Showing posts with label Edisi 1: Rangkuman Konsultasi Ruqyah. Show all posts
Showing posts with label Edisi 1: Rangkuman Konsultasi Ruqyah. Show all posts

6/29/2009

KONSULTASI : Pengobatan terhadap Sihir

Yang saya ketahui adalah sihir dapat diterapi dengan rukyah. Akan tetapi sihir itu terdiri dari bermacam-macam jenis bahkan ada yang cukup kompleks dan parah,

Saya pernah membaca di buku bahwa ada jenis tertentu yang bisa dibantu dengan air, daun sirih, daun bidara yang telah dibacakan ayat al qur'an. Atau mencari tempat disimpannya dan dimusnahkan. Di manakah bisa ditemukan orang yang ahli menangani hal ini? Saya yakin bahwa orang yang shaleh, orang yang imannya kuat dan berpengalaman yang bisa membantu dengan baik masalah ini. Orang tertentu yang sangat dekat dengan Allah diberi kelebihan yang luar biasa. Tapi kadang2 ada yang terlihat samar. Bagaimana caranya agar tidak tertipu/tidak terlempar dalam kesyirikan? Bagaimana membedakan sihir dengan kharamah serta istidraj?

mawar


Jawaban

Waalaikumussalam Wr Wb

Jumhur Ahlus Sunnah wal Jama’ah berpendapat bahwa sihir ada dua macam :

1. Ia adalah trik, tipuan, menakut-nakuti, sulap dan khayalan yang tidak nyata atau ia nyata akan tetapi sangat halus sumbernya. Seandainya ia tersingkap pasti ia akan mengetahui bahwa itu merupakan perbuatan biasa yang dimungkinkan bagi orang yang mengetahui rupanya akan melakukan seperti perbuatan itu. Secara umum perbuatan itu berdiri diatas pengetahuan tentang materi-materi khusus, khayalan rekayasa atau sejenisnya. Dan tidak ada salahnya memasukkan perbuatan itu kedalam istilah sihir, sebagaimana firman Allah swt :


فَلَمَّا أَلْقَوْاْ سَحَرُواْ أَعْيُنَ النَّاسِ وَاسْتَرْهَبُوهُمْ وَجَاءوا بِسِحْرٍ عَظِيمٍ


Artinya : " Maka tatkala mereka melemparkan, mereka menyulap mata orang dan menjadikan orang banyak itu takut, serta mereka mendatangkan sihir yang besar (mena'jubkan).” (QS. Al A’raf : 116)

2. Ia adalah nyata, ada dan memiliki pengaruh di badan, sebagaimana pendapat para ulama Hanafi seperti pendapat Ibnul Hammam, para ulama Syafi’i dan Hambali. Orang-orang yang mengatakan bahwa sihir memberikan pengaruh, menimbulkan sakit, kemudharatan atau sejenisnya berdalil dengan firman Allah swt :

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ ﴿١﴾
مِن شَرِّ مَا خَلَقَ ﴿٢﴾
وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ ﴿٣﴾
وَمِن شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ ﴿٤﴾
وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ ﴿٥﴾


Artinya : “Katakanlah: "Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh. Dari kejahatan makhluk-Nya. Dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita. Dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul. Dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki." (QS. Al Falaq : 1 – 5) Menghembuskan buhul-buhul adalah sihir-sihir dari kaum wanita. Dan tatkala diperintahkan untuk belindung dari kejahatan para penyihir perempuan itu maka bisa diketahui bahwa sihir itu memiliki pengaruh dan kemudharatan.
Firman Allah swt :

فَيَتَعَلَّمُونَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُونَ بِهِ بَيْنَ الْمَرْءِ وَزَوْجِهِ وَمَا هُم بِضَآرِّينَ بِهِ مِنْ أَحَدٍ إِلاَّ بِإِذْنِ اللّهِ


Artinya : “Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan isterinya dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorangpun, kecuali dengan izin Allah.” (QS. Al Baqoroh : 102)

Terdapat riwayat bahwa Nabi saw pernah disihir sehingga dia berkhayal melakukan sesuatu yang sebetulnya dia tidak melakukannya.”. (al Mausu’ah al Fiqhiyah juz II hal 8566 – 8569)

Didalam pengobatan terhadap sihir ini maka kebanyakan ulama tidak memperbolehkan dengan menggunakan sihir. Akan tetapi hendaklah pengobatannya dengan cara meruqyah, membacakan al Qur’an, dzikir-dzikir dari Nabi saw didalam meruqyahnya, berdoa dan meminta penyembuhan dari Allah swt.

Dalam penggunaan cara ruqyah ini pun, seorang yang meruqyah perlu mewaspadai dan barhati-hati agar tidak terjebak kedalam perkara-perkara kemusyrikan. Untuk itu ada beberapa patokan terhadap ruqyah syar’iyah (disyariatkan) ini adalah :

1. Ruqyah tersebut bukan ruqyah (jampi) yang mengandung kemusyrikan, seperti seorang yang meruqyah dengan meminta pertolongan atau bantuan kepada makhluk didalam perkara-perkara yang tidak ada yang menyanggupinya kecuali Allah saja, berdoa kepada makhluk untuk meyingkap sesuatu yang tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah saja, berdasarkan firman-Nya :

Artinya : “Dan orang-orang yang kamu seru (sembah) selain Allah tiada mempunyai apa-apa walaupun setipis kulit ari. Jika kamu menyeru mereka, mereka tiada mendengar seruanmu; dan kalau mereka mendengar, mereka tidak dapat memperkenankan permintaanmu. dan dihari kiamat mereka akan mengingkari kemusyirikanmu dan tidak ada yang dapat memberi keterangan kepadamu sebagai yang diberikan oleh yang Maha Mengetahui..” (QS. Fathir : 13 – 14)

Tentang patokan ini terdapat hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Auf bin Malik al Asyja’i berkata,”Kami dahulu melakukan ruqyah pada saat jahiliyah. Lalu kami bertanya,’Wahai Rasulullah apa pendapatmu?’ beliau saw bersabda,’Perlihatkanlah ruqyahmu kepadaku. Tidak mengapa ruqyah yang didalamnya tidak terdapat kesyirikan.”

2. Ruqyah tersebut bukan ruqyah sihir, karena Allah swt mengharamkan sihir dan ia termasuk didalam kekufuran sebagaimana firman Allah swt :

وَاتَّبَعُواْ مَا تَتْلُواْ الشَّيَاطِينُ عَلَى مُلْكِ سُلَيْمَانَ وَمَا كَفَرَ سُلَيْمَانُ وَلَكِنَّ الشَّيْاطِينَ كَفَرُواْ يُعَلِّمُونَ النَّاسَ السِّحْرَ وَمَا أُنزِلَ عَلَى الْمَلَكَيْنِ بِبَابِلَ هَارُوتَ وَمَارُوتَ وَمَا يُعَلِّمَانِ مِنْ أَحَدٍ حَتَّى يَقُولاَ إِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ فَلاَ تَكْفُرْ


Artinya : “Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syaitan-syaita pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (Tidak mengerjakan sihir), Hanya syaitan-syaitan lah yang kafir (mengerjakan sihir). mereka mengajarkan sihir kepada nusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum mengatakan: "Sesungguhnya kami Hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir". (QS. Al Baqoroh : 102)

3. Ruqyah tersebut bukan berasal dari seorang peramal atau dukun walaupun ia bukanlah seorang penyihir. Hal itu dikarenakan larangan dari Rasulullah saw untuk mendatanginya terlebih lagi membenarkan perkataannya, termasuk pula meminta ruqyah (jampi) darinya. Sabda Rasulullah saw,”Barangsiapa yang mendatangi seorang peramal atau dukun lalu membenarkan perkataannya maka sungguh orang itu telah kufur terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad saw.” (HR. Ahmad, Hakim dan Baihaqi)

4. Hendaklah ruqyah menggunakan kata-kata yang bisa difahami. Karena menggunakan kata-kata atau lafazh-lafazh yang tidak bisa difahami tidaklah aman dari adanya kemusyrikan didalamnya. Dan setiap yang memungkinkan adanya kemuyrikan maka tidak boleh menggunakannya.

Ibnu Hajar mengatakan bahwa ruqyah dibolehkan jika mengandung tiga persyaratan : menggunakan firman Allah, nama-nama dan sifat-sifat Allah dan bahasa arab atau bahasa yang bisa difahami serta meyakini bahwa ruqyah itu sendiri tidaklah bisa memberikan pengaruh akan tetapi Allah lah yang memberikannya pengaruh.

5. Hendaklah ruqyah tidak menggunakan pola-pola atau cara-cara yang diharamkan, seperti ruqyah yang dimaksudkan di kuburan, kamar mandi, menggunakan huruf-huruf abjad, dengan melihat bintang gemintang, melumasi dengan najis-najis atau menampakkan aurat.

6. Ruqyah tersebut tidak menggunakan ungkapan-ungkapan yang diharamkan, seperti menghina, mengejek, melaknat karena Allah tidak menjadikan obat dengan sesuatu yang diharamkan.

7. Seorang yang meruqyah dan yang diruqyah tidak boleh menganggap bahwa ruqyah itu sajalah yang memberikan penyembuhan atau menghilangkan kemudharatan. Ibnul Qoyyim mengatakan bahwa doa-doa, ta’awwudz bagai sebuah senjata. Senjata yang bisa melumpuhkan bukan hanya dari ketajamannya saja. Ketika terdapat sebuah senjata yang tajam tanpa aib lalu tangan yang memegangnya pun begitu kuat dan tidak ada penghalangnya maka pedang itu akan berhasil membunuh musuh. Dan ketika salah satu dari ketiga itu tidak ada maka pengaruhnya juga akan berkurang. Begitu pula dengan ruqyah maka ruqyah itu mesti yang diperbolehkan atau disunnahkan, lalu pembacanya pun haruslah seorang yang ikhlas dan terkumpul didalam dirinya persyaratan (diterimanya) doa serta adanya kehendak dan keinginan Allah terhadap penyembuhannya. (diringkas dari buku : ar Ruqo ‘ala Dhoui Aqidah Ahlis Sunnah wal Jama’ah hal 59 – 73)

Adapun perbedaan antara sihir, karomah dan istidroj. Sihir sebagaimana dijelaskan diawal bahwa ia adalah kejadian yang melampaui batas-batas kesanggupan manusia dengan meminta bantuan kepada setan, seperti merubah tali dan tongkat jadi ular, sebagaimana para penyihir Fir’aun.

Karomah adalah kejadian diluar kebiasaan manusia yang diberikan Allah swt kepada para wali-wali-Nya yang beriman dan bertakwa kepada-Nya. Para wali ini adalah orang-orang yang mencintai Allah, Rasul-Nya, istiqomah dengan syari’at-Nya. Karomah ini bisa terjadi pada suatu waktu dan belum tentu pada waktu yang lainnya. Ia tidaklah bisa dipredikisi atau dipelajari.

Sedangkan istidroj adalah kejadian luar biasa yang dilakukan oleh seorang yang kafir atau fasiq. Istidroj ini merupakan jalan terjadinya sihir bagi seorang yang kafir atau fasiq.

Sedangkan perbedaan antara karomah dengan sihir adalah bahwa seorang wali yang diberikan karomah kepadanya adalah seorang yang dekat dengan Allah, beriman, bertakwa, istiqomah diatas syariat-Nya, melakukan berbagai ketaatan dan menjauhi kemunkaran berbeda dengan seorang penyihir, ia adalah seorang fasiq, berjiwa kotor, pelaku dosa besar.

Karomah tidaklah bisa dipelajari karena ia adalah pemberian dari Allah karena keutamaan orang yang mendapatkannya sedangkan sihir bisa dipelajari dengan bantuan setan.

Adapun tentang menggunakan daun bidara yang dihaluskan kemudian dicampurkan dengan air lalu diminumkan kemudian sisanya dipakai untuk mandi maka hal itu dibolehkan. Ibnu Katsir menyebutkan didalam tasirnya bahwa Al Qurthubi menceritakan dari Wahab bahwa dia mengatakan,”Ambillah tujuh helai daun bidara lalu tumbuk diantara dua buah batu kemudian campurkan di air dan dibacakan ayat kursi kamudian diminumkan kepada orang yang terkena sihir sebanyak tiga kali tegukan lalu mandikan dia dengan air sisanya maka ia akan menghilangkan sihirnya. Terutama bagi suami yang terhalang menggauli istrinya”

Ibnu Katsir mengatakan bahwa yang paling bermanfaat dalam menghilangkan pengaruh sihir adalah dengan menggunakan apa yang diturunkan Allah kepada rasul-Nya untuk menghilangkan hal itu yaitu membaca al muawwidzatain (al Falaq dan an Naas) dan ayat kursi karena ayat-ayat itu dapat mengusir setan. (Tafsirul Quranil Azhim juz : I hal 372)

Wallahu A’lam




5/25/2009

Ramalan Mama Lauren

Menyimak perkembangan media di Indonesia, saya penasaran dengan fenomena ramalan Mama Lauren. Setiap pernyataan ramalannya selalu dilansir media secara besar-besaran, dan sedihnya sebagian besar Muslim Indonesia ikut "tercekam" dan percaya dengan ramalannnya. Sebagian besar beralasan bahwa ramalannya banyak benarnya. Pernah dalam sebuah tayangan interview dengan Mama Lauren, saya melihat poster Sai Baba terpajang besar di rumahnya. Saya curiga bahwa ia sesungguhnya adalah seorang Mason. Dan kira-kira apa hubungannya dengan Sai Baba yang disebut2 sebagai dajjal kecil oleh beberapa kalangan tersebut. jazakallah

fritz


Jawaban

Wa’alaykumusalam warahmatullahi wabarakatuh,

Sekarang ini, sejak zamannya eyang Harto, bangsa Indonesia dijejali oleh berbagai eufimisme alias “penghalusan kata” yang sesungguhnya dapat mengaburkan makna dan hakikat sebuah kata. Dan parahnya, eufimisme ini di zaman reformasi bukannya dihentikan, namun bertambah banyak dan variatif. Ada ribuan kata yang mengalami ini, salah satunya istilah “Dukun” yang sekarang disebut sebagai “Paranormal”. Padahal, dukun ya tetap saja dukun. Titik.

