Halaman 78.

[4] Dikutip dengan perbaikan dan penyempurnaan dari buku karya Masruri yang berjudul “ Buku Pedoman Atraksi Tenaga Dalam” Jilid 2. Penerbit CV. GUNUNG MAS Pekalongan. Halaman 79.



12/30/2007

Fatwa Atraksi Debus

Oleh : Syekh Abdul Aziz bin BaazMufti ‘Aam Kerajaan Saudi Arabia-rahimahullah rahmatan wasi’ah-

Pertanyaan:

Seseorang bertanya : Di sebagian tempat di Yaman kami temui orang-orang yang disebut As-Saadah. Mereka melakukan perbuatan-perbuatan yang menafikan agama seperti meramal dan lain-lain. Mereka mengaku dapat mengobati orang-orang yang sakitnya kronis, dan sewaktu-waktu memperlihatkan atraksi menusuk-nusuk tubuh mereka dengan pisau atau memotong-motong lidah mereka secara berulang-ulang tanpa hal tersebut membuat mereka menderita. Di antara mereka ada yang shalat, namun sebagiannya lagi tidak shalat. Mereka menikahi orang-orang dari selain sanak keluarga mereka, namun tidak menikahkan sanak keluarga mereka dengan orang lain. Dan ketika berdoa bagi orang yang sakit, mereka mengucapkan, “Ya Allah, ya Fulan (nama salah satu leluhur mereka)”.

Para manusia mengagungkan mereka, menganggap mereka sebagai paranormal dan orang-orang yang dekat dengan Allah. Bahkan mereka disebut sebagai “Lelakinya Allah”. Dan sekarang masyarakat terpecah dalam permasalahan ini. Sebagian menolak mereka, mereka adalah golongan para pemuda dan sebagian penuntu ilmu. Sebagian lagi senantiasa berpegang dengan mereka, mereka ini adalah golongan tua dan selain penuntut ilmu. Ini membutuhkan kesediaanmu untuk menjelaskan hakikat pemasalahan ini.

Jawaban:

Orang-orang tersebut dan juga yang seperti mereka merupakan sekelompok sufi yang memiliki amalan-aman mungkar serta perbuatan-perbuatan yang batil. Mereka juga merupakan sekelompok peramal yang telah disebutkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:
مَنْ أَتَى عَرَّافًا فَسَأَلَهُ عَنْ شَيْءٍ لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلَاةٌ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً
“Barangsiapa mendatangi ‘arraaf’ (tukang ramal)) dan bertanya kepadanya, maka shalatnya tidak akan diterima selama empat puluh hari.” (HR. Muslim 11/273, Ahmad 33/457, 47/199)
Ini karena pengakuan mereka mengetahui perkara gaib, pelayanan dan penyembahan mereka kepada para jin, serta penipuan mereka terhadap manusia dengan perbuatan sihir yang mereka lakukan, dimana Allah berfirman dalam kisah Nabi Musa dan Fir’aun :

قَالَ أَلْقُوا فَلَمَّا أَلْقَوْا سَحَرُوا أَعْيُنَ النَّاسِ وَاسْتَرْهَبُوهُمْ وَجَاءُوا بِسِحْرٍ عَظِيمٍ
Musa menjawab: “Lemparkanlah (lebih dahulu)!” Maka tatkala mereka melemparkan, mereka menyulap mata orang dan menjadikan orang banyak itu takut, serta mereka mendatangkan sihir yang besar (mena’jubkan). (Al-A’raf:116).

Maka tidak boleh mendatangi mereka, bertanya kepada mereka karena hadits mulia dari sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam :
مَنْ أَتَى عَرَّافًا أَوْ كَاهِنًا فَصَدَّقَهُ فِيْمَا يَقُوْلُ فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَ عَلَى مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
“Barangsiapa mendatangi tukang ramal atau dukun dan membenarkan apa yang ia katakan, sungguh ia telah kafir terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (HR. Hakim 1/18, Thobroni Al-Kabir 8/403, AlAusath 3/470).
Adapun do’a yang mereka panjatkan kepada selain Allah serta istighotsah (meminta dihilangkannya bala) kepada selain Allah, persangkaan mereka bahwa bapak-bapak mereka serta leluhur-leluhur mereka memiliki pengaruh terhadap kejadian di dunia ini, penyembuhan mereka terhadap penyakit, atau mereka mewajibkan berdo’a bersama orang-orang yang telah mati serta orang-orang yang ghaib (dari golongan mereka), maka ini semua adalah kufur kepada Allah ‘azza wa jalla dan termasuk ke dalam syirik akbar.

Maka wajib mengingkari mereka, tidak mendatangi, bertanya serta membenarkan mereka. Hal ini karena mereka dalam amalan tersebut telah menggabungkan antara perdukunan, peramalanan dengan amalan musyrik penyembah selain Allah. Begitu pula meminta pertolongan dari selain Allah. Meminta bantuan jin, orang-orang yang telah mati, dan kepada pihak-pihak lain yang cocok bagi mereka, dan mereka mengira bahwa itu adalah bapak-bapak serta leluhur-leluhur mereka. Atau meminta bantuan dari orang-orang yang mengira mereka memiliki derajat kewalian atau karomah. Bahkan semua ini merupakan amalan klenik, perdukunan, peramalan yang munkar dalam syariat yang suci ini.

Adapun atraksi-atraksi mungkar mereka seperti menusuk-nusuk diri mereka dengan pisau atau memotong-motong lidah mereka, maka semuanya ini merupakan tipuan terhadap manusia (seperti atraksi debus, pent.) Dan kesemuanya ini merupakan jenis sihir yang haram, dimana telah ada nash-nash pengharaman serta peringatan terhadapnya dari Al-Quran dan As-Sunnah sebagaimana yang telah disampaikan sebelumnya. Maka tidak selayaknya bagi orang yang berakal untuk terpikat dengan hal tersebut. Ini merupakan jenis yang yang difirmankan oleh Allah ta’ala tentang para tukang sihir Fir’aun :
يُخَيَّلُ إِلَيْهِ مِنْ سِحْرِهِمْ أَنَّهَا تَسْعَى
Terbayang kepada Musa seakan-akan ia merayap cepat, lantaran sihir mereka.” (Thaha : 66)

Maka mereka telah menggabungkan antara sihir dengan klenik, perdukunan, serta peramalan, antara syirik akbar, meminta bantuan dan istighotsah kepada selain Allah dengan mengaku-aku tahu tentang perkara gaib dan peristiwa-peristiwa yang terjadi. Ini merupakan bentuk kebanyakan syirik akbar dan kekafiran yang jelas, dan juga merupakan amalan perdukunan yang telah Allah ‘azza wa jalla haramkan, dan termasuk pula mengaku tahu tentang perkara gaib yang tidak diketahui melainkan hanya Allah saja, sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta’ala:

قُلْ لَا يَعْلَمُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ الْغَيْبَ إِلَّا اللَّهُ
Katakanlah: “Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah”, dan mereka tidak mengetahui bila mereka akan dibangkitkan. (An-Naml : 65)

Maka wajib bagi seluruh muslim yang mengetahui perkara mereka untuk mengingkari mereka serta menjelaskan kebejatan perilaku mereka dan menjelaskan bahwa itu semua adalah kemungkaran. Dan hendaknya dia mengangkat permasalahan ini kepada pemerintah jika berada di negara Islam sampai mereka dihukum sebagai perealisasian syariat untuk mencegah kejahatan mereka dan melindungi kaum muslimin dari kebatilan serta penipuan mereka. Dan Allahlah Maha Pemilik Taufik.[1]



[1] Sumber: Hukmus Sihri wal Kahanaati wa ma Yata’allaq bihima, Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baaz, 18-21




Tidur di Hamparan Paku

Demonstrasi ini konon mulai diperkenalkan oleh para ahli yoga di India. Menurut mereka, yang menyebabkan kulit tidak terluka bukanlah karena kulit kebalnya, tetapi disebabkan oleh kemampuannya mengatur keseimbangan bobot tubuh dan “melawan” gaya gravitasi bumi atau dalam istilah lain disebut dengan ilmu peringan tubuh.