Masih percayanya sebagian besar Muslim kepada dukun-dukun ini—termasuk yang lewat iklan di teve tentang ramalan, aura, pangeran cinta, cocok jodoh, dan segala macam lainnya yang semuanya dalam iklannya mengatakan Reg …. Kirim ke ….—merupakan cermin dari kegagalan para pemimpin umat di dalam membina dan mendakwahkan tauhid kepada umat Islam. Sebagian pemimpin umat, para ustadz, kiai, ulama, dan sebagainya sekarang ini banyak yang lebih suka menjadi selebritis dan tokoh parpol. Bahkan di dalam berpolitik, mereka ini tidak ada bedanya dengan orang-orang sekuler, bahkan di beberapa sisi lebih “ganas” lagi karena berani mengemas hal-hal yang dilarang dalam agama dengan bungkus religi. Sebab itu kita kenal istilah “Mahar Politik”, “Dangdut Dakwah”, “Puasa Senin-Kamis untuk kemenangan Pilkada dan Pemilu”, dan sebagainya. Bahkan jangan heran jika mereka ini bisa bersekutu dengan partai yang jelas-jelas kafirin.

Dukun yang memiliki “keahlian” meramal sesungguhnya bekerjasama dengan jin. Isteri saya yang bekerja sebagai tenaga medis punya seorang pasien tetap, seorang ibu yang telah berumur, di mana dia juga dukun dan mempunyai anak yang juga seprofesi. Bahkan salah satu anaknya menjadi seorang dukun ternama di negeri ini, di mana banyak artis dan pejabat yang menjadi pelanggannya. Sebab itu kehidupannya sangat glamour dan memiliki sejumlah mobil mewah built-up. Ibunya itu mengakui bahwa anaknya itu memiliki dan bekerjasama dengan jin.

Dan soal poster Sai-Baba, tentulah dia seseorang yang dihormati dan dikagumi oleh Mama Lauren, karena mau memajang posernya dengan ukuran yang besar, di dalam rumahnya. Saya tidak tahu apa hubungannya antara Mama Lauren dengan Sai Baba. Namun yang jelas keduanya memiliki profesi yang sama.

Freemasonry merupakan persaudaraan rahasia yang telah ada di Indonesia sejak zaman VOC. Organisasi ini pernah dilarang dan dibubarkan oleh Soekarno pada tahun 1962, namun keputusan Presiden Soekarno itu dicabut oleh Presiden Dur yang mengeluarkan Keppres Nomor 69/2000 tanggal 23 Mei 2000. Si Dur ini melegalkan kembali Freemasonry, Rotary Club, dan Rosikrusian di Indonesia dan sampai sekarang Keppres si Dur ini belum dicabut oleh presiden selanjutnya dan tidak diusik-usik oleh anggota DPR. Saya yakin, banyak anggota DPR tidak ngeh tentang Keppres si Dur ini. Atau mereka sudah tahu namun tidak mau mempermasalahkannya karena tidak ada uangnya? Wallahu’alam.

Freemasonry dan organisasi-organisasi sejenis dalam hal religiusitas memang dekat dengan perdukunan. Salah satu ritual mereka yang pernah disaksikan oleh HAMKA adalah memanggil setan. Sebab itu, loji-loji Freemasonry di seluruh Indonesia oleh rakyat pribumi dahulu juga disebut dengan nama “Rumah Setan”.

Freemasonry mempunyai markas besar sejak tahun 1776 bernama Amerika Serikat. Tujuan Freemasonry adalah tujuan Amerika Serikat yakni menciptakan satu tatanan dunia baru yang sepenuhnya sekuler di mana AS menjadi pemimpin satu-satunya (Novus Ordo Seclorum, atau The New World Order). Salah satu alat Freemasonry untuk mencapai hal itu di Indonesia bernama Mafia Berkeley yang juga dikenal dengan nama “Kelompok Neo Lib”. Kelompok ini sejak zaman eyang Harto hingga SBY-JK tetap eksis berada di belakang semua cetak biru dan pelaksanaan perekonomian Indonesia. Dan sekarang, salah satu ikon Neo Lib tengah digadang-gadang untuk menjadi cawapres. Siapa dia? Semua orang sudah paham. Sebab itu, berhati-hatilah dalam pilpres mendatang. Jangan sampai tertipu oleh para badut politik yang tega menjual agama dan bangsa ini demi syahwat kekuasaan semata. Wallahu’alam bishawab.

Wassalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh

dikutip dari eramuslim

3/10/2009

Gangguan Makhluk Halus Pencuri Uang

assalamu'alaikum ustad.

orang tua angkat ane adalah seorang pegawai pos di sebuah kantor pos di cepiring, kendal jawa tengah.

rumah dinasnya menyatu dengan kantornya. sudah dua tahun belakangan ini uang di kantor sering lenyap dengan tidak wajar. uang yg disimpan dari transaksi harian yg diletakkan didalam laci kantor pada sore harinya (jam tutup kantor), sudah dihitung dengan cermat berjumlah 10 juta, namun pada keesokan paginya uang itu setelah dihitung hanya berjumlah 7,5 juta.

sering begitu tiap malamnya, hingga pada tahun kemaren saja (2008) orang tua saya menanggung rugi 50 juta. tahun 2007 juga lebih kurang sebanyak itu. bahkan walaupun letak uang dipindahkan kerumah sebelahnya tetap saja berkurang.

memang, dari cerita2 yg berkembang di masyarakat sekitar itu, mereka banyak sekali yg mengatakan bahwa ada di antara penduduk sekitar itu yang memelihara jin dalam rangka mendapatkan kekayaan (pesugihan).

saya mohon solusinya yang syar'ie ustad, sebab, kasihan orang tua saya bahkan kemaren sudah memanggil semacam paranormal2 yg notabenenya mempraktekkan syirik2 seperti itu.

saya tunggu solusi dari ustad... JazakAllah...

Okrisnaldi Putra


Jawaban

Waalaikumussalam Wr Wb

Saudara Okrisnaldi yang dimuliakan Allah

Semoga Allah memudahkan permasalahan yang sedang dihadapi orang tua angkat anda dan membimbingnya untuk selalu mencari solusi dengan cara-cara yang dibenarkan agama.

Jin memang bisa mencuri harta seseorang dari tempat penyimpanannnya, sebagaimana hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairoh yang berkata,”Rasulullah saw menugaskanku untuk menangani zakat ramdhan. Ketika aku sedang melaksanakannya, seseorang datang dan mulai menggerayangi makanan sehinga aku membekuknya. Aku berkata’Demi Allah aku akan membawamu kepada Rasulullah saw!” orang itu memohon dengan sangat,’Sesungguhnya aku orang miskin dan aku mempunyai tanggugan. Aku sangat membutuhkan.’ Maka kubiarkan dia pergi.

Pagi berikutnya, Nabi saw berkata,’Wahai Abu Hurairoh, apa yang dilakukan tawananmu semalam?’ dia berkata,’Dia mengeluh sedang dalam keadaan membutuhkan dan punya keluarga maka saya membiarkannya pergi.’ Nabi saw mengatakan,’Sesungguhnya dia bohong kepadamu dan ia akan kembali.’ Karena aku tahu bahwa orang itu akan kembali, maka aku menunggu dia.

Ketika dia datang dan mulai mengumpulkan makanan, aku menyergapnya dan berkata,’Aku pasti akan membawamu kepada Rasulullah! Dia memohon dengan sangat,”Biarkan aku pergi!Sesungguhnya aku miskin dan aku benar-benar punya keluarga. Aku tidak akan kembali lagi.’ Maka aku kasihan padanya dan membiarkan dia pergi. Pagi berikutnya Rasulullah berkata,’Wahai Abu Hurairoh apa yang dilakukan tawananmu semalam? Aku katakan bahwa aku kasihan padanya dan membiarkannya pergi. Nabi saw berkata,’Sesungguhnya ia berbohong kepadamu dan dia akan kembali lagi.’

Maka aku menunggu dia dan menangkapnya ketika ia mulai menebarkan makanan. Aku berkata, ’Demi Allah, aku akan membawamu kepada Rasulullah. Ini adalah kali yang ketiga, dan engkau berjanji tidak akan kembali. Namun engkau kembali lagi!’ ia berkata, 'Biarkan aku memberimu beberapa kalimat dengan itu Allah akan memberi keuntungan kepadamu.’ Aku mengatakan, ’Apa itu?’ Dia menjawab,’Bilamana engkau pergi tidur, bacalah ayat kursi dari awal hingga akhir. Jika engkau membacanya, seorang penjaga dari Allah akan mendampingimu dan setan tidak akan mendekatimu sampai pagi.’ Kemudian aku membiarkannya pergi.

Pegi berikutnya Rasulullah saw berkata, ’Apa yang dilakukan tawananmu semalam?’ Aku menjawab, ’Ia mengajariku beberapa kalimat dengan itu Allah akan memberi keuntungan padaku, sehingga aku biarkan dia pergi.’ Ketika Nabi saw menanyakan kalimat apa itu, aku mengatakan kepadanya saw bahwa itu adalah ayat kursi untuk dibaca sebelum pergi tidur. Aku juga mengatakan pada beliau bahwa orang itu berkata bahwa seorang penjaga dari Allah akan mendampingiku dan setan tidak akan mendekatiku sampai aku bangun di pagi hari.’

Nabi saw berkata,’Sesungguhnya ia berkata benar, meskipun ia seorang pembohong yang terpaksa. Wahai Abu Hurairoh!tahukah kamu dengan siapa engkau berbicara pada tiga malam lalu itu?’ Aku menjawab,’tidak.’ Beliau saw menjawab,’Itu adalah jin dari golongan setan.” (HR. Bukhori)

Sebagai seorang muslim tidak sepatutnya mendatangi seorang paranormal yang menganggap bahwa dirinya bisa mengetahui berbagai kejadian yang ghaib dikarenakan hal ini dilarang oleh Rasulullah saw, didalam sebuah haditsnya disebutkan,”Barangsiapa yang mendatangi arrof dan tukang tenung kemudia orang itu membenarkan apa yang dikatakannya maka sungguh telah mengingkari apa yang diturunkan Allah kepada Muhammad saw” (HR. Imam yang empat dan Hakim)

Al Baghowi mengatakan bahwa ‘arrof adalah orang mengaku bahwa dirinya mengetahui tentang berbagai permasalahan, maksudnya : bahwa arrof adalah orang yang memberikan informasi tentang berbagai kejadian seperti pencurian dan siapa pencurinya dan kehilangan dan dimana tempatnya. (Fathul Majid hal 285)

Sebagai seorang muslim yang telah bersyahadat haruslah berlindung hanya kepada Allah swt Yang Maha Kuat lagi Maha Perkasa dan tidak kepada selain-Nya didalam urusan-urusan yang tidak ada yang menyanggupinya kecuali Allah swt.

Yang harus orang tua angkat anda saat ini lakukan selain dari berbagai upaya manusia untuk tetap menjaga keamanan tempat penyimpanan uang tersebut baik dengan menguncinya secara rapat, meminta agar seorang menjaganya dan lainnya maka berbagai upaya untuk terus mendekatkan diri dan meminta perlindungan kepada Allah juga harus dilakukan, diantaranya :

1. Membiasakan untuk membaca ayat kursi setiap hari terutama apabila dia atau orang yang menjaganya hendak pergi tidur, seperti yang ditunjukkan hadits diatas.

2. Membiasakan untuk melakukan dzikir harian setiap pagi dan petang.

3. Memperbanyak membaca Al Qur’an terutama surat Al Baqoroh, sebagaimana hadits Rasulullah saw,”Jangan jadikan rumahmu seperti kuburan, sesungguhnya setan akan lari dari rumah yang selalu dibacakan didalamnya surat Al Baqoroh.” (HR. Muslim)

4. Membaca al mu’awwidzatain (surat al Falaq dan an Naas), sebagaimana yang diriwayatkan dari Abu Sa’id berkata,”Rasulullah saw biasa meminta perlindungan dari jin dan pandangan jahat sampai al muawwidzatain diturunkan. Ketika diturunkan, beliau menggunakannya dan meninggalkan yang selainnya.” (HR. Tirmidzi)

Wallahu A’lam




4/03/2008

Hukum Memakai susuk Pada Tubuh

Tanya : Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakaatuh

Akhi, ana mau nanya.. mudah-mudahan dijawab langsung oleh ustadz karena ini sangat penting bagi ana atau mungkin ada orang lain yang senasib

Tahun 1997 ana merantau ke jakarta, disana ana terjebak syirik yakni dengan memasang susuk pada tubuh. setelah itu pada saat tidur ana sering merasa diganggun oleh makhluk halus (mimpi buruk dan menyeramkan), malas beribadah dsb..

yang ana tanyakan:

1. Mungkinkah dosa ana diampuni, bagaimana cara ana bertobat?
2. Bila ana meninggal dunia sementara susuk yang ana pasang masih ada (berpengaruh), apakah kematian ana kafir?
3. Bolehkan ana minta tolong orang untuk ruqyah, atau mungkinkah susuk itu bisa hilang sendiri?
4. Sudah beberapa bulan ini ana mengikuti kajian salaf/salafy, apakah ana terkategori sebagai orang munafik bila saat ini kadang kadang masih menggunakan pakaian isbal terutama bila di masyarakat umum. Soalnya ana takut di kira orang alim bila berpakaian diatas mata kaki sementara ana masih sangat awam. Ana sangat membutuhkan jawabannya. ana ingin meninggal dunia sebagai muslim. Jazakummullah Khairon wa barrokallahu fiik

3/28/2008

Kekuatan Supranatural Dalam Pandangan Syari'ah

TANYA :

1). Bagaimana dengan seorang manusia yang oleh sebagian besar masyarakat telah mengenalnya sebagai seorang Ustadz yang memiliki kekuatan supranatural, yang katanya “kelebihan” ini suda ada tanda-tandanya saat masih bayi. Kelebihannya itu seperti mampu mengobati orang stress dengan cara membantu membukakan “nur”nya, mampu melihat makhluk-makhluk ghaib dan sering bermimpi yang sering pula mimpi ini menjadi kenyataan. Apakah betul manusia seperti ini seakan-akan diberi ilham / hidayah oleh Allah Subhanahu wa Ta`ala pada jaman sekarang?


2). Jika kita khawatir apabila orang sakit jiwa disebabkan oleh sesuatu yang ghaib lantas kita mencoba mengobatinya kepada seseorang yang mempunyai kemampuan supranatural. Apakah dugaan ini boleh dibenarkan dan bagaimana dengan bentuk usahanya ini, apakah diperbolehkan dalam Islam?

3). Saya mohon penjelasan tentang ruh, seperti ruh yang gentayangan yang kadang menampakkan dirinya. Apakah ruh gentayangan ini dapat mengganggu manusia seperti membuatnya jadi sakit, meninggal atau gila? Dan mengapa sampai ruh tersebut gentanyangan di dunia. Juga tentang perbuatan manusia seperti main jelangkung. Apa hukumnya?

(Chairul Rasyid)

JAWAB:

Perlu saudara penanya ketahui bahwa penilaian sebagian besar masyarakat itu tidak bisa dijadikan dasar penilaian bahwa suatu perkara itu benar atau salah. Apalagi dalam perkara yang sesungguhnya adalah perkara ghaib (tidak bisa dicapai kepastiannya oleh akal atau panca indera). Karena pendapat sebagian besar masyarakat itu cenderung salah dan sesat. Hal ini telah diperingatkan oleh Allah Ta`ala dalam firman-Nya:

“Dan kalau kamu mentaati mayoritas / kebanyakan orang di muka bumi, niscaya mereka akan menyesatkan engkau dari jalan Allah. Sesungguhnya mereka itu hanya mengikuti dugaan belaka dan mereka itu hanya mengira-ngira.” ( Al-An`am : 116)

Adapun apa yang dikatakan dengan kekuatan supranatural (kekuatan ghaib) yang ada pada seorang Ustadz, apalagi dikatakan bahwa “kelebihan” tampak sejak dia lahir, semua itu perlu kepastian ilmiah dan tidak cukup hanya dengan berita dari keumuman masyarakat. Sedangkan kepastian ilmiah dalam perkar gaib hanya bisa dicapai melalui dalil-dalil yang ada dalam Al-Qur'an dan al-hadits. Sedangkan kekuatan gaib itu dalam Al-Qur'an dan Al-Hadits hanya ada dua macam:

a). Kekuatan gaib dari Allah Ta'ala. Kekuatan ini hanya diberikan kepada para wali-wali Allah atau para kekasih-Nya. Kekuatan yang demikian ini dinamakan karamah. Kekuatan gaib dalam bentuk karamah ini diberikan oleh Allah kepada para kekasih-Nya dalam saat-saat tertentu yang dikehendaki-Nya, bahkan kadang-kadang para wali Allah itu tidak menyadari adanya karamah pada dirinya. Karena memang kekuatan gaib yang muncul dalam bentuk berbagai keanehan di luar rencananya, tetapi semata-semata dalam rencana dan kehendak Allah Ta'ala.

b). Kekuatan gaib dari setan. Kekuatan gaib ini hanya pada orang-orang yang berbuat kemaksiatan, kebid'ahan dan kemusyrikan. Orang-orang yang mempunyai kekuatan demikian, dengan rencana dan keinginannya terus-menerus menampakkan berbagai keanehan itu untuk menipu manusia.

(lihat lebih lanjut uraian lengkap masalah ini dalam kitab Al-Furqan Baina Auliya'ir Rahman wa Auliya'is Syaithan , Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah. Juga dalam Majmu' Fatawa beliau jilid 11 hal. 156 – 310)

Adapun kemampuan mengobati orang yang stress, ini tidak memerlukan kekuatan batin. Tetapi keahlian dan pengalaman, ketekunan serta kesabaran sebagai kemampuan utama untuk membantu upaya penyembuhan orang yang stress. Sedangkan kesembuhan itu datangnya dari Allah Ta'ala semata. Upaya penyembuhan itu adalah perkara yang diperintahkan oleh agama. Hanya saja upaya penyembuhan itu haruslah dilakukan oleh orang yang telah terbukti mempunyai kemampuan untuk itu. Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam bersabda:

“Sesungguhnya Allah yang Maha Agung dan Maha Mulia di mana saja menciptakan penyakit, Dia menciptakan pula obat penawarnya. Oleh karena itu berobatlah kalian.” (HR. Ahmad dalam Musnad nya jilid 3 hal. 156 dari Anas bin Malik radliyallahu `anhu . Al-Imam Muhammad Nashiruddin Al-Albani rahimahullah menyatakan: “Sanad hadits ini baik.” (Lihat kitab beliau Ghayatul Maram hadits ke 292)

Dalam sabdanya, Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam memerintahkan kita untuk berobat sebagai upaya mendapatkan kesembuhan dari Allah Ta`ala.

Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam juga bersabda:

“Apabila amanah telah ditelantarkan, maka tunggu saja datangnya hari kiamat.” Ditanyakan kepada beliau: “Bagaimanakah amanah itu ditelantarkan?” beliau menjawab: “Apabila diserahkannya suatu perkara bukan kepada ahlinya, maka tunggulah datangnya kiamat.” (HR. Bukhari dalam Shahih nya Kitabul `Ilmi bab kedua, dari Abu Hurairah radliyallahu `anhu ).

Dalam sabdanya di hadits ini, Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam memperingatkan bahwa segala sesuatu itu bila diserahkan kepada yang bukan ahlinya, akan menjadi malapetaka bagi umat ini. Termasuk pula dalam perkara pengobatan terhadap orang yang stress atau penyakit lainnya. Dan keahlian untuk mengobati orang sakit itu didapatkan melalui belajar tentangnya, tidaklah melalui kejadian tiba-tiba kemudian menjadi ahli. Sangat dikhawatirkan, keahlian yang demikian ini didapatkan melalui jalan yang tidak syar'i (yakni tidak sesuai dengan tuntunan syari'ah). Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam bersabda:

“Ilmu itu dicapai hanyalah dengan belajar dan sikap tidak tergesa-gesa dalam segala perkara itu didapatkan dengan berlatih untuk bersikap demikian. Dan barangsiapa selalu mencari kebaikan, dia akan diberi kebaikan. Dan barangsiapa yang selalu menjaga diri dari kejelekan, dia akan dilindungi daripadanya.' (HR. Ibnu Asakir dalam Tarikh nya dan Ad-Daruquthni dalam Al-Afrad nya dari Abu Hurairah dan Al-Khatib Al-Baghdadi dalam Tarikh nya dari Abi Darda'. Demikianlah dinukil hadits ini dan diterangkan oleh As-Suyuthi dalam Al-Jami'ul Kabir ( Jam'ul Jawami' ) jilid 2 hal. 419 hadits ke 6363. Juga dinukil oleh Al-`Allamah Ala'uddin Al-Muttaqi bin Hasanuddin Al-Hindi dalam Kanzul Ummal jilid 10 hal. 239 hadits ke 29266)

Al-Hindi juga membawakan riwayat At-Thabrani dari Muawiyah bin Abi Sufyan dengan lafadh:

“Wahai sekalian manusia, ilmu itu dicapai hanyalah dengan belajar. Dan fiqih (pengertian) itu hanya bisa dicapai dengan belajar fiqih. Dan barangsiapa yang Allah inginkan kebaikannya, Allah jadikan dia mengerti tentang agama-Nya. Dan yang takut kepada Allah dari hamba-hamba-Nya hanyalah mereka yang berilmu agama.” ( Kanzul Ummal jilid 10 hal. 239 hadits 29265)

Dari hadits-hadits ini ditegaskan kepada kita bahwa ilmu itu didapat melalui proses belajar dan bukan dengan pemberian ilmu yang tiba-tiba secara ghaib. Jadi kalau ada Ustadz yang diberitakan atau mengaku dapat ilmu mengobati orang sakit atau ilmu-ilmu lainnya tanpa proses belajar sebagaimana mestinya, maka anda harus waspada kepadanya, bisa jadi ilmunya itu dari para setan dari kalangan jin dan yang demikian ini jelas dilarang keras oleh agama. Dan berobat kepada orang yang demikian ini haram dan bila mempercayai berita-berita dia yang ghaib, amalan ibadahnya tidak diterima oleh Allah selama empat puluh hari. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam :

“Barangsiapa mendatangi orang yang dianggap punya ilmu ghaib kemudian menanyakan kepadanya tentang sesuatu yang gaib kemudian membenarkannya, tidak akan diterima shalatnya empat puluh hari.” (HR. Muslim dalam Kitab Shahih nya)

'Arraf yang disebut di hadits ini menurut keterangan Ibnul Atsir dalam kitab beliau An-Nihayah fi Gharibil Hadits wal Atsar jilid 3 hal. 218 menerangkan: “ `Arraf yang disebut di hadits ini adalah tukang nujum yang mengaku punya ilmu ghaib.”

Jadi Ustadz yang diberitakan kebanyakan orang punya ilmu ghaib atau bahkan mengaku demikian itu sangat dikhawatirkan termasuk ' arraf yang akan merusak nilai ibadah kita.

Adapun tentang orang yang sakit jiwa, dia mestinya diobati dengan dibacakan ayat-ayat Al-Qur'an padanya, serta berusaha pula membawanya ke dokter ahli jiwa untuk mendapatkan pengobatan yang cukup. Ini adalah dalam rangka menyerahkan urusan tersebut kepada ahlinya.

Kemudian, berkenaan dengan apa yang disebut sebagai ruh yang gentayangan yang kadang menampakkan dirinya, sesungguhnya makhluk yang berbuat demikian ini adalah para jin jahat yang juga dinamakan setan.