Sesungguhnya rahasianya adalah, jika pemain debus tidur pada hamparan paku tubuh pemain debus tidak terluka tertusuk paku tidak lain karena hamparan pakunya rata dan berjumlah banyak juga rapat jaraknya. Sehingga ketajaman paku tersebut menjadi tidak berbahaya sewaktu direbahi. Lain halnya jika paku tersebut hanya beberapa biji saja dan kita rebahi, mungkin ini bisa dikategorikan ilmu aneh. Jika seseorang berani mencoba yakinlah tidak akan sampai kita terluka jika hamparan pakunya rata, berjumlah banyak dan rapat jaraknya.

Tidur di hamparan paku bagi pemain debus mempunyai beberapa variasi atraksi, seperti tidur di hamparan paku lalu badan pemain debus diberi papan sebagai landasan jalannya motor, bisa kita lihat pada gambar di bawah ini :

Secara teknis demonstrasi gilasan sepeda motor dengan hamparan paku tidaklah membahayakan, dan kuncinya ada pada penempatan sisi berat papan penempatan sisi berat papan yang hendak dijadikan landasan awal. Artinya papan tersebut harus benar-benar menempel pada tanah. Jika motor melintasi papan dengan kecepatan yang cukup maka tubuh seorang pemain debus masih mampu menahan beban sebab motor tidaklah lama berada di atas tubuh.

Jika dilihat keterangan gambar di atas, Anda bisa melihat rapatnya susunan paku yang terhampar. Keterangan gambar nomor 2 Anda bisa melihat hamparan paku sama sekali tidak bisa menusuk tubuh sebab hamparan pakunya sangat rapat. Keterangan gambar nomor 3 Anda dapat melihat sabuk putih yang tebal yang membantu untuk menahan tegangan ketika motor mulai naik yang berfungsi untuk melindungi punggung bawah dari resiko bahaya tusukan paku. Keterangan nomor 4 anda dapat melihat landasan papan yang diletakkan ke atas perut pemain debus yang dikeraskan. (Pemain debus perlu latihan khusus untuk mengeraskan dan membentuk otot perut ).


Menjinakkan Beling

Demonstrasi kebal dari serpihan kaca bentuknya beragam, ada yang bergulir di atas hamparan beling, berjingkrak-jingkrak di atas serpihan kaca. Bahkan pada salah satu jenis tarian daerah Sumatra Barat memanfaatkan media serpihan kaca dalam tariannya.

Atraksi ini di mana letak rahasianya?
Untuk memperoleh jawaban atas pertanyaan tersebut haruslah melalui praktek. Caranya, ambil sekitar sepuluh botol kosong, kemudian pecahkan sehingga menjadi sepihan beling.

Pada bagian botol yang pecah tentu ada bagian yang tak perlu diikutkan. Yaitu pada bagian mulut botol dan bagian bawah botol. Intinya cari atau kumpulkan jenis serpihan yang datar, tidak meruncing.

Semakin banyak serpihan kaca yang hendak dijadikan alat demonstrasi resiko cederanya semakin kecil, karena sepihan menjadi padat, tak ada sela-sela yang mengakibatkan luka tusuk.
Jika serpihan sudah banyak, maka pemain debus sudah cukup merasa yakin, bahwa beling itu tidak akan menusuk (karena dia rebah). Di sinilah koncinya dan mulailah berdiri di atasnya. Tambah keyakinan, tingkatkan keedanan dengan cara bergerak, jalan di tempat, jika sudah benar-benar yakin tingkatkan gerakan dengan loncat-loncat.

Dari jenis permainan yang kami tulis diatas, bisa dikembangkan menjadi permainan yang lebih beragam. Caranya, hamparkan serpihan beling pada lantai. Kemudian tidurlah di atasnya. Di atas perut ditumpuk beberapa batu bata kemudian dipukul dengan gada besi.

Untuk demonstrasi di tempat terbuka, akan lebih seru apabila pada dekat tumpukan serpihan beling diberi pengeras suara. Suara beling saling beradu makin keras, penonton pun akan lebih terkesima[1].


footnote
[1] Dikutip dengan perbaikan dan penyempurnaan dari buku karya Masruri yang berjudul “ Buku Pedoman Atraksi Tenaga Dalam” Jilid 2. Penerbit CV. GUNUNG MAS Pekalongan. Halaman 66-68.



Rahasia kebal dari air keras, minyak atau air biasa yang mendidih

Atraksi yang akan kami bongkar rahasinya ini cukup mengerikan. Di mana para pemain debus dengan gagah berani melakukan demonstrasi mandi dengan air dan minyak goreng yang mendidih, bahkan mereka mengatraksikan menyiram tubuhnya dengan air keras yang dapat membakar kulit. Jangan takjub dulu...... Sebab semua ada tehniknya yang akan kami jelaskan pada pembahasan di bawah ini :

a. Mandi dengan Minyak Mendidih
Sebuah wajan besar diisi dengan minyak goreng hampir penuh dan dipanaskan di atas perapian (kompor dan sebagainya) sampai kemudian minyak itu mendidih dan bersuara krotog-krotog. Para penonton boleh melihat atau menyaksikan dengan mata kepala sendiri minyak goreng itu betul-betul mendidih sampai bergumpal-gumpal.

Akan tetapi sang pemain debus dengan tangan telanjang dan tanpa baju berani mengambil dengan kedua telapak tangannya minyak goreng yang sedang mendidih itu dan langsung disiramkan pada badan serta mukanya. Namun pemain debus itu tetap tenang-tenang saja tanpa mendapat cedera atau luka bakar.

Rahasianya adalah : minyak goreng yang digunakan tersebut sebelum permainan sudah dipersiapkan lebih dahulu. Yaitu berupa campuran 4 botol minyak kelapa dan 1 botol cuka murni. Campuran itu kelihatannya tak berbeda dengan minyak sebelum dicampur karena cuka berada di bagian bawah.

Maka ketika minyak terlihat mulai mendidih, sebenarnya yang mendidih adalah bagian cukanya saja. Sedangkan minyaknya baru hangat-hangat. Sebab cuka yang berada pada dasar wajan maka lebih cepat menerima panas api dan cuka ini benar-benar akan mendidih juga betul-betul panas hingga berbahaya kalau sampai terkena tangan.

Oleh sebab itu, setelah pemain debus melihat keadaannya, perhatikan dan pelajarilah dengan seksama maka biasanya pemain debus akan mengetahui dengan mudah bagian minyak yang tidak panas itu. Demikian juga anda akan dapat mengetahui bagian luapan cuka yang memang panas dan mendidih. Maka sebab itu sewaktu memasukkan tangan ke dalam wajan agar benar-benar memperhatikan keadaan tersebut dan berhati-hati jangan sampai menyentuh cukanya.

b. Mandi dengan Air Mendidih
Demonstrasi pemain debus masuk dalam kuali besar atau drum yang berisi air mendidih yang bagian bawahnya dipanaskan dengan memakai kayu bakar sering kali ditampilkan sebagai selingan dalam kesenian-kesenian debus.

Rahasia dari permainan ini adalah si pemain debus hendaknya masuk dalam kuali besar atau drum ketika air belum mendidih benar. Sedangkan untuk membantu mengamankan dari kemungkinan luka bakar kita bisa memanfaatkan tumbuhan gagang dan daun sirih.