Makhluk tersebut terus-menerus menakut-nakuti manusia dengan berbagai penampilan dan tingkah laku. Allah Ta'ala memperingatkan:

“Hanyalah setan itu menakut-nakuti kalian agar kalian takut kepada para kaki tangannya. Maka dari itu, janganlah kalian takut kepada mereka dan takutlah hanya kepada-Ku kalau kalian memang benar-benar sebagai orang-orang yang beriman.” ( Ali Imran : 175)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah menerangkan bahwa jin itu bisa menyerupakan diri dalam bentuk orang yang sudah mati sehingga orang-orang yang tidak mengerti akan menyangka bahwa si mati itu datang lagi. Ini dilakukan oleh setan itu adalah dalam rangka mempermainkan orang-orang yang bodoh dengan berbagai kedustaan. Padahal orang yang telah mati, ruh dan jasadnya tidak akan kembali ke dunia selama-lamanya. (Lihat Daqaiqut Tafsir juz 3 hal. 135 – 146)

Tentang apakah jin jahat itu bisa mengganggu manusia sehingga membuatnya sakit, gila, atau bahkan membunuhnya, semua itu bisa terjadi dengan ijin Allah Ta'ala. Cara jin mengganggu manusia sehingga berakibat sakit, gila atau membunuhnya ialah antara lain dengan dua cara:

1). Jin jahat itu menyelinap pada tubuh manusia sehingga orang itu pun kesurupan. Dalam keadaan tidak sadarkan diri seperti itu, orang yang kesurupan itu menceburkan dirinya ke sumur dan menyebabkan kematiannya. Demikian antara lain cara jin jahat mengganggu atau membunuh manusia. Dengan cara ini pula jin jahat menyakiti atau menjadi sebab orang rusak akalnya sampai gila. Yang demikian itu telah terjadi di masa Rasulullah masih hidup sebagaimana diceritakan dalam riwayat berikut:

Dari Ya'la bin Murrah Ats-Tsaqafi, dia menceritakan bahwa seorang wanita datang menghadap Nabi shallallahu `alaihi wa sallam . Dia datang dengan membawa anaknya yang masih kecil dan terkena penyakit gila karena kesurupan. Maka Nabi menyatakan kepada anak kecil itu: “Keluarlah engkau musuh Allah! (Wahai jin yang ada pada anak ini), aku ini adalah utusan Allah.” Berkata Al-Manhal: Maka sembuhlah anak itu dari penyakit gilanya sehingga dia menghadiahkan kepada Nabi dua ekor kambing kibas dan sepotong susu kering dan samin. Berkata Ya'la: Maka Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam menyatakan: “Ambil susu kering dan saminnya, ambil pula seekor kambingnya dan kembalikan kepadanya seekor yang lainnya.” (HR. Ahmad dalam Musnad nya jilid 4 hal. 171)

Riwayat yang semacam ini terdapat pula dalam Sunan Ibnu Majah jilid 2 hal. 1174 hadits ke 3548 dari Utsman bin Abil `Ash.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah menerangkan: “Jin itu merasuki tubuh manusia karena tiga sebab:

a). Karena jin itu senang dengan orang tersebut sehingga masuk pada tubuh orang itu untuk bersenang-senang dengannya. Yang demikian ini paling ringan akibatnya dan paling mudah mengatasinya.

b). Karena manusia mengganggu jin itu ketika buang air kecil (kencing) mengenai mereka, atau karena menyiramkan air panas yang mengenai mereka pula, atau membunuh sebagian dari mereka, atau yang lain-lain dari bentuk-bentuk gangguan manusia kepada jin. Kesurupan yang demikian ini paling berat, dan banyak orang yang kesurupan dengan sebab ini terbunuh karenanya.

c). karena jin yang iseng (main-main dan tidak ada sebab apa-apa) sebagaimana anak manusia yang kurang akal mempermainkan orang yang dalam perjalanan jauh.” ( Daqaiqut Tafsir juz 3 hal. 137)

Dengan kenyataan demikian maka kita harus pandai-pandai melindungi diri dari gangguan jin dan satu-satunya perlindungan bagi kita adalah dzikrullah serta wirid-wirid pagi dan petang sebagaimana yang diajarkan Nabi kita.

2). Jin jahat menyerupakan dirinya sebagaimana binatang buas seperti ular dan sejenisnya. Yang demikian ini telah diberitakan oleh Nabi shallallahu `alaihi wa sallam dalam sabda beliau berikut ini:

“Sesungguhnya rumah-rumah penduduk ini ada juga penghuninya dari kalangan jin. Maka bila kalian melihat daripadanya dalam bentuk ular, maka beri peringatan tiga kali. Maka bila dia pergi dengan peringatan itu, biarkanlah dia. Tetapi bila tidak pergi, maka bunuhlah dia, karena dia itu jin kafir.” (HR. Muslim dalam Shahih nya Kitabul Hayawan bab Qatlul Hayyat wa Ghairiha dari Abi Said Al-Khudri hadits no. 5801)

Al-Imam An-Nawawi rahimahullah menerangkan: Berkata para ulama: Maknanya ialah bahwa bila ular itu tidak pergi setelah diperingatkan tiga kali, kalian mendapatkan kepastian bahwa ia bukanlah jin penghuni rumahmu dan bukan jin Islam, bahkan ia adalah setan. Maka tidak ada halangan apa-apa bagi kalian dari agama. Oleh karena itu bunuhlah ia. Dan Allah tidak akan memberi peluang baginya untuk membalas kalian. Beda dengan keadaan jin penghuni rumah dan jin yang telah masuk Islam bila diperlakukan demikian. Wallahu a`lam .” ( Syarah Shahih Muslim juz 14 hal. 454).

Demikianlah dua cara jin jahat mengganggu manusia, yaitu dengan menyelinap pada tubuh manusia itu dan yang kedua dengan menyerupakan dirinya sebagai ular dan binatang berbahaya lainnya. Dan kita telah mendapatkan bimbingan dari agama untuk menghadapi kedua model gangguan jin jahat itu.

Adapun hukum bermain jelangkung yaitu menghadirkan jin dengan cara tertentu dan kemudian menanyainya berbagai masalah, maka yang demikian ini amat berbahaya bagi diri anda. Karena jin yang anda tanyai dalam apa yang dinamakan jelangkung itu tidak bisa dipastikan secara ilmiah apakah dia sebagai jin yang pantas dipercaya atau bukan. Dan anda bisa jadi diberi kabar dusta dan menyesatkan. Maka tinggalkan permainan yang mengandung resiko kesesatan dan kedustaan itu. Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam menasehati kita:

Adalah keindahan Islam seseorang ialah bila dia meninggalkan apa-apa yang tidak berguna baginya.” (HR. Tirmidzi dalam Sunan nya)


Al Ustadz Ja'far Umar Thalib


3/24/2008

Zikir Bisa Mengundang Jin?

Ustadz Menjawab

bersama Ust. H. Ahmad Sarwat, Lc.

PERTANYAAN :

Assalamu alaikum wr. Wb

Pak Ustadz yang saya hormati, Ada beberapa hal yang mengganggu pikiran saya mengenai zikir. Mengapa ada beberapa amalan zikir yang dilakukan bisa mengundang Jin/khodam?

Padahal yang kita baca itu adalah ayat-ayat alQur'an atau asma'ul husna. Bukankah seharusnya ketika dibacakan ayat-ayat suci alqur'an, para bangsa jin/syetan akan menjauh bukan malah datang? Padahal ketika berzikir tidak ada maksud utk memanggil jin, khodam atauyanglainnya?

Sehingga oleh mereka yang membenci Islam hal ini dijadikan alasan bahwa alqur'an itu adalah ayat-ayat syetan/hitam yang jika dibaca maka akan menarik para jin/syetan (na'udzu billah...)

Mohon penjelasan dari ustadz ttg masalah ini. Maaf jika pertanyaan saya ada yang kurang berkenan.

Asadul Haq

Jawaban

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Sebenarnya yang mengundang datangnya jin bukanlah bacaan Al-Quran, tetapi sebenarnya jinnya memang sudah ada di situ, pura-pura minta dipanggil pakai ayat Quran.

Atau ada yang bilang bahwa yang dibaca biasanya bukan hanya semata-mata ayat Quran, tetapi ada diselipkan doa-doa (baca: mantera) tertentu. Biasanya mulutnya komat-kamit tidak jelas, sebelum baca Quran. Atau setelahnya atau di tengah-tengahnya.

Jadi baca ayat Quran hanya sebagai asesoris saja, intinya pada komat-kamitnya. Komat-kamit itu adalah triggernya. Kalau lafadz itu dibaca, maka jin akan datang.

Mungkin anda bertanya, kalau memang ada mantera yang dibaca, kenapa harus pakai baca Quran?

Jawabnya, justru kalau tidak baca Quran, korbannya kurang banyak dan sulit mengecohnya. Sehingga dibutuhkan umpan seperti saat kita memancing ikan. Maka para jin pun sedang memancing kita untuk menjadi sesat. Umpannya adalah mantera yang dibungkus bacaan Quran. Sehingga terlihat oleh orang awam bukan sebagai pemanggilan jin, melainkan seperti bacaan mulia.

Itu adalah tipu daya dan trik licik jin kafir dalam menyesatkan umat. Mereka tahu bahwa bangsa manusia mudah dikibuli. Cukup bikin mantera yang mengandung bacaan Quran, lalu mereka akan percaya.

Demikian juga dengan dukunnya, diberi kostum mirip kiyai, lengkap dengan peci haji, baju gamis panjang putih, sorban melilit di kepala, persis lukisan Pangeran Diponegoro. Kalau perlu sambil memutar-mutar tasbih biar tambah meyakinkan.

Sebab kalau kostum dukun dibuat seperti di film-film, jelek, botak, kumis melintang, 10 jarinya dipenuhi batu akik semua, ruangannya remang-remang penuh asap dupa, maka orang-orang yang agamis bisa langsung balik kanan grak. Tidak ada orang Islam shaleh yang mau berdukun kepadanya.

Makanya para dukun sekarang ganti kostum, yaitu kostum para ustadz dan ulama. Manteranya pun bukan lagi dung-dung-pret.dung -dung-pret, tetapi kutipan dzikir tertentu dalam bahasa arab, bahkan kalau perlu kutipan ayat Quran. Pendekya, 100 persen mirip dengan aslinya, bahkan lebih baik dari aslinya.

Namun esensinya 100% adalah pemanggilan jin, perdukunan, sihir dan syirik yang tak terampuni. Demikianlah cara syetan licik dalam menipu manusia. Sayangnya, manusianya sendiri memang hobi dan senang kalau dikibuli mentah-mentah.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc





3/22/2008

Hukum Memakai Susuk pada Tubuh

Al-Ustadz Abdul Qadir Abu Fa’izah

Tanya : Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakaatuh

Akhi, ana mau nanya.. mudah-mudahan dijawab langsung oleh ustadz
karena ini sangat penting bagi ana atau mungkin ada orang lain yang
senasib

Tahun 1997 ana merantau ke jakarta, disana ana terjebak syirik yakni
dengan memasang susuk pada tubuh. setelah itu pada saat tidur ana
sering merasa diganggun oleh makhluk halus (mimpi buruk dan
menyeramkan), malas beribadah dsb..


yang ana tanyakan:

1. Mungkinkah dosa ana diampuni, bagaimana cara ana bertobat?

2. Bila ana meninggal dunia sementara susuk yang ana pasang masih ada (berpengaruh), apakah kematian ana kafir?

3. Bolehkan ana minta tolong orang untuk ruqyah, atau mungkinkah susuk itu bisa hilang sendiri?

4. Sudah beberapa bulan ini ana mengikuti kajian salaf/salafy, apakah
ana terkategori sebagai orang munafik bila saat ini kadang kadang masih
menggunakan pakaian isbal terutama bila di masyarakat umum. Soalnya ana
takut di kira orang alim bila berpakaian diatas mata kaki sementara ana
masih sangat awam. Ana sangat membutuhkan jawabannya. ana ingin
meninggal dunia sebagai muslim. Jazakummullah Khairon wa barrokallahu
fiik

Jawab : Wa’alaykumussalam warohmatullah wabarokatuh

1. InsyaAllah dosa antum akan diampuni, jika antum jujur dalam
bertaubat, meninggalkan dosa, dan tidak mengulanginya. JIka antum
mengulangi dosa syirik itu, dan antum meninggal diatasnya maka dosa
antum tidak akan diampuni dan kelak akan dimasukkan dalam neraka. Allah
Ta’aala berfirman :

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia
mengampuni segala dosa selain (syirik) itu, bagi siapa yang
dikehendaki-Nya. Barang siapa mempersekutukan Allah, maka sungguh ia
telah berbuat dosa yang besar.” (An Nisaa: 48)

2. Adapun masalah susuk, maka antum berusaha menghilangkannya dengan
cara meruqyah diri sendiri dengan membaca ayat-ayat Al-Quran, dan
dzikir-dzikir pagi dan sore yang ada dalam hadits yang shahih. Jika
susuk itu tidak bisa hilang, sedangkan antum sudah bertaubat dan
menyesali perbuatan tersebut, lalu antum meninggal, maka antum
insyaAllah akan meninggal diatas tauhid.

3. Tidak usah meminta ruqyah kepada orang lain, dan cukup meruqyah
diri sendiri dan dengan izin Allah dan usaha dari antum niscaya susuk
itu akan hilang.

4. Pakailah pakaian yang sunnah yaitu pakaian yang tidak melewati
mata kaki, sekalipun orang-orang sekitar kita menganggap kita aneh,
karena itulah sunnatullah bagi para penegak sunnah; mereka akan
dicemooh, dianggap asing, dijauhi. Namun bersabarlah diatas sunnah,
niscaya Anda termasuk dalam sabda Nabi Shalallaahu ‘alaihi wasallam :

“Islam ini awal kali munculnya dalam keadaan asing, dan akan kembali
asing sebagaimana awal munculnya. Maka beruntunglah orang-orang yang
asing.” (HR. Muslim)

Dalam riwayat lain disebutkan bahwa mereka adalah orang-orang yang
sholeh (baik) ketika manusia rusak. Maksudnya, mereka (orang-orang
asing karena melaksanakan sunnah) tetap dalam keadaan baik aqidahnya,
ibadahnya, dan akhlaknya bagus di tengah manusia yang rusak akidahnya,
ibadahnya, dan akhlaknya.

Jadi seseorang yang menapaki manhaj salaf di akhir zaman ini, harus
bersabar ditengah manusia-manusia rusak yang menganggap para penegak
sunnah sebagai orang yang asing, dan musuhnya. Inilah yang dikabarkan
oleh Nabi Shalallaahu ‘alaihi wasallam :

“Sesungguhnya di belakang kalian ada hari-hari di mana orang yang
sabar ketika itu seperti memegang bara api. Mereka yang mengamalkan
sunnah pada hari itu akan mendapatkan pahala lima puluh kali dari
kalian yang mengamalkan amalan tersebut. Para Shahabat bertanya:
“Mendapatkan pahala lima puluh kali dari kita atau dari mereka?”
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam menjawab: “Bahkan lima puluh
kali pahala dari kalian”.(HR. Tirmidzi, Abu Dawud, Ibnu Majah, Ibnu
Hibban dan Hakim. Dan dishahihkan oleh Imam Hakim dan disepakati oleh
Dzahabi; lihat Dlaruratul Ihtimam, Syaikh Abdus Salam bin Barjas, hal.
49)

Dibawah naungan cahaya hadits ini, kita mendapatkan petunjuk dan
bimbingan bahwa orang-orang asing yang melaksanakan sunnah akan
menghadapi kondisi yang susah antara mengikuti sunnah ataukah
meninggalkan sunnah. Disinilah seorang membutuhkan kesabaran agar dia
tetap berada dalam sunnah. InsyaAllahu Ta’aala, kesabaran inilah yang
akan mengumpulkan kita bersama Nabi Shallallaahu ‘alaihi wasallam di
akhirat kelak. Allahumma Amin.

Dijawab oleh Al-Ustadz Abdul Qadir Abu Fa’izah




3/13/2008

Mengikuti Seni Beladiri Tenaga Dalam

Pertanyaan:

di indonesia banyak sekali aliran2x bela diri yang mengkhususkan pada beladiri menggunakan tenaga dalam. dan dulu saya pernah mendengar pada salah satu aliran, jika sudah pada tingkat tertentu, kita bisa mematahkan besi dengan tangan, membuat besi menjadi merah (panas)

Apa hukumnya jika kita mengikuti seni bela diri yang memiliki tenaga dalam ( latihannya dengan tehnik pernafasan )

Eko Rusdyanto Hs

Jawaban:

Assalamu `alaikum Wr. Wb.

Memang sebaiknya untuk menentukan suatu seni bela diri itu sesuai dengan syariah atau tidak, perlu diadakan kajian yang mendalam oleh para pakar syariah.

Bahkan harus ada badan pengawas syariah baik internal atau pun independen. Hal ini penting dan sangat berguna, paling tidak untuk beberapa hal :

1. Memastikan bahwa seni bela diri itu memang tidak bertentangan dengan aqidah atau syariah. Atau -bila memang ada- pada bagian mana yang masih merupakan ikhtilaf di antara para ulama serta bagian mana pula yang perlu dihilangkan. Kajian ini sangat penting agar umat Islam merasa aman dan leluasa mempelajarinya.

2. Merekomendasikan kepada umat Islam untuk mempelajari seni bela diri tersebut secara formal termasuk siapa saja yang telah mendapat rekomendasi untuk mengajarkan seni itu atau perguruan mana saja. Dan adanya pengawas syariah itu bisa dijadikan rujukan bagi umat Islam.

3 Selain itu bisa diterbitkan buku yang mengupas kajian syariah atas seni bela diri tersebut sehingga khalayak bisa melihat bagaimana proses pengambilan hukum halal tidaknya itu dilakukan. Tentu saja buku itu dilengkapi dengan dalil-dalil Al-Quran, As-Sunnah, pendapat para ulama serta ijtihad dan juga sumber-sumber hukum Islam lainnya.

4. Dengan adanya pengawasan syariah itu, maka mutu dan kualitas serta batasan halal haramnya bisa tetap terus diawasi dengan baik oleh para ulama. Bukan pada saat tertentu saja tetapi terus menerus karena pengawas syariah tidak hanya mengawasi sesaat saja.

Jadi masalah seni bela diri dan pernafasan ini layaknya jenis produk makan yang perlu dikaji kehalalannya oleh sebuah lembaga yang independen. Karena begitu banyak seni bela diri yang mengaku tidak menggunakan kekuatan ghaib di depan muridnya, namun lama kelamaan ketahuan juga. Jadi perlu dipelajari secara seksama dan mendalam, agar tidak menjadi suber fitnah dan kabar issu yang bohong.

Perlu dilakukan wawancara dengan suhu atau pelatihnya, termasuk kajian tentang teknik-teknik yang digunakan. Bila memang murni kekuatan itu dihasilkan dari oleh pernafasan, bagaimana bisa diterangkan secara biologis, fisika, kimia dan ilmu eksak yang mendukungnya. Juga perlu ada cross-chek dengan mereka yang sudah pernah mengikutinya untuk menanyakan adakah ciri-ciri gangguan dari jin selama mengikutinya. Adakah praktek-praktek tertentu yang bertentangan dengan aqidah islam ? Adakah unsur-unsur ghaib ikut bermain di dalamnya. Termasuk pembahasan sejarah dan latar belakang ilmu bela diri tersebut.

Semua informasi itu akan menjadi pertimbangan apakah bela diri itu bisa diterima secara syar`i atau tidak. Agar semua mejadi jelas dan masyarakat tidak ragu-ragu lagi dalam memilih.


Wallahu a`lam bis-shawab.


Dikutip dari konsultasi syari'ah online klik disini

12/11/2007

Stres Akibat Trauma


Assalamu'alaikum wr. wb.
Pak Ustazd, saya mempunyai teman yang sudah tiga tahun ini menderita stres. awalnya dia tertekan karena minder. Penyebabnya adalah karena orang yang disukainya menolak karena kekurangan yang dimilikinya. Sampai saat ini teman saya seperti mendengar suara orang yang telah menolaknya itu. Setiap saat dia seperti mendengar suara-suara orang sedang membicarakannya.

Padahal saat itu sedang tidak ada orang lain. misalnya kami sedang ngobrol di kamar dan mendengarkan musik atau murottal dari komputer yang disetel keras. kemudian secara tiba-tiba dia bilang kalau mendengar orang membicarakannya. Selain itu, dia sulit konsentrasi dan sering melamun. Tapi kalau diajak bicara sesuatu dia bisa nyambung. kalau diajak shalat dia selalu beralasan sedang haid, bajunya kotor dan sebagainya.

Waktu bulan ramadhan juga dia tidak berpuasa, tapi saya tidak tahu apakah benar dia sedang haid (atau thaharah karena minggu-minggu sebelumnya sudah haid) atau bagaimana. Kalau dengan teman laki-laki sangat takut, bahkan ketika hanya mendengar saya menyebut nama lelaki meskipun orangnya tidak ada, dia seperti ketakutan.

Apakah teman saya tersebut harus diruqyah ? Saya dengan teman-teman yang lain sudah merencanakan untuk meruqyahnya tapi belum sempat. Teman saya ini pernah ke psikolog tapi dihentikan tapi saya tidak tahu sebabnya. terima kasih.
wassalamu'alaikum wr.wb

Hida
Jawaban
Wa’alaikumsalaam wr. wb.

Saudara Hida, semoga niat baik yang anda lakukan untuk menolong teman anda menjadi pemberat amal kebaikan untuk anda. Karena Nabi SAW dalam hadis tentang ruqyah mengatakan barang siapa yang bisa memberikan manfaat pada saudaranya, maka lakukanlah. Artinya ini sangat berhubungan antara menolong orang sakit dengan menggunakan metode ruqyah.

Penyebab teman saudara seperti mendengar orang berbicara, ada dua kemungkinan. Pertama, bisa jadi teman anda sedang stres, seperti memiliki halusinasi bahwa ada orang yang berbicarakan dirinya. Sebenarnya itu merupakan khayalan dia, yang sesungguhnya semua itu tidak ada. Kedua, mungkin bisa jadi juga dunia jin yang mempengaruhi dia, di mana dia dapat mendengar dunia membicarakannya.

Pada zaman Nabi SAW, ada seorang sahabat yang membawa cucunya dalam keadaan gila atau stres kepada Nabi SAW. Artinya ketika Nabi meruqyah anak tersebut dengan memukul sambil berkata, “Keluar hai musuh Allah” Dan anak tersebut normal kembali. Untuk itu, lakukanlah ruqyah terhadap teman anda.

Namun, anda harus bersabar, karena ruqyah tidak hanya dilakukan dalam sekali. Dan anda pun harus mendorong teman anda untuk sholat dan menjalankan kewajiban lainnya. Sebab ini merupakan pertahanan yang sangat kuat, dan mempercepat ruqyah terhadap dirinya sendiri serta cepat keluar dari masalah yang dihadapinya.
Wassalaam
Ustadz Budi Ashari

Tidak Bisa Melupakan Gadis yang Pernah Dipikat dengan Doa


Assalaamu’alaikum wr. wb.
Dahulu saya adalah seorang santri di sebuah pesantren, sekarang saya kuliah di negara Arab. Saya dulu sering mempelajari ilmu khodam, ilmu kebal anti peluru dan ilmu kedigdayaan lainnya.

Setelah saya berangkat keluar negeri, saya jarang mengamalkan lagi. Saya pernah punya doa yang dapat memikat hati orang, tapi saya orangnya termasuk pengamal yang teliti dan spesifik, yang tidak menerima amalan kecuali yang bersifat al-Quran atau zikir kepada Allah. Kemudian, saya pernah mencintai wanita sampai orang tuanya dan wanita itu minta tunangan. Tetapi, bapak saya menolak karena saya masih belajar.

Saya sudah berusaha melupakannya, namun bayangan wanita itu selalu menghantui saya, memang dia pernah aku doakan menggunakan ayat Al-Quran dari guru saya, Meskipun peristiwa itu terjadi beberapa tahun yang lalu, namun saya sangat susah untuk melupakannya. Yang ingin saya tanyakan, tolong jelaskan apa yang terjadi pada saya? Bagaimana jalan keluarnya?

Wassalaam
Areyzey

Jawaban
Wa'alaikumsalaam wr. wb.

Saudara Areyzey, sayangnya di sebagian pesantren-pesantren itu masih diajarkan ilmu-ilmu yang bersumber pada hal-hal yang sesat sifatnya, atau bekerjasama dengan jin. Citra pesantren di masyarakat kita terlanjur terbentuk, bahwa pesantren yang hebat adalah pesantren yang mempunyai kelebihan supranatural, padahal kelebihan seperti itu ternyata banyak yang menggunakan kerjasama dengan jin.

Jadi dengan apapun dalihnya dan dengan apapun ritualnya yang nampak Islami di awal, ilmu yang anda miliki dimasa lalu itu harus dibuang, Walaupun anda tipe orang yang teliti dalam mengambil amalan atau melakukan ritual yang hanya dari Al-Quran, tapi anda telah menyalahgunakan Al-Quran. Karena kalau kita mau jujur, bahwa yang paling hebat dalam urusan Al-Quran adalah Rasulallah saw.

Meskipun Rasulallah saw membaca Al-Quran, tetapi Raulallah saw tidak mempunyai ilmu kebal, padahal Rasulallah saw adalah manusia yang paling hebat bacaan Al-Qurannya dan memiliki efek yang paling kuat bacaannya. Artinya, kalau anda mempunyai ilmu kebal, karena anda membaca dzikir atau ayat tertentu, berarti anda telah menyalahgunakan Al-Quran.

Kalau memang hal tersebut baik, pasti Nabi akan mengajarkannya terutama kepada para sahabat, apalagi dahulu sering terjadi peperangan. Nabi saw sangat penyayang pada umatnya, tentu Nabi tidak ingin umatnya terluka. tapi kenyataannya Nabi saw tidak mengajarkan ilmu kebal, dan Nabi sendiri tetap terluka pada perang Uhud.

Sebenarnya, dari beberapa hal yang kita ketahui di lapangan bahwa orang-orang yang menuntut ilmu kebal, sebenarnya mencampuradukan Al-Quran dengan ritualnya yang lainnya, seperti ilmu kebal, ilmu pelet atau pemikat wanita dan lainnya. Itu semua merupakan satu kesalahan yang harus segera ditaubati dan dihilangkan dari diri anda.

Mengenai anda susah melupakan wanita yang pernah anda pikat, ini seperti terbalik. Karena biasanya yang susah melupakan adalah orang yang terkena ilmu pikat atau pelet. Bisa jadi ini karena faktor anda benar-benar suka sama dia, sehingga anda menggunakan ilmu pemikat.
Mungkin karena dia merasa tergila-gila pada anda, akhirnya wanita itu menggunakan ilmu pemikat juga, seperti yang sekarang anda rasakan. Tapi kita tidak boleh menuduh dulu, sebab bisa jadi apa yang anda alami merupakan teguran dari Allah SWT, bahwa wanita yang anda pikat dulu, akan terluka perasaannya. Karena begitu wanita itu mengharapkan anda, tapi anda meninggalkannya begitu saja.

Sebaiknya, jika memang anda sudah mantap dengannya, maka bertawakalah kepada Allah SWT. Kemudian minta secara baik-baik kepada orangtuanya serta lakukanlah komunikasi yang baik kepada Bapak anda yang tidak setuju, selain itu juga lakukan istikharah. Demikian jawaban dari saya, semoga Allah SWT memberikan yang terbaik untuk anda.
Wassalaamu'alaikum wr. wb.
Budi Ashari, Lc.