Gagang dan daun sirih tersebut dimasukkan ke dalam air dapat mengurangi sengatan panas air. Prakteknya ambil kuali besar atau drum kemudian isi air secukupnya. Ambil gagang dan daun sirih lalu masukkan ke dalam air yang mendidih. Usahakan agar daun dan gagang sirih tersebut sampai benar-benar larut dalam air sehingga warna air berubah menjadi kehijau-hijauan.

Setelah benar-benar menghijau, biarkan agar air kembali dingin. Matikan kayu bakarnya. Kemudian apabila ada yang hendak melakukan atraksi memasukkan badan ke dalam air yang mendidih tersebut, mulailah lagi menyalakan kayu bakarnya dan setelah terlihat air mulai berembun haruslah diuji dulu dengan ujung jarinya untuk mengira panasnya lalu baru pemain debus memasukkan badan ke air sirih yang panas itu[1].

c. Menyiram tubuh dengan air keras

Air keras dikenal memiliki kekuatan untuk menghancurkan benda keras sekalipun. Dan itu berarti jika terkena kulit manusia semestinya terjadi luka.

Namun demikian ada sebagian perguruan tenaga dalam yang memanfaatkan air keras untuk membuktikan kekebalan kulitnya. Cara memperoleh ilmu ghaib untu kekebalan dari air keras caranya beragam, yaitu ada yang diisi oleh gurunya, namun ada juga yang menempuh “laku” sendiri seperti puasa atau membaca mantra-mantra tertentu.

Berdasarkan pengamatan Masruri, demonstrasi kekebalan air keras termasuk kategori murni. Karena memang air keras yang murni, tetapi dipilih yang tidak membahayakan kulit dengan kata lain menggunakan air keras yang mutunya sangat rendah.

Jenis air keras yang paling sering digunakan untuk demonstrasi kekebalan kulit adalah sejenis HCL-air keras. Bahan ini bisa didapat pada apotik-apotik atau toko penjual bahan kimia.

Sifat dari HCL-air keras ini hampir serupa dengan air keras yang asli dan bermutu tinggi yaitu sama-sama mengeluarkan asap apabila dilelehkan pada anggota tubuh atau benda-benda lain seperti logam besi, ubin dan semacamnya.

Selain mengeluarkan asap, HCL-air keras juga nampak mendidih dan karena itulah air keras tampak sangat menakutkan. Padahal yang sebenarnya tidaklah demikian. Jadi, nilai seni dari demonstrasi siraman air keras adalah pada asap dan kesan mendidihnya, di samping itu orang awam yang tidak tahu hakikat sebenarnya bahwa HCL-air keras tidaklah membahayakan pada kulit.

Oleh sebab itulah, apabila Anda berniat untuk melakukan demonstrasi siraman air keras, jalan amannya anda mencari jenis air keras yang mutunya sangat rendah atau tidak asli tetapi tetap mempunyai efek mendidih dan berasap[2].
FOOTNOTE
[1] Dikutip dengan perbaikan dan penyempurnaan dari buku karya Masruri yang berjudul “Buku Pedoman Atraksi Tenaga Dalam” Jilid 2. Penerbit CV. GUNUNG MAS Pekalongan. Halaman 52-53.
[2] Dikutip dengan perbaikan dan penyempurnaan dari buku karya Masruri yang berjudul “ Buku Pedoman Atraksi Tenaga Dalam” Jilid 2. Penerbit CV. GUNUNG MAS Pekalongan. Halaman 56-59.



Atraksi menusukkan benda tajam ke dalam kulit

Adegan ini tidak bisa direkayasa dan benar-benar terjadi !!! Sebagaimana jarum atau kawat stainless bisa ditusukkan ke kulit hingga tembus.

Melihat seramnya gambar di atas, maka Anda pasti bertanya tanya ?? Bagaimana orang bisa melakukan atraksi seperti itu ?? Bagaimana mungkin orang bisa menahan rasa sakit yang amat sangat ketika ditusuk oleh jarum dan kawat stainless yang sangat banyak menembus kulit mereka ?? Apakah mereka menggunakan ilmu ghaib ??

Sesungguhnya semua orang mempunyai kemampuan untuk melakukan atraksi seperti terlihat pada gambar di atas.

Rahasianya adalah bagaimana seseorang mengendalikan rasa sakit yang dialaminya atau dengan memusatkan konsentrasi pada hal lain yang bisa mengalihkan rasa sakit.

Pada atraksi menusukkan jarum atau kawat stainless pada kulit hingga tembus selain latihan yang bersifat teknis dan fisik seseorang harus menguasai metode “menguasai” rasa sakit yang dialaminya.

Ada teori psikologi yang akan menjelaskan bagaimana konsentrasi akan mempengaruhi pada seluruh sistem yang ada dalam tubuh kita, seperti syaraf, peredaran darah, pernafasan, pencernaan, otot-otot, kelenjar, reproduksi dan lain-lain.

Dalam tarikh (sejarah) Islam seorang sahabat Nabi Muhammad saw yang bernama Sayyidina Ali pernah terkena panah dalam suatu peperangan, kemudian beliau meminta panah tersebut dicabut tatkala khusyuk konsentrasi menjalankan shalat…Ternyata waktu dicabut tidak terasa sakit atau ketika Umar Bin Khattab ketika sedang shalat ditombak oleh musuhnya namun tetap melanjutkan shalat hingga seolah-olah tidak merasakan sakit. Penjelaskan fenomena ini dengan gate system theory, menurut teori ini rangsang yang masuk ke dalam otak dapat dihambat oleh rangsang lain, dalam kasus ini adalah konsentrasi khusyuk dalam shalat.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa konsentrasi penuh dalam shalat (khusuk), yaitu hanya mengingat Allah SWT atau konsentrasi pada satu titik (dalam hal ini shalat) akan menutup rangsangan sakit yang akan terbawa ke otak.

Jadi pada kasus orang yang seolah-olah bisa menahan rasa sakit ketika ditusuk hal ini dapat terjadi karena pemain debus itu bisa menutup rangsangan rasa sakit yang akan terbawa ke otak dengan berkonsentrasi mengarahkan fikirannya pada satu titik sehingga karena sebab pemusatan tersebut mampu “mematikan” rasa sakit.

Alvan Goldstein telah menemukan semacam morfin alamiah yang ada pada diri manusia, yaitu dalam otak manusia yang disebut endogegonius morphin atau yang sering disingkat dengan endorphin/endorfina dan enkafalina yang dihasilkan oleh kelenjar pituitrin di otak ternyata mempunyai efek yang mirip dengan opiat (candu), sehingga disebut “opiat endogen”. Zat yang mirip dengan morfin yang dihasilkan oleh tubuh manusia dengan rumus kimia C17H19N03 disebut endofina dan encephalina yaitu yang dihasilkan oleh kelenjar hipofese di otak. Berdasarkan keterangan beberapa ahli ini dapat disimpulkan bahwa dalam diri manusia telah mempunyai zat semacam morfin yang memiliki fungsi kenikmatan (pleasure principle).

Dengan shalat secara khusyuk dan bisa berkonsentrasi dengan baik maka akan menstimulir kelenjar pituitrin atau kelenjar hifofise di otak untuk mengeluarkan dan mengaktifkan endogegonius morphin sehingga secara fisiologis sewaktu shalat khusyuk kita benar-benar terasa sangat nikmatnya hingga tidak merasakan lagi rangsangan dari luar.

Kisah lain adalah kisah para wanita di zaman Nabi Yusuf AS. Karena terpesona dan sangat khusyuk menikmati ketampanan Nabi Yusuf AS para wanita tersebut tidak menyadari bahwa pisau yang digunakan untuk mengupas buah telah meleset mengenai jari jemari mereka hingga berdarah.

Suatu contoh kecil, saya (Perdana Akhmad) pernah sewaktu masih duduk di bangku SD memancing ikan di sungai saking khusyuk dan konsentrasinya memancing, saya sama sekali tidak menyadari ketika memindahkan kaki, jempol kaki saya terkait mata pancing hingga menembus kaki saya. Saya saat itu sama sekali tidak merasakan sakit ketika mata pancing itu menembus jempol kaki kecuali hanya merasakan sesuatu benda telah masuk dan menembus jempol kaki. Ketika mata pancing itu telah menembus jempol kaki saya, saya pun merasa tidak terlalu sakit melainkan hanya merasakan jempol saya itu terasa tebal dan terasa kesemutan.

Selain itu dalam “mengandalikan” rasa sakit diperlukan adanya tehnik auto sugesti[1] pada diri kita. Kami beri contoh pada bacaan-bacaan dalam shalat berisi hal-hal yang baik, berupa pujian, mohon ampunan, doa maupun permohonan yang lain. Hal ini sesuai dengan arti shalat itu sendiri, yaitu shalat berasal dari bahasa Arab berarti doa mohon kebajikan dan pujian. Hal ini didukung oleh De Porter dan Hernacki dalam bukunya Quantum Learning yang menyebutkan bahwa konsep ini berasal dari konsep. Dr. Georgi Lozanov yang melakukan eksperimen yang disebut sugestology atau sugertopedia yang pada prinsipnya bahwa sugesti dapat dan pasti mempengaruhi hasil situasi belajar.

Jadi dengan kita shalat kita memberikan efek mensugesti diri sendiri untuk menjadi lebih baik karena kita terus mengulang-ulang doa, permohonan dalam shalat yang akan masuk ke dalam alam bawah sadar kita untuk bisa berikhtiar atau berusaha agar cita-cita yang kita inginkan tercapai karena ridho dan pertolongan Allah.

Pada kasus orang yang seolah-olah bisa menahan rasa sakit ketika ditusuk hal ini dapat terjadi karena pemain debus itu telah mensugesti dirinya dengan ucapan-ucapan “keyakinan” yang diulang-ulang hingga masuk pada alam bawah sadar[2], sehingga ketika pada saat atraksi pemain debus walaupun merasakan sakit ketika jarum atau kawat stainless menembus kulitnya tetapi sebagai akibat dari kuatnya dia mensugesti diri sendiri dia dapat menahan bahkan “menikmati” rasa sakitnya. Pada kasus atraksi debus ini, bisa saja ketika ditusuk hingga tembus bukanlah berarti ia tidak merasakan sakit sama sekali melainkan karena mentalnya telah siap maka rasa sakit tidak dihiraukannya.

Hal ini dapat juga dilihat pada fenomena kaum syi’ah di Iran ketika memperingati wafatnya Ali mereka melakukan prosesi melukai diri sendiri dengan berbagai macam senjata tajam hingga tubuh mereka berlumuran darah. Atau ketika masyarakat Kristen di Philiphina merayakan meninggalnya Yesus Kristus ditiang salib, beberapa dari mereka melukai diri sendiri dengan cara tangan atau kaki mereka dipaku sampai tembus sembari kepala mereka dihiasi mahkota duri tanaman mereka dicambuki hingga berdarah-darah di tiang salib. Fenomena ini karena sebab mereka telah mensugesti diri mereka sendiri secara berulang-ulang[3], hingga terbentuk keyakinan yang sangat kuat yang masuk dalam alam bawah sadar mereka yang membentuk pribadi yang berani melukai diri sendiri bahkan menikmati rasa sakit yang mendera mereka.

Adapun tehnik yang biasa dilakukan pemain debus dalam menusuk kulit hingga tembus adalah :

1. Terus belajar berkonsentrasi dengan baik.
2. Sebelum melakukan atraksi sering melakukan tehnik auto sugesti.
3. Mensterilkan alat tusuk (jarum atau kawat stainless) dari kuman atau bibit penyakit dengan mencucinya ke dalam larutan alkohol.
4. Ketika menusuk, janganlah ragu-ragu !! Tusuklah pada bagian kulit yang tebal dan hindari terkena tulang atau organ bagian dalam tubuh yang fital ( dengan kata lain hanya menembus kulit dan daging saja).
5. Usahakan ketika menusuk dengan kecepatan yang tinggi untuk meminimalisir rasa sakit (jika sudah sering melakukannya, terbiasa dan berpengalaman menusukkannya bisa saja dengan gerakan lambat).
6. Ketika kulit sudah tertembus yakinlah bahwa rasa sakit pada saat kulit sudah tertembus tidaklah sesakit ketika baru ditusukkan ( persamaan yang mudah adalah pada saat kita melakukan donor darah, ketika jarum masuk ke dalam kulit rasanya akan sakit. Namun ketika jarum tersebut sudah berasa dalam kulit maka rasanya hanya seperti ketika digigit semut kecil saja).
7. Ketika akan menarik kembali jarum atau kawat yang menembus kulit kita, tariklah dengan secepat mungkin untuk meminimalisir rasa sakit.
8. Bersihkan dan obati luka dengan mengusapnya dengan alkohol atau memberi antiseptik untuk mencegah infeksi.
FOOTNOTE
[1] Auto-sugesti adalah suatu upaya untuk membimbing diri pribadi melalui proses pengulangan suatu rangkaian ucapan rahasia kepada diri sendiri yang menyatakan suatu keyakinan atau perbuatan.
[2] Dalam hal ini bisa berupa mantra-mantra yang diucapkan pemain debus. Namun mantra yang diucapkan kebanyakan mengandung unsur syirik dan bid’ah. Maka bagi kita yang berakidah tauhid, ucapan yang aman adalah ucapan yang membangkitkan rasa percaya diri seperti “Saya pasti mampu melakukannya dengan izin Allah”
[3] Bentuk sugesti yang terbentuk pada diri mereka adalah sugesti bersifat religius, di mana mereka yakin prosesi melukai diri sendiri yang dilakukan merupakan bentuk cinta terhadap “keyakinan religi”.




12/29/2007

Rahasia Kebal dari Pukulan, Hantaman dan Goresan Benda Tajam


Siapa yang tidak takjub melihat atraksi di mana para pemain debus berdemonstrasi kebal dicambuk, tubuh tidak tertusuk duri salak ketika mereka berguling di atas hamparan duri salak, perut dimartil dengan al-madad, mengunyah beling dan silet, tubuh kebal bacokan dan sayatan. Bahkan terkadang bisa membuat orang yang menontonnya menjadi jantungan sebab mengerikannya atraksi-atraksi tersebut.
Agar tidak penasaran, mereka bisa melakukan atraksi mengerikan itu ? Marilah kita bongkar rahasianya :

a. Kebal Pukulan Cambuk
Beberapa group kesenian tradisional debus atau kuda lumping sering memperagakan kekebalan tubuhnya terhadap sebetan cambuk. Benarkah hal itu karena kekebalan tubuh atau karena teknis memukulnya ?

Jawabnya tentu hanya trik saja. Tekhniknya sebenarnya adalah bagaimana cara pemain debus dalam mencambuk seseorang. Pemukul harus berupaya untuk tidak memukul dengan ujung cambuk. Tetapi harus menggunakan teknis “pukul putar” yang artinya, ketika memukul harus menggunakan bagian tengah cambuk, sehingga memberikan efek ujung cambuk melingkari bagian yang terkena. Dengan demikian maka rasa sakit akan berkurang, karena yang menimbulkan sakit dari pukulan cambuk berasal dari ujung cambuknya dan bukan dari bagian tengah cambuk. Tehnik “pukul putar” selain akan menghindarkan dari rasa sakit juga akan menimbulkan efek suara ledakan cambuk.