Setelah Diruqyah Jadi Bisa Melihat Makhluk Ghaib dan Sering Mimpi Buruk


Assalamualaikum wr. wb.
Ustadz, teman saya mempunyai masalah. Pada tahun 2001, teman saya tersebut disengat oleh tawon tanah di hutan Kalimantan Barat dan telah berobat medis bahkan alternatif. Ada yang mengusulkan untuk diruqyah saja, karena secara medis tidak ada masalah, tetapi sepertinya dia diganggu oleh jin.

Namun, setelah diruqyah lebih dari 10 kali hasilnya malah menjadi sensitif terhadap makhluk gaib, misalnya dia katanya bisa melihat makhluk gaib lain, sering kesurupan dan sering mimpi dikejar binatang buas. Sering lupa bacaan shalat, tidak mau mendengar ayat-ayat Al-Quran, tidak kuat bertemu dengan ustadz dan takut ke masjid. Menurut ustadz yang meruqyah, jin yang ada di dalam diri teman saya tersebut belum semuanya bisa dikeluarkan, terutama jin kafir.

Teman saya tersebut menikah pada tahun 2001 setelah kejadian disengat tawon. dan sampai saat ini belum dikaruniai anak. Padahal secara medis sistem reproduksinya tidak bermasalah.

Yang ingin saya tanyakan, apakah seseorang yang sudah diruqyah bisa melihat makhluk gaib.? Minimal harus berapa kali diruqyah agar bisa sembuh? Apa yang harus saya lakukan untuk pemulihan teman saya tersebut? Seandainya tidak bisa pulih, apakah teman saya akan semakin menjauhi ajaran agama Islam? Apakah teman saya bisa mempunyai keturunan? Atas jawabannya saya ucapkan terima kasih.

Wassalaam,
Nofrita

Jawaban

Wa'alaikumsalaam

Saudari Nofrita, setelah teman anda berada di hutan Kalimantan Barat, entah disengat tawon atau karena keberadaannya pada waktu itu di hutan, di mana hutan merupakan tempat yang disukai oleh jin, karena hutan adalah lahan yang kosong. Namun, dari semua gejala yang anda sebutkan, menunjukkan bahwa teman anda memang mengalami gangguan jin. Oleh karena itu, harus terus dilakukan ruqyah sebagi satu-satunya solusi yang benar.

Saya jadi bertanya-tanya, bagaiman mungkin orang yang diruqyah malah bisa melihat makhluk ghaib/jin. Karena sesungguhnya orang yang memiliki kemampuan dapat melihat jin setelah diruqyah adalah merupakan kemampuan yang salah, sedangkan ruqyah berfungsi untuk menghilangkan kemampuan-kemampuan yang salah tersebut. Jadi tidak mungkin ruqyah semakin membuat orang bisa melihat makhluk ghaib. Sayangnya anda tidak menjelaskan ruqyah macam apa yang dilakukan oleh teman anda. Jangan-jangan hanya mengatasnamakan ruqyah, tetapi ruqyahnya tidak benar, atau memang belum selesai ruqyahnya.

Apa yang dikatakan si peruqyah, yang mengatakan bahwa ada jin kafir yang belum keluar dari tubuh teman anda? Kalau hal itu diketahui melalui penglihatan si peruqyah, hal tersebut mustahil. Sebab peruqyah tidak mungkin dapat melihat makhluk ghaib, kalau ada peruqyah mampu melihat makhluk ghaib, maka dia bukan peruqyah yang benar. Artinya dia sendiri bermasalah. Tapi kalau berdasarkan pengakuan jin saat diruqyah, yang mengatakan bahwa ada jin kafir yang belum keluar, hal itu mungkin saja. Namun semua itu tidak terlalu penting, yang terpenting adalah seluruh jin harus keluar.

Berapa kali harus diruqyah? Yang harus dilakukan adalah melakukan pengecekan, apakah ruqyah yang teman anda lakukan sudah sesuai dengan syariat Islam, bacaan yang dibaca tidak ada campuran yang salah, tidak mengandung ritual-ritual yang aneh dan yang tidak diajarkan oleh Nabi saw. Maka, lakukanlah ruqyah syar'iiyah. Ghaib sudah membuka cabang ruqyah syar'iiyah di Pontianak yaitu di jalan Uray Bawadi Gang Muhibah No. 5 Pontianak. Telp. (0561) 7086191.

Sekarang ini, mulai banyak sekali pelanggaran-pelanggaran pada ruqyah atau memang ada orang yang sengaja mengotori ruqyah yaitu orang-orang yang sebenarnya tidak mengetahui bagaimana ruqyah syar'iiyah yang benar, tapi pura-pura mengetahuinya. Berapa kali diruqyah? Ada kasus yang sekali ruqyah langsung sembuh dengan izin Allah SWT.

Begitu juga dengan yang Nabi saw lakukan ketika meruqyah seorang sahabat, sekali tepuk sembuh. Bahkan ada anak yang gila, begitu ditepuk Nabi, langsung sembuh. Tapi itu Nabi yang melakukannya. Jadi batas berapa kali di ruqyah, tidak ada batasnya, seperti pengobatan medis. Semuanya butuh kesabaran, jangan berpindah pada pengobatan yang salah, yang kesannya menawarkan sesuatu yang lebih cepat dan praktis, namun sesungguhnya kita telah menggadaikan iman.

Apa yang dialami teman anda, mungkin juga menjadi salah satu penyebab dari belum hadirnya keturunan. Hal itu sangat mungkin, sebab ada orang-orang yang mengalami gangguan jin pada alat reproduksinya. Untuk itu segeralah lakukan ruqyah syar'iiyah, mudah-mudahan Allah SWT mempermudah mendapatkan keturunan. Jangan berputus asa, apalagi dokter mengatakan tidak ada masalah pada reproduksinya.

Demikian jawaban dari saya, semoga teman anda cepat mendapatkan keturunan.
Wassalaamu'alaikum wr. wb.
Ustadz Budi Ashari



Sering Sakit Kepala Sebelah, Apakah karena Belajar Tenaga Dalam?

Assalamu'alaikum wr. wb.
Kepala saya sering sakit sebelah, dan ini telah berlangsung lama. Di masa SMA dulu saya pernah belajar ilmu bathin, dan saya juga pernah belajar ilmu pernafasan tenaga dalam. Apakah karena hal tersebut yang membuat kepala saya sering sakit, dan apakah bisa diobati melalui ruqyah? Apakah belajar tenaga dalam dibolehkan dalam agama Islam? Terima kasih.


Wassaalam,
Dasrizal

Jawaban

Wa'alaikumsalaam wr. wb.

Saudara Dasrizal, di kita ada beberapa kasus yang menunjukan bahwa ilmu yang dipelajari orang di masa lalu itu ternyata berefek. Efeknya bermacam-macam di antaranya sakit kepala sebelah (migren) sekian puluh tahun. Dan setelah si penderita sakit kepala melakukan ruqyah, maka sembuhlah penyakitnya. Ternyata, sakit kepalanya itu, akibat gangguan jin atau memang karena dia mempelajari ilmu-ilmu tenaga dalam. Oleh karena itu, jangan coba-coba mempelajari ilmu seperti itu.

Sekarang anda telah mengetahui bahwa ilmu yang anda pelajari menimbulkan efek sakit kepala pada diri anda. Jika ditanya apakah mungkin dilakukan ruqyah? Jawabannya adalah sangat mungkin. Apalagi bila anda sudah tidak menggunakan ilmu tersebut. Biasanya, setan yang sudah terlanjur suka, karena sering anda mintai bantuan dengan menggunakan tenaga dalam. Tapi, sekarang setan itu anda lupakan begitu saja, maka setan itu akan marah dan membuat ulah sehingga anda sakit.

Ini bisa dijadikan tolak ukur, bahwa ilmu-ilmu tenaga dalam tersebut merupakan ilmu yang tidak perlu kita pelajari. Dari kasus yang kita pelajari dilapangan, namun kita belum bisa mengeneralisir, tapi orang-orang yang datang kepada kita, yang mengatakan mempunyai ilmu tenaga dalam dan sebagainya. Ternyata, semuanya atas bantuan setan. Untuk itu, lakukanlah ruqyah beberapa kali. Insyaallah sakit kepala anda akan hilang.

Demikian jawaban dari saya, mudahan-mudahan penyakit anda cepat sembuh.

Wassalaamu'alaikum wr. wb.
Ustadz Budi Ashari

Selalu Timbul Rasa Takut Salah Bila Melakukan Wudhu dan Sholat


Asalaamu'alaikum wr. wb.

Ustadz, saya mempunyai masalah kalau ingin sholat selalu mempunyai perasaan takut, takut karena wudhu dan sholatnya terus diulang-ulang, sampai-sampai saya sholat hampir diakhir waktu, agar saya bisa tahan wudhunya untuk sholat berikutnya.

Karena capek wudhu dan sholatnya terus diulang-ulang, saya sampai pegal dan pusing, dan saya selalu meerasa sholatnya tidak benar,

niatan untuk sholat zuhur, tapi ketika takbir untuk memulai di dalam hati bilangnya beda. Saya sudah coba shoum Senin Kamis, tapi masih aja diulang-ulang.

Selain itu, saya sering merasa deg-degan kalau mau mulai wudhu dan sholat. Saya bingung, apa nama penyakit yang saya derita ini? Namun, ketika saya mendengerkan kaset ruqyah, tidak mengalami reaksi apa-apa, atau saya merasa takut untuk mengatasi sendiri? Kalau ternyata saya terkena gangguan jin, bagaimana ustadz? Jazakallah.

Wassalaam,
Dian

Jawaban
Wa'alaikumsalaam wr. wb.

Saudara Dian, apa yang anda alami itu disebut dengan rasa was-was, kalau dibiarkan akan sangat berbahaya. Was-was timbul dari hal yang sangat sepele sampai kepada tingkat mengacaukan ibadah seperti yang anda alami, bahkan sampai mengacaukan urusan rumah tangga. Di mana sampai pada ujungnya, orang akan merasa ragu, apakah pernikahannya dulu sah atau tidak. Rasulallah saw pernah bersabda, bahwa rasa was-was itu, rasa takut dan khawatir yang berlebihan datangnya dari setan.

Yang anda alami seperti wudhu berulangkali, sholat terus diulang-ulang karena merasa tidak sah. Hal ini merupakan usaha setan, untuk menarik anda pelan-pelan keluar dari Islam atau untuk tidak beribadah lagi. Untuk itu, saran saya adalah rasa was-was ini harus dihilangkan dengan ruqyah kembali, mintalah bantuan ustadz yang bisa meruqyah dan katakanlah masalah anda.

Selain itu, anda sendiri harus mempunyai perlawanan dari dalam diri yaitu dengan membaca doa sebelum melakukan aktifitas, karena Rasulallah saw. mengajarkan sebelum kita memulai aktifitas bacalah bismillah dengan baik dan sepenuh hati. Anda harus melawan, misalnya ketika anda selesai berwudhu, tiba-tiba hati anda berbisik bahwa wudhu anda tidak sah. Maka lawanlah rasa was-was itu, dan teruslah berjalan untuk sholat, anda harus mempunyai tekad untuk melawan. Bila sudah selesai sholat, jangan diulang karena itu akan membuka pintu bagi setan untuk masuk dan menimbulkan rasa was-was.

Jangan dibiasakan melakukan hal-hal yang membuat anda menjadi ragu, jadi lakukanlah hidup dengan sangat mantap. Mintalah pertolongan pada Allah SWT, agar anda hidup dengan penuh kemantapan. Sehingga tidak ada kesempatan setan untuk masuk melalui pintu was-was.

Wassalaamu'alaiukum,
Ustadz Budi Ashari

Sering Mual dan Pusing Kalau Membaca Al-Quran


Assalamu'alaikum Wr Wb, Ustadz Budi

Saya mempunyai satu permasalahan yang ingin saya tanyakan, sebelumnya saya juga sempat mengirimkan pertanyaan yang sama, hanya sampai saat ini belum terjawab juga. Oleh karena itu saya ingin mengajukan pertanyaan itu lagi, karena sampai saat ini saya belum tahu solusinya.

Begini Ustadz, kenapa yah saya itu sering merasa mual, pusing dan merasa gerah ketika saya membaca Al-Qur'an. Dan saya juga sering merasa malas untuk melaksanakan sholat Isya, sehingga waktu sholat Isya pun saya tunda-tunda. Sebenarnya saya merasa berdosa sekali, dan yang pernah saya baca pun, "Barang siapa yang merasa kesulitan (malas ) saat melakukan sholat subuh dan Isya, berarti di hatinya telah tersemai bibit kemunafikan. (Naudzubillah ) "

Pertanyaannya, bagaimana solusi permasalahan saya tersebut dan perlukah saya melakukan ruqyah, jikalau perlu, di mana saya bisa melakukan ruqyah tersebut? Saya mohon jawabannya, jazakillah.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.
Akhwat

Jawaban

Wa'alaikumsalaam wr. wb.
Akhwat yang penyabar, maaf ya baru sekarang saya menjawab pertanyaan anda, karena begitu banyaknya pertanyaan yang masuk ke redaksi kami.

Alhamdulillah kalau anda telah mengetahui, bahwa sholat yang sangat berat untuk melaksanakannya dan juga dapat menimbulkan kemunafikan itu adalah sholat isa. Oleh karena itu, agar kita terhindar dari kemunafikan, maka janganlah menunda-nunda sholat isa karena kemalasan.