Selain itu ada juga tehnik lain yaitu dengan menggunakan pelindung dari bahan kulit kambing atau kulit kerbau yang dipakai melingkar pada bagian dalam tubuh.

Pelindung tersebut mempunyai fungsi ganda. Selain kulit tidak merasakan sakit, benturan ujung cambuk dengan pelindung tersebut akan menimbulkan suara yang keras.

Tetapi untuk penggunaan pelindung kulit binatang tersebut haruslah rapi dan hati-hati. Cara mengikat pada tubuh harus benar-benar kuat.

Setelah itu pemain debus mengupayakan menutupnya dengan kaos dalam, baru setelah itu pemain debus mengenakan baju atau kaos yang resmi. Fungsi kaos tersebut adalah untuk mengelabui penonton, sebab tanpa adanya kaos dalam maka penonton akan curiga.

Jika pemain debus kesulitan mendapatkan pelindung dari kulit, mereka biasanya menggunakan karton tebal. Sedangkan para pemain kuda lumping umumnya menggunakan pelindung dari bengkung atau ikat pinggang wanita yang melingkari perut secara berangkap-rangkap[1].

b. Bergulir pada Hamparan Duri Salak.
Bagaimana kita tidak terheran-heran jika melihat atraksi kekebalan berguling pada hamparan duri salak yang terlihat tajam. Untuk bisa mendapatkan kekebalan itu dikatakan oleh pemain debus haruslah belajar ilmu ghaib yang sangat berat. Sesungguhnya atraksi yang mereka lakukan itu hanyalah sebuah trik.

Mengapa para pemain debus itu selalu menggunakan duri salak ? Rahasianya karena duri salak walau tajam dan panjang, namun memiliki kelenturan yang sangat elastis sehingga ketika tertimpa oleh tubuh maka durinya akan rebah sehingga tidak menusuk kulit, apalagi kulit manusia sampai tekanan tertentu memiliki kekenyalan dan elastisitas yang tinggi. Setiap orang asal berani mencoba yakinlah tidak akan terjadi apa-apa, kecuali kulit orang tersebut akan sedikit memerah dan jikapun sampai lecet hanya akan mengenai kulit ari dan tidak pernah ada insiden duri salak akan masuk ke dalam tubuh pemain debus sebab mereka tahu tehniknya.[2].

Percayalah! Banyak pemain debus yang telah berani mencoba, mereka semua selamat. Tidak akan terjadi hal-hal yang membahayakan seperti duri salak tersebut akan menembus tubuh mereka, kecuali hanya akan meninggalkan sedikit ruam merah pada kulit mereka seperti yang terlihat pada gambar di samping



c. Perut dimartil dengan Almadad
Tentunya Anda sering menyaksikan pada layar televisi atau bahkan melihat secara langsung peragaan dari pemain debus yang memegang Almadad, lalu ditusukkan di perutnya dengan cara dipukul dengan palu godam.


Permainan ini mempunyai rahasia, yaitu almadad tersebut harus dipegang dengan kedua tangan. Tujuan dari pegangan tersebut selain untuk memeganginya juga sekaligus menahan sentakan atau tekanan dari pukulan palu godam.


Dengan demikian maka ujung besi yang kelihatannya lancip tersebut hanya sedikit menempel pada perut. Sehingga kemungkinan menjadi luka amatlah kecil. Apalagi pada saat pemain debus lain memukul dengan palu godam, pemain debus yang memegang almadad juga memegang dengan erat almadad tersebut.

Selain menggunakan cara menahan laju lancipan besi almadad dengan kedua tangan, ada juga yang menggunakan sabuk khusus. Sabuk tersebut terbuat dari kulit binatang yang dirangkap. Dan untuk hal ini cara mendemonstrasikannya, kulit binatang yang melilit diperut tidak boleh kelihatan dan harus tertutup baju.


Tehniknya adalah :
1. Pemain debus memegang almadad [3] tersebut dengan kedua tangan pada ujung lancipan dan pada tengah besi almadad.
2. Posisi kuda-kuda dari yang menerima pukulan adalah kuda-kuda depan
3. Badan agak sedikit membungkuk ke depan.
Ketiga posisi di atas sangat membantu pemain debus dalam menahan benturan palu godam[4].
d. Mengunyah Beling dan Silet
Siapa yang tidak menggeleng-gelengkan kepala ketika para pemain debus dengan tenangnya mengunyah beling dan silet lalu ditelannya. Namun semua itu ada tehnik yang bisa kita pelajari. Berikut ini penjelasan rahasianya :


· Mengunyah Beling
Demonstrasi mengunyah dan memakan semprong lampu ini banyak dilakukan para pemain kuda lumping dan para pemain debus. Pada atraksi ini sebenarnya dapat dilakukan oleh siapa saja tidak perlu harus belajar ilmu ghaib yang aneh-aneh.

Tehnik memakan beling ini biasanya pemain debus atau kuda lumping memilih beling yang tipis dan rapuh seperti semprong lampu atau lampu neon yang terbuat dari stum yang memang jika pecah tidak tajam dan tidak membahayakan jika tertelan. Sebelum memakan beling pemain debus harus makan makanan yang lengket seperti pisang atau ketan. Fungsi makanan tersebut akan mengamankan dan lebih melindungi usus dari kemungkinan adanya sisa-sisa beling yang tidak bisa dicerna. Untuk lebih amannya sebelum dan sesudah atraksi makan beling tersebut para pemain debus makan makanan yang lengket. Kita tidak perlu menggolongkan ketrampilan memakan beling sebagai permainan mistik dan magis, sebab sebagian besar orang pasti bisa melakukannya asal tahu tehniknya dan berani.
Kunci atraksi makan beling adalah :

Tidak boleh ada gigi yang berlubang.
Pilih jenis beling yang paling tipis dan paling rapuh seperti semprong lampu atau lampu neon.
Beling (semprong lampu atau lampu neon) harus dikunyah sampai benar-benar halus barulah ditelan.
Dalam mengunyah jangan ragu-ragu tetapi harus mantap dan tempatkan beling tersebut selalu diantara gigi[5].


· Mengunyah silet
Satu lagi jenis permainan mengunyah yang lebih spektakuler adalah mengunyah silet. Namun rahasia permainannya juga tak jauh beda dengan cara mengunyah beling. Untuk melakukan atraksi ini seseorang jangan memilih jenis silet yang liat seperti merk Goal tetapi pilihlah yang bermerk Tiger yang lebih rapuh dan mudah patah.


Ada beberapa trik yang bisa dilakukan untuk membuat permainan ini lebih terkesan spektakuler, yaitu sebelum silet dikunyah dibuat untuk memotong-motong kertas terlebih dahulu.


Tehnik pelaksanaannya adalah hilangkan terlebih dahulu ketajaman silet dengan cara menggosokkannya pada benda-benda keras seperti besi, batu dan sebagainya. Lalu biarkan sebagian kecil ujung dari salah satu sudut silet itu tajam, dan bagian itu nantinya akan digunakan untuk memotong-motong kertas. Penonton tak akan mengetahui trik tersebut kerena mereka menganggap bahwa seluruh bagian silet memiliki ketajaman semuanya.
Ketika atraksi makan silet berlangsung seorang pemain debus harus tetap memegang ujung dari sudut silet yang masih tajam tersebut dan ujung silet tersebut dipatahkan dengan digigit lalu disembunyikan pada sela-sela jari jemari[6].

e. Tubuh Kebal Bacokan dan Sayatan
Siapa yang tak heran dan takjub ketika melihat atraksi para pemain debus yang membacok dan menyayat-nyayat tubuh dengan golok bahkan ada juga atraksi kebal dengan sayatan silet yang tajam. Namun semua demonstrasi itu bisa dipelajari dan ada tehniknya. Berikut ini penjelasan rahasianya:

· Membacok Tubuh dengan Golok
Pada atraksi debus kita dapat melihat adanya pemain debus yang membacok-bacokkan golok ke berbagai bagian tubuhnya, namun mereka sama sekali tidak terlihat kesakitan dan kulit mereka sama sekali tidak terluka. Sesungguhnya atraksi ini hanyalah trik belaka dan siapapun juga bisa melakukannya jika sudah tahu tehniknya.


Caranya adalah dengan mempersiapkan golok yang tidak terlampau tajam. Golok yang tidak terlalu tajam, jika dibacokkan pada daging tidak akan membuat daging terluka. Pilihlah anggota badan yang banyak dagingnya seperti dada, perut, leher, lengan paha dan punggung. Jangan mengenai anggota badan yang bertulang seperti kepala, tulang kering sebab dengan sedikit benturan dengan benda tidak tajam sekalipun bisa menimbulkan luka lebam.


Selain itu membacoknya juga dengan teknik : ketika bacokan mengenai lengan, ikuti gerakan golok seolah lengan pemain debus terdorong oleh kerasnya sabetan golok. Padahal yang terjadi adalah pemain debus itu mengikuti gerakan golok agar benturan itu dapat diminimalisir. Selain trik di atas, seorang pemain debus biasanya ber-acting untuk mendramatisir atraksi mereka.

Jika ada yang bertanya atau mengkritisi ”Jika benar golok pemain debus itu tidak terlampau tajam, mengapa pelepah kelapa dan leher ayam bisa putus dalam sekali tebas? Penjelasannya adalah pelepah kelapa dan leher ayam bisa putus dengan sekali tebas karena mereka tidak mengikuti gerakan golok ketika dibacok, jadi benturan diterima 100%. Selain itu pelepah kelapa dan leher ayam memang mudah terkoyak karena strukturnya tidak padat seperti kayu jati ataupun kenyal dan elastis seperti bagian perut, paha, dada atau lengan. Dan biasanya sebagaimana penulis lihat di lapangan, ketika para pemain akan membacoknya, ia melafadzkan do’a-do’a khusus sambil mengusap-usap golok sehingga para penonton semakin terhipnotis.


Catatan Khusus :
1. Permain debus melakukan atraksi kebal bacok ini hanya pada bagian tubuh yang banyak dagingnya.
2. Pemain debus biasanya berhati-hati agar tidak menggoreskan golok, sebab meskipun agak tumpul tapi golok bisa melukai jika digoreskan dengan kuat. Biasanya jika pemain debus ingin melakukan atraksi kebal sayatan dengan menyediakan pedang bermata dua. Salah satu dibuat agar tumpul, benar-benar tumpul, atau pemain debus juga bisa menggunakan golok yang bagian depannya tajam tapi belakang tumpul atau sebaliknya.
3. Untuk meyakinkan penonton, pemain debus selalu untuk melakukan "pengujian" senjata sebelum mereka melakukan ujicoba bacok / sayat.
Ada juga variasi yang tak kalah dramatis, yaitu di mana salah satu pemain debus meletakkan buah-buahan seperti pisang, semangka, timun atau sayur-sayuran seperti sayur kol di paha atau bagian tubuh lain seperti perut atau dada. Kemudian pemain debus lain mencacah dengan golok sayuran atau buah-buahan tadi di salah satu bagian tubuh tertentu seperti paha, perut atau dada. Walau pemain debus mencacah dengan begitu banyaknya ternyata tubuh yang jadi dasar tempat meletakkan sayuran atau buah tadi tidak terluka. Bagaimana rahasianya?
Sesungguhnya atraksi ini tergolong sangat ringan, namun juga memiliki resiko yang tinggi jika tidak tahu tehniknya.

Cara melakukan yang paling aman adalah :

1. Sasaran yang dicacah atau dirajang diletakkan pada bagian perut, karena bagian tersebut tidak memiliki tulang dan sangat kenyal juga elastis sehingga bisa menetralisir sabetan golok.
2. Pemain debus tidak mencacah dengan cara mengiris sebab akibatnya bisa fatal, kecuali bagi mereka yang sudah berpengalaman.
3. Pemain debus mengatur agar daya ayun untuk mencacah buah atau sayur tersebut jangan sampai terlalu keras. Upayakan ayunannya hanya untuk memutuskan sasaran benda di atas perut (atau bagian tubuh lain yang lunak) dan secepatnya diangkat atau jika mengenai perut upayakan jangan terlalu keras.
Dengan memperhatikan aturan-aturan di atas, para pemain debus akan mampu memperagakannya dan ini bukanlah mistik melainkan hanya tehnik belaka.

· Menggores atau Mengiris Tubuh dengan Golok
Demonstrasi kekebalan kulit yang mempunyai efek bahaya adalah tehnik goresan. Karena secara alami, gerakan senjata menggores lebih memiliki daya sobek luar biasa pada kulit, karet atau benda-benda yang cukup kenyal dan elastis, dibandingkan dengan cara senjata tersebut diayunkan atau dipukulkan pada benda yang kenyal dan elastis.

Tetapi kita terkadang melihat adanya atraksi debus yang memperagakan atraksi kekebalan dengan cara menggores tubuh. Namun jika kita sudah tahu tehniknya hal ini bukan barang mustahil bisa dilakukan oleh siapa saja.

Caranya adalah dengan cara menggunakan senjata tajam yang sudah diatur seperti membiarkan bagain-bagian tertentu pada senjata tersebut tumpul dan bagian tertentu lainnya tetap tajam.

Tujuannya agar nanti anda bisa meyakinkan penonton dengan cara menguji ketajaman pada benda-benda seperti batang pisang, pelepah kelapa dan benda lainnya.

Dari penjelasan di atas, penonton akan menjadi yakin kerena mereka tidak mengetahui bahwa pada bagian senjata tersebut ada wilayah pedang tajam dan ada pula wilayah pedang tumpul.
Tehnik menggores umumnya dilakukan dengan cara tidak memberikan tekanan yang kuat, sehingga amat masuk akal apabila kulit menjadi aman dari ketajaman senjata walaupun senjata yang digunakan bagi pemain yang profesional dapat memakai senjata yang cukup tajam[7].

· Atraksi Kebal Sayatan Silet
Atraksi kebal sayat silet menggunakan silet yang sudah dimodifikasi. Silet tersebut salah satu sisinya ditumpulkan dengan cara menggosokkannya ke batu. Setelah itu, masukkan lagi ke bungkusnya dengan rapi dan kemudian di-lem merekat seperti baru. Ingat, karena pada umumnya silet yang baru dianggap benda sangat tajam, maka atraksi ini sering berhasil membuat orang terkagum-kagum.

Cara Atraksi Pemain Debus:
1. Pemain debus mengambil silet baru yang sudah dimodifikasi itu.
2. Pemain debus meminta penonton untuk membukanya, agar dia yakin bahwa silet itu masih baru.
3. Ambil silet itu, kemudian gunakanlah untuk mengiris kertas atau koran. Selain membuktikan pada penonton bahwa silet itu tajam, manfaat lain dari langkah ini adalah : Pemain debus bisa mengetahui sisi silet mana yang tajam dan yang tumpul.
4. Setelah pemain debus yakin mengetahui sisi silet yang tumpul, atraksi pun dimulainya.
5. Pertama kali, Pemain debus biasanya mencoba menyayat rambutnya. Mengapa rambut dulu ? Karena jika ternyata pemain debus salah memegang sisi silet, maka tidak terjadi luka yang membahayakan.
6. Setelah berhasil dengan sayat rambut, Pemain debus lalu melakukan sayatan di mana saja. Agar lebih seru, pemain debus juga menyayat penonton. Dengan mengatakan "orang yang saya pegang juga ikut kebal karena aliran energi dari tubuh saya".
7. Setelah atraksi selesai, Biasanya pemain debus mengamankan silet tersebut.