Seluruh sholat lima waktu, yang paling utama adalah mengerjakannya diawal waktu sebagaimana yang disabdakan Nabi saw. Tetapi, khusu untuk sholat isa memang ada hadis yang lain, di mana yang lebih utama mengerjakan sholat isa yakni di tengah malam. Seperti yang disabdakan oleh Nabi saw, "Kalaulah tidak memberatkan umat Ku, maka Aku akan menyuruh mereka untuk mengakhirkan sholat isa sampai sampai separoh setengah malam."

Artinya ini utama, tapi syaratnya anda harus sholat dengan semangat, kalau orang itu malas, maka sholatnya akan mengganggu kekhusyuannya. Jadi orang yang sholat di tengah malam dengan semangat yang tinggi dan berjamaah, maka ini lebih baik daripada orang yang berjamaah sholat isa diawal waktu, begitu seperti yang disabdakan Rasulallah.

Hanya saja, kalau masalahnya seperti yang anda hadapi sekarang. Maka saya sarankan anda untuk tidak mengerjakan sholat isa di tengah malam. Jadi begitu azan terdengar atau sebelum azan terdengar, anda sudah siap berwudhu dan bersiap melakukan sholat Isya, jadi jangan ditunda, sebagus apapun aktivitas kita saat itu. Hal ini dalam rangka terapi, agar kita dapat mengerjakan sholat Isya dengan segera, dan lakukanlah secara berjamaah.

Banyaklah berdoa, dan ingat-ingatlah bahwa mengakhirkan atau bermalas-malasan mengerjakan sholat merupakan kebiasaan orang munafik. Untuk itu, hal ini jangan sampai terjadi pada kita, karena kita tentu tidak ingin menjadi orang yang munafik. Tetapi, saya sarankan dari kasus yang anda ceritakan, sebaiknya anda ikut ruqyah. Kalau anda tinggal di Bandung, ada cabang ghaib ruqyah syar'iiyah, jl. Kartika I No. 202 B KPAD - Gegerkalong, Bandung telp. 022 - 702 69 655.

Perasaan mual, pusing, gerah dan sebagainya ketika anda membaca Al-quran, merupakan indikasi tidak wajar dan tidak benar. Seorang yang beriman, ketika dibacakan atau membaca Al-quran, maka hatinya akan bergetar bahkan begitu tunduknya hati ini maka akan menimbulkan kedamaian saat dibacakan ayat-ayat Allah SWT. Oleh karena itu, anda harus melakukan terapi ruqyah, mudah-mudahan masalah anda segera selesai, dan mudah-mudahan rasa malas yang ada pada anda segera hilang.

Wassalamu'alaikum wr. wb.
Ustadz Budi Ashari

Selalu Terbayang-bayang Wajah Pria yang Dibenci


Assalaamu'alaikum wr. wb.

Nama saya Sarifah, yang ingin saya tanyakan adalah mengapa lelaki yang pernah saya tolak cintanya selalu terbayang terus dan seperti melintas di hadapan saya padahal saya membencinya. Apakah ini pertanda saya terkena pelet dan perlukah saya diruqyah?

Wassalaam
S

Jawaban

Wa'alaikumsalaam wr. wb.

Saudari S, penolakan anda terhadap pria tersebut merupakan tindakan yang terpuji. Karena percintaan di dalam Islam ada bingkainya yaitu pernikahan yang diproses secara Islami untuk segera dilaksanakan pernikahan, dan bukan melalui pacaran yang menimbulkan efek sangat banyak. Jadi, jangan pernah bermain-main dengan masalah ini kecuali telah mempunyai tekad yang kuat untuk menikah.

Masalahnya, kalau anda kemudian terus terbayang-bayang wajahnya dan ini mengganggu anda, mungkin saja pria tersebut melakukan hal-hal yang tidak terpuji seperti mengirim sihir pelet, sehingga membuat anda tiba-tiba saja selalu teringat akan dirinya, tiba-tiba saja anda sangat mencintainya,

Bisa jadi penyebab lainnya adalah karena faktor kejiwaan anda, di mana setelah anda menolaknya, kemudian muncul perasaan bersalah, tidak enak dan bahkan anda menjadi jatuh kasihan terhadapnya. Sehingga anda teringat terus kepada pria itu. Hal ini bisa saja terjadi. Tapi, kalau memang disebabkan karena faktor sihir, maka segeralah lakukan ruqyah syar'iyyah. Karena ruqyah dapat menghilangkan sihir pelet.

Jika disebab faktor kejiwaan, maka anda harus melupakannya. Menolaknya adalah merupakan keputusan yang terbaik, karena yang terpenting anda tidak melakukan hal-hal yang membuat dia sakit hati, umpamanya dengan mengeluarkan kata-kata yang kasar. Kalaupun anda terlanjur menyakitnya, sebaiknya anda segera meminta maaf, kemudian menjelaskan kembali bahwa antara anda dengannya tidak ada hubungan apapun.

Dan doakan di hadapannya, semoga dia mendapatkan pengganti yang lebih baik. Semoga dengan kebaikan anda, dia dapat mengerti mengapa anda menolaknya, dan dia akan mencari pengganti dengan cara yang baik. Hal ini akan memperjelas masalah, dan membuat hubungan menjadi jernih kembali. Demikian jawaban saya, semoga masalah yang sedang anda hadapi cepat segera selesai, dan mendapat perlindungan Allah SWT.
Wassalaamu'alaikum wr. wb.
Ustadz Budi Ashari

Rumah Ditanami Sesuatu untuk Memagari secara Ghaib


Assalaamu'alaikum wr. wb.

Pak Ustadz, sudah hampir sebulan lebih bapak saya menderita penyakit liver. Setelah dokter tidak sanggup lagi menanganinya akhirnya bapak diobati dengan pengobbatan herbal dan mendatangkan tabib. Menurut beliau, bapak dikirimi sesuatu oleh orang lain yang tidak senang dengan bapak.


Di halaman rumah ditemukan bungkusan sebesar ibu jari yang diikat dengan benang hitam, namun bungkusan itu tidak dibuka tapi langsung dibuang ke lubang closet seperti yang dianjurkan tabib tersebut. Rumah kami pun ditanami sesuatu dengan maksud memagari rumah secara ghaib. Setelah pengobatan dengan tabib tersebut tidak menghasilkan apa-apa, akhirnya kami memutuskan untuk mengobati bapak dengan ruqyah dan menperdengarkan kaset ruqyah seperti yang Ustadz sarankan.

Yang ingin saya tanyakan, apakah ikhtiar yang kami lakukan untuk kesembuhan bapak dengan memanggil Tabib dan pagar rumah termasuk dosa syirik. jika iya, apa yang sebaiknya dilakukan? bagaimana harus memperlakukan benda yang ditanam itu jika harus diambil kembali untuk menghilangkan efeknya?

Apakah memagari rumah bisa menjadi penyebab bapak tidak mengalami reaksi apa-apa ketika diruqyah selain rasa panas? Apakah bapak harus diruqyah lagi? Mohon penjelasannya, karena kami pun tidak ingin terjerumus dalam perbuatan syirik. Jazakillah khair

Wassalaam,
Hamba Allah

Jawaban

Wa’alaikumsalaam wr. wb.

Hamba Allah yang sedang mengalami musibah, mudah-mudahan apa yang dialami oleh bapak anda merupakan tambahan pahala atau paling tidak sebagai penghapus dosa. Ikhtiar untuk mencari kesembuhan merupakan satu hal yang diajarkan oleh Nabi SAW dalam sebuah hadisnya yaitu “Berobatlah kalian.” Artinya kita disuruh mencari obat ketika sakit. Ini tidak menghilangkan tema tawakal, karena dalam Islam ada pengobatan medis dan non medis seperti ruqyah syar’iyyah. Kedua-duanya bisa dicoba.

Usaha anda mendatangkan tabib untuk mengobati bapak anda sebenarnya bukan masalah tabibnya, tapi masalahnya adalah apa yang dilakukannya. Kita bisa mengukurnya dengan ukuran-ukuran dalil dari al-Quran atau hadis Nabi SAW. Statemen tabib yang menyatakan bahwa bapak anda ‘dikirimi’ oleh orang lain, merupakan satu kemampuan yang sebenarnya hanya dimiliki oleh mereka-mereka yang bekerjasama dengan jin, kecuali ada yang mengaku pada si tabib. Tapi kalau tidak ada yang mengaku, maka ini adalah ilmu terawang yang merupakan kemampuan perdukunan.

Mengenai bungkusan yang ditemui di depan rumah jangan terlalu dikhawatirkan secara berlebihan, tapi perlu diwaspadai. Apalagi benda tersebut agak aneh, bisa jadi itu merupakan keisengan orang tertentu atau memang ingin mencelakai secara ghaib. Yang sering kita temui di lapangan, mungkin bila tabib itu menyuruh benda bungkusan tersebut untuk dikubur, tidak akan ada masalah. Karena Nabi SAW juga pernah mengubur benda-benda yang dipakai oleh orang Yahudi untuk menyihir beliau, benda-benda tersebut adalah rambut dan patahan gigi Nabi SAW. Kalau ditaruh di dalam sumur, Nabi SAW pun memerintahkan untuk menguruk sumur itu. Membuang jimat ke WC sebenarnya tidak ada larangannya, hanya masalah bila di dalam jimat itu ada lafas Allah SWT, maka tidak tepat kalau dibuang ditempat kotor seperti itu. Untuk itu bakarlah atau dikubur.

Pemagaran rumah yang dilakukan dengan cara ghaib sangat dilarang dalam Islam. Lebih baik untuk mengeluarkan setan atau jin yang berada di rumah kita, sebaiknya dibacakan surat al-Baqarah di setiap sudut rumah.

Bapak saudara hanya merasakan panas saat diruqyah, itu merupakan reaksi dari ruqyah. Karena sesungguhnya orang beriman ketika mendengarkan ayat-ayat al-Quran tidak akan merasa panas, tapi akan bertambah keimanannya.

Bila bapak anda diruqyah bukan hanya melalui kaset tapi diruqyah secara langsung oleh anda atau oleh seorang Ustadz, maka akan semakin besar reaksinya. Dan tempat untuk meruqyah harus bersih, untuk membersihkannya bacakan surat al-Baqarah. Mudah-mudahan ini dapat membantu, tidak ada yang mustahil untuk Allah SWT, karena Allah yang Maha kuasa dan yang Maha menyembuhkan.***

Pengobatan Jarak Jauh Lewat Televisi, Apakah Menggunakan Jin?

Assalamualaikum Wr. Wb.

Akhir-akhir ini di televisi sering diadakan pengobatan alternatif jarak jauh lewat televisi. Dalam tayangan itu, si penyembuh meminta pada si penelpon (pasien) untuk melakukan gerakan-gerakan tertentu, sehingga sakit yang diderita pasien bisa sembuh. Apakah orang tersebut (ahli pengobatan) menggunakan jasa jin? Bagaimana pandangan Islam tentang hal ini? Mohon penjelasan dari pak Ustadz. Jazakumullah khairan katsira.


Wassalamualaikum Wr. Wb.
Mahatir

Jawaban

Wa'alaikumsalaam wr. wb.

Saudara Mahatir, terlepas dari apa yang dilakukan si pengobat itu di televisi dan terlepas siapa dia. Tapi dalam Islam ada kajian-kajiannya tentang pengobatan jarak jauh. Pada dasarnya, pengobatan ruqyah syar'iyyahadalah pengobatan langsung tatap muka berhadapan antara pengruqyah dengan si pasien.

Sebagaimana yang dilakukan oleh seorang sahabat Usman bin Abdil 'Ash, di mana ketika ia mengalami gangguan yang disebabkan oleh jin, yang mengganggu konsentrasinya dalam sholat, maka ia pergi ke Madinah untuk bertemu dengan Nabi SAW dan mengadukan masalahnya. Kemudian ia meminta didoakan dan diruqyah oleh Nabi SAW. Padahal untuk bertemu Nabi SAW harus menempuh perjalanan yang sangat jauh, hal ini menunjukan bahwa usahanya harus datang ke Madinah untuk bertemu langsung dengan Nabi SAW, lalu diruqyah dan sembuh.

Masalahnya sekarang, karena teknologi sudah canggih seperti adanya handphone dan telepon. Jadi intinya bacaan ruqyah itu sampai ke telinga si pasien, sebagian ulama pun memfatwakan bolehnya ruqyah mulalui telepon, karena suaranya sampai. Atau melalui televisi, di mana si Ustadz membacakan ayat di televisi dan si pasien di rumah mendengarkannya, artinya ada suara yang sampai. Di luar itu, kalau kemudian ada gerakan tertentu atau jurus-jurus tertentu yang harus dilakukan, bahkan harus menempelkan tangan di layar kaca TV menunjukan indikasi bahwa ilmu yang dipakai si pengobat tidak benar, karena tidak ada dalam syariat Islam. Biasanya ilmu yang ditransfer jarak jauh menggunakan bantuan jin.