FOOTNOTE
[1] Dikutip dengan perbaikan dan penyempurnaan dari buku karya Masruri yang berjudul “ Buku Pedoman Atraksi Tenaga Dalam” Jilid 1. Penerbit CV. GUNUNG MAS Pekalongan. Halaman 30.

[2] Dikutip dengan perbaikan dan penyempurnaan dari buku karya Masruri yang berjudul “ Buku Pedoman Atraksi Tenaga Dalam” Jilid 1. Penerbit CV. GUNUNG MAS Pekalongan. Halaman 32.

[3] Alat pemukul almadad sebenarnya ringan. Tetapi para pemainnya beraksi seakan-akan terasa berat. Biasanya alat itu terbuat dari kayu pule sehingga ringan sekali. Lalu ujung palu al-madad dilapisi semacam seng. Dan martil yang digunakan untuk memulul juga dilapisinya sehingga ketika dipukulkan menimbulkan suara keras yang semakin membuat suasanan yan tegang. Biasanya pemukul akan berteriak, “Al-madad, al-madad..... berkali-kali.
[4] Dikutip dengan perbaikan dan penyempurnaan dari buku karya Masruri yang berjudul “ Buku Pedoman Atraksi Tenaga Dalam” Jilid 1. Penerbit CV. GUNUNG MAS Pekalongan. Halaman 60.


[5] Dikutip dengan perbaikan dan penyempurnaan dari buku karya Masruri yang berjudul “Buku Pedoman Atraksi Tenaga Dalam” Jilid 2. Penerbit CV. GUNUNG MAS Pekalongan. Halaman 64.

[6] Dikutip dengan perbaikan dan penyempurnaan dari buku karya Masruri yang berjudul “ Buku Pedoman Atraksi Tenaga Dalam” Jilid 2. Penerbit CV. GUNUNG MAS Pekalongan. Halaman 65.

[7] Dikutip dengan perbaikan dan penyempurnaan dari buku karya Masruri yang berjudul “ Buku Pedoman Atraksi Tenaga Dalam” Jilid 2. Penerbit CV. GUNUNG MAS Pekalongan. Halaman 77.

Rahasia Kebal Api

Kata "sulap" menurut kamus[1] adalah pertunjukan berbuat sesuatu yang menakjubkan, silap mata. Jadi tentu saja yang ditampilkan dalam sulap terlihat mustahil.

Magic adalah istilah bahasa Inggris untuk sulap. Mungkin dari sinilah berkembang semacam prasangka bahwa sulap itu magic (dalam bahasa Indonesia, magic lebih diartikan sebagai ilmu hitam, atau segala sesuatu yang berbau mistik).

Padahal tidak demikian, sulap hanyalah trik.

Tidak ada satu pun manusia yang sakti di bumi ini. Seseorang primitif sewaktu melihat pesawat, ia menganggapnya dewa karena ia belum tahu triknya, bila kita sudah tahu triknya maka tidak ada lagi kata aneh.

Maka di antaranya trik dan teknik rahasia debus yang akan kami bongkar adalah :


1. Rahasia Kebal Api

Pada tahun 1885, suku Indian Navayo menjadi masyhur karena tari-tarian apinya. Mereka menari-nari telanjang bulat mengelilingi api unggun besar sambil membawa obor. Mereka menyapu-nyapukan nyala api itu pada badan mereka dan badan teman-temannya yang turut menari dengan cara yang mengagumkan sekali. Akan tetapi ternyata, bahwa mereka sebelum menari sudah menggosok dulu badan mereka dengan lumpur. Dengan cara yang demikian mereka tak mudah terbakar kulitnya.

Di Jepang terkenal apa yang dinamakan HI-Wattari, yakni suatu upacara keagamaan shinto. Paderi-paderi shinto berjalan di atas arang yang membara. Memang menakjubkan bagi mereka yang menyaksikan untuk pertama kalinya. Pertunjukan itu dilakukan di halaman Kuil. Sebelum berjalan di atas arang api itu, paderi-paderi menanggalkan pakaiannya yang indah-indah dan lebih dulu menginjakkan kaki mereka pada semacam tikar basah yang ditaburi dengan sebangsa tepung atau garam. Lalu mereka berjalan di atas arang-arang yang menyala itu dengan tenang tidak ada bahaya apa-apa.

Sesungguhnya garam yang ditabur-taburkan di atas tanah pada ujung bidang yang membara itu adalah campuran garam dan sulfat rangkap aluminium dan potasium.

Sejak itu diketemukan bahan-bahan lain untuk membuat kebal terhadap api. Misalnya campuran amonium fosfat, amonium sulfat dan amonium chorat. Pakaian-pakaian yang digunakan oleh pemain-pemain dalam opera-opera menjadi tak bisa terbakar dengan menggunakan campuran dari chloride seng.

Rumus melawan panas yang mula-mula diumumkan adalah sejenis bubur yang bisa terlihat. Akan tetapi kemudian orang menemukan pula resep-resep dari rempah-rempah yang tidak terlihat. Resep pertama yang digunakan adalah dari albertus magnus, yaitu sebagai berikut :

"Campurkan air dari Marshmallow (sejenis tanaman yang bisa dibuat gula-gula) dan Linda (sejenis tanaman juga). Ambillah putih telur dan campurkanlah dengan air buah radix. Kedua campuran diaduk-aduk sebaik-baiknya. Lalu campuran ini digosokkan pada tangan atau bagian tubuh mana saja yang akan dibuat tahan api. Setelah adonan yang berupa bubur ini menjadi kering, urapkan lagi bubur itu pada bagian-bagian tubuh yang hendak dibuat tahan api. Besi yang membara diletakkan pada bagian badan yang telah diurapi ini tidak akan mengakibatkan luka bakar”.


Ada juga resep lainnya yang digunakan orang supaya bisa berjalan di atas besi yang terbakar atau mencuci tangannya dalam timah yang mendidih. Resep ini terdiri dari : “Setengah ons rumput sumphiro[2] yang dilebur kedalam dua ons spiritus, satu ons storax yang cair, satu ons air raksa dan dua ons homatius. Semuanya itu digiling menjadi tepung. Apabila adonan ini digosokkan ke dalam jumlah yang cukup pada kaki, maka tak akan ada luka-luka. Apabila diinjakkan pada sebatang besi yang membara tidak akan luka bakar. Dengan menggosokkannya pada tangan, maka tangan itupun bisa dicuci dengan timah yang mendidih”[3].

a. Atraksi Makan Arang yang Membara


Untuk makan arang-arang yang membara, tehnik yang biasa dipakai pemain debus dengan membuat api yang panas dari arang kayu yang didapat dari berbagai macam batang pohon yang kayunya bisa dibuat arang. Disini sisipkanlah di antara arang kayu itu beberapa potong kayu cemara yang empuk yang sama besarnya dengan arang itu. Apabila kayu cemara terbakar sampai hangus, maka tak ada bedanya dengan arang kayu biasa, kecuali apabila pemain debus menusuknya dengan garpu. Garpu itu akan menghujam sangat mudah pada kayu cemara yang tekstur kayunya empuk namun garpu tidak akan bisa menembus arang selain dari batang pohon cemara.


Selain dari pada itu, arang yang dibuat dari kayu yang bukan dari kayu pohon cemara akan benar-benar membara dengan sangat panas, sedangkan arang dari pohon cemara tidak akan membara dan tidak terlalu panas. Sehingga bisa diletakkan di atas lidah tanpa berakibat apa-apa seperti luka bakar, apalagi jika lidah sudah dibasahi dengan air ludah sebanyak-banyaknya. Untuk atraksi biasanya pemain debus menusuk arang cemara itu dengan garpu, lalu masukkan ke dalam mulut dan kunyah-kunyahlah seperti hendak memakannya[4].

b. Atraksi Menjilati Besi Membara
Dalam atraksi ini, sebatang besi tongkat dari besi dipanasi sampai merah membara lalu pemain api menjilatinya namun lidah mereka tidak terbakar hangus. Rahasianya adalah lidah harus diurapi dengan strerax encer, di mana bahan kimia ini bisa dibeli di apotek. Lidah dengan demikian kebal terhadap panas namun pada saat atraksi janganlah menempelkan lidah terlalu lama pada besi yang membara melainkan lakukanlah secepat mungkin dan bibir hendaknya juga diurapi dengan strerax, sehingga jika terkena besi panas tidak akan berakibat apa-apa[5].


c. Lidah tahan timah mendidih
Ada atraksi pemain-pemain debus yang menuangkan timah mendidih di atas lidahnya, suatu keberanian yang cukup mendebarkan hati para penonton.

Tetapi yang kelihatannya seperti timah itu bukanlah timah yang asli, melainkan suatu campuran logam-logam yang titik didihnya rendah sekali atau mudah meleleh dengan panas api yang rendah. Adapun rumusnya adalah sebagai berikut :

Tujuh bagian Bismuth, empat bagian timah hitam (lead), dua bagian timah putih (tin), satu bagian cadmium ditambah dengan sedikit air raksa (kwikzilver). Mula-mula campurlah timah hitam dan timah putih. Tambahkan kepada campuran itu bismuth dan kemudian campurlah cadmium dengan campuran tersebut. Jika diletakkan di atas lidah, maka campuran (adonan) ini menjadi dingin.

Ada seorang pemain api yang mengambil sedikit dari campuran tersebut. Melelehkannya di dalam sendok besar, kemudian menuangkannya seperempat bagian ke dalam sendok kecil, lalu segera dituangkan diatas lidah yang sudah dibasahid engan air ludah yang cukup banyak. Logam seperti timah itu lalu membeku keras, akan tetapi masih panas juga. Maka seorang penonton dipersilahkan memegang sendok besar dan pemain menjatuhkan logam itu dari mulutnya ke dalam sendok besar itu. Kalau penonton mau menyentuhnya, maka terbukti logam itu masih panas[6].

d. Tangan Dijilati Api Berkobar-kobar

Sang pemain debus menyingsingkan lengan bajunya dan dengan sebuah obor besar dari minyak tanah, membakar sekujur tangannya namun tangannya tidak terbakar sama sekali. Rahasianya adalah dalam permainan ini, yang penting cara menyinggungkan api obor pada kulit, yaitu jangan ditekankan dan tidak boleh berhenti, melainkan sambil digerakkan agak cepat dari sisi satu kesisi lainnya atau maju mundur sehingga tidak sempat membakar.


Bisa juga dalam atraksi kebal api ini menggunakan bantuan zat kimia khusus seperti dengan menggunakan Arab Bishom atau lem Arab yang diusapkan secara merata ke tangan. Selain itu bisa menggunakan storack cair atau ramuan yang terdiri dari amonium fosfat, amonium sulfat dan amonium chorat yang bisa didapatkan pada toko-toko yang menjual bahan kimia[7].


f. Atraksi Berjalan di atas api yang membara.


Demonstrasi debus berjalan di atas api cukup menarik tetapi memiliki resiko cukup tinggi jika kurang penguasaan dalam teknis bisa menimbulkan luka bakar pada bagian kaki.

Melihat gambar ini, mungkin Anda akan bertanya-tanya. Benarkah ada manusia biasa tahan api sehingga kulitnya tidak terbakar ketika bersentuhan dengan api atau bara api ?


Yang perlu diketahui sesungguhnya sifat api dapat membakar apabila ada waktu yang cukup untuk bersinggungan dengan benda lain. Sedangkan jika persentuhan itu hanya sesaat maka paling hanya meninggalkan kesan hangat saja.


Dengan demikian, maka api tidak menimbulkan luka bakar jika kita bisa mengatur irama atau kecepatan. Maka demonstrasi debus dengan berjalan di atas api sangat sedikit resikonya karena seseorang akan berupaya untuk melangkah agak cepat ketika kakinya bersentuhan dengan api.
Untuk lebih jelasnya, kami akan menjelaskan tehnik para pemain debus sebelum dan pada saat melakukan atraksi berjalan diatas api, yang akan kami jelaskan sebagai berikut :
· Ambil arang kayu secukupnya .
· Buat arang tersebut berjajar seperti titian atau jembatan dengan lebar antara 10-11cm dan sepanjang minimal 3 meter.
· Tuangkan minyak tanah sehingga seluruh arah tersiram secara merata.
· Nyalakan arang dengan korek api dan ketika api sudah mulai menyala, anda silahkan untuk berjalan di atas api.

Pemain debus yang sudah berpengalaman tidak akan pernah ragu bahkan langsung menginjak api tersebut dengan telapak kaki mereka. Rahasianya adalah dengan mengetahui sifat api, bahwa api hanya membakar jika ada waktu yang cukup untuk bersinggungan dengan benda yang diam.

Catatan:
Langkah-langkah aman agar demonstrasi jalan di atas api bisa berjalan dengan mulus, yaitu memperhatikan unsur kecepatan langkah dan seseorang harus berjalan pada titian api tersebut selama api baru saja menyala. Dengan demikian, resikonya lebih kecil. Dan resiko besar dari demonstrasi ini adalah apabila kobaran api telah lama hingga arang telah menjadi membara.
Jika memang arang sudah membara dengan sangat panas, pemain debus bisa saja tetap melangkah dan bahkan bisa berjalan bahkan dengan langkah yang lambat, dengan catatan harus menggunakan zat-zat kimia khusus seperti Arab Bishom atau disebut dengan lem Arab. Ada juga dengan memanfaatkan strorak cair yang lumurkan di seluruh bagian kaki pemain debus[8].

FOOTNOTE
[1] Kamus Besar Bahasa Indonesia, edisi kedua 1996, hal. 971
[2] Sumphiro adalah tumbuh-tumbuhan yang terdapat di pantai-pantai Eropa sebangsa kaktus. Strorax adalah ekstrak yang didapat dari berbagai pohon styracaccous. Homatius adalah biji besi yang menjadi berwarna sawo matang (brown homatite)

[3] Dikutip dengan perubahan dan penyempurnaan dari buku karya L.T. Prabowo yang berjudul “Permainan Kebal Api” Penerbit CV. ANEKA Solo. Halaman 13-14.
[4] Dikutip dengan perubahan dan penyempurnaan dari buku karya L.T. Prabowo yang berjudul “Permainan Kebal Api” Penerbit CV. ANEKA Solo. Halaman 19-20.

[5] Dikutip dengan perubahan dan penyempurnaan dari buku karya L.T. Prabowo yang berjudul “Permainan Kebal Api” Penerbit CV. ANEKA Solo. Halaman 20-21.

[6] Dikutip dengan perubahan dan penyempurnaan dari buku karya L.T. Prabowo yang berjudul “Permainan Kebal Api” Penerbit CV. ANEKA Solo. Halaman 22-23.

[7] Dikutip dengan perubahan dan penyempurnaan dari buku karya L.T. Prabowo yang berjudul “Permainan Kebal Api” Penerbit CV. ANEKA Solo. Halaman 44.

[8] Dikutip dengan perbaikan dan penyempurnaan dari buku karya Masruri yang berjudul “ Buku Pedoman Atraksi Tenaga Dalam” Jilid 1. Penerbit CV. GUNUNG MAS Pekalongan. Halaman 55.