Transfer ilmu jarak jauh, mengobati lewat telepon tanpa membaca ayat ruqyah. Namun kalau sifatnya hanya merupakan senam kesegaran jasmani, itu namanya senam. Tapi, kalau kemudian ada disebutkan pengobatan alternatif yang menggunakan gerakan, dan tidak ada kajian medisnya. Maka hal itu tidak ada dalam kajian Islam, karena pada ruqyah pun tidak ada gerakan-gerak atau jurus tertentu. Biasanya yang memakai gerakan atau jurus tertentu, ada dalam ilmu perdukunan. Demikian kesimpulan dari saya, dan itu terlepas dari siapa yang ada di televisi tersebut.

Wassalaam,
Ustadz Budi Ashari

Menghilangkan Ilmu Penangkal Jin yang Dititipkan Guru di Pesantren

Assalaamu'alaikum wr wb
Pak Ustadz, dulu saya pernah ingin menuntut ilmu agama di pondok modern selama enam tahun.Tapi, karena sering sakit-sakit di sebabkan ganggan jin, saya mengurungkan niat menjadi 3 tahun saja, dan setelah itu melanjutkan ke MAN (Madarasah Aliyah Negeri sekarang).

Sewaktu sering sakit di pondok karena gangguan jin, saya di beri semacam ilmu penangkal berupa keris plus doa-doa, agar tidak sakit-sakitan lagi yang disebabkan gangguan jin. Namun, sampai sekarang Alhamdulillah saya sehat-sehat saja.

Sekarang keris itu di rawat oleh seorang dukun. Yang ingin saya tanyakan adalah adakah ilmu itu sekarang dalam badan saya? Karena saya tidak ada merasakan sesuatu dalam diri saya seperti pernah kemasukan dan lain-lain. Apa yang harus saya lakukan selanjutnya? Syukron dan sebelumnya jazakallahu katsiron.

Wassalaamu'alaikum wr. wb.
Toni

Jawaban

Wa'alaikumsalaam wr. wb.

Saudara Toni, Untuk menangkal sakit kemudian diberikan bekal doa, agar tidak sakit. Kalau doanya tidak mengandung unsur syirik, maka tidak masalah. Apalagi doa itu berasal dari Rasulallah saw, tapi yang menjadi masalah apakah doa tersebut telah anda cek dengan benar, bahwa tidak mengandung unsur syirik dan musrik atau tidak ada kesalahan pada susunan doanya, dan tidak ada campuran mantra-mantra.

Penangkal berupa keris itu jelas merupakan kesalahan, karena keris tidak pernah dijadikan sarana sebagai penangkal sakit. Jadi keris ini adalah semacam jimat yang harus musnahkan dari diri anda, dari keyakinan anda dan dari kehidupan anda.

Apakah ilmu tersebut masih melekat pada diri anda? Sebenarnya gangguan jin itu tidak selalu dalam bentuk kesurupan, kadang-kadang orang jadi malas beribadah, gelisah, sedih, sakit, pemarah yangberkepanjangan dan merasa memiliki kepribadian ganda. Ini semua bisa jadi efek dari gangguan jin yang disebabkan dari ilmu yang digunakan untuk menyembuhkan penyakit.

Oleh karena itu, untuk memastikannya. Silakan anda melakukan ruqyah pada diri anda, sampai yakin tidak ada reaksi. Kalau memang tidak ada reaksi, alhamdulillah berarti anda sudah tidak mengalami gangguan. Tapi yang paling penting adalah anda harus bertaubat, bahwa apa yang telah anda lakukan dengan menyimpan keris, menerima keris atau menerima amalan yang salah, merupakan suatu kesalahan dan anda segera bertaubat. Mudah-mudahan kita meninggal dalam keadaan khusnul khatimah, semoga ini menjadi pelajaran buat yang lain agar lebih berhati-hati dalam menerima amalan atau doa-doa, lebih baik tanyakan dahulu pada ahlinya. Semoga Allah SWT melindungi anda.
Wassalaamu'alaikum wr wb
Ustadz Budi Ashari

Mengapa Akhir-Akhir Ini Banyak Terjadi Kesurupan Massal?


Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Pak Ustadz, mengapa dewasa ini sering terjadi kesurupan massal seperti diberitakan oleh TV dan surat kabar, fenomena apakah ini? Apakah para setan sekarang ini sedang ber-unjuk gigi dan memamerkan kehebatannya?

Adakah cara-cara bagi kami orang awam yang sederhana namun efektif untuk mencegah maupun mengobati sendiri seandainya keluarga kita mengalami kesurupan sedangkan kami jauh dari alim ulama (misal sedang berada di hutan atau gunung). Apakah bahaya jika kesurupan tersebut tidak segera diobati? Mohon penjelasannya, terima kasih.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Heri Setyadi

Jawaban
Wa'alaikumsalaam wr. wb.

Saudara Adi, fenomena yang beberapa kali muncul di media televisi terutama tentang kesurupan massal, sesungguhnya ada beberapa kemungkinan. Kemungkinan pertama, bisa jadi sesungguhnya kesurupan itu, bukan hanya terjadi sekarang, dahulu pun pernah terjadi kesurupan massal di sekolah-sekolah, di pabrik-pabrik atau di manapun. Tetapi, baru sekarang ini kesurupan masal itu diekspos oleh media massa.

Majalah Gahib pernah turun ke lapangan dan menanyakan kepada salah satu sekolah yang siswanya pernah kesurupan massal. Mereka mengatakan bahwa kesurupan masal, sesungguhnya pernah terjadi juga seblumnya. Artinya, dieksposnya baru-baru ini saja.

Masalah kesurupan masal itu menjadi membesar, karena mungkin ini merupakan suatu peringatan, bahwa sesungguhnya kalau masyarakat kita terlalu mudah kesurupan. Sebab dari beberapa kasus yang kita lihat, anak-anak SMA yang memegangi temannya kesurupan, malah ikut kesurupan seperti yang terjadi di salah satu sekolah, padahal ia hanya memegangi kakinya, tapi tiba-tiba ia juga ikut kesurupan.

Ini artinya, begitu mudahnya generasi muda kesurupan. Hal ini menandakan bahwa benteng ibadah dan iman mereka perlu dipertebal kembali. Karena bila kita memiliki benteng iman dan ibadah yang kuat, dapat melindungi kita dari kesurupan. Kalau kita lihat para sahabat di zaman Rasullah saw, hampir tidak ada yang kesurupan, bahkan belum pernah ada yang kesurupan massal. Memang tingkat keimanan mereka sangat kuat, inilah yang menjadi benteng yang sangat kuat.

Oleh karena itu, kita harus prihatin dengan tingkat keimanan generasi muda saat ini. Salah satu contoh konkrit, yaitu banyak anak-anak SMA yang sudah melakukan kemaksiatan, untuk itu negeri ini harus benar-benar dibentengi. Di generasi muda kita, walaupun ada UU yang melarang menggunakan narkoba, tapi kenyataannya perkembangan narkoba di sekolah juga sangat laur biasa.

Demikian juga dengan kasus aksi pornografi dan pornoaksi saat ini, tapi coba anda lihat perkembangannya di sekolah-sekolah, apalagi jika tidak ada UU nya dan tidak ada peraturannya. Bisa kita bayangkan betapa akan hancurnya generasi muda kita. Untuk itu, ini merupakan peringatan bagi kita semua. Dan generasi muda kita harus dibenahi, segala segi kehidupan harus dibenahi, diciptakan lingkungan dan negara yang Islami. Itu akan membuat mereka hidup dalam lingkungan yang beragama dan memiliki keimanan yang kuat.

Kemungkinan lainnya, dengan maraknya tema ruqyah saat ini, yang di mana-mana hampir ada ruqyah dengan syariat Islam. Kemudian ini membuat beberapa setan berulah. Sebagaimana yang kita ketahui, setan yang biasa disembah itu, jika tidak diberikan sesajian lagi, maka si setan akan menunjukan ekspresinya. Salah satunya dengan membuat gara-gara, sebagaimana yang dikatakan salah seorang Ulama yang bernama Iqrima mengatakan, "Kalau kita takut pada setan, maka dia akan membuat ulah."

Masyarakat yang mulai sadar dan mereka mulai membuang jimat serta menghapus keyakinan terhadap tempat-tempat keramat, kemudian setan berulah agar masyarakat kembali lagi percaya terhadap hal-hal yang syirik atau kembali minta tolong kepada para dukun. Jadi ini merupakan reaksi dari setan, ketika mulai muncul kesadaran dari masyarakat.

Pengobatan terhadap orang yang kesurupan? Sesungguhnya setiap manusia harus bisa mengobati dengan cara yang Islami yaitu membacakan ayat-ayat Al-Qur'an pada telinga orang yang kesurupan berulang-ulang, kemudian suruhlah setan atau jin tersebut keluar.. Selain itu, perintahkan orang-orang yang berada di sekeliling orang yang kesurupan untuk berwudhu, jangan bengong, dan membaca ayat-ayat Al-qur'an yang bisa mereka baca. Hal ini untuk tidak menambah keruh suasana atau merembetnya kesurupan. Setelah itu, baru tanganilah orang yang kesurupan.

Orang yang kesurupan harus segera diobati, karena orang yang mengalami kesurupan akan merasa tidak nyaman. Sebab bila jin terlalu lama dalam tubuh dan ia sudah menikmati tubuh orang tersebut, maka jin itu akan semakin sulit untuk keluar. Keberadaan jin dalam tubuh manusia, akan menimbulkan efek yang negatif baik secara fisik maupun non fisik.
Demikian jawaban dari saya, semoga Allah melindungi anda dan keluarga.
Wassalaamu'alaikum wr. wb.

Melihat Cahaya Biru Indah di Langit, Karunia Allah atau Gangguan Jin?

Assalamu'alaikum wr. wb.

Pak Ustadz, saya pernah melihat cahaya warna biru pijar di atas langit pada malam hari kira-kra jam 11 malam... Cahaya itu berbentuk bulat posisinya berada di atas langit sampai turun ke bawah, dan saya tidak bisa menggambarkan bagaimana indahnya cahaya warna biru pijar itu. Tapi, anehnya yang bisa melihat cahaya itu hanya saya sendiri, sedangkan teman saya yang berada di samping saya, ketika saya tunjukkan ke arah cahaya itu sama sekali tidak melihatnya.


Yang ingin saya tanyakan, apakah ini adalah karunia dari Allah yang diberikan kepada saya yang berbentuk keindahan memandang, ataukah suatu gangguan mahluk halus (jin) untuk melemahkan iman saya. Sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terimakasih.
wassalaamu’alaikum wr. wb.
Zen

Jawaban
Wa'alaikumsalaam wr. wb.

Saudara Zen, saya berharap anda berhati-hati dalam masalah ini. Karena dalam beberapa kasus di lapangan, hal-hal seperti ini digunakan setan untuk menjadi senjata guna mengelabui orang-orang yang beriman. Banyak orang yang tertipu, merasa dirinya mendapat karunia Allah SWT, padahal sesungguhnya itu adalah tipu daya setan. Jadi sebaiknya anda jangan merasa dulu itu adalah karunia Allah sebelum dibuktikan apakah itu anugerah dari Allah, paling tidak anugerah memandang keindahan cahaya.

Pada kasus ini, ada sesuatu yang janggal. Kejanggalanya yaitu hanya anda yang dapat melihat cahaya tersebut, sedangkan teman anda tidak dapat melihatnya. Biasanya yang seperti ini merupakan santet, bahwa ini adalah hal yang ghaib. Kasus ghaib seperti datangnya cahaya, di masa sekarang biasanya yang sering melakukan adalah setan. Untuk itu lakukanlah seperti apa yang pernah disebutkan dalam sejarah. Ketika ada seorang ulama yang sedang melaksanakan sholat tahajud di malam, tiba-tiba ada cahaya di hadapannya dan mengatakan, "Saya adalah tuhanmu." Kemudian si Ulama tersebut mengatakan, "Pergilah engkau (setan) musuh Allah yang terlaknat."

Kalau ini yang terjadi pada kita, mungkin kita akan menganggap bahwa kita mendapatkan ilham/wahyu dari Allah SWT, apalagi cahaya itu hadir di saaat sholat malam. Tapi, ketika cahaya itu datang kepada seorang ulama, ternyata si ulama itu tahu bahwa ini adalah setan, sebab tidak mungkin Allah datang dalam bentuk seperti itu. Dan saat ini pun sudah tidak ada lagi Nabi yang langsung didatangi secara wahyu. Oleh karena itu, anda harus berhati-hati. Amatilah diri anda, apakah ada perubahan. Perubahan itu bisa jadi membuat anda tambah sakti atau anda tambah memiliki kepekaan terhadap dunia ghaib bahkan anda langsung bisa meramal dan lain-lain.

Saya sarankan, anda melakukan ruqyah. Untuk membuktikan bahwa tidak ada gangguan, karena kasus cahaya tersebut. Kalaupun tidak ada reaksi, maka anda dapat bersyukur dan jangan diterjemahkan macam-macam, apa arti dari cahaya biru itu. Sebab bisa jadi setan ingin menyelipkan makna fitnah, di mana manusia terfitnah karena merasa telah mendapat keistimewaan dari Allah, padahal itu adalah tipu daya setan.

Demikian jawaban saya, semoga Allah SWT melindungi anda sekeluarga